I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
ANYELIR DAN MASALALU


__ADS_3

Sepulang dari kediaman Anyelir, Arbhi merebahkan tubuhnya ia terus memikirkan kesehatan Anyelir malam itu entah mengapa malam semakin larut namun Arbhi belum juga bisa memejamkan matanya.


"kenapa gelisah begini sihh" Arbhi terbangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju dapur terlihat beberapa assisten rumah tangga yang belum tidur sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah tangga.


"den Arbhi ada apa den mau di bikinin teh?" ucap salah satu art


"ga mbak... saya cuma mau ambil minum" ucap ketus Arbhi ia mengisi air dalam gelasnya dan perlahan meminumnya


Setelah di rasa cukup ia kembali naik dan masuk ke dalam kamarnya, ia melihat jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 01.00 malam ia masih saja terjaga.


"ddrrrtt.....drrttt" ponsel Arbhi bergetar berkali kali ia segera meraih ponselnya di liriknya nama yang tertera namun nomer baru tanpa nama dengan cepat Arbhi menolak panggilan itu.


Tak berselang lama ponsel Arbhi bergetar kembali ia melihat nama Kenzo tertera di ponsel Arbhi


📲


"halo"


"bhi, lo kemana aja sih dari tadi ga di angkat"


"kapan lo telepon gue sih"


"ck, tadi yang telepon lo itu pak RT di kampung nya si Anyelir," ucap Kenzo


mendengar nama Anyelir sontak Arbhi bangun dari tidurnya jantungnya berdegup kencang dan kegelisahan semakin memuncak.


"si anyelir kenapa!!"


"lo. yang sabar yaa, Anyelir.." suara kenzo tercekat


"anyelir udah ga ada bhi!"


"haha jangan becanda lo, tadi siang bareng gue ko di rumahnya dia emang lagi demam"


"gue ga becanda bhi, Anyelir meninggal tadi jam 00.30 bhi"


Jantung Arbhi berdegup kencang lutut nya terasa lemas ia segera menutup telepon dari Kenzo dan ia segera berlari keluar ia raih kunci mobil milik orang tuanya. Mendengar kegaduhan itu ibu Arbhi terbangun untuk melihat keadaan Arbhi


"Arbhi kamu mau kemana, malam malam begini? kamu kan besok sekolah nak.." ucap bu Ambar


"Arbhi... Arbhi ...mau..." suara Arbhi tercekt dadanya terasa sesak , bu Ambar yang melihat keadaan Arbhi sangat kacau segera menghampiri dan memeluk anak pertama nya itu

__ADS_1


"ada apa nak..."


"Anyelir mi,. Anyelir udah ga ada.." suara Arbhi tercekat air matanya mengalir deras


"innalilahi wa innailaihi rojiun.." ucap bu Ambar


"ayoo cepat.. kita kerumah Anyelir tunggu mami ambil jaket dan tas dulu yaa" ucap bu Ambar ia segera masuk dan membangun kan suaminya lalu segera keluar menemui Arbhi


"Arbhi...!" panggil pak Andi pada Arbhi


"ini uang kamu pegang untuk biaya pemakaman Anyelir papi ga ikut yaa besok pagi papi ke sana" pak Andi memeluk dan menepuk-nepuk punggung Arbhi seraya menguatkan Arbhi


"makasih pi..." Arbhi dan bu Ambar segera pergi menuju kediaman Anyelir


Keluarga Arbhi memang sudah akrab dengan Anyelir, bahkan mereka berniat ingin membiayai seluruh biaya pendidikan Anyelir hingga ke jenjang yang lebih tinggi atas permintaan Arbhi, karena Anyelir di nilai anak baik di mata keluarga Arbhi.


Sesampainya di kediaman Anyelir semua warga telah berkumpul Bendera kuning sudah terpasang di halaman rumah Anyelir, dan terlihat beberapa warga sedang mengaji di hadapan jenazah Anyelir, Arbhi berjalan gontai ia terus menyeka air matanya sementara bu Ambar terus memegangi tangan Arbhi.


Arbhi duduk bersimpuh di hadapan jenazah anyelir ia buka tutp wajah anyelir yang di tutup kain putih tipis wajahnya terlihat damai seperti tertidur.


"Anyelir......hheeuuhhh...heuh...maafin aku anyelir," Arbhi menangis histeris ia terus meminta maaf


Bu Ambar mendekati Arbhi dan memeluk nya


"sabar...nak.. sabar... Anyelir sudah bahagia, dia sudah gak sakit nak" ucap bu Ambar sembari ikut menangis


Arbhi tersadar ia mencari keberadaan nenek Aisyah lalu beberapa warga mengatakan nenek Aisyah beberapa kali tak sadarka diri.


Dengan cepat Arbhi masuk ke dalam kamar nenek Aisyah dilihat nenek Aisyah yang tak sadarkan diri tubuhnya lemas tak berdaya.


"nek..." ucap Arbhi


Nenek Aisyah membuka matanya ia terlihat menahan tangis hatinya hancur ia sangat sedih ia tak menyangka ia akan ditinggal kan lebih dulu oleh cucu satu satunya.


