I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
UCAPANMU


__ADS_3

Keesokan harinya Hilya bangun lebih pagi untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah yang terbengkalai. pukul 6 pagi Hilya sudah siap untuk berangkat menuju tempat sekolahnya, ia berjalan menaiki anak tangga dan menuju kamar tidur Arbhi


"tok..took... toook.." Hilya mengetuk kamar Arbhi dengan sangat hati-hati, namun tak ada suara apapun dari dalam kamar Arbhi


"oom. oom Arbhi" ucap Hilya


"heuuumm" jawab Arbhi dengan malas karena ia masih sangat mengantuk


"yaya berangkat yaa, di meja udah ada sarapan dan yaya udah masak buat makan siang oom arbhi, sop kepala kakap" ucap Hilya kembali


"yaaaa" ucap arbhi dengan malas,


"berangkat yaa oom, assalamualaikum" pamit Hilya lalu ia segera meninggalkan kamar Arbhi


Arbhi kembali memejamkan matanya namun tiba-tiba ia terbangun dan segera ia meraih dompet yang ada di samping tempat tidurnya dan dengan cepat ia membuka pintu.


"YAYA....!!" teriak Arbhi memanggil nama hilya,


Hilya yang sudah bersiap membuka pintu pagar, cukup terkejut mendengar teriakan Arbhi lalu ia kembali masuk ke dalam rumah ia melihat Arbhi berdiri di lantai 2 sedangkan Hilya masih berdiri di lantai 1


"apaa oom ...!"


"ni uangnya...buat ongkos lu sekolah" ucap Arbhi sembari mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat


hilya terkejut akan ucapan Arbhi mengapa pagi ini Arbhi memberikan nya uang untuk Hilya, Hilya segera naik menghampiri Arbhi.


"nih.. uang, buat lu selama sebulan kalo ga cukup ngomong yaa" ucap arbhi menyodorkan uang 500.000 rupiah pada hilya,


"looh oom ga usah oom aku masih ada kok buat jajan" ucap Hilya ia ragu menerima uang itu.


"ck, udah deh ga usah muna, gue tau lu cuma punya duit 20 rebu, dan itu ga bakal cukup" ucap arbhi dengan ketus, Hilya terdiam, lalu ia mengambil uang yang ada dalam tangan Arbhi


"makasih yaa oom," ucap Hilya

__ADS_1


"ternyata oom arbhi ada sisi baiknya juga yaa walaupun kasar" bisik hati Hilya.


"heh...! jangan geer" Arbhi menoyor jidat Hilya


"itu gaji lu gue bayar di muka dulu nanti lu gajian nya ga full oke.. udah yaa gue ngantuk.... lu berangkat deh sonoh" ucap Arbhi pada hilya dan kembali masuk ke dalam kamarnya


hilya hanya terdiam, dengan wajah yang terbengong


"sumpaah yaa nyesel gue tadi nyanjung dia, najiisss banget, gue kira dia emang ngasih buat jajan taunya potong gaji, dasar orang kaya peliit... aduuh mau ga mau deh gue pake". gerutu Hilya dalam hatinya.


Sesampainya di sekolah semua teman menghampiri hilya


"yaya gorengannya mana??"


"iyaa yaya dari kemarin lu ga jualan"


tanya semua teman sekelas Hilya


"ga jualan laah bangkrut..! hahahaha" ledek Ratu dan geng nya, mendengar ucapan ratu hilya hanya bisa terdiam dan bersabar,


"yaaaa.. yaudah deh," ucap semua teman hilya dan mereka pun pergi meninggalkan hilya


"lu kerja apaan ya?" tanya Naura


"heum nanti deh gue cerita," ucap Hilya seraya melirik ke arah ratu yang sedang asyik bergosip dengan geng nya


"heumm yaudah"


Sepulang sekolah hilya segera bergegas karena pukul 14.30 Hilya harus sudah berada di kediaman Arbhi. sesampainya di rumah ia segera berganti pakaian dan segera pergi ke dapur untuk mencuci piring, ketika hilya berada di dapur arbhi turun dari kamarnya dan duduk santai di ruang tv.


