I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
JAGA JARAK


__ADS_3

Pagi itu Arbhi membuka matanya dengan malas diliriknya jam di dinding kamarnya waktu menunjukan pukul 06.30 pagi. ia terbangun lalu berjalan keluar dari kamarnya di lihatnya pintu kamar Hilya yang tertutup rapat dan kosong tak berpenghuni, Arbhi berjalan mendekati kamar Hilya di bukanya perlahan


"hhaaehh... sepi amat, yaa udah ampir 2minggu ni bocah ga pulang" gerutu Arbhi dalam hatinya,


ia masuk dan merebahkan tubuhnya di atas kasur Hilya, ia memejamkan matanya kembali, pukul 8 pagi Arbhi sudah mandi dan berpakaian rapih iapun bergegas menuju kantor pagi itu, sesampainya di kantor Arbhi segera menyelesaikan design arsitektur untuk pembangunan gedung milik kliennya.


Ketika Arbhi sedang fokus, tiba tiba ponselnya berdering namun Arbhi mengabaikan panggilan itu, ia terus saja menyelesaikan pekerjaan nya itu


Sementara itu di kamar Hilya sangat kegelisah ingin rasanya ia kembali ke kediaman Arbhi namun Arbhi telah memberika libur panjang untuknya, Hilya hanya bisa diam memendam rasa rindunya pada Arbhi. ketika Hilya sedang berada di kamar tiba-tiba wak Jenar masuk ke kamar Hilya


"teh, lagi apa?" tanya wak Jenar


"ehh gak lagi ngapa ngapain kok mak" ucap hilya seraya tersenyum


"teh,. emak mau nanya, sebentar lagi teteh lulus, teteh mau tetep kerja di rumah den Arbhi?" tanya wak jenar seraya mengernyitkan dahinya.


"ga tau mak, hutang abah juga kan masih banyak mak, kayaknya teteh masih lanjut kerja dulu mak" ucap Hilya


"teh, maaf kalo emak salah, teteh jawab jujur yaa" ucap wak Jenar sembari memasang wajah khawatir


"ada apa mak" Hilya membetulkan duduk nya dan mencoba diam mendengarkan perkataan wak Jenar.


"teteh ada hubungan apa sama den Arbhi?" tanya wak Jenar dengan hati hati


Mendengar pertanyaan itu membuat Hilya terkejut dan terdiam


"teteh pacaran sama den Arbhi??" tanya wak Jenar kembali


Hilya hanya diam tak menjawab sepatah katapun ia hanya tertunduk ia ingin berkata sejujurnya apa yang ia rasakan namun ia tak ada keberanian untuk mengatakan semua. ia tak kuasa untuk jujur kepada wak Jenar karena Hilya pun masih bingung akan hubungan mereka

__ADS_1


"teteh bingung mak harus jawab apa!" suara Hilya bergetar


"teh, emak ga larang, teteh mau pacaran dengan siapapun, teteh mau dekat dengan siapapun itu, tapi tolong jangan den Arbhi, teteh tau kan dia dari keluarga yang berada, emak cuma takut.." wak Jenar tak melanjutkan ucapannya air matanya terlanjur menetes


"mak...maafin teteh mak" Hilya memeluk wak jenar


"mak cuma takut, kejadian yang sama kayak mama nya teteh terulang lagi" ucap wak Jenar dengan suara bergetar


jelas terlihat dari raut wajahnya yang terlihat khawatir dan takut, Hilya hanya diam menahan sesak


"kita harus sadar diri teh, kita ini siapa dan den Arbhi itu siapa, jangan terlena, emak cuma takut teteh sakit hati nantinya" ucap wak Jenar sembari membelai rambut anak gadisnya itu. Hilya hanya mengangguk seraya faham akan maksud wak Jenar.


Malam harinya, Hilya merebahkan tubuhnya di kasurnya yang jauh dari kata empuk namun cukup nyaman bagi hilya. berkali-kali kali ponsel Hilya berdering namun tidak di jawab satupun oleh Hilya


Hilya meraih ponselnya dan tertera nama "Arbhi" di ponsel Hilya, ia menarik nafasnya dalam-dalam dan mengabaikan panggilan itu, ia menaruh ponselnya di bawah bantal agar Arbhi berhenti untuk menelepon nya.


Selang beberapa menit ponsel hilya sunyi senyap, Hilya terdiam


ia meraih ponselnya kembali, Arbhi tak henti hentinya mengirimkan chat pada hilya


📱


Arbhi :


"lo udah tidur?"


"kalo bisa besok pulang yaa,"


"kenapa ga di angkat telepon dