
Keesokan harinya Hilya hanya diam tak berbicara sepatah katpaun ia hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga setelah itu ia kembali ke kamarnya.
Pukul 18.30 malam Hilya mempersiapkan sayur mayur untuk menu makan malam Arbhi dan Hilya
"ya, jangan masak gue udah pesen makanan" ucap Arbhi sembari menatap Hilya yang sibuk memotong sayuran.
Hilya hanya diam tak menjawab ia membereskan semua sayuran dan memasukkan nya ke kulkas. Arbhi hanya terdiam sembari menatap Hilya dalam-dalam.
Setelah dirasa selesai Hilya meninggalkan Arbhi sendiri tanpa menoleh dan tanpa terucap sepatah katapun Hilya masuk kembali ke dalam kamarnya tiba tiba terdengar suara pria dari lantai satu
"bhi, si Hilya kemana sepi amat?" tanya Kenzo
"ada di kamar!" ucapa Arbhi singkat
"oia kemaren gue lihat si Hilya kek abis nangis keluar dari kantor lo kenapa?" tanya Kenzo kembali Arbhi hanya diam tak menjawab pertanyaan Kenzo
"heum, lu mah kebiasaan kalo gue nanya kagak mau jawab"
"males jawabnya nya" ketus Arbhi
"oia si Jessica udah balik ya, katanya dia mau agak lama di sini?"
"heuuuhh, iyaa" Arbhi menjawab dengan malas tiba tiba terdengar seseorang membuka pintu rumah Arbhi
"honeey...." Jessica berteriak dan berlari menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Arbhi yang sedang berbaring di sofa
"woooow..." teriak Kenzo
"kebiasaan banget sih" ketus Arbhi pada Jessica
"hehehe, kamu ko ga ke apartemen aku sih, aku nungguin" manja Jessica
Hilya yang mendengar keramain di lantai bawah segera keluar dari kamarnya ia dengan hati hati menuruni anak tangga da betapa terkejut nya Hilya ia melihat Jessica sedang memeluk Arbhi di atas Sofa dengan manjanya.
Hilya terdiam wajahnya memancarkan raut kesedihan dan kekesalan Arbhi yang menyadari kehadiran Hilya segera menyuruh Jessica untuk menyingkir dari tubuhnya
__ADS_1
Hilya hanya menarik nafas dalam-dalam lalu membuang pandangannya dan berlalu pergi ke dapur, ia sibuk membuat kan beberapa cangkir teh hangat Arbhi hanya diam sembari melirik pada Hilya,
hilya berjalan perlahan menghampiri Arbhi dan teman-teman nya ia membawa 3 cangkir teh hangat malam itu.
"heum di minum teh nya ka" ucap Hilya seraya tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.
Arbhi hanya menatap dingin pada Hilya
"heuh, honey, dia siapa?" tanya Jesica seraya menunjuk ke hilya
"dia..." Arbhi membuka suaranya namun tiba-tiba ...
"dia cewek gue namanya Hilya" Kenzo bangun dari duduk ya dan merangkul Hilya
"haaah, serius lo..!" ucap Jessica dengan wajah tak percaya
Hilya mengernyitkan dahinya seraya menoleh pada Kenzo, Arbhi yang terdiam menahan kesal hanya bisa membuang wajahnya dan menarik nafasnya dalam-dalam.
"ehh beneran ini cewek lu?" tanya Jesica kembali seraya menghampiri Hilya.
"iyaalah" ucap kenzo sembari memainkan kedua alisnya pada Hilya
jantung nya berdegup kencang, malam itu fikiran Hilya kalut di tambah Kenzo yang dengan tiba-tiba mengaku bahwa ia kekasih Hilya.
pukul 23.30 hilya terbangun dari tidurnya ia merasa haus dan ia pun segera keluar kamar.
