I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
FIRST...


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.


Mentari pagi hangat menyinari bumi, sepasang mata indah masih terlelap dalam tidurnya, pagi itu Hilya masih tertidur pulas,


"tok...tok..took" seseorang mengetuk kamar Hilya. kamar kecil dan sedikit sempit namun cukup nyaman untuk Hilya.


"teh, bangun teh udah siang, kata emak teteh sekolah enggak" ucap Alma adik perempuan Hilya.


"heeeuuummmm... hhooooaaamm" Hilya menggeliat seraya meregangkan otot-ototnya, ia melirik jam dinding kamarnya pukul 5 pagi.


Di keluarga Hilya pukul 5 pagi sudah terbilang siang, ia bangun dan langsung mandi dan menunaikan sholat subuh 2 rakaat nya, lalu ia berkemas pukul 5.30 pagi ia sarapan pagi di dapur bersama adik perempuan nya sembari menunggu ibunya memasukan gorengan ke dalam plastik untuk dijual oleh Hilya di sekolah.


"teh, ini ada 30 bungkus yaa!" ucap wak Jenar


Dia adalah kaka ipar dari mendiang ibu kandung Hilya yang sudah berbesar hati merawat Hilya seperti anak kandung nya sendiri.


"iyaa mak," ucap Hilya seraya mengunyah makanannya.


Pukul 6.20 pagi ia segera bergegas berangkat menuju sekolah dengan menaiki angkutan umum bersama adik nya Alma,


Sesampainya di sekolah Hilya yang duduk paling depan segera di hampiri oleh semua teman temannya.


"yaya...gue satu ya,"


"gue dua,"


"yaya risol.mana risoooll" semua teman-teman Hilya mengambil jajanan gorengan yang hilya bawa, karena gorengan buatan wak Jenar terkenal enak dan nikmat, ketika jajan Hilya hampir habis Hilya sibuk menghitung uang hasil jualannya pagi itu


"cih, tukang gorengan pagi-pagi udah ngelapak hahahah" ledek Ratu dan geng nya.


Ratu terkanal anak dari orang berada anak dari tuan tanah yang bernama pak Bondan.


"emang nya kenapa kalo gue jualan gorengan, masalah buat elooo" ucap Hilya


"ihh ga level" ucap Ratu sembari menggibaskan rambutnya dan berlalu keluar kelas

__ADS_1


"widddiihh awas lu yaa kalo nanti lu laper, teruss lu cari gorengan gue ga bakal gue kasih dasar songong loe...!!!" teriak Hilya


"hahahaha, udah udah, orang gila lu ladenin" ucap Naura sahabat Hilya


"tau, orang begitu mah sirik namanya yaya, iyaa ga bom" ucap dedi sembari menyikut bombom yang sibuk makan gorengan buatan wak Jenar


"hooh, eh Yaya gorenganya gue nambah satu lagi Dong" ucap bombom


"buset dah,. lu udah abis sebungkus isi tiga luh bom, masih kurang ae..." ledek dedi


"buat siang hahaah". ucap bombom


"nih, buat lu" Hilya menyodorkan gorengan nya pada bombom.


Tak lama kemudian bu Mutia datang menemui Hilya


"Hilya gorengan nya masih ada ga" ucap bu Mutia pada Hilya


"ohh sisa 3 bungkus bu," ucap Hilya


"heheh habis bu sisa risol sama bakwan ajah" ucap Hilya


"gak apa-apa deh, buat pak kevin, bakwan ajah," ucap bu Mutia


"hehe besok di bawain lagu deh tahu bunting nya" ucap Hilya seraya membereskan kantong plastik yang tadi berisi kan gorengan


*tahu bunting a.k.a tahu isi 🤭


Setelah membayar gorenagn Hilya Bu Mutia pergi meninggalkan kelas


"eh pak kevin ma bu Mutia pacaran yaa?" tanya Naura pada Hilya


"ga tau deh" ucap Hilya singkat.


