I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
FLASHBACK


__ADS_3

CINTA... yaa cinta tak akan pernah bisa di salahkan.. siapapun berhak merasakan cinta, cinta terhadap orang tua, keluarga ,kekasih, pasangn hidup kita, terlebih lagi cinta dari yang maha kuasa untuk hambanya yang selalu taat akan segala perintah dan tak lalai melakukan kewajibannya.


cinta bisa datang tiba tiba tanpa di sadari, karena cinta tak butuh syarat, cinta yang tulus akan melahirkan kasih sayang yang tulus pula.


Hari itu tepat satu minggu Hilya berkerja di kediaman Arbhi, ia bisa menghitung seberapa sering Arbhi bercakap-cakap dengan dirinya.


Arbhi berjalan dengan santai menuju dapur ia membuka lemari es dan di raihnya satu kaleng minuman beralkohol, Hilya menatap dengan kesal.


"kenapa loe lihat gue begitu amat" ucap Arbhi dengan kasar


"heum, gak kok.. gak apa-apa" ucap Hilya degan ketus.


Arbhi meminum seteguk demi seteguk lalu..


"pluuuuung...braaak..." Arbhi melempar kaleng minuman itu tepat di samping hilya dan memang kaleng tersebut masuk ke dalam keranjang sampah


" astaghfirullah" ucap Hilya ia terkejut akan kelakuan Arbhi


Arbhi hanya tersenyum menyeringai, lalu pergi meninggalkan Hilya.


"semoga ajah gue kuat kerja di sini"


beberpa hari berlalu kelakuan Arbhi sama sekali tak berubah, ia selalu pulang larut malam, dan bau alkohol, dan ia sering keluar malam pulang pagi entah pergi kemana


pagi itu hilya pamit pada Arbhi untuk pergi ke sekolah di hari Sabtu, karena sabtu ialah jadwal hilya les untuk persiapan ujian akhir beberapa bulan lagi


" lo, mau ke sekolah?" tanya Arbhi


"iyaa"


"ketemu guru lo yang kemaren nembak loe" ucap arbhi dingin


"heum, ya tapi ga tau juga sih"


"oh, hati hati ajah,. serigala berbulu domba tuh" ucap Arbhi


"haah terus eloo apa oom!" ucap Hilya seraya berbisik


"apa.. lo ngomong apa tadi" ucap Arbhi ia membalikan tubuhnya dan memandang Hilya dengan kesal


"hahha enggak kok.. enggak apa-apa" ucap Hilya dengan senyum tertahan.


Arbhi mendengus kesal lalu ia meninggalkan Hilya sendiri.


Hilya berangkat ke sekolah siang itu, sesampainya di sekolah ia segera mengikuti bimbingan belajar bersama murid yang lainnya.


kelas les sudah selesai sore itu namun Hilya masih duduk di perpustakaan membaca beberapa buku untuk referensi ujian nanti.ia merasa malas untuk pulang ke kediaman Arbhi pasti karena setiap Hilya pulang dari luar kediaman Arbhi selalu kotor dan berantakan.


Hilya melirik jam di tangannya sudah pukul 16.30 sore ia menarik nafasnya dalam dalam, lalu tak lama kemudian ponsel hilya berdering


📲


"halo"


"yaya lo di mana? masih di sekolah apaa udah di jalan?"


"masih di sekolah oom"


"heum, lo balik jam berapa ini udah sore banget, jam 5 lo udah harus di rumah yaa"


"taaapi oom.."


"tuut...tuut....tuut...." arbhi menutup teleponnya.

__ADS_1


Hilya mendengus kesal ia berjalan melewati lorong laboratorium yang sudah sangat sepi tiba tiba seseorang memegang bahu hilya


"astaghfirullah..." pekik Hilya ia terkejut


"hilya,"


"pa...pak Kevin" ucap Hilya terbata namun Kevin hanya tersenyum menyeringai


" belom pulang?"


