I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
KENAA DEH...


__ADS_3

Hari demi hari Hilya lalui dengan sangat teliti di ujian akhirnya karena ia mempunyai janji akan memberikan nilai yang terbaik untuk orang tuanya dan untuk Arbhi dan Hilya pun menunggu saat surat kelulusan itu ia terima ia ingin cepat cepat menghampiri Arbhi untuk tau kejelasan hubungan mereka.


Kamis siang Hilya mencoba mengirim chat pribadi pada Arbhi karena semenjak Hilya ujian akhir Hilya maupun Arbhi tak ada kontak sama sekali


📱


Hilya :


"oom, nanti malam acara selamatan haul orang tua yaya, oom kalo ga sibuk datang ya,🤭 kalo ga bisa juga gak apa-apa"


Hilya mengirimkan chat pada Arbhi namun ia tak membalas nya hanya membaca chat dari Hilya,


"hhhaaeeehh, cuma di read doang di balas kagak padahal online" Hilya memanyunkan bibirnya.


Dikediaman Hilya tampak sibuk semua tetangga Hilya dengan sukarela membantu wak Jenar memasak beberapa menu untuk acara nanti malam sepulang sekolah Hilya pun dengan gesit ikut membantu mempersiapkan segalanya untuk malam nanti.


Disela sela kesibukannya ia menyempatkan untuk beristirahat dikamar ia mengecek ponselnya namun sayang Arbhi tak membalas apapun pada Hilya.


"heum. jangan terlalu berharap banget yaya sama oom Arbhi, lu harus tau diri lu siapa dan dia siapa!" ucap Hilya dalam hatinya.


Selepas maghrib Hilya dan Tetangga yang lainnya sibuk menyusun kue ke berberapa piring kosong.


"teh, ni ada pak Andi dan ibu Ambar" wak Rudi memanggil Hilya.


Segera Hilya bangun dari duduknya dan ia pun menghampiri orang tua Arbhi.


"Hilya, Arbhinya gak di kasih tau yaa hari ini ada acara?" tanya pak Andi pada Hilya


"ah, heumm ga pak" ucap Hilya ia berbohong karena ia takut orang tua Arbhi tahu akan perasaan nya pada anak sulungnya itu,


"dia kemarin bilang ke ibu, katanya emang ga bisa datang banyak kerjaan, biasa lah Arbhi mah klo udah ada job lupa waktu" ucap bu Ambar seraya tertawa,


"gak apa-apa bu. ini juga makasih ibu sama bapak sempetin datang ke sini, oia silahkan duduk bu Hilya tinggal dulu bu masih ada yang harus di kerjakan di belakang" pamit Hilya


"ohh iyaa silahkan...", ucap pak Andi dan bu Ambar dan orang tua Arbhibhi pun di temani oleh wak Rudi dan wak Jenar.


"bales kek, apa kek kalo gak bisa datang karena banyak kerjaan jangan di cuekin" gerutu Hilya dalam hatinya


Beberpa menit menjelang acara tiba-tiba terdengar suara seseorang yang familiar di telinga Hilya

__ADS_1


"assalamualaikum" pria itu mengucapkan salam


"waalaikum salam" semua tamu undangan menjawab salam dari Arbhi.


Mendengar suara itu seketika hati Hilya berdegup kencang, Hilya melihat kedatangan Arbhi ia tampak tersenyum pada semua orang.


"tumben kamu datang katanya ga bisa datang?". tanya pak Andi


"bisa kok pi" ucap singkat Arbhi.


