
Pukul 04.00 pagi Hilya sudah terbangun dan ia segera memulai membersihkan seluruh ruangan di lantai dua, pukul 5.30 pagi Hilya sudah membuat sarapan dan teh hangat untuk Arbhi
Arbhi bangun pukul 06.00 ia langsung menuju dapur ia terkejut melihat Hilya yang pagi itu mempersiapkan sarapan dengan mengenakan seragam sekolah
"yaya lu masih sekolah???" tanya Arbhi seraya mengernyitkan dahinya
"heumm oohh.. iyaa oom kenapa?"
"haeehh kenapa lu ga bilang sih kalo masih sekolah,"
"memang nya kenapa oom?" Hilya semakin merasa bingung akan perkataan Arbhi.
"ck.. udah lu sekarang berangkat ajah ke sekolah!"
"hmm yaudah ini sarapan nya yaa oom dan ini teh hangat nya" ucap hilya seraya menyodorkan sepiring nasi goreng spesial dan teh hangat untuk Arbhi.
Namun arbhi hanya diam. tak menjawab apapun. hilya kembali naik ke kamarnya untuk mengambil tas sekolahnya lalu ia turun dan menghampiri Arbhi untuk berpamitan
"om, aku berangkat yaa!" ucap Hilya berpamitan pada Arbhi.
"lo naik apa ke sekolah."
"jalan kaki lah,. nanti sampe gerbang komplek yaya naik angkot"
"haaaah ck.. nyusahin amat nih babu" ucap Arbhi dalam hatinya
" dari rumah gue ke gerbang komplek lumayan jauh, udah lo tunggu ajah gue pesenin ojol" ucap Arbhi Sembari memainkan ponselnya membuka aplikasi ojek online
"ahh ga usah oom yaya jalan ajah". Hilya menolak tawaran Arbhi
Arbhi hanya diam tak mendengar ucapan Hilya.
"ojek nya bentar lagi datang lu naik ojek ajah," Arbhi berkata dengan nada kesal, lalu meninggalkan hilya di ruang makan tanpa memakan sedikit pun sarapan yang Hilya buatkan.
__ADS_1
Hilya hanya diam melihat punggung Arbhi yang berjalan menjauh dan meninggalkan Hilya, ia bingung akan sikap arbhi, ia kasar namun ia peduli akan Hilya. tak lama kemudiam abang ojol pun datang untuk menjemput Hilya dan dengan cepat hilya meninggalkan kediaman Arbhi.
Sementara itu di kamar Arbhi masih terlihat kesal
"mami apaan sih ngasoh anak sekolah buat kerja di rumah gue, sama ajah gue eksploitasi anak dong" Arbhi terus menggerutu dalam hatinya ia segera menelpon maminya pagi itu.
📲
"halo mi..!"
"ada apa Arbhi..?"
"si Hilya.."
"kenapa hilya..? kamu usir lagi kamu kasarin dia.. ihh kamu itu yaa ga kapok amat...! mau nya yang kayak gimana sih kamu ini"
belum sempat arbhi membuka suara bu Ambar langsung memarahi Arbhi. arbhi hanya diam tak menjawab ia hanya menarik nafasnya dalam-dalam sampai bu Ambar selesai bicara
"udah mi marahnya??"
"arbhi ga mau kasih alasan arbhi cuma mau ngomong dan nanya sama mami, mami langsung ngomel ajah"
"hahah iyaa iyaa maaf abis mami masih kesel takuty kamu kasar lagi sama assisten di rumah kamu ...!"
"yeeee... ga lah, mi, si Hilya masih sekolah ya"
"iyaa, kenapa?"
