
Sore harinya terdengar suara mobil Arbhi masuk ke dalam parkiran rumah dengan cepat Hilya menghampiri Arbhi dengan wajahnya yang marah dan merengut ia menatap Arbhi dengan kesal
"hai, kok mukanya dilipat-lipat gitu kenapa sih" ucap Arbhi dengan senyuman ia menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Hilya
Hilya tetap mencium tangan suaminya itu namun ia tak banyak bicara matanya sembab dan ia terlihat marah pada Arbhi, ia semakin bingung ada apa dengan semua ini
Arbhi masuk ke dalam rumahnya didapatinya seorang anak berusia 12 tahun sedang duduk santai di ruang tv lalu ketika Arbhi menghampirinya ia langsung bangun dan tersenyum
"hai,pah, lu papa Arbhi kan?"anak tersebut sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Arbhi
"lu siapa manggil gua papa lo salah alamat kali" ucap Arbhi dia merasa bingung mengapa si anak itu memanggil Arbhi dengan sebutan papa
"nggak gua nggak salah ini lu kan" ia membuka ponselnya dan menunjukkan foto Arbhi semasa dirinya masih berambut gondrong.
"iya itu gue, lo siapa"
"selesaikan urusan kamu sama dia, Dia anak kamu aku nggak mau tahu" ucap Hilya dengan kesal dengan mata sembab dan suara bergetar ia meninggalkan Arbhi dan William berdua
"sayang, hei tunggu!!" Arbhi mencoba mengejar Hilyanamun William menghentikan langkah Arbhi
"pah, aku jauh-jauh ke sini cuman mau ketemu papa, kok papa ninggalin aku gini sih"
"haaaah, astagfirullah, nanti ya gue mau ke istri gue dulu gua bingung elu siapa nanti gue turun lagi gue temuin istri gua dulu" ucap Arbhi iya segera naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar
di dapati nya Hilya tengah terduduk di ujung tempat tidur sembari menahan sesak air matanya mulai terjatuh tak henti-hentinya dari kedua matanya
"yang, dia siapa sih" tanya arbhi kebingungan
"Mas tanya sama aku Dia siapa?, gak salah! harusnya aku yang nanya sama Mas dia siapa!!!" Hilya mulai kesal dia terlihat marah
__ADS_1
Arbhi terdiam ia benar-benar bingung dengan semua keadaan ini
"dia ngaku dia anak kamu Mas anak kandung kamu, kamu kok tega sih nyembunyiin semuanya dari aku kayak gini" ucap Hilya dengan suara tergetar dan tangis terisak namun Arbhi hanya diam ia bingung
"kenapa Mas nggak jujur sama aku dari dulu kenapa di saat semuanya sudah membaik dan mau melangkah semuanya harus kebongkar semuanya harus terungkap dia ngaku dia anak kamu Mas anak kandung kamu yang udah kamu telantarkan bertahun-tahun sakit banget hati aku Mas nyesek banget" ucap Hilya dengan suara penuh tangis hatinya terasa sakit namun ia harus menghadapinya Arbhi hanya bisa diam tak bisa mengatakan apapun dengan cepat ia meninggalkan Hilya dan segera turun menghampiri si anak itu
Arbhi duduk perlahan dihadapan si anak itu dan bertanya
"nama lo William gua panggil apa?"
