I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
SESAK


__ADS_3

Malam harinya Kenzo nyambangi kediaman Arbhi namun nihil Arbhi tak ada di tempat lalu ia pun bergegas menuju kediaman orang tua Arbhi, ternyata benar Arbhi berada di kediaman orang tuanya, kenzo segera masuk ke dalam kamar didapati Arbhi tegah terduduk sediri di balkon sembari meghisap sebatang rokok dan minuman kaleng beralkohol.


"bhi are you ok...!" tanya Kenzo seraya ikut duduk di samping Arbhi ia terlihat berantakan.


"ga kabar gue gak baik, gue bingung, bener bener bingung!" ucap Arbhi


"Hilya ada di rumah gue !" ucap Kenzo tiba tiba, namun Arbhi hanya diam tanpa ekspresi


"dia nunggu lo bhi"


lagi lagi Arbhi hanya diam mendengar ucapan Kenzo


"seandainya gue ga lahir dari keluarga berada ini mungkin gue udah bisa bareng sama Hilya, gue mau banget nikah sama Hilya tapi, hati gue sakit hari ini gue lihat nyokap gue di tunjuk di omelin abis abisan seolah dia yang bener bener bersalah atas sikap gue, baru kali ini gue lihat nyokap nangis sampe ngerasa sakit hati sampe masa lalu nyokap gue di ungkit, sakit rasanya" ucap Arbhi dengan suara bergetar


"disisi lain gue mikirin Hilya, gue ga bisa ngelepasin Hilya gue cinta banget sama dia" ucap Arbhi kembali


"haaaaeh.... dia masih di apartemen gue sama Jane, biarin dia istirahat dulu di rumah gue yaa, sampai lo tenang lo bisa ketemu Hilya"


"iya, gue titip dia yaa, apapun yang terjadi nantinya gue mohon temenin Hilya" ucap Arbhi


"pasti...! gue sama Jane udah anggap Hilya kayak adek gue sendiri, apapun pilihan lo gue tau itu pasti yang terbaik" ucap Kenzo seraya menepuk punggung Arbhi seryaa menguatkan


sementara itu di kediaman Hilya wak jenar masih sesekali menangis ia menyesali perlakuan nya pada Hilya


"ga seharusnya emak ngomong gitu bah sama si teteh!" ucap wak Jenar dengan derai air mata


"udah mak, sabar, insha Allah si teteh bakal balik abah yakin, sekarang dia masih kalut"

__ADS_1


wak Rudi menenangkan istrinya itu padahal hati kecilnya pun merasa gundah gelisah penuh khawatir.


hampir 3 hari Hilya berada di kediaman Kenzo namun Arbhi tak juga datang, ia gelisah menunggu setiap hari ia hanya berdiam diri di kediaman Kenzo sendirian


pukul 19.00 malam Kenzo dan Jane datang dari tempatnya bekerja ia menghampiri Hilya keduanya saling berpandangan mereka bingung harus mengatakan apa


"yaya.. udah makan?" tanya Jane seraya tersenyum


"sudah ka, oia ka Kenzo bagaiman apa ketemu oom Arbhi di kantor? hape nya belom aktif juga" ucap Hilya dengan suara cemas


tiba tiba Kenzo duduk bersimpuh di hadapan Hilya Jane yang sedari duduk di samping Hilya memeluk dan membelai bahunya.


Kenzo meraih kedua tangan Hilya di genggamnya erat erat jari jemari Hilya yang terasa dingin.


"yaya,. ka Kenzo sama ka Jane sayang sama yaya, yaya udah kakak anggap adeknya kaka," ucap Kenzo perlahan Hilya mengernyitkan dahinya ia bingung kenapa tiba tiba Kenzo seperti itu.


" ka ..ada apa!" ucap Hilya seraya menoleh pada Jane dna Kenzo


"kaka becanda kan?, oom Arbhi sendiri yang bilang akan bawa Hilya pergi karena dia sudah buntu tapi kenapa oom Arbhi malah milih nikah sama Jessica" ucap Hilya dengan suara bergetar dan menangis.