Hilya yang sedari tadi memandangi Arbhi, membuat ia merasa sedikit lega akan kehadiran Arbhi malam itu, Arbhi terlihat tampan dengan style baju koko putih, dan celana levis berwarna cream dengan rambut di Cepol


Seketika itu mata Arbhi beradu dengan Hilya, Hilya terlihat malu dan canggung, acarapun berjalan lancar, hingga semua tamu meninggalkan kediaman Hilya


Acarapun berjalan dengan khidmat, dan setelah selesai acara Hilya di bantu oleh beberpa tetangga membersihkan sisa sisa sampah dan piring yang masih berserakan. Arbhi diam diam mencuri pandang pada Hilya, Hilya yang saat itu masih sibuk tak menyadari bahwa Arbhi memperhatikan nya


Setelah selesai Hilya ikut duduk bersama orang tua Arbhi dan keluarga nya


tiba-tiba ponsel Hilya berdering dengen segera Hilya melihat ponselnya ternyata Arbhi mengirimkan chat pribadi pada Hilya


📱


Arbhi :


Hilya :


"gak pp oom, kalo sibuk kenapa di sempetin datang oom, gak apa-apa kok gak datang juga😁"


Arbhi :


"nanti lo marah,😏"


Hilya :


"haahaha yaa enggak lah, ngapain marah🤭"


Halnya itu isi chat dari Arbhi singkat namun membuat Hilya merasa bahagia dan senang Hilya senyum senyum sendiri membalas chat dari Arbhi ternyata ada sepasang mata yang menyadari bahwa Hilya dan Arbhi sedang mengirim chat


wanita itu hanya tersenyum, namun ada sedikit kekhawatiran pada raut wajahnya,

__ADS_1


Malam itu pak Andi dan bu Ambar pulang lebih dulu, sedangkan Arbhi masih tetap tinggal di kediaman hilya, malam itu hilya duduk di teras bersama Arbhi sedangkan orang tua Hilya sudah beristirahat di kamarnya


"heumm disini enak yaa damai, ga berisik, banyak suara kodok sama jangkrik kalo malam" ucap Arbhi seraya mengikat rambutnya


"haha iyaa oom. makanya yaya betah"


"heum, betah? terus lo ga ada niat mau pulang ke rumah gue??" tanya Arbhi seraya mengernyitkan dahinya


"hahaah, mau lah.... " Hilya tertawa tertahan


"lu boleh disini sampe hari kelulusan lo" ucap Arbhi seraya menatap lembut pada Hilya


"serius oom?" tanya Hilya dengan wajah ragu


"heum iyaa serius"


"nanti yang masakin buat oom siapa?"


"gue bisa beli di resto!"


"yang cuciin baju oom siapa?" tanya Hilya dengan nada khawatir


"gue bisa bawa ke laundry!"


"heum, yaudah deh" jawab Hilya seraya tertunduk


"gue cuma mau lo ngerasa nyaman di samping gue ga ada rasa takut, ga ada rasa ga enak, gue ga mau lo selalu mukir lo itu assisten rumah tangga gue yaya, karena gue pengen banget jagain lu" ucap Arbhi dalam hatinya sembari menatap Hilya


Arbhi tersenyum dan membelai lembut rambut Hilya, Hilya menoleh dan ia tersenyum manis tanpa mereka sadari ada sepasang mata mengintip dari balik jendela, ia menarik nafasnya dalam dalam-dalam lalu masuk kedalam kamarnya


"bah, apa cuma perasaan emak ajah yaa, kok emak rasa si teteh ada hubungan dengan den arbhi!" ucap wak Jenar


"ah, masa sih mak, kok emak bisa ngomong begitu" ucap wak Rudi sembari mengernyitkan dahinya


"tadi emak lihat mereka curi curi pandang, dan tadi di luar emak lihat den Arbhi membelai lembut rambut si teteh, emak khawatir bah, emak takut kisah Maya dan Angga terjadi sama si teteh" ucap wak Jenar dengan wajah penuh khawatir


"nanti kita coba nasehati si teteh yaa mak, semoga aja kecurigaan emak ga bener, kalo pun bener kejadian abah mau misahin mereka gimanapun caranya, soalnya kasian si teteh, takut sakit hati doang" ucap wak Rudi


kedua orang tua Hilya sangat mengkhawatirkan hilya mereka takut kejadian pada orang tua Hilya terjadi kembali pada Hilya.

__ADS_1


__ADS_2