"yaya ambilin gue minum ...!" panggil Arbhi pada Hilya


namun Hilya tak menjawab hanya diam, ia fokus pada cucian piring yang menumpuk selepas di tinggal ke sekolah oleh Hilya

__ADS_1


"ni orang setiap minum ganti gelas apa yaa, terus setiap makan piringnya masing masing diisin 2 sendok nasi kali yaa bnyak banget bener bener ga laziiim." gerutu hilya


"HILYAAA WOOY GA DENGER APA LU...!! AMBILIN GUE AIR MINUM.." teriak Arbhi pada Hilya


"astaghfirullah tu orang... haduuhh" Hilya hanya bisa beristighfar dalam hatinya, ia berjalan menghampiri Arbhi membawa satu gelas air dingin


"nih, oom" ucap hilya seraya menyodorkan air minum untuk Arbhi


"lain kali kalo gue panggil dan minta ini itu lu buru-buru ambilin buat gue..!" ketus Arbhi dengan tatapan. dingin pada Hilya,


Hilya hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam-dalam.


"iyaa om iyaa, dan kalo bisa oom juga kalo sekedar buat minum ambil sendiri," ucap hilya sembari pergi meninggalkan Arbhi


"lu ngomong apa tadi...!" Arbhi bangun dari duduknya dan mengejar Hilya hingga dapur


"heh, lu itu gue gaji buat jadi babu...! wajar dong kalo gue minta ambilin ini itu, gue gaji lu ga sedikit buat orang miskin kayak lu gaji segitu udah bener bener di atas standar buat seorang pembantu seharusnya lu tunjukkin loyalitas lu dong, kalo lu serius kerja" ucap Arbhi tanpa henti ia mengomel pada Hilya,


seketika darah Hilya seperti mendidih, emosinya seketika memuncak


"heh... gue tau lu orang kaya dan lu yang gaji gue tapi asal lu tau gue lakuin ini semua buat keluarga gue...!!, gue emang miskin' tapi gue ga miskin hati dan tau sopan santun, gue juga bisa hargain orang lain,.." hilya berbicara berteriak pada Arbhi dengan bulir air matanya yang jatuh menetes.


"gue ga minta gaji segitu, mami lu yang mau gaji gue segitu kalo lu keberatan yaudah turunin ajah gaji gue, gue ikhlas. kok" ucap hilya kembali dengan mata yang penuh dengan air mata.


arbhi hanya terdiam melihat emosi Hilya yang meledak, Hilya segera pergi meninggalkan Arbhi yang diam mematung , ia melihat Hilya yang berjalan cepat sembari menyeka air matanya.


Hilya masuk ke dalam kamarnya, menguncinya rapat rapat lalu membenamkan wajahnya di bawah bantal sembari menangis tersedu-sedu, ia merasa sakit hati akan ucapan Arbhi.


Arbhi hanya diam melihat emosi Hilya memuncak ia berjalan menghampiri kamar Hilya, ia berniat mengetuk kamar Hilya namun ia mengurungkan niatnya.


"ck.. ngapain sih lu bhi... ambil pusing amat sama anak kecil", ucap Arbhi dalam hatinya lalu ia kembali ke dalam kamarnya.


malam itu Hilya tak bisa memejamkan matanya ia teringat bakan ucapan Arbhi yang membuat nya emosi.

__ADS_1


"haaaeh, udah lah emang bener kok ucapan dia tadi gue emang babu alias pembantu, assisten rumah tangga, wajar lah kalo dia nyuruh gue ini itu, ayoo Hilya lu pasti bisa abaikan ajah kalo si cowok kasar itu ngehina lu lagi", ucap Hilya seraya menguatkan hatinya.


__ADS_2