I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
KEHADIRAN DIRINYA


__ADS_3

Malam harinya Hilya masih mengurung diri di kamar begitu pula dengan Arbhi ia masih tetap melanjutkan pekerjaannya di ruang kerjanya


"haaeh, percuma kerja juga kalo fikiran gue semrawut begini" Arbhi melempar pensilnya dengan kesal.


Ia berjalan keluar dari ruang kerja nya, ia berjalan menuju dapur namun Hilya tak jua keluar dari kamarnya, Arbhi merasa kesal akhirnya ia memutuskan menghampiri Hilya yang sedari tadi berdiam diri di kamar.


Dengan hati hati ia membuka pintu kamar Hilya di dapatinya Hilya sedang duduk di meja belajar sembari membaca buku, Arbhi duduk perlahan Hilya yang fokus membaca tak menyadari kehadiran Arbhi yang sudah duduk di belakang Hilya.


Arbhi memegang erat kursi yang Hilya duduki dan memutarnya,


"haaaah... astaghfirullah" ucap Hilya seraya beristighfar karena terkejut.


Arbhi menatap Hilya dengan dinginny, ia menarik kursi itu hingga Hilya sangat dekat dengan Arbhi, Hilya hanya diam tak berani menatap wajah Arbhi


"liat gue," pinta arybhi dengan nada dinginnya, namun Hilya tak menggubris perkataan Arbhi


"yaya, lihat gue..." ucap Arbhi sedikit kesal akhirnya Hilya memberanikan diri menatap mata arbhi


"lo kenapa?" tanya Arbhi kembali


"gak apa apa, emang nya kenapa??"


"lo beda ajah,"


"perasaan oom ajah kali"


"haaaehh... lo tau ga, kalo gue kagen?" tanya Arbhi namun Hilya hanya diam.


"ada masalah???, mau sok sok an jaga jarak??" tanya Arbhi ketus,


"gak kok"


"terus, kenapa kayak gituh?"


"heum, udah lah oom, jangan kek gini, mending kita..."


"mmmuacchhh..." Arbhi tiba-tiba mencium bibir Hilya yang sedang berbicara, tanpa memberikan Hilya kesempatan untuk berbicara ia terus-menerus mencium bibir Hilya


"jangan mikir aneh aneh, gue ga suka" ucap Arbhi lirih, seraya memandang wajah Hilya yang tertunduk

__ADS_1


"tapi oom, kita ini beda"


"beda apa?" tanya Arbhi seraya mengernyitkan dahinya, Hilya tak bisa menjawab pertanyaan Arbhi ia terlanjur merasa takut akan tatapan dingin Arbhi,


"yaya ... yaya..., denger yaa, gue ga peduli, gue gak mau lu jaga jarak kek begini sama gue" ucap Arbhi Seraya membelai kepala Hilya, namun Hilya hanya diam.


"jangan mikir macem macem," ucap Arbhi ia bangun dari duduknya dan mencium kening Hilya dan meninggalkan Hilya sendiri di kamarnya


"haaeehh ... sulit banget buat jaga jarak sama oom Arbhi, karena gue juga gak bisa bohong gue juga kangen oom Arbhi" Hilya terdiam.


Pukul 23.30 malam Hilya belum bisa memejamkan matanya ia tak bisa menyembunyikan perasaan pada Arbhi, ia juga tak bisa bila harus menjauhi Arbhi, Hilya terbangun dari tidurnya dan kemudian ia berjalan menuju dapur sebelum ia menuruni anak tangga ia melihat pintu ruang kerja Arbhi terbuka sedikit, ia mengintip dari balik pintu di dapati nya Arbhi yang sedang fokus mendesign dengan style celana levis pendek kaos putih rambut di ikat cepol dan memakain kacamata, dengan lihai membuat garis skala untuk design nya.


"yaya kangen oom. tapi yaya takut perasaan ini salah" ucap Hilya,


Didorong rasa rindunya Hilya berjalan masuk dan tiba tiba...