"aduuh mi apa-apaan sih mi, mami kan tau arbhi paling ga mau memperkerjakan orang yang masih sekolah dengan alasan apapun itu arbhi ga mau mi, belajar dan pendidikan mereka terganggu, kalo bisa hilya di jemput ajah deh sama mami, Arbhi ga mau mi"
"haduuhh Arbhi denger mami yaa, satu, yang mau jadi assisten itu keinginan dia sendiri kedua, hilya kerja sama kamu dia ada maksud kok dia anak baik dia pengen bantu orang tuanya mancari nafkah udah itu ajah, makanya mami bilang sama kamu baik baik sama hilya yaa pliiis banget"
"tapi mi....!"
__ADS_1
"udah udah kan hilya belom lama tinggal sama kamu nanti kamu bakal tau deh karakter dia, kayak gimana,"
"yaudah lah,"
📱
Arbhi menutup teleponnya dan segera menyelesaikan sketsa desain gedung yang akan dia buat di ruang kerjanya.
Sementara itu sepulang sekolah Hilya hanya mengantongi uang jajan 20 ribu rupiah, ia bingung bila naik angkot untuk esok hari ia tak punya uang, kemarin ia hanya dibekali uang oleh wak Rudi hanya 50 ribu, dan di pakai untuk membeli kebutuhan kewanitaan Hilya, ia berjalan perlahan-lahan.
sementara itu Arbhi masih sibuk di ruang kerjanya ia melirik j di dinding kamarnya sudah pukul 15.30 namun Hilya tak kunjung datang dari sekolah nya
pukul 15.45 hilya sampai di kediaman Arbhi, ia berjalan terengah-engah merasa kelelahan. ia lalu menuju dapur untuk meminum segelas air, Arbhi yang mendengar kedatangan hilya segera turun ke lantai bawah untuk menmui Hilya yang sedang berada di dapur.
"ehem... enak yaa.. pulang sekolah telat, langsung ke dapur!" ucap Arbhi dengan nada dinginnya
Hilya yang mendengar suara Arbhi ia segera menelan air minum nya dan menaruhnya di meja
"maaf oom, aku telat" ucap Hilya seraya menelan air ludahnya ia merasa Arbhi akan marah besar,
"hilya. kayaknya lu ga bisa lanjut kerja di rumah gue..!"
"looh kenapa oom., gara-gara aku telat oom?, aku bisa perbaiki kok, aku bisa kerja lebih bersih lagi oom" ucap Hilya seraya meyakini Arbhi
namun arbhi hanya menarik nafas fan membuang mukanya tanpa ingin melihat ekspresi wajah hilya yang mulai, menahan tangis
"udah gue ga mau denger alasan apapun, lu beresin baju lu nanti gue anter ke rumah mami, biar mami yang urus yaa maaf, gue lakuin ini karena gue ga mau yang kerja di rumah masih sekolah. gue ga mau kegiatan belajar dan pendidik lu terganggu". ucap Arbhi dengan suara datar dan wajah dinginnya
"please oom, aku ... aku .... bisa kok bagi waktu" pinta Hilya denga. suara bergetar,
"sorry... ! habis maghrib kita ke rumah mami yaa" ucap Arbhi ia meninggalkan Hilya, dan kembali ke ruang kerjanya,
dengan langkah gontai Hilya masuk ke dalam kamarnya, harapannnya telah pupus untuk membntu wak rudi membayar cicilan pinjaman pada bu Ambar, ia memasukan semua baju yang semua tertata rapih dan semua buku pelajaran milik Hilya terlihat, ia terduduk lemas air matanya jatuh membasahi pipinya,. ia tak Menyangka ia hanya akan bertahan satu hari berkerja di rumah Arbhi,
__ADS_1
"kruuyuukk....." suara perut Hilya yang menahan lapar, ia tak memikirkan perutnya yang perih dan sakit akibat menahan lapar,
"yaudahlah mau gimana lagi. mungkin gue emang ga pantes buat kerja di rumah oom Arbhi" ucap hilya dalam hatinya, ia mengemasi semua barang-barang miliknya, ia hanya bisa pasrah dengan keputusan Arbhi.