Pak Kevin adalah guru sejarah sekaligus staff tata usaha di sekolah Hilya, ia perparas tampan dengan tinggi 170 berkulit mulus dan berkacamata, ia sangat perhatian pada Hilya, bahkan ketika semua siswa mengantre untuk mendapatkan kartu untuk ujian semester Hilya bisa dapat lebih dulu berkat bantuan pak kevin, tak jarang pula pak kevin mentraktir Hilya seporsi batagor atau siomay ketika jam istirahat. jam istirahat pun tiba Hilya hendak menuju kantin bersama Naura lalu tiba tiba pak Kevin menghadang langkah Hilya dan Naura.

__ADS_1


"Hilya,"


"ya pak ada apa?"


"kamu di panggil ke kantor kepala sekolah yaa sekarang!" ucap pak kevin dengan senyum manisnya


"ohh iyaa pak" ucap Hilya ia bergegas menuju ruangan kepala sekolah siang itu, kebetulan kepala sekolah Hilya seorang perempuan bernama ibu Aini


"tok ... took... tok.. assalamualaikum" Hilya mengetuk pintu dan mengucap salam


"waalaikum salam masuk sini Hilya" ucap bu Aini, Hilya masuk dan duduk di hadapan bu Aini


"Hilya besok, para guru mau rapat untuk ujian kenaikan kelas, sekolah juga besok di liburkan dulu, ibu mau pesan gorengan dan makan siang yaa buat rapat semua guru bisa ga ya kira kira" ucap ibu aini.


Mata Hilya Seketika berbinar-binar mendengar pesanan gorengan dan menu makan siang


",bisa banget bu, ibu mau pesan gorengan apa?" tanya Hilya dengan antusias


"hahaa kamu semangat banget yaa kalau buat jualan" bu Aini tertawa melihat ekspresi Hilya, hilya hanya tersenyum malu-malu


"ibu mau pesan tahu bunting nya 20, pisang gorengnya 20, bakwan Pontianak nya 20, sama risolnya 20 dan ibu pesan menu karedok sama gado gado buat makan siang plus nasinya yaa hilya, dan kalo bisa untuk gorenganya di kirim jam 8 pagi karena mulai rapat jam setengah 9 dan makan siangnya kalo bisa jam setengah 12 sudah di antar yaa kira kita emak bisa ga?"


"insha Allah bisa bu, nanti Hilya langsung kasih tau emak" ucap Hilya sembari tersenyum lebar.


"yasudah, pembayaran nya kamu ambil di ibu Iis yaa di ruang tata usaha" ucap bu Aini dengan senyum manisnnya


"ahh, iyaa bu makasih yaa bu, nanti besok Hilya yang anter ke sekolah pesanannya" ucap hilya dan setelah selesai hilya menuju ruang tata usaha dan mengambil uang untuk pesanan esok hari.


Sepulang sekolah Hilya segera menghampiri wak jenar yang sedang sibuk melayani pembeli yang megantri, Hilya segera membantu wak Jenar sore itu, pukul 3 sore jualan wak Jenar sudah habis, hilya membantu membereskan barang barang dan menyapu halaman


"mak, besok ada pesanan untuk rapat di sekolah" ucap Hilya ia menjelaskan semua pesanan dengan detail


"aduh teteh kenapa ngedadak sih, hayu atuh kita ke pasar mudah mudahan masih kebagian tahu buat bikin tahu bunting, soalnya suka susah," ucap wak jenar sembari berjalan ke dalam rumah dan mengambil dompet.


Dengan cepat Hilya dan wak Jenar menuju pasar tradisional menggunakan sepeda motor milik wak Rudi suami wak Jenar, keluarga wak Rudi sangat menyayangi Hilya begitu juga Hilya ia sudah menganggap kedua wak nya itu seperti orang tua kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2