"belom pak...heum ini ma..mau pulang" ucap Hilya sembari mendekap erat tas nya


" naik apa, masih hujan, bareng aku ajah, sama bu mutia juga tapi kita tunggu di ruang Tata usaha" Ucap pak kevin meyakinkan hilya


"duh gimana ya, tapi mungkin akan aman, kan ada bu mutia" fikir hilya


"ayoo..." kevin berjalan terlebih dahulu,


sesampainya di ruang tata usaha suasana sangat sunyi semua siswi Bimbingan belajar sudah pulang Hilya melihat ke sekeliling mencari keberadaan bu Mutia


" nih minum dulu sambil nunggu bu mutia" pak kevin menyodorkan satu cup air hangat untuk Hilya


Hilya hanya mengangguk ragu, ponsel nya terus saja bergetar namun sayang Hilya mengabaikan panggilan itu


"ah gue balik ajah deh, udah mau jam 5 bu Mutia juga belom nongol, eh.. tapi.." Hilya mulai panik ia mulai menyadari sesuatu, ia baru menyadari bahwa hari ini bu Mutia tidak mengajar les, ia bergegas bangun namun naas pak Kevin masuk dengan cepat menutup pintu tata usaha rapat rapat


Hilya berdiri mematung seraya memeluk tas nya, Kevin tersenyum menghampiri Hilya, Hilya mencoba mundur perlahan


"paak..s..ssaa...saya mau pulang" ucap Hilya dengan nada terbata bata


"tunggu bu Mutia yaa" ucap Kevin sembari tersenyum, ia mendekati tubuh hilya hingga tersudut ke tembok.


"pak..." pekik Hilya ia mencoba menghalau tubuh Kevin dengan kedua tangannya


"ayoolah jangan munafik" bisik Kevin


" aku kasih apapun yang kamu mau," kevin membelai wajah Hilya, Hilya menepis jari Kevin yang menyentuh wajahnya


Hilya semakin tak mengerti maksud dari perkataan Kevin siang itu, tiba tiba Kevin memegang erat kedua bahu Hilya


"aah...lepass!!!" Hilya mencoba berontak namun Kevin makin membabi buta ia mendekap Hilya ia mencoba mencium bibir Hilya namun Hilya berontak sekuat tenaga


"jangan sok suci kalo kenyataan kamu emang simpanan oom oom kan, berapa biaya untuk tubuh kamu, aku bisa kasih lebih" kevin semakin liar


"aaah...toloongg...;!!!" hilya mencoba berteriak namun mulutnya segera di bekap oleh kevin jarinya mulai liar menggerayangi tubuh hilya, hilya mencoba lepas dari cengkraman Kevin,


"jangan..pak.. jangan..." ucap lirih Hilya air matanya mulai menetes ia menyesal kenapa ia tak mengikuti saran arbhi untuk segera pulang.


"aku.. suka kamu Hilya, sukaaa banget" Kevin menggigit telinga Hilya sembari mencoba menyentuh area sensitif Hilya


"aarrgh..... KRAAUUUKKK" Hilya menggigit jari kevin yang membekap mulutnya ia menendang kevin, namun kevin hanya tertawa kecil


"***** kecil.." ucap kevin ia menghampiri hilya yang panik berlari mencoba untuk membuka pintu


"dok...dok.. tolong...." Hilya mencoba meminta tolong


ruang tata usaha yang terletak di ujung lorong yang jauh dari pintu gerbang membuat Hilya kesulitan untuk meminta tolong padahl hari itu ada dua security yang berjaga.


