I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
BERPISAH


__ADS_3

Senin pagi Arbhi berangkat lebih pagi ia harus menuju Jakarta pagi itu


"anak anak belum ada yg bangun nih" ucap Arbhi


"belum, semalam aku cek jam 11 masih becanda main ponsel, ketawa ketiwi ga tau deh ngapain"


"ichi lengket banget sama willy yaah" ucap Arbhi sembari mengunyah makanannya


"iyaa, sampe mandi juga maunya nunggu willy maunya dimandiin sama Willy,duhh ampun banget deh, tapi aku rada lenggang sih mas aku bisa fokus cek resto lewat virtual kalo willy udah ngasuh si bocil" ucap Hilya seraya tertawa


"yasudah Alhamdulillah kalo gituh"


"mas nginep di Jakarta?"


"iyaa kayaknya aku nginep di rumah bapak ajah di Tangerang, udah lama ga ketemu bapak sama ibu kamu"


"yasudah, nanti mas beli kue dulu yaa buat abah sama emak,"


"siaap bosku...", ucap Arbhi pagi itu ia sudah berangkat menuju Jakarta


siang harinya Hilya sibuk memasak di dapur di temani oleh wiilliam dan ichi meraka saling bersenda gurau di dapur


"bun, papa berapa hari di Jakarta?"


"heum dua hari kenapa sepi yaa" ledek hilya


"heheh iyaa " ucap William seraya tertawa


"kita sore ini ke ruamh oma sama opa yaa gimana biar ga sepi ajah "


"okeee bunda ayooo ichi udah kangeeeen sama oma"


William hanya tersenyum mendengar ucapan ichi.


beberapa hari kemudian sepulangnya Arbhi dari Jakarta wajah nya murung, Hilya yang memperhatikan sikap Arbhi iia lantas menghampiri Arbhi yang tengah sibuk di ruang kerjanya


"mas..." sapa Hilya


"heumm apa" ucap Arbhi datar


"kamu kenapa sih ko pulang dari Jakarta kayak murung banget" ucap hilya seraya memeluk Arbhi dari belakang


"haaaaaah .. aku bingung yank, bingung banget,"


"kenapa, mas ga mau cerita sama aku?" ucap Hilya, Arbhi hanya diam wajahnya terpancar kekhawatiran dan kesedihan


"aku bertemu dengan Richa di Jakarta" ucap Arbhi, Hilya melepaskan pelukannya.


"terus,. dia ngomong apa" tanya Hilya, akhirnya Arbhi menjelaskan semuanya pada Hilya malam itu, dengan langkah lemas, ia membuka perlahan pintu kamar anak lelakinya itu


ia berjalan perlahan, di belai rambut William, Arbhi yang melihat hanya diam teepaku di pintu kamar William


beberapa hari kemudian, di kediaman Arbhi, Hilya dan Arbhi memasak bersama dengan keluarga kecilnya meryek mengadakan bakar ikan dan seafood di halaman belakang rumah ichi dan William terlihat genbira mereka larut dalam canda dan tawa, lalu setelah makan siang selesai mereka bersantai di taman belakang sembari menikmati beberpa buah segar tiba tiba terdengar suara bel kediaman arbhi berbunyi.

__ADS_1


Arbhi dengan cepat bangun dan membuka pintu untuk melihat siapa tamu yang bertandang kekediaman Arbhi


"Richa .." ucap Arbhi dengan rasa terkejutnya


"mana willy" ucap Richa dengn wajah datar ia di temani oleh james suaminya yang hanya menunggu di dalam mobil yang tengah terparkir


"ga ada .. "ucap dingin Arbhi namun richa tak peduli akan ucapan arbhi ia merangsek masuk mencari William


"willy .. willy . ayoo pulang" ucap Richa dengan berteriak


Hilya terkejut ia segera menggendong ichi dan menghampiri tamu itu William pun sama menghampiri tamu itu


"mama..." ucap William dengan suara Tergetar di hadapannya ada ibu yang telah pergi selama dua tahun


"ayoo pulang di sini bukan tempat kamu,kamu ikut mama ajah ke Melbourne kita tinggal di sana" ucap richa ia menarik lengan anaknya itu


"gak .. willy mau di sini ajah sama papa" ucap willi ia menepis tangan Richa lalu berlari meninggalkan semuanya di lantai bawah


"richa ..!!! gue udah bilang kan willy ikut gue .." ucap Arbhi, Hilya hanya diam melihat Richa dan Arbhi berbicara, namun richa tak menjawab ia mengikuti William hingga kamarnya,


"mas... janga sampe Richa ngomong apapun sama Willy mas, sana mas cegah dia" ucap Hilya denga panik


Arbhi berlari ke kamar William


"mama ga mau tau ayoo pulang Disni bukan tempat kamu willy" ucap Richa sembari memasukan pakaian ke dalam tas milik William


"tapi disini willy bahagia ma sama papa sama bunda juga adek"


"WILLLY..!!! MEREKA BUKAN SIAPA SIAPA KAMU!!"


"DIA BUKAN PAPA KAMU!!!


