I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
KEMBALI KE LAPTOP...


__ADS_3

Suasana dingin puncak masih menyeruak menusuk tulang pukul 6 pagi Hilya sudah membuka matanya ia berjalan keluar dan duduk di balkon yang memiliki pemandangan yang sangat indah terhampar di hadapannya kebun teh yang sangat luas ia terduduk sembari memeluk kedua kakinya


"indah banget... " ucap Hilya dalam hatinya seraya tersenyum lalu tiba tiba seseorang menghampiri Hilya menyelimuti tubuh Hilya dan memeluknya dari belakang mereka berdua dalam selumut yang sama


"masih pagi udah bangun mamangnya ga dingin.." ucap Arbhi seraya mendekap dan mencium lembut pipi hilya.


"heheh dingin sih cuma, ga mau lewatin moment indah di pagi hari di saat banyak embun yang jatuh di perkebunan teh" ucap hilya seraya tersenyum manis


Arbhi hanya diam memandangi wajah Hilya yang terlihat bahagia, ia semakin mengeratkan pelukannya,membuat Hilya tersadar akan sesuatu.


"oom...?"


"heum...apa"


"perasaan yaya ga enak oom"


"kenapa??" ucap Arbhi seraya mengernyitkan dahinya


"kruuyyyuuuuuukkk"


"hahahahah... kamu laper...hahahah yaudah ayoo cari sarapan" Arbhi tertawa melihat tingkah Hilya ia mencium gemas pipi Hilya.


"dari semalam laperr oom" rengek Hilya


"kenapa diem ajah" ucap akan Arbhi menahan tawa


"malu.."


"hahaha sekarang ga usah malu apapun itu ngomong sama aku okee" ucap Arbhi kembali seraya membelai lembut kepala Hilya.


"entah bener apa engga tentang semua ini yang jelas gue jatuh cinta dengan lekaki dewasa ini, sikap dan perhatian nya membuat gue jatuh hati dalam dinginnya gue bisa lihat kehangatan dalam diri oom Arbhi semoga saja apa yang gue rasain oom Arbhi juga bener bener merasakan hal yang sama " ucap Hilya dalam hatinya seraya mentap dalam dalam wajah arbhi yang di penuhi oleh senyuman.

__ADS_1


Hari berganti hari bulan berganti bulan hubungan Arbhi dan hilya kian dalam sampai Hilya lupa akan posisi dirinya dan Arbhi.


BACK TO REAL STORY...


Hampir dua minggu Hilya tak kembali ke kediaman Arbhi, ia masih mengikuti keinginan orang tuanya untuk keluar dari kediaman Arbhi, siang itu Hilya berangkat ke sekolah untuk menandatangani surat kelulusan nya ia berjalan dengan gontai hati dan pikirannya masih teringat akan Arbhi ia merasa sangat bersalah pada Arbhi seharusnya ia berpamitan dengan baik-baik berkali-kali ia menatap layar ponselnya namun Arbhi tak juga menghubunginya.


"ga mungkin semenjak kejadian kmrin oom Arbhi akan telepon gue, toh skrng udah ada Jessica, ayoolah yaya.. sekarang waktunya lo beresin smua tanpa oom Arbhi lagi lo harus cari kerja dan lupain oom Arbhi" ucap Hilya


Sesampainya di sekolah ia segera mengurus segala keperluan surat kelulusan nya dan setelah selesai Hilya bergegas untuk pulang karena kondisi wak jenar belum pulih.


ia berjalan dengan cepet, lalu tiba tiba mobil ferari merah memotong langkah Hilya ia melihat lelaki yang sangat ia kenal


"oom Arbhi" bisik Hilya ketika ia melihat Arbhi dari dalam mobilnya


"masuk.." ucap Arbhi dengan dingin nya , Hilya tak bisa menolak iapun naik ke dalam mobil Arbhi


lalu Arbhi melajukan kendaraannya dengan cepat, Arbhi mengehentikan kendaraan di salah satu taman kota.