"maafin yaya oom" ucap Hilya seraya memeluk Arbhi yang terduduk dari arah belakang Arbhi terkejut ia menghentikan pekerjaannya


"hhhhaaaaah" Arbhi menarik nafasnya dalam-dalam


"yaya, gue tau mungkin gue terlalu tua buat lo, tapi gue sayang sama lo" ucap Arbhi serya membelai kepala Hilya yang berada di bahunya


"kita ini apa?" tanya Hilya, ia ingin mempertegas hubungan nya namun Arbhi diam tak menjawab


"gue ga bisa jawab sekarang, gue tunggu lo lulus, yang jelas gue sayang sama lu ya," ucap Arbhi ia ingin memberikan kepastian namun ada sesuatu yang masih mengganjal di hati Arbhi.


"heum, yaudah yaya balik ke kamar" ucap Hilya ia melepaskan dekapannya lalu ia beranjak pergi


Arbhi hanya bisa diam, ia pun sebenarnya ragu atas apa yang ia rasakan ia pun takut salah langkah bila ia ingin memberikan kepastian pada Hilya,


Senin pagi, Arbhi berangkat ke kantor lebih pagi, ia dengan cepat memimpin rapat, dan segera kembali ke ruangan nya, Senin pagi adalah hari sibuk bagi Arbhi, ketika Arbhi sedang fokus mengerjakan pekerjaan nya tiba-tiba


"honeey...." seorang wanita berlari dan langsung memeluk Arbhi erat dari belakang dan mencium pipi Arbhi berkali-kali.


Arbhi terkejut ia menoleh ke wanita tersebut.


"Jessica....!" ucap Arbhi


"i miss you..." manja Jesica pada Arbhi. ia terus memeluk Arbhi dengan erat namun Arbhi hanya diam tak bicara

__ADS_1



Jessica Maharani Martinez, gadis cantik dengan tinggi 170 dengan body sempurna dan rambut bergelombang berkulit putih mulus, siang itu ia datang menghampiri Arbhi setelah 4 tahun lamanya ia study, bekerja bahkan menetap di paris,


"lo inget balik???" tanya Arbhi dengan ketus


"hahah inget lah, masa aku lupa sihh, heumm honeey... aku kangen" manja Jessica


Arbhi bangun dari duduknya dan berdiri di hadapan Jessica


"ck, sini aku peluk" ucap Arbhi ia memeluk hangat Jessica siang itu,


"siapa, yang jemput lo di bandara??" tanya Arbhi kembali


"ga ada aku sendirian tuh, percuma kan aku telepon kamu juga pasti kamu ga mau jemput" ledek Jessica seraya mencolek hidung Arbhi


"gue kira lo udah lupa sama indo" ledek Arbhi


"hahaah yaa enggak lah,",


Jessica mendekati wajah Arbhi ia membelai bibir Arbhi dan ia mencium lembut bibir Arbhi, Arbhi hanya diam, mendapatkan ciuman dari Jessica


"emang ga kangen aku yaa" bisik Jessica ke telinga Arbhi


"hhhaaammmmmhh" Arbhi hanya menarik nafasnya dalam-dalam


Jessica tersenyum nakal dan ia pun mencium kembali bibir Arbhi, tanpa di sadari Arbhi pun terhanyut akan cumbuan dari Jessica ia pun tak menolak ciuman itu ia memeluk Jessica dan Jessica semakin liar mencium bibir Arbhi. namun tiba-tiba


"oom..." Hilya membuka pintu kantor Arbhi dengan tiba-tiba


"haa.. yaya..." Arbhi melepaskan ciuman itu ia terkejut akan kehadiran Hilya


"ooh. maaf.. ganggu" ucap hilya, dengan senyum tertahan dan rasa terkejut nya, ia kembali menutup pintu dan dengan cepat ia pergi menjauh dari ruangan Arbhi


"YAYA....!!" teriak Arbhi ia melepaskan pelukan Jessica dan segera berjalan keluar


"honeey...!!" panggil Jessica


"haaaaah." Arbhi menarik nafasnya dalam-dalam.

__ADS_1


"lo pulang dulu yaa, nanti gue ke apartemen lo" ucap Arbhi pada Jessica ia berlari mencari keberadaan Hilya


Arbhi berjalan cepat mencari Hilya yang pergi meninggalkan ruangan Arbhi.


__ADS_2