"just Willy"
"oke, Willy, dari mana lo tahu kalau gue papa kandung lo"
"dari mama dan gua pernah buka-buka lemari dia dan ada foto lu di situ eh sorry nggak seharusnya sih gua nggak sopan gini sama bokap gue sendiri maaf ya pah"
"cara bicara lu emang mirip gue tapi gue masih bingung siapa nama ibu lo"
"heh dengerin ya senakal nakalnya gue dulu, gua nggak pernah yang namanya ninggalin cewek dalam keadaan hamil gue nggak pernah ngerasa ngehamilin cewek lain selain istri gue sendiri" ucap Arbhi dengan kesal bernada tinggi
"mungkin benar nyokap gua nggak ngaku kehamilannya sama lu dan memang bener gua yang nyari sendiri siapa bokap kandung gue, gue temuin foto lo di lemari nyokap gue dan gue nanya sama dia dan akhirnya nyokap gue ngaku kalau lo itu bapak kandung gue"
"gue tanya sekali lagi sama lu siapa nama ibu lu!!!!" ucap Arbhi dengan kesalnya
"Richa Anggraini"
Arbhi mengenal mengernyitkan dahinya ia mencoba mengingat nama itu namun ia tak ingat sama sekali
"Richa Anggraini siapa ya yang mana duh gue lupa dia teman sekolah gue teman main di klub apa client gue" ucap Arbhi dalam
__ADS_1
"ingat sama nama itu?"tanya William
"sorry gua lupa nama nyokap lu dan maksud lu ke sini mau ngapain"
"Mau tinggal sama lu pah, itupun kalau boleh Mama Rika udah pergi sama suami barunya nggak tahu kemana terakhir dia bilang mau tinggal di luar negeri sampai tiga bulan ini nggak ada kabar" ucap William dengan terbata-bata dan suara bergetar
tiba-tiba ia merasa iba dengan William ia merasa William kesepian dan kehilangan dan ia merasa juga merasa William memendam kesedihan dan Arbhi juga melihat William sangat kehilangan arah saat itu
"gua nggak bisa ngomong apa-apa gue juga nggak bisa nentuin lo harus tinggal di sinj gua temuin istri gue dulu karena gue nggak tahu ibu lo yang namanya Rika itu siapa gue belum inget tapi kalau lu mau, lo boleh nginep dulu di sini nanti gua ngomong ama istri gua ya"
"oke makasih ya"
Arbhi terdiam ia segera bangun dan menghampiri Hilya di kamar yang tengah menangis
"sayang aku mau bicara sebentar" ucap Arbhi
Hilya terduduk ia menghapus air matanya
"sayang yang dengerin aku baik-baik, aku tahu aku dulu nakal aku dulu sering gonta-ganti pacar main ke club sana-sini kehidupan malam aku banyak dikenal oleh banyak wanita kan, jujur aku nggak tahu William itu siapa dan Rika Anggraini itu siapa aku pun lupa dengan nama itu tapi jujur aku nggak pernah merasa meninggalkan seorang perempuan tengah hamil" ucap Arbhi
"oh ya! di inget-inget lagi Mas, jujur aja ya aku kecewa Mas sama kamu kecewa banget"
"iya aku tahu tolong beri aku waktu untuk mengingat si perempuan itu dulu tolong beri aku waktu untuk mencari tahu si Rika itu siapa dan tolong izinkan dia menginap disini dulu karena dia datang dari jauh ibunyasendiri pergi nggak tahu ke mana Dan aku lihat dia kayak nggak tau kemana-mana hilang arah"ucap Arbhi sembari memeluk Hilya
"please yang please kasih aku waktu buat cari tahu dulu"
"oke aku izinin dia nginep dulu di sini selama beberapa hari bukan berarti yaya bisa menerima sepenuhnya keadaan si anak itu nggak apa-apa dia mau menginap di sini Yaya kasih waktu Mas untuk cari tahu dengan semua ini" ucap Hilya dengan suara terisak
"aku mau kamu percaya sama aku dulu itu aja, tolong percaya aku bawa aku nggak ngelakuin macam-macam diluar sana dahulu" ucap Arbhi namun namun Hilya hanya diam tak menjawab apapun
__ADS_1
malam itu William menginap di kediaman Arbhi dan malam itu juga Hilya tak mengatakan apapun pada Arbhi mereka saling diam bahkan di atas tempat tidur pun Hilya tidur memunggungi Arbhi tanpa bercerita seperti biasanya iya hanya bisa menangis menahan sesak Arbhi pun sama ia gelisah akan kehadiran William dan pikirannya kalut malam itu dia bingung siapakah ibu William sebenarnya apakah Arbhi benar-benar mengenal wanita itu.