I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
KAMU PENYAYANG


__ADS_3

Mendekati beberapa bulan menuju ujian akhir, Arbhi benar benar memprioritaskan kegiatan belajar Hilya, ketika Hilya sedang belajar di dalam kamar nya ponselnya tiba tiba berdering. di lihatnya nama "ABAH " tertera di layar ponsel milik Hilya


📲


"halo bah"


"teh, gimana kabarnya kenapa atuh gak pulang pulang",


"heheh Alhamdulillah bah, teteh sehat, maaf bah, teteh ga bisa pulang dulu oom arbhi minta teteh buat fokus ke belajar"


"hemm yaudah gak apa-apa yang penting kamu sehat, dan gak bikin emosi den Arbhi"


"iyaa bah, nanti kalo udah selesai ujian teteh minta izin pulang ke oom arbhi yaa bah"


"yasudah, kalo diizinkan pulang ya teteh pulang, kalo ga diizinkan jangan maksa pengen pulang yaa teh"


"iyaa bah."


"yaudah lanjutin belajar salam buat den Arbhi ya"


"siiaaap baah"


Hilya tersenyum sembari menutup teleponnya lalu ia kembali belajar. hari ini adalah hari minggu. dan menjadi hari libur hilya,


ketika Hilya sedang beristirahat tiba tiba pintu kamar Hilya di ketuk oleh Arbhi dan dengan cepat Hilya membuka pintu


"yaa oom ada apa?" tanya Hilya


"ikut gue belanja bulanan, lo cek apa ajah yang udah habis", ucap Arbhi dengan nada dinginnya.


Hilya hanya mengangguk mengiyakan lalu tak butuh waktu lama Hilya dan Arbhi sudah berada di supermarket terbesar di kotanya.


Arbhi mendorong troli dan Hilya berjalan terlebih dahulu, untuk mencari kebutuhan rumah tangga,


dari jauh sepasang mata memperhatikan Hilya dengan tatapan yang sinis, ketika Hilya mengambil salah satu Barang ia melihat seseorang yang Hilya kenal


"haeehh,,,, kenapa kudu ketemu curut itu sih" bisik hati Hilya sembari menarik nafasnya dalam-dalam


"iiuuhhh 🤮" ucap Ratu dengan nada dan tatapan jijik ketika melewati Hilya,


hilya terdiam ia membalikkan tubuhnya dan menatap kesal pada Ratu ia ingin memaki Ratu, namun ia tak kuasa karena ini di tempat umum.


Arbhi yang menyadari keadaan yang tak mengenakan itu menghampiri Hilya


"ada apa?," tanya Arbhi


"heum ga ada apa apa oom" ucap Hilya dengan nada kesal Arbhi mengikuti pandangan Hilya ia melihat perempuan sebaya dengan Hilya


"dia. siapa?, temen lu?" tanya Arbhi kembali


"bukan, dia biang kerok biang rusuh," ucap Hilya dan ia kembali melanjutkan perjalanannya


Sesampainya di kasir Arbhi segera melakukan pembayaran, dan si perempuan itu bertemu kembali dengan Hilya ia masih memandang jijik pada Hilya, Arbhi terus memandangi nya dengan tatapan dingin dan ketika mata mereka beradu ratu terlihat sedikit takut karena melihat tatapan Arbhi yang memandang nya tajam,


"yaya, lo tunggu di food court yaa kita makan dulu gue ada perlu lo pesen ajah apa yang lo mau", ucap Arbhi dan meninggalkan Hilya


Arbhi berjalan cepat seraya mengejar ratu dan dengan sigap ia memegang bahu ratu.

