I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
ANAK KECIL VS OOM OOM


__ADS_3

Di perjalanan menuju rumah Hilya tiba-tiba Hilya teringat akan sesuatu


"oom, yaya bisa minta tolong ga?"


"apa...?"


"anter yaya ke makam orang tua yaya yaah, besok kan yaya mau ujian akhir yaya mau ziarah dulu" pinta yaya


Arbhi hanya diam melirik sekilas pada Hilya


"yasudah ayoo"


Arbhi pun mengantar Hilya ke pemakaman kedua orang tuanya sesampainya di sana Hilya membeli sebuket bunga yang tak terlalu mahal untuk ia taruh di pot yang terdapat di pusara orang tuanya


"neng yaya kemana ajah, ga kesini sini" tanya si ibu tukang bunga


"hehe ada kok bu, lagi sibuk belajar buat ujian" ucap Hilya seraya tersenyum Arbhi yang menunggu di pintu masuk TPU hanya diam sembari menghisap rokoknya sembari melihat keadaan sekitar


"neng, itu pacarnya??"


"ooh, heum oom saya bu" ucap Yaya hati hati


"kirain pacarnya duuh meni ganteung pisan" si ibu memuji ketampanan Arbhi yang saat itu mengenakan celana jeans hitam dengan rambut di gerai memakai kaos hitam dan berkacamata hitam


*(silahkan para pembaca berimajinasi heheheheh)


Hilya hanya tersenyum dan segera masuk ke TPU untuk berziarah, sesampainya di pusara orang tuanya Hilya duduk di antara kedua makam orang tuanya


"mah, yah, besok yaya ujian akhir. doain yaya yaa, mudah mudahan yaya dapet nilai terbaik, dan maaf biasanya tiap jumat yaya kesini tapi udah beberap bulan yaya ga ke sini hehehe" ucap Hilya arbhi hanya diam mendengar ucapan Hilya


lalu Hilya dengan khusyu membaca doa ziarah kubur untuk kedua orang tuanya, setelah selesai, Hilya berjalan diikuti oleh Arbhi di belakang


"ohh iyaa oom " yaya berbicara dan membalikkan tubuhnya menghadap Arbhi


"apa?" ucap dingin Arbhi


"heum besok kan ujian akhir boleh ga selama ujian yaya tinggal sama abah dulu, yaya cutii deh yaa heheheh" pinta yaya


"kalo di rumah gue emang nya kenapa?" ucapa Arbhi seraya mengernyitkan dahinya


"kalo di rumah oom Arbhi gue bisa bisa ga fokus belajar karena perasaan gue yang udah mulai ada rasa suka sama oom Arbhi dan itu pasti bakal ganggu konsentrasi gue di tambah ketemu om Arbhi tiap hari" gerutu hati Hilya


"woy, kok ga jawab" Arbhi menyentuh dagu Hilya dengan telunjuknya


"hehe ga apa-apa kok" ucap Hilya dengan senyum tertahan


"takut ga fokus yaa, kalo ada gue?" ucap Arbhi sembari tersenyum licik dan meledek Hilya


"iishh ... apaan sih, gak kok, boleh yaa please oom". ucap Hilya sembari memanyunkan bibirnya


"ctiik.." Arbhi menyentil dahi Hilya


"aaaww aaasssshhh.." Hilya menyentuh dahinya


"iyaa boleh, tapi buku pelajaran lo?, baju lo?, seragam lo? gue ga mau yaa anterin ke rumah lo!" ucap Arbhi ketus


"iihh woless oom santai, yaya udah bawa tuh di mobil" tunjuk Hilya sembari tertawa menang


"ooohh udah di niatin yaa dari kemaren?"


"hehehhehe maaf"


"yaudah gak apa-apa" ucap Arbhi seraya tersenyum manis dan membelai lembut kepala Hilya.


