I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
IRGI


__ADS_3

Pagi itu Hilya sudah berada di sekolah setelah sebelumnya ia memasak sarapan terlebih dahulu, untuk Irgi dan Arbhi, Hilya langsung duduk di tempatnya ia memanyunkan bibirnya ia kesal ia terus teringat bakan kejadian semalam


"woyy napa sih pagi pagi udeh manyun" tanya Naura pada Hilya


"kesel gue,"


"kesel kenapa, cerita dong", ucap Naura seraya memeluk Hilya


"gue di prank sama oom Arbhi, gue kira dia ada rasa sama gue, ternyata dia cuma ngerjain gue doang" ucap Hilya dengan lemas


"hahahah yaya, yaya, lo suka yaa sama oom Arbhi" ledek Naura


"cuma cewek gak normal kalo bilang ga suka sama oom Arbhi", ucap Hilya dengan mata melotot pada Naura


"hahahahah .... hahahahah aduhhh sampe sakit perutnya. benih benih cinta mulai bertebaran nih hahahayy" ledek Naura


"iih elu mah, ga juga sih, gue nyadar diri ajah ga mungkin banget sih dia suka sama gue, kan gue mah Upik abu dan dia sang pangeran haaahhaa"


"heum udah sabar ajah, ehh mending sama ka Aldi kaka kelas kita dulu yang sering main basket dan lu sering banget nonton dia", ucap Naura seraya mengingat Aldi


"hahahah, Naura sayang. Aldi itu adik kandungnya oom Arbhi" ucap Hilya


"whoooaa seriusan... iih pantes ganteng nya sama hahah" Naura tertawa terbahak-bahak


jam istirahat sekolah Hilya duduk dikantin sembari menyeruput es teh manis dan memakan beberapa gorengan, tiba tiba ponsel Hilya bergetar


📱


Arbhi :


"pulang sekolah jemput Irgi di kantor yaa. nanti gue suruh supir buat jemput lo, gue ada meeting ga mungkin banget bawa irgi!"


Hilya :


"oh oke oom, nanti yaya ke situh 👍"


Arbhi :


"sampe rumah langsng kasih makan irgi ya. dia ga mau makan dari tadi"


Hilya :


"ya ya.. oker siaap"


chat dari Arbhi membuat Hilya senyum senyum sendiri


"seandainya semalam itu bukan prank, ehh aduhh kok mikir ke situ lagi sih", gerutu Hilya dalam hatinya.


sepulang sekolah Hilya segera bergegas dan ternyata supir kantor sudah menunggu hilya di luar ia tersenyum ramah pada semua orang termasuk pada security sekolah


"naah ini neng Hilya" ucap security sekolah seraya menunjuk Hilya


"non, saya pak Budi non. supi kantor pak Arbhi" ucap pak Budi


"ohh iyaa pak. padahal ga usah jemput pak yaya bisa ke kantor naek ojol" ucap Hilya seraya tersenyum malu. semua siswa melihat ke arah Hilya karena di jemput oleh mobil mewah.


"sst .... tuh kan bener kata gue dia itu maenan oom oom" ucap Sri salah satu anggota geng Ratu


ratu hanya diam memandang jijik pada hilya

__ADS_1


"iyaa gue tau kok oom oom nya, cuiih sok suci banget" ucap ratu lalu meninggalkan sekolah siang itu


di perjalanan Hilya menolak duduk di belakang ia duduk di depan bersama pak Budi dan saling bercerita


"wah .... non Hilya orangnya asik yaa,"


"hahah ga juga pak, saya juga bisa marah, bisa kesel bisa bete" ucap Hilya sembari tertawa renyah


Sesampainya di kantor milik Arbhi Hilya segera mencari keberadaan Irgi ternyata Irgi sedang sibuk mewarnai di buku yang telah Arbhi sediakan Arbhi yang sibuk berbicara di telepon, segera mematikan teleponnya ketika melihat kedatangan Hilya yang datang ke kantor siang itu dan masih memakai seragam sekolah.


"Irgi ... ayoo pulang" ucap Hilya dengan suara nya yang ramah


irgi segera menoleh dan berteriak


"kakak...." Irgi berlari dan memeluk Hilya melihat ke akraban itu Arbhi hanya tersenyum dan menghampiri Hilya yang sudah menggendong Irgi.


"dede, pulang sama ka yaya yaa, nanti mas pulang sore oke" ucap Arbhi seraya mencium pipi adiknya itu, dan irgi hanya mengangguk mengiyakan


"yuk kita pulang" Hilya segera meraih tas Irgi yang berisikan susu, dan pakaian ganti


"aku pulang dulu ya oom" pamit Hilya pada Arbhi


"iyaa hati hati gue balik sore kok, selesai meeting gue balik jangan lupa kasih makan irgi yaa" ucap Arbhi


"okee siap..." ucap Hilya seraya tersenyum manis pada Arbhi dan ia segera pergi meninggalkan kantor Arbhi siang itu,


Sesampainya di rumah Hilya segera menggantikan pakaian untuk Irgi dan dirinya sendiri, lalu bersiap menyuapi Irgi. tak butuh waktu lama Hilya segera menyuapi irgi dengan telatennya, suapan demi suapan lalu ketika di suapan ke 5 wajah Irgi berubah sedikit pucat dan keringat bercucuran


"duh. irgi kenapa?" ucap Hilya dengan rasa panik ia memegang dahi Irgi yang berkeringat sangat banyak


"puciiing ka...", Irgi mulai terlihat lemas, dan tiba tiba...


Hilya semakin panik melihat keadaan irgi,


"aduuhh de... kenapa siih, aduuh gimana ini" Hilya semakin panik


ia menggendong Irgi, Irgi memeluk Hilya dan lemas, ia terus-menerus memuntahkan seluruh isi dalam perut nya hingga baju yang di kenakan Hilya menjadi kotor terkena muntahan Irgi, Hilya berlari ia meraih ponselnya dan mencoba menelepon Arbhi namun Arbhi tak menjawab telepon dari Hilya, Hilya semkain panik, ia mencoba meminum kan air hangat untuk Irgi Irgi terdiam dan mulai menangis,


"ssst... Irgi, aduuh sabar yaa kaka bingung" Hilya terus mencoba menelepon arbhi


dan akhirnya Arbhi menjawab telepon dari Hilya


📲


"halo, ada apa, lo tau ga sih gue lagi meeting"


"ooom... tolong..." teriak Hilya ia menangis ketakutan


"heii yaya kenapa siih.. tenang dulu, Irgi kenapa sih kok dia nangis gitu, lo juga kenapa nangis?", tanya Arbhi dengan penasaran dan ikut panik.


"Irgi muntah terus oom aku takut"


"ck, udah jangan panik gue balik sekarang"


Arbhi segera menutup teleponnya dan bergegas pulang, sesampainya Arbhi di rumah ia melihat Irgi yang lemas di pangkuan Hilya dan baju Hilya yang tercium bau oleh muntah Irgi


"de,. kamu kenapa" Arbhi meraih tubuh kecil Irgi dan di dekap nya tubuh kecil Irgi.


"dia abis makan apa,...,!!", tanya Arbhi sedikit membentak pada Hilya

__ADS_1


"heum, sup oom" ucap Hilya hati hati


"sup apa??", teriak arbhi seraya mencoba memeluk irgi, lalu ia berjalan menghampiri meja yang terdapat mangkuk berisi sup, ia mencium dan melihat beberapa ekor udang emosi Arbhi memuncak


"praaaang....!!!" Arbhi membanting mangkuk hingga hancur berserakan membuat Hilya terkejut dan ia mulai menangis


"MAU MATIIN ADEK GUE LO YA..." teriak Arbhi pada Hilya ia meninggalkan Hilya


Arbhi berlari menuju mobilnya ia hendak membawa Irgi ke rumah sakit sore itu


dengan cepat Hilya mengikuti Arbhi karena ia tau ini semua akibat kesalahan nya


"minggir lo. bikin masalah ajah" ucap Arbhi dengan dingin dan kesal


"ga mau oom aku mau ikut" ucap Hilya ia mengambil paksa Irgi yang berada di gendongan Arbhi


Arbhi hanya diam dan segera ia membuka pintu mobil dan menjalankan kendaraan, Arbhi melajukan kendaraannya dengan cepat ia panik karena Irgi terlihat lemas di pelukan Hilya, Hilya hanya menangis,


"Irgi maafin kaka yaa", ucap Hilya sembari menciumi Irgi yang lemas.


Arbhi hanya melirik kesal pada Hilya, ia berfikir bagaimana bisa Hilya begitu ceroboh memberikan makanan yang asal asalan untuk anak kecil. Arbhi menelepon maminya sore itu


📲


"mi"


"ada apa?"


"irgi sakit mi. muntah terus arbhi harus gimana mi"


"haduuhh pasti salah makan deh,",


bu ambar terdengar panik ketika berbicara di telepon Arbhi hanya memicingkan matanya pada Hilya namun Hilya hanya menangis terisak


"heum jangan panik, bawa ajah ke rumah sakit kasih bunda ketemu dokter anak yaa, dokter yang biasa ngobatin adek kamu kalo sakit. Dr. kanoto namanya dia udah faham kok, tetap tenang, jangan panik yaa nak",


"heum iyaa mi",


Arbhi menutup teleponnya dan segera ke rumah sakit yang di tuju, sesampainya di rumah sakit dengan segera Irgi mendapatkan pertolongan pertama di IGD dan tak menunggu waktu lama irgi telah di pindahkan ke bangsal untuk mendapatkan perawatan. arbhi keluar dari bangsal ia melihat Hilya yang masih menangis


"maas..." ucap Aldi ia datang sore itu ketika mendengar irgi masuk rumah sakit


"Irgi kenapa?"


"lo tanya sama dia, dia kasih apa ke adek kita, bodoh banget jadi orang", ucap Arbhi dengan kasar Hilya berdiri dan menghampiri Arbhi


"aku ga tau oom, kalo... kalo.. irgi alergi akan udang" ucap Hilya dengan suara parau


"mending lo pulang, bikin gue pusing ajah. bikin masalah terus lu, lo kira mulut orang dewasa dan anak kecil sama hah...! jawab lo...!!" ucap Arbhi sedikitnya berteriak


Hilya hanya tertunduk takut akan emosi Arbhi


"mas udah mas, Hilya ga tau apa-apa, dia juga kan ga tau kalo irgi alergi akut sama udang", ucap Aldi Seraya menengahi keduanya


"maaf.. oom maaf, ", ucap Hilya sembari menangis


"kalo sampe terjadi apa apa sama adek gue,. awas lo, gue ga main main, walaupun Lo cewek,", tunjuk Arbhi penuh emosi pada Hilya


"maas, udah udah... mending kita temenin Irgi ayoo mas", ucap Aldi serya menarik Arbhi masuk kembali ke dalam bangsal.

__ADS_1


fikiran Hilya menerawang dan ada rasa bersalah dalam dirinya dapat kah Arbhi memaafkan atas apa yang telah ia perbuat pada Irgi, air mata Hilya tak henti hentinya terjatuh malam itu.


__ADS_2