Kenzo hanya diam ia tertunduk ia bingung harus bagaimana


tiba tiba ponsel Kenzo berdering ia melihat layar ponsel tertera nama Arbhi ia segera memberikan ponsel itu pada Hilya hilyabyang terisak dan merasa hancur ia beranikan untuk menjawab telepon dari Arbhi


,📲


"halo, yaya" suara Arbhi terdengar sangat parau

__ADS_1


"aku tau kamu dengerin aku sekarang, aku minta maaf, ini bukan keinginan aku, aku sayang ya sama kamu cinta banget"


"oom, ini sakit... sakit banget, kenapa oom lakuin ini ke Yaya, kenapa oom gak putusin semua dari awal kenapa di saat yaya udah milih oom buat pergi tapi oom malah jatuhin yaya kayak gini hancurin yaya, sakit banget oom!" ucap Hilya sembari mwnangis terisak.


"maaf, maafin aku, kita nyerah ajah ya, aku ga mau kayak gini tapi keadaan yang maksa aku kayak gini" ucap lirih Arbhi dengan suara bergetar menahan sesak.


" ga usah banyak alasan yaya ga butuh, malam ini detik ini yaya sadar semua ucapan orang tua yaya bener, oom cuma mau permainkan yaya ajah, makasih oom makasih...!"


"gak.. yaya.. bukan begitu..." suara Arbhi tercekat terdengar isakan dari suara arbhi.


"lalu apa? oom mau nagsih penjelasan apalagi, dari awal yaya mau kita nyerah tapi oom yang minta yaya bertahan,kan?, di saat yaya bertahan dan milih oom daripada keluarga oom malah giniin yaya, nemuin yaya enggak! tiba tiba di telepon mutusin yaya dan bilang kita nyerah tega yaa oom sama yaya, seumur hidup yaya gak akan pernah lupain sakit hati yaya sama oom, selamat semoga kalian bahagia" ucap Hilya tanpa mendengar jawaban Arbhi Hilya menutup teleponya dan menangis sejadi jandinya


hatinya sangat sakit, ia menangis terisak tersedu-sedu lalu Kenzo dan Jane memeluk Hilya mereka merangkul Hilya


"yaya... sayang sama dia ka....yaya cinta sama dia ka..kenapa dia tega ka..." ucap hilya sembari menangis berteriak


Jane pun ikut menangis ia memeluk Hilya dengan erat


" sabar sayang.. sabar... Arbhi ga bisa menolak karena ada sesuatu" ucap Jane seraya memeluk Hilya


"jahat!! oom arbhi jahat..!!!" Hilya terus berteriak dan menangis dadanya terasa sesak


Malam itu semua terasa menyedihkam dunia seakan runtuh hilya yang sudah rela kabur dari kediamannya dan berharap arbhi akan membawanya pergi namun kenyataannya berbalik arbhi yang semula memberikan harapan besar pada hilya namun ia juga yang menghancurkan harapan itu.


malam harinya hilya masih menangis Jane yang setia menemani mencoba menangkan Hilya


"ka apa yang harus yaya lakukan setelah ini"

__ADS_1


"saran kaka kamu pulang ya, minta maaf sama keluarganya kamu, lupain semua yg terjadi walaupun sulit, kaka yakin kamu pasti bisa dan kuat, jalanmu masih panjang yaya" ucap jane


Hilya terdiam, dan pada akhirnya ia harus mengikhlaskan semua yang terjadi, dan merelakan perasaannya yang telah hancur berkeping-keping namun ia tak bisa membohongi dirinya sendiri ia masih sangat mencintai Arbhi, ada akhirnya ia harus merelakan semuanya ia harus membuang jauh semua rasa yang saat ini ia rasakan karena saat ini Arbhi sudah memilki pasangan hidup.


__ADS_2