
Sepulang sekolah Hilya bergegas menuju rumah sakit tempat di mana Irgi di rawat. Hilya berjalan cepat, sesampainya di kamar rawat inap Irgi sedang asyik bermain sendirian.
"irgiiii...." ucap Hilya dengan suara nya yang riang
"kaka....." Irgi pun sama ia sangat senang akan kedatangan Hilya pagi itu
Hilya menyeruak memeluk Irgi dan menciumi Irgi
"Irgi sendiri an?" tanya Hilya pada Irgi
"sama gue .." tiba tiba Arbhi menjawab dari pintu masuk
Hilya terkejut dan menoleh seketika ia ingat akan kejadian semalam wajahnya memerah dan merasa sangat gugup berhadapan dengan Arbhi
"ahh...ohh.. heumm" Hilya terlihat salah tingkah dengan kehadiran Arbhi
Arbhi berjalan dan duduk di samping irgi, dengan sifatnya yang cuek dan dingin ia tak menyapa Hilya, membuat Hilya sedikit kecewa
"gue kira oom Arbhi sedikit berubah kok malah biasa ajah, terus semalem dia kenapa kayak gituh" ucap Hilya dalam hatinya seraya melihat Arbhi yang memeluk Irgi
"kita pulang sore ini, tunggu dr.kanoto dulu ya de" ucap Arbhi pada Irgi dan Irgi hanya mengangguk mengiyakan
"oh, heum Yaya kira Irgi harus di rawat lagi" ucap Hilya yang ikut duduk di ujung tempat tidur
"besok mami pulang, malam ini Irgi tidur di rumah gue dulu"
"oke" sahut hilya dengan suara pelan.
"jangan sembarangan lagi kasih makan ke Irgi" ucap Arbhi seraya menatap tajam dan dingin pada Hilya
"iyaa iyaa maaf" Hilya menjawab sembari memanyunkan bibirnya
"tuh di meja ada makanan. lo balik sekolah pasti belom makan kan, lo makan dulu sambil nunggu rekam medis dan dr. Kanoto datang"
"heum belom lapar oom nanti ajah"
"terserah lo, yang penting gue udah nawarin makan", ketus Arbhi
Hilya hanya merenggut kesal sembari menatap kesal pada Arbhi Arbhi hanya cuek tanpa memandang Hilya.
__ADS_1
Sore harinya Irgi di perbolehkan pulang, setelah semua berkas dan biaya selesai di bereskan Hilya menggendong Irgi dan Arbhi memabwa tas isi baju dan selimut milik Irgi, Hilya berjalan di belakang Arbhi, lalu tiba tiba Arbhi menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah Hilya
"lo pake jaket gue!" perintah Arbhi pada Hilya
"buat apa oom"
"ga enak ajah dilihat nya lo. masih pake seragam" ucap Arbhi seraya memberikan jaket miliknya pada Hilya
Hilya menuruti perintah Arbhi ia menurunkan Irgi dari gendongan nya dan segera memakai jaket milik Arbhi.
sesampainya di pintu lift Arbhi dan Hilya menunggu pintu lift terbuka.
"Arbhi..." tiba tiba seorang wanita berteriak memanggil nama Arbhi
Arbhi dan Hilya pun menoleh bersamaan ke arah suara tersebut
"heii apa kabar" wanita itu memeluk dan mencium pipi Arbhi
"haaaii Dona... kabar aku baik, kok kamu disini" Arbhi pun melakukan hal yang sama
"heum iyaa, anak aku sakit",
"waah sakit apa?"
"sabar yaa pasti sehat lagi kok"
"heheh, kangen tau . kapan sih jalan lagi", wanita itu melendoti Arbhi
"hahaha, ga ada waktu aku nya sibuuk"
"ahh dari dulu begitu terus", wanita itu kian manja pada Arbhi
"iih ni cewek centil amat, udah punya anak tapi kok manja sama oom Arbhi sih" Hilya menatap sinis pada wanita itu dan Arbhi, hatinya terasa panas.
pintu lift terbuka Hilya segera masuk ke dalam lift dan diikuti oleh Arbhi dan mereka berpisah di depan pintu lift
"cantik sih, kayak super model gimana oom Arbhi ga suka dan lagian oom Arbhi juga ganteng, mana mungkim oom Arbhi demen sama gue" gerutu Hilya dalam hatinya
Arbhi berkali kali melirik ke Hilya yang terlihat kesal, namun Hilya hanya diam
__ADS_1
sesampainya di mobil Hilya duduk di depan sembari memeluk Irgi yang tengah tertidur
"lapar ga?" tanya Arbhi
"ga...", ketus Hilya
"lo belom makan kan??, kita makan dulu ya?"
"ga usah yaya ga laper!" ucap Hilya dengan kesl
"haeeemmm, dia Dona, mantan pacar gue?"
"😳", hilya terkejut dan menoleh pada Arbhi
"dia single parents, dan gue ga lama pacaran sama. dia cuma satu tahun"
"ooh," Hilya hanya menjawab dengan singkat, Arbhi melirik dan tersenyum ketir melihat tingkah Hilya
"lo cemburu??"
"iih enggak ngapain cemburu, ga ada hak,"
Arbhi tersenyum lalu membelai rambut Hilya
"jangan ngambek, toh gue sama dia udah putus kok" ucap Arbhi yang masih terus membelai rambut Hilya, Hilya hanya diam menahan malu, hatinya terasa berbunga bunga di perlakukan manis oleh Arbhi,
sesampainya di rumah Hilya segera masuk dan merebahkan tubuh Irgi di atas kasur di kamar hilya.
"loh kok disini?"
"gak apa-apa oom, Irgi malam ini tidur sama Yaya ajah, oom istirahat ajah, dari kemarin oom ga tidur kan??" tanya hilya sembari tersenyum
"nanti belajar lo keganggu?"
"gak kok. gak apa-apa!" ucap Hilya kembali
"heumm yaudah gue ke kamar dulu yaa gue ngantuk" ucap Arbhi dengan nada dinginnya
"iyaa",
__ADS_1
Arbhi berjalan meninggalkan kamar Hilya dan segera tidur,
pukul 7. malam setelah hilya selesai menyuapi irgi makan malam dan minum obat Hilya segera mencoba menidurkan irgi, pukul 19.30 malam Irgi sudah terlelap karena masih pengaruh dari obat yang di berikan oleh dokter di rumah sakit, Hilya bangun perlahan-lahan ingin melihat keadaan Arbhi yang malam itu belum makan malam karena masih terlelap tidur, ia tak tahu apa yang ia rasakan saat ini benar atau salah. karena ia mulai menyukai Arbhi.