Arbhi menarik nafasnya dalam dalam dengan cepat ia membuka safety beltnya dan memeluk Hilya dengan erat, terpancar raut kesedihan dan kerinduan pada wajahnya


"kangen... aku kangen...aku mau kamu pulang" ucap lirih Arbhi


Hilya tak bisa berkata apapun ia hanya diam, ia bingung harus berkata apa pada Arbhi


"kamu ga kangen aku ..heummm" tanya Arbhi kembali ia semakin mengeratkan pelukannya.


"oom... " Hilya mencoba lepas dari Pelukan Arbhi.


"yaya minta maaf, yaya ga bisa kembali ke rumah, yaya juga gak bisa lanjutin hubungan ini" ucap Hilya hati hati dengan mata yang berkaca-kaca


"maksud kamu apa??, kamu mau ninggalin aku" ucap Arbhi dengan tegas namun Hilya hanya diam tertunduk

__ADS_1


"percuma oom.. mau gimana juga kita ga bakal bisa.."


" ga bakal bisa apa?? ga bakal bisa bareng, ga bakal bisa nyatu, kamu yang terlalu takut kamu yang mau nyerah di saat belom coba iyaa kan???aku udah bilang ikuti dulu omongan aku, orang tua aku ga seperti apa yg kamu fikir yaya" ucap Arbhi dengan nada sedikit emosi.


"ka Jessica..." ucap Hilya dengan hati hati


"Jesica??? hhheeeuuhhh...." ucap Arbhi sembari menarik nafasnya dalam dalam


"aku sudah melepaskan Jessica!"


"hah...oom... " ucap Hilya ia terkejut akan ucapan Arbhi yang telah memutuskan jessica


"kenapa oom mutusin Jessica, karna yaya?? oom... ini ga bener oom ga seharusnya putusin jessica, oom harusnya milih dia yang lebih sepadan bukan yaya....."


"YAYA ...!!!LO NGOMONG APA SIIH,!!!" Arbhi membentak Hilya,


Hilya hanya diam dan ia mulai menangis dalam hatinya berkecamuk rasa takut bukan bahagia atau apapun itu yang ia rasakan hanya rasa takut ia takut bila jessica akan marah ia menyadari keluarganya hanyalah keluarga yg tak mampu bila di bandingakan dengan keluarga Jessica.


"aku pilih kamu, karena aku nyaman, sayang cinta ya bukan materi bukan bibit bebett bobotnya, tapi kamu selalu masalahin ini semua, yang mau menjalani itu kita bukan mereka, semua ini memang sulit pasti banyak yang menentang aku tau itu tapi aku hanya minta temani aku, jangan aku yang berjuang sendiri dan kamu sekuat tenaga ingin melepaskan aku, yaya .. kamu egois, sekarang aku tanya apa bener kamu udah ga mau lanjut? apa bener kamu udah ga ada perasaan cinta, sayang? apapun itu??? hah .. jawab" tanya Arbhi dengan nada dingin dan tegas


"yaya takut ..." hanya itu yang terucap dari Hilya ia bingung harus berkata apa.


sore itu hilyya dan Arbhi bertemu namun sayang hingga kepulangan Hilya ke rumah mereka hanya terdiam. Arbhi masih menahan kesal padahal ia sangat merindukan Hilya


Malam harinya Hilya belum bisa memejamkan matanya ia tiba tiba ponsel hilya bergetar notifikasi pesan masuk ke ponsel hilya


📱


arbhi


"lo punya gue... lo masih milik gue sampe kapanpun gue akan tetap pilih lo"

__ADS_1


isi pesan singkat dari Arbhi hilya hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam.ia semakin dilema apa yang harus ia lakukan, di sisi lain ia mencintai Arbhi di disi lain keluarga nya sendiri menentang hubungan mereka dan mungkin keluarga arbhi tak akan menerima hilya yang hanya anak seorang supir pribadi keluarga Andi Sidharta.


__ADS_2