Kevin menarik tubuh Hilya namun Hilya berontak, ia menarik kemeja Hilya hingga beberpa kancing Hilya terlepas, kevin semakin gila, ketika melihat kulit Hilya yang begitu mulus


"diam ikuti gue atau lu ga akan gue lulusin" ancam Kevin


Hilya hanya menangis, ia tak bisa melawan ia masih mencoba berontak

__ADS_1


"oom...tolong yaya oom...tolong" lirih Hilya


Hilya tersadar ia tak boleh lengah, ia mendorong tubuh kevin kuat kuat


"bruuuuk...." kevin jatuh terjengkang


"OOOM..... TOLONG YAYA....!!!" Hilya berteriak kencang


"siiaaal.....kenceng banget..." Kevin berlari dan memukul Hilya pipi hilya


"BRAAAAK...WOOOY...!! BRENGSEK...!" arbhi mendonbrak pintu tata usah bersama dua security


"BOUUGHHHT. ..! " Arbhi menghadiahi bogem mentah di wajah Kevin


" guru gila lo apain Hilya, " Arbhi terus memukul dan menendang Kevin, kedua security melerai Arbhi dan Kevin namun seperti seorang psikopat Kevin hanya tertawa


"ayoo pak kevin, ke ruang kepala sekolah" Kevin di tarik oleh kedua security


Hilya yang duduk di pojok meja hanya diam menangis memeluk tas yang yang ia gunakan untuk menutup bagian dadanya yang tertutup


Arbhi mengatur nafasnya yang memburu emosinya masih memuncak, ia melihat ke arah Hilya yang terlihat berantakan pakain serta rambuty terlebih lagi ia terlihat sangat takut


Arbhi berjongkok di hadapan Hilya, Hilya masih menangis tersedu sedu


"lo ga apa.apa..heum...apa yang luka" Arbhi mencoba membelai Hilya, namun Hilya seperti ketakutan ketika ia di Sentuh oleh Arbhi


"gak.. apa-apa lo aman ini gue" Arbhi memegang kedua pipi hilya yang terlihat memerah akibat pukulan kevin


"oom ar..bhi? oom....yaya...taaa...taakuut..." ucap Hilya dengan suara bergetar dan air mata yang megalir deras dari kedua matanya


Arbhi segera mendekap Hilya, dan mencoba menenangkan nya,


ia melihat baju Hilya yang terlepas ia melepaskan dekapannya


"tunggu disini gue ambil jaket gue dulu di mobil yaa" ucap Arbhi seraya tersenyum dan membelai lembut rambut hilya.


Hilya hanya mengangguk mengiyakan hatinya mulai tenang ketika Arbhi mulai menyelamatkan dirinya.


Arbhi berjalan menuju parkiran sekolah tiba tiba ramai satu persatu guru dan kepla sekolah datang


"pak arbhi," panggil pak ma'mun salah satu guru bimbingan konseling


"ya pak"


"maaf, bagaimana keadaan hilya" ucap pak ma'mun dengan wajahnya yang penuh khawatir


" dia msih di ruang tata usaha bajunya sobek, dan saya kaget jujur saya kecewa bagaiman keaman di sekolah ini bisa lalai akan keselamatan dan keamanan siswanya" ucap arbhi dengan nada dingin


ia membuka pintu mobil dan meraih jaketnya lalu ia meninggalkan pak ma'mun di parkiran sekolah


"maafkan pak kevin yaya... ibu ga tau pak kevin begitu" ucap bu mutia yang saat itu datang setelah mendapat kabar


bu mutia menangis memeluk Hilya, Arbhi hanya bisa menahan kesal melihat itu semua ia muak,


"yaya ayo bangun " ucap Arbhi ia mencoba membangunkan Hilya dan memakai kan jaket pada Hilya


"bu, kita selesaikan hari ini juga"ucap arbhi


"iaa pak Arbhi dan saya harap kejadian ini jangan sampai tersebar di keluar,"


"anda mencoba melindungi tunangan anda yang sudah mencoba mencabuli anak muridnya" ucapa Arbhi dengan suara nya yg agak meninggi dan tatapan nya yaang dingin pada Mutia


"oom," hilya menyentuh jari jemari arbhii, seolah ingin berkata untuk diam

__ADS_1


"kita ke ruang kepala sekolah" Arbhi merangkul Hilya dan membawanya ke ruangan kepala sekolah


Sore itu kejadian yang tak akan pernh Hilya lupakan seumur hidupnya,namun ia merasa tenang bahwa Arbhi menyelamatkan dirinya dari kejahatan yang dilakukan oleh Kevin


__ADS_2