"honey, aku tidur di sini yaa" pinta jesica seraya memeluk Arbhi dari belakang ia terus mengikuti langkah Arbhi
Hilya yang melihat itu dengan cepat masuk kembali ke kamarnya ia mengintip dari balik pintu kamarnya
"heuhhh ya udah " ucap Arbhi, ia dan Jessica pun masuk ke dalam kamar yang sama
"jadi... begini yaa kehidupan oom Arbhi" ucap Hilya dalam hatinya ia merasa sakit hati melihat Arbhi dan Jessica masuk kedalam kamar yang sama
Setelah Arbhi masuk dengan cepat Hilya turun ke dapur dan mengambil segelas air lalu ia pun berjalan cepat ke lantai atas Hilya melangkah cepat menaikki anak tangga tiba tiba Arbhi keluar dari kamarnya sudah berganti dengan piyamanya
__ADS_1
"cih, jadi begitu kehidupan oom Arbhi, Hilya kok lu bisa suka banget sama cowok kayak gini" ucap Hilya dalam hatinya sembari menatap Arbhi dengan sinis dan kesal.
Arbhi menatap dingin pada hilya, ia masih teringat kejadian beberap jam yang lalu ketika Kenzo mengatakan bahwa hilya adalah kekasihnya Arbhi manarik nafasnya dalam dalam ia berjalan mendekati Hilya, dengan cepat Hilya menghindari Arbhi
"tunggu, ada yang mau gue omongin" ucap Arbhi Sembari menarik lengan Hilya.
Mereka menuruni anak tangga Hilya yang mencoba melepaskan genggaman erat tangan Arbhi namun ternyata Arbhi semakin erat menggenggam erat tangan Hilya, arbhi membawa Hilya ke taman belakang rumah Arbhi
"ihh lepass...!!" Hilya sedikit berteriak dan akhirnya genggaman erat itu terlepas.
"hhhaaah," Arbhi manarik nafasnya dalam-dalam lalu menatap Hilya degan tatapan penuh kesal
"sejak kapan lo deket sama Kenzo?" tanya Arbhi, Hilya hanya diam memalingkan wajahnya
"jawab.!!!" tanya Arbhi dengan tegas.
"oom udah berapa lama pacaran sama ka Jessica!!" ketus Hilya
Arbhi hanya diam, tak menjawab
"dia tunangan oom kan??, calon istri oom kan, terus ngapain yaya harus jawab pertanyaan oom?" ketus Hilya sembari menatap dingin pada Arbhi
"pantes ajah oom ngulur waktu, buat yakini perasaan oom, haaaehhh,, lain kali, jangan kasih harapan apapun sama Yaya, jangan bikin perasaan Yaya kayak gini, malam ini Yaya sadar, kalo yaya itu cuma pelampiasan oom ajah dan ga mungkin banget oom juga ada rasa sama yaya" ucap Hilya dengan sinis ia lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Arbhi
Lalu dengan tiba-tiba Arbhi berlari dan memeluk Hilya dari belakang ia mendekap erat Hilya dengan erat.
"aku, ga da niat buat mainin perasaan kamu, aku cuma mau kamu tunggu aku selesai kan hubungan aku dengan Jessica"
"haah...! oom ngomong gitu ga mikir yaa, posisi yaya yang nantinya akan lebih sakit yaya akan dicap jadi..." Hilya tak melanjutkan ucapannya dadanya terasa sesak malam itu ia harus membulatkan tekad nya untuk melepaskan Arbhi dan membuang perasaan itu jauh jauh
"aku.. tau.. sangat tau.. tapi aku ga bisa" suara Arbhi tercekat
"kamu ga akan ngerti akan perasaan seorang pria" ucap arbhi pelan
"oom juga gak akan ngertiin perasaan seorang wanita, udahlah kita kembali seperti biasa, aku tetep bekerja dan oom hanyalah majikan aku ga lebih. itu akan lebih baik" ucap Hilya ia perlahan melepaskan dekapan Arbhi dan berjalan pergi meninggalkan Arbhi
__ADS_1
"dan pada akhirnya gue emang harus membuang perasaan gue ini, dan memang ini semua akibat dari kebodohan gue" ucap Hilya sembari berjalan menaiki anak tangga air matanya jatuh menetes membasahi pipi,
Malam itu Hilya mengunci pintunya rapat rapat, dan ia tenggelam dalam tangis nya hati dan pikiran nya kacau ingin rasanya ia pergi menjauh dan keluar dari kediaman Arbhi, cinta, sedih, cemburu dan terluka semua Hilya rasakan malam itu.