__ADS_1


"sory, lo yang namanya Ratu ya?" tanya Arbhi


"ahh, heum iyaa ka ada apa ya" ucap Ratu dengan hati hati dan dengan suara lemah lembut,


"lo temen sekolah Hilya ya? dan gue tau lo temen yang kemaren ada kasus dengan Hilya, kan??" tanya Arbhi dengan tatapan memburu


"eh heum ihh gak kok. kaka salah orang mungkin" ucap Ratu ada sedikit rasa takut dalam dirinya


"gue cuma pesen, jangan hina Hilya, dengan kata kata kotor dari mulut lo itu, kalo lo masih ngejelekin hilya, gue datengin rumah orang tua lo" ucap Arbhi dengan mata memburu dan ia pergi meninggalkan Ratu


"iihh sial, dia pasti oom oom yang di ceritain Hilya cuiihh... sok kegantengan amat lu", gerutu Ratu


Arbhi segera berjalan dan mencari keberadaan Hilya. Hilya sudah duduk di pojokan food court dan sudah memesan beberapa makanan


"aku pesenin ini oom. ga tau deh oom suka apa enggak?", ucap Hilya seraya menyiapkan sendok dan mendekatkan satu mangkok sop iga dan satu piring nasi putihnya


"yaya, mulai sekarang lo tanggung jawab gue dengan siapa pun lo temenan gue harus tau."


"haaah, heum kenapa begitu oom. itu kan privasi yaya", ucap hilya seraya menunduk


"lo keberatan?" tanya Arbhi dengan nada dinginnya


"ah. heum enggak kok. enggak, yaa wajar sih kan oom Arbhi yang gaji Yaya,. Yaya kerja di rumah oom, yaa gak apa-apa sih" ucap hilya dengan nada gugup.


Arbhi hanya tersenyum ketir mendengar ucapan Hilya, Sepulang dari supermarket di perjalanan Hilya teringat ia harus mentransfer uang nya untuk membayar cicilan hutang abah kepada bu Ambar


"oom Yaya lupa. Yaya mau transfer buat abah dulu yaa", ucap hilya


",ooh yaudah nanti kita cari ATM terdekat ajah", ucap Arbhi lalu ia memarkirkan kendaraan nya di atm terdekat


setelah selesai Hilya masuk dan ia memandang Arbhi dengan tatapan penuh tanya,


"oom kok gaji aku ga berkurang. hampir 4 bulan aku kerja dan aku ga pernah cek saldo, karena aku selalu potong gaji untuk ongkos sekolah, kok sudah ada hampir 15 juta, bukannya oom selalu bilang di potong dari gaji aku yaa kalo aku minta uang untuk ongkos sekolah" tanya Hilya


"gue gak pernah potong gaji lu sepeserpun, karena gue mau lo punya tabungan untuk kuliah lo nanti," ucap arbhi Seraya menatap lembut pada hilya,


tatapan itu membuat hilya salah tingkah ia merasakan hangat di hatinya,.


"tapi oom kenapa harus kayak gini,",


"gak apa-apa," ucap Arbhi seraya tersenyum pada Hilya


Hilya hanya diam tertunduk lalu, tiba tiba Arbhi membelai rambut Hilya, membuat hilya terkejut dan menoleh pada Arbhi


"belajar yang rajin, gue emang keras dan kasar tapi gue ga mau ada orang yang sia sia in pendidikan dan males buat belajar," ucap Arbhi seraya membelai lembut kepala Hilya.


"iyaa oom,. yaya buktiin yaya bisa lulus dengan nilai terbaik" ucap hilya seraya tersenyum dan memandang lembut pada Arbhi


mata mereka beradu. dan dengan cepat Arbhi menurunkan tangannya dan terlihat salah tingkah mendapatkan tatapan lembut dari Hilya,


",duuh, kenapa gue jadi salting gini?" gerutu Arbhi dalam hatinya,


sore itu Arbhi segera melajukan kendaraannya dan pulang menuju kediaman nya, sesampainya di rumah Arbhi dan Hilya terkejut karena kedatangan tamu


"Hilya..." ucap bu Ambar dengan nada sumringah nya dan menghampiri hilya memeluk nya


"Bu Ambar apa kabar bu", ucap hilya seraya bersalaman dan mencium tangan bu ambar dengan sopan

__ADS_1


"Alhamdulillah ibu baik"