"RICHAAAA....!!! Arbhi berteriak membentak Richa ia tak ingin Richa mengatakan itu pada William


"maksud mama apa??" ucap William dengan suara rendah


"Richa plis jangan ngomong apapun" ucap Arbhi mendekati rictha


"dia bukan papa kamu, mama juga ga tau papa kamu siapa!" ucap richa bagaika di sambar petir William mendengar ucapa itu ia terdiam


"Richa..! tegaaa lu..sakit lo itu" ucap Arbhi ia kecewa pada Richa yang telah mengatakan itu pada William


"maksud mama aku beneran ga punya papa" ucap William, Richa hanya diam Arbhi pun sama arbhi hanya menarik nafasnya dalam-dalam.


"JAWAB...MAA...JAWAB ..!!!" suara William meninggi


"MAMA GA TAU PAPA KAMU SIAPA, MAMA WANITA NAKAL MAMA BANYAK TIDUR DENGAN LAKI LAKI LAIN MAMA GA TAU KAMU ANAK SIAPA WILLY" ucap Richa sembari berteriak ia pun bingung harus menjelaskan bagaimana


"RICHA . !!! GILAA LOO YAA.." Arbhi pun berteriak pada Richa, Richa hanya diam


raut wajah William berubah seketika matanya memerah


"jadi aku, anak seorang p**c*r" ucap willi perlahan

__ADS_1


"willy kamu anak papa ..." ucap Arbhi seraya mendekati William


"Richa sini lo..." Arbhi menarik lengan richa menuruni anak tangga


"lo gilaaa ya, haa... lo hancurin hati anak lo sendiri"


"maaf, gue ga mau dia di sini dikeluarga yang nota bene ga ada darah dari keluarga lo sama sekali,gue bingung arbhi saat itu dia tanya gue asal ajah ucap lo bapaknya gue juga ga tau gue hamil sama siapa gue bingung" ucap richa


"yaa gue tau tapi gue udah bilang kan dia udah nyaman sama gue dan gue sama istri gue udah nerima dia" ucap Arbhi dengan kesal


"sorry gue tetap mau bawa willy"


"mbak.. maaf saya ikut campur, saya tau saya juga seorang ibu, tapi apa pantas mbak jujur seperti itu di hadapan willi, maaf mbak kami sayang sama Willy biarkan dia sini" ucap hilya


"maaf walaupun aku ga tau ayahnya siapa, tapi dia tetap anak aku. maaf sudah membuat repot kalian"


"willy mama tunggu di mobil.." ucap richa sembari berteriak memanggil William, dan meninggalkan Hilya dan Arbhi


"mas...kita ga bisa cegah willy pergi" ucap Hilya dengan linangan air mata


Arbhi hanya diam tak menjawab apapun, lalu tak lama willy menuruni anak tangga dengan lemas dan matanya yang memerah ada bulir air mata yang jatuh di kedua matanya


"willy... kamu tinggal disini sama bunda yaa ga usah pergi" ucap hilya seraya memeluk willy


"kaka..willy... jangan pergi....huuaaaa....huaaaa....." ichi menangis memeluk kaki willy


"maaf tante maaf, saya buat onar, saya salah, makasih tante sudah mau menerima willy, mau bagaimana pun Willy harus ikut mama" ucap Willy sembari terisak


William melepaskan pelukannya pada Hilya lalu menghampiri Arbhi


"oom.."ucap William


"papa .." ucap arbhi ia tak ingin di panggil oom oleh William


"hahah, maaf oom saya salah alamat, mungkin alamat yang mama kasih salak nomer rumah" ucap willy dengan tersenyum dan tawa namun Arbhi hanya diam.


Arbhi segera memeluk nya erat sangat erat ia sudah menyayangi William seperti anak kandungnya sendiri


"kamu tetap anak papa.. kamu bukan orang lain"


"masih boleh saya panggil papa apa masih pantas saya panggil papa sama oom arbhi"


"boleh...boleh! sangat boleh ini rumah kamu, kamu boleh datang ke sini sesuka hati kamu, jenguk bunda dan adek" ucap Arbhi dengan suara tergetar menahan sesak


"makasih pa... willy sayang sama papa... maafin willy pa...maafin willy" ucap William tangisnya pecah di pelukan Arbhi, mereka menangis penuh haru sangat berat bagi arbhi dan hilya melepaskan William.


"adek ..jangan nakal yaa, ka willy pergi dulu nanti ka willy jenguk adek lagi yaa" ucap William sembari memeluk ichi


William pamit pada Arbhi dan Hilya, hilaya kembali memeluk willy dan menciumi nya ia sangat berat melepaskan William, ia terus mendekap William


"sayang, sudah.. ikhlaskan " ucap arbhi seraya mendekati hilya


"maafin bunda nak, maaf"

__ADS_1


"willy 6yag minta maaf, bunda jaga kesehatan yaa papa juga" ucap william ia memeluk kedua orang tuanya itu, dan William pun pergi dari pandangan mereka berat rasanya melepaskan seseorang yang sudah mereka anggap seperti anak kandung mereka sendiri.


__ADS_2