Setelah sampai di kediam Hilya, Arbhi hanya menurunkan Hilya dan ia bergegas menuju kediaman orang tuanya sesampainya di kediaman orang tua Arbhi, ia segera mencari keberadaan ibunya ternyata bu Ambar dan Irgi beserta pak Andi sedang bersantai di kamar Irgi


"mi..pi..." Arbhi bersalaman dan mencium pipi ibunya itu melihat sikap lembut Arbhi membuat orang tuanya berpandangan heran


"kamu baik baik ajah kan??" tanya pak Andi pada anak sulung nya itu


"iyaalah" ucap Arbhi seraya mencium Irgi yang sedang sibuk bermain


"kok kamu sekarang jadi sopan begini?" ucap pak Andi kembali


"sopan salah, jutek salah, galak salah, ga ada sopan santun juga salah mau nya apa sih pi" ucap Arbhi kesal


"hahah, baguss papi suka, pertahanan seperti ini, ini baru anak papi yang bisa sopan ke orang lain tanpa teriak dan marah marah biasanya kamu pulang selalu teriak minta ini minta itu" ucap pak Andi sembari tersenyum

__ADS_1


"ada kalanya manusia bisa berubah pih"


"Alhamdulillah" ucap bu Ambar sembari mencium pipi anak sulungnya itu


"oia Hilya ikut di antar ke rumah nya enggak??" tanya pak Andi


"iyaa pih tadi diantar dulu"


"ooh yasudah,. oia mi malam Jumat pak Rudi ngadain selametan haul orang tua Hilya kan ?" tanya pak Andi kepada istrinya itu


"iyaa pi, Hilya ngasih tau ga ke kamu mas??" tanya bu Ambar pada Arbhi


"ga tuh, lagian Arbhi ga bakal datang mi, banyak kerjaan!"


"yaudah mami sama papi mau datang" ucap bu Ambar


"yaudah datang ajah., Arbhi ke kamar yaa mi", pamit Arbhi


lalu Arbhi meninggalkan kamar orang tuanya menuju kamar tidurnya sendiri untuk beristirahat.


malam harinya Hilya sedang sibuk belajar untuk ujian esok hari tiba tiba ia teringat akan Arbhi


"heum oom Arbhi udah makan belom yaa, lagi ngapain yaa?" ucap Hilya ia meraih ponsel dan mencoba mengirim pesan pribadi via what's up


"llooh kok malah telepon aduuhh" Hilya panik ia tak segaja menekan layar telepon dengan cepat Hilya menutup


"hhuuufffhh, selameet selameeet... moga moga oom ga aktif WA nya " jantung Hilya berdegup kencang ia segera menjauh kan telepon nya dan ia melanjutkan belajar


tiba tiba ponsel Hilya berdering ia meraih ponselnya dan ternyata Arbhi yang menelepon Hilya


📲


"halo"


"ada apa telepon"


"heumm gak kok siapa yang telepon?"


"ck, bohong aja kangen yaaaa,😂"


"iihh ga kok, geer amat"


"heum, lagi belajar,"


"yaudah lanjutin deh gue lagi dirumah mami belom pulang"


"heum, oke.."


lalu Arbhi menutup teleponnya dan segera Hilya melanjutkan belajar nya kembali mal itu


pukul 10 malam Hilya tak bisa memejamkan matanya, ia merasa gelisah,


lalu tiba tiba


📱


Arbhi :


"gue di luar lo udah ridur belom?"


Arbhi mengirim chat pada Hilya. Hilya terkejut ia bangun dari tidurnya jantungnya berdegup kencang wajahnya memerah perasaan nya seketika menjadi bahagia ketika ia tahu Arbhi ada di luar rumah


tanpa membalas Hilya segera berjalan keluar, dan segera membuka pintu,


"teh, mau kemana?" tanya wak Rudi ternyata ia masoh menonton tivi malam itu


"aduuh ada abah!" ucap Hilya dalam hatinya ia takut abah tahu bila Arbhi ada di luar rumahnya


"ah, heum mau beli lotion anti nyamuk bah?"


"loh. kan abah udah pasangin obat nyamuk elektrik, emang masih banyak nyamuk" tanya wak Rudi keheranan


"hehe, heum, di luar ada oom Arbhi bah?" ucap Hilya ragu ragu


"haaah...? jam segini?? suruh masuk atuh teh" wak Rudi bangun dari duduknya untuk menemui Arbhi


"ah ga usah bah, yaya ajah yang keluar oom Arbhi mau anterin buku pelajaran buat belajar teteh bah!" ucap Hilya seraya tersenyum

__ADS_1


"ooh yasudah, jangan malem malem yaa teh, besok takut kesiangan, yasudah buruan takut den Arbhinya kesel kelamaan" ucap wak Rudi ia segera mematikan tivi dan masuk ke dalam kamarnya