"mi, tumben ada apa kesini", ucap Arbhi seraya membawa barang belanjaan. ke dalam rumah


"hahah nengokin Hilya takut dia, kena tekanan batin hahah", ledek bu Ambar


"haaehh,, lihat ajah sendiri ga kan,", ucap Arbhi dengan kesal


"ehh tunggu kok kamu tumben mau belanja bulanan biassnya nyuruh terus" ledek bu ambar, Arbhi hanya diam menarik nafasnya dalam-dalam


"hahaha Hilya kamu hebat udah sedikitnya rubah tabiat Arbhi", teriak bu ambar ketika mengikuti arbhi kedapur membantu hilya menyusun sembako, yang baru di belinya di supermarket


Arbhi hanya diam begitu pula Hilya ia hanya tersenyum


"oia maksud mami ke sini mau titipin Irgi dulu yaa, mami mau cek pabrik yang di malang. ga lama kok cuma seminggu", ucap bu Ambar sembari memeluk anak lelakinya itu dari belakang


"hah, adeuuhh mi. Hilya itu lagi fokus belajar buat ujian ko malah di titipin sih mi" ucap Arbhi dengan kesal


"ahh, gak apa-apa bu. nanti Yaya yang urusin irgi" Hilya menyela ucapan Arbhi, membuat arbyhi melotot kesal pada Hilya, Hilya hanya tersenyum lebar pada Arbhi.


"tuh, Hilya ajah ga keberatan kok. Hilya, irgi ga rewel kok. lagian dia sendiri yang mau disini kangen sama mas nya katanya", ucap bu ambar melirik ke Arbhi, Arbhi meninggalkan mereka di dapur dan ia menghampiri irgi yang sedang bermain sendiri


"de. mau nginep sama mas yaa??" tanya Arbhi seraya mencium pipi adiknya itu


"iyaaah" ucap Irgi seraya mengangguk mengiyakan


"okeee...tapi jangan cengeng jangan rewel ya. kalo rewel nanti mas kasih ke pemulung loh", ancam Arbhi pada Irgi


"iihh enggak, gak cengeng dede mah", ucap Irgi dengan nada takut nya


"hahahaha,,boong boong. yaudah nginep sama mas yaa sampe mami pulang dari malang okee!!"


"ookeee mas", ucap Irgi dengan wajah sumringan ia memeluk Arbhi dan mencium pipi arbhi.


di kejauhan Hilya hanya tersenyum melihat kedekatan Arbhi dan adiknya itu


"Hilya, Arbhi masih suka kasar?", tanya bu Ambar


"heum gak kok bu, sekarang mendingan, dan oom Arbhi juga kadang bantuin beresin rumah" ucap Hilya


"haaaah", bu Ambar terkejut mendengar ucapan Hilya


"serius kamu Hilya?",


"hahaha iyaa bu. oom Arbhi baik banget bu"


"kenapa itu anak bisa berubah sama Hilya yaa jadi aneh", ucap bu Ambar dalam hatinya,


malam harinya bu ambar pamit pulang, dan irghi pun sudah tidur nyenyak di kamar Arbhi


"Yaya, Irgi kan tidur di kamar gue. lo siapin air panas, air dingin sama susu sama botolnya juga takut Irgi bangun nanti malam minta susu", ucap Arbhi seraya berjalan menaiki anak tangga Hilya mengikuti Arbhi dari belakang


"oom bangunin yaya ajah, Irgi mau bikin susu"


"ga usah, lo besok sekolah, takut lo kesiangan" ucap Arbhi dengan dinginnya dan ia masuk ke dalam kamarnya,


Hilya menatap pintu kamar Arbhi yang tertutup rapat

__ADS_1


"heum, iya juga ya, oom Arbhi akhir akhir ini berubah jadi baik banget dan dia sebenarnya orang yang lembut dan penyayang" ucap hilya dalam hatinya, ia hanya bisa tersenyum mengingat kelakuan arbhi yang sedikit manis akhir akhir ini.


__ADS_2