"Anyelir,... maafin Anyelir yaa Arbhi, nenek lalai buat jaga Anyelir" nenek Aisyah menangis tersedu-sedu


"Arbhi yang salah nek, Arbhi yang salah, maafin Arbhi nek"


Arbhi terus menyalahkan dirinya atas kematian Anyelir karena ia merasa gagal ia terlalu mengikuti Anyelir yang menolak dibawa ke klinik terdekat untuk berobat dan ia juga sering membawa Anyelir untuk menikmati suasan malam.


"Anyelir dia sebenarnya sangat ringkih, dan dia punya sakit paru paru sejak kecil, tapi ia memaksa kan diri untuk terlihat baik baik saja, dan karena tak ada biaya nenek tidak bisa membawa Anyelir untuk berobat lebih lanjut" ucap nenek Aisyah sembari menangis.

__ADS_1


Mendengar cerita nenek Aisyah seketika Arbhi merasa kecewa mengapa selama ini Anyelir tidak jujur akan keadaan nya bila saja ia jujur Arbhi dan keluarga nya akan bersedia membantu pengobatan Anyelir hingga sembuh.


"kenapa bu Aisyah ga cerita ke saya" ucap bu Ambar


"maaf, kami tak ingin merepotkan" ucap nek Aisyah kembali mereka pun larut dalam duka malam itu


Pukul 10.00 siang Anyelir sudah selesai di mandikan dan segera akan di makam kan, semua kawan Arbhi dan Anyelir turut hadir dan keluarga Arbhi pun hadir setelah acara pemakaman selesai Arbhi masih berdiri memandangi gundukan tanah merah yang masih di selimuti bunga yang tercium sangat harum.


Arbhi duduk bersimpuh ia memegang papan nisan yang bertuliskan "ANYELIR NUR PERMATA" Arbhi membelai lembut papan nisan itu seolah ia sedang membelai lembut kepala Anyelir gadis yang amat sangat ia cintai dan ia sayangi


"maafin aku, aku janji, aku akan jaga nenek aku akan terus kunjungi kamu disini Jangan khawatir, aku baik baik ajah" suara Arbhi tercekat air matanya mengalir deras


"aku akan terus mencintai kamu Anyelir," ucap Arbhi kembali


Setelah pemakaman Selesai Arbhi kembali ke rumah nenek Aisyah dan berkumpul bahkan ia berjanji pada nenek Aisyah akan selalu mengunjungi nenek Aisyah.


Hari berganti hari bulan berganti tahun Arbhi masih tetap sendiri hingga ia kuliah ia masih tetap sendiri karena rasa cintanya pada Anyelir begitu dalam ia habiskan waktu dengan banyak bermain, nongkrong di club dan sibuk dengan mobil sport nya lambat laun ia tebiasa sendiri dan akibat pergaulan Arbhi yang makin luas Arbhi sering bergunta ganti kekasih, karena menurut nya tidak ada wanita yang cocok menjdi calon istri nya selain anyelir,. bahwasanya ia menyadari Anyelir tak akan pernah kembali.


"kita pacaran yuk bhi" ajak Jessica


"hah.. ga salah lo"


"ga. gue suka lo dari kita masih kecil lo tau kan,"


"gue nggak" ucap dingin Arbhi


"iih, kenapa siih lo ga bisa terima gue dari dulu, keluarga kita udah saling kenal kan kenapa sih lo ga coba buka hati lo buat gue bhi, kenapa lo masih mikirin Anyelir yang udah meninggal dan ga akan kembali lagi" suara Jessica bergetar menahan tangis


Arbhi menoleh ke Jessica bulir air matanya mulai menetes di ujung matanya


"jangan nangis, lo gak akan ngerti, atas apa yg gue rasain".


"gue cuma mau lo buka hati buat gue bhi"


"haeeh gue sekarang bandel gunta ganti pacar lo masih mau" ucap Arbhi.


"mau, gue yakin bisa rubah lo kok,. ahh enggak gue ikutin gaya lo" ucap Jessica kembali


Arbhi hanya diam tak menjawab, hari demi hari Jessica terus saja merongrong pada kedua orang tuanya minta di jodohkan dengan Arbhi mau tidak mau orang tua Jessica pun mendatangi keluarga Arbhi untuk meminta Arbhi dan Jessica untuk di tunangan kan terlebih dahulu sebelum Jessica berangkat ke paris.


Malam harinya setelah pertunangan dilakukan Arbhi duduk di! Balkon kamarnya seorang diri.

__ADS_1


"Anyelir maafin aku yaa aku menerima Jessica padahal hati aku ga pernah menyukai Jessica dia aku anggap teman masa kecil tak lebih" ucap Arbhi dalam hatinya


Arbhi hanya bisa pasrah mengikuti jalan hidup walaupun ia tak tahu nanti akan seperti apa orang tua Arbhi pun tak bisa berbuat banyak, mereka hanya bisa mengikuti keinginan Arbhi bahkan ketika Arbhi memutuskan menerima ia hanya berfikir ia tak ingin di repotkan dengan kelakuan Jessica bila terus menolak karena manja Jessica akan membuat Arbhi kesulitan, ia akan terus merengek bahkan ia tak segan-segan akan memberikan segalanya pada Arbhi demi bisa memiliki Arbhi seutuhnya.


__ADS_2