Hilya segera berjalan cepat Lalu ia melihat mobil Arbhi terparkir di pinggir jalan Hilya segera mengetuk kaca mobil dan dengan segera Arbhi membuka kaca mobilnya


"masuk" ucap dingin Arbhi, Hilya pun segera masuk kedalam mobil Arbhi


"heum ada apa oom. ini udah mau jam setengah sebelas malem, oom belom makan ya? apa ada kerjaan yang harus yaya kerjain, atau ada baju kotor yang harus yaya cuci?" tanya Hilya polos


"ck...segitu nya banget yaa, emang aneh banget yaa gue datang ke sini?"


"heheh... heheh iyaa sih, aneh.." tawa Hilya tertahan sembari melirik sedikit takut, Arbhi hanya melotot kesal pada hilya,


"haaaaehh, males pulang rasanya!" ucap Arbhi tiba-tiba


"luuoohh kenapa??"


"ga ada yang berisik,. ga ada yang nyanyi nyanyi ga jelas di dapur, sepii ajah gitu" ucap Arbhi sembari melirik ke Hilya


Hilya hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Arbhi


"oom Arbhi kangen gue kali hiihii.. aduuh keep calm Hilya, jaim jaim.." ucap Hilya dalam hatinya ia mencoba diam tak berbicara


Arbhi terus memandangi wajah Hilya, yang tertunduk malu, Arbhi gemas melihat wajah Hilya yang malu malu, lalu ia membelai lembut pipi hilya


"jangan lama lama yaa" ucap Arbhi seraya membelai lembut pipi Hilya


"heum...? apanya?"


"disini"


"haha oom nih aneh, yaa ini kan rumah orang tua yaya, masa ga boleh lama kan yaya minta izin seminggu oom" ucap Hilya seraya tersenyum


"cup" Arbhi mencium lembut pipi Hilya membuat Hilya semakin merasa malu dan berdebar debar


"boleh ga sih kalo aku kangen sama anak kecil??" tanya arbhi sembari berbisik dan menatap dalam-dalam wajah Hilya wajahnya sangat dekat dengan Hilya,


"aku..? anak kecil?" ucap Hilya seraya menunjuk ke dirinya sendiri


"siapa lagi...?"


"heumm", Hilya menarik nafas dan memanyunkan bibirnya


"aku kelas 3 SMU oom bukan anak kecil,?" ucap Hilya dengan kesal


"hahah, kalo kamu bukan anak kecil kenapa panggil aku oom?"


"heum. pengen ajah" ucap Hilya seraya menatap mata Arbhi


tanpa banyak kata Arbhi mencium lembut bibir Hilya, dan Hilya pun tak menolak bahkan ia membalas ciuman hangat dari Arbhi.


"udah malem sana masuk,"


"oom kesini cuma mau cium yaya doang" tanya Hilya dengan hati-hati


"kan tadi udah bilang kangen sama anak kecil" ucap Arbhi sembari tertawa


"ck.. yaudah lah, yaya masuk yaa oom pulang deh," Hilya mencoba membuka pintu mobil namun dengan cepat Arbhi menahan Hilya dan menarik lengan Hilya


"tunggu,"


"heum, apa oom,?"


"anak kecil ga kangen sama oom oom ini ya,?"


"heheh kan oom sendiri yang suruh yaya nunggu sampai surat kelulusan di umumkan, yaa oom juga bakal tau setelah surat kelulusan keluar heheh", ledek Hilya


"ck... dasar anak kecil, " Arbhi gemas dan kembali ia mencium pipi hilya dengan hidungnya yang mancung,


"yaudah yaya masuk yaa oom"


"yasudah sana langsung tidur yaa"


"okee"


Hilya pun turun dari kendaraan Arbhi dan bergegas masuk perasaan nya bercampur aduk malam itu, ia sangat bahagia mendapatkan perlakuan manis itu, ia tak menyangka Arbhi akan jatuh hati padanya.


"ck, ini kayak bukan gue, dia masih bocah tapi kenapa gue bisa sekangen ini sama dia. dan kenapa gue sekarang berani banget cium Hilya"

__ADS_1


Arbhi terus memikirkan akan sikapnya yang ia rasa kan telah banyak berubah semenjak Hilya Bekerja di kediamanya.


__ADS_2