
Hilya berjalan cepat ia tak ingin berlama-lama di kantor Arbhi setelah melihat kejadian itu saat melihat Arbhi bercumbu mesra dengan seorang wanita dewasa, dadanya terasa sesak namun Hilya menahan agar air matanya tak ikut jatuh. Hilya berdiri di depan lift ia terus menekan tombol untuk turun ke lantai dasar ketika pintu lift terbuka tiba tiba Arbhi dengan cepat meraih tangan Hilya dan membawanya masuk kedalam lift, ia menekan tombol lantai 40 sedangkan kantor Arbhi berada di lantai 12.
"yaya.. ini ga seperti yang lo fikir dia.."
"gak. apa apa," ucap Hilya dengan suara bergetar memotong ucapan Arbhi
"gue akan pertegas hubungan kita" ucap Arbhi seraya memegang kedua bahu Hilya,
"ck, hubungan?, kita memangnya punya hubungan apa?," ucap Hilya seraya menatap mata Arbhi dengan air mata yang mulai menumpuk di ujung matanya
"kita ga ada hubungan apa apa oom, ga ada!!" ucap Hilya
"kita ada hubungan" ucap dingin Arbhi
"ga ada, ah, iyaa kita ada hubungan, aku pembantu dan oom Arbhi majikan aku kan" ucap Hilya seraya tersenyum ketir
"hhhaaaeehh, yaya, lagian kenapa lo ga telepon dulu sih"
"oh, harus yaa yaya telepon dulu, biar oom bisa siap-siap dan suruh cewek itu pulang biar ga ke ciduk kayak tadi", ucap Hilya
"tapi sebenarnya gak apa-apa sih, ga seharusnya yaya kabur toh, kita ga ada hubungan apapun" ucap Hilya terbata
"kliiing" pintu lift terbuka di lantai 40 dengan cepat arbhi kembali menekan tombol angka 1. untuk turun kembali
"gue sayang sama lu ya gue..."
"yaya enggak ...!" Hilya memotong ucapan Arbhi ia membelakangi Arbhi sembari meremas amplop putih yang ia bawa sedari tadi
Arbhi melihat kearah tangan Hilya lalu ia memeluk Hilya mendekapnya
"itu surat kelulusan ya" bisik Arbhi ia meraih amplop yang di pegang erat oleh Hilya namun Hilya hanya diam menahan sesak
"selamat ya.". bisik Arbhi seraya mendekap Hilya.
__ADS_1
"hanya selamat, jadi oom Arbhi cuma bohongin dan maenin perasaan gue doang,", bisik hati Hilya,
Air mata Hilya mulai menetes, Arbhi semakin erat mendekap hiylya ia tau Hilya sangat sakit hati siang itu.
"tunggu aku, aku akan beresin semuanya," ucap Arbhi
"ga usah, oom ga usah beresin urusan oom sama dia, sama yaya ajah, ini semua salah, rasa yang yaya rasain in salah, ga seharusnya yaya punya rasa ini sama oom, yaya yang seharusnya beresin perasaan yaya sama oom, yaya yang seharusnya berkaca diri dan tahu posisi yaya disini itu apa" ucap Hilya dengan suara bergetar
"yaya, gue sayang sama lo, gue cinta sama lo" Arbhi semakin mendekap erat Hilya
"gue janji kan di hari kelulusan lo gue perjelas hubungan ini. gue mau jujur sama lo. kalo gue suka sama lo ya" ucap Arbhi Hilya hanya diam sembari menahan sesak.
"makasih kalo oom ada rasa itu sama yaya, tapi maaf, yaya ga pantes, buat pacaran sama oom, maaf yaya udah masuk ke dalam hubungan oom sama dia". ucap Hilya seketika pintu lift terbuka lalu Hilya dengan cepat melepaskan dekapan Arbhi dan ia berlari keluar
Arbhi terdiam ia merasa bersalah seharusnya dari awal ia perjelas hubungan nya dengan Hilya dan seharusnya Arbhi pun jujur siapa Jessica sebenarnya.
Hilya berjalan cepat sembari menghapus air matanya
Dikejauhan kenzo yang melihat Hilya keluar dari kantor Arbhi segera mengejar Hilya karena ia melihat Hilya yang menangis saat itu.
"Hilya" panggil Kenzo, Hilya menghentikan langkahnya dan menoleh ke suara pria yang ada dalam mobil
"ka Kenzo!" ucap lirih Hilya
"kamu kenapa,? ayo masuk", ajak Kenzo dan akhirnya Hilya pun masuk ke dalam mobil Kenzo.
di dalam mobil Hilya hanya menangis terisak hatinya sangat sakit bila mengingat kejadian tadi.
Kenzo hanya diam tak berani berkata apapun.
"ada apa ya? cerita ajah kali ajah aku bisa bantu", tanya Kenzo namun Hilya hanya terisak.
berkali-kali ponsel Hilya berdering panggilan telepon dari Arbhi terus masuk ke ponsel Hilya
__ADS_1
"angkat ajah dulu kali ajah penting", ucap Kenzo
"gak kak, ga penting" ucap Hilya dengan suara tercekat.
Kenzo semakin bingung dan akhirnya Kenzo membawa Hilya ke kediaman nya sesampainya di kediaman Kenzo Hilya masih terisak.
"nih minum dulu". Kenzo memberikan air putih hangat untuk Hilya
Dengan hati hati ia meminum nya,
"ada masalah apa sih" ucap Kenzo seraya menghapus air mata Hilya dengan tissue
"ka, aku mau tanya, apa percintaan orang dewasa itu rumit yaa?"
"heum tergantung individu nya sih, kalo di bikin enjoy ya ga rumit" jawab kenzo
"apa percintaan orang dewasa harus ada kata kata penembakan?" tanya Hilya dengan suara parau
"aku pribadi sih enggak untuk usia kayak aku ga perlu penembakan cuma, saling faham ajah dari hati ke hati ajah, kok kamu nanya kek begitu sih ada apa?" tanya Kenzo kembali dengan penasaran
"ka, apa salah yaya suka dengan pria yang lebih tua"
"heum suka cinta, sayang itu ga bisa di salahkan". ucap singkat kenzo
"ka... yaya mau pulang anter yaya pulang", pinta Hilya pada kenzo
"kamu beneran ga mau cerita ada apa?" tanya Kenzo
"ga kak, makasih udah mau bantu yaya" ucap Hilya Seraya tersenyum
"hadeuh, yaudah ayoo aku anter pulang nanti singa kamu itu bisa ngamuk kalo kamu aku bawa kabur hahah", ledek kenzo
Dengan cepat kenzo mengantarkan hilya kembali ke kediaman Arbhi Hilya tak ingin kenzo tau atas apa yang ia rasakan pada Arbhi cukup ia dan Arbhi saja yang tau akan perasaan mereka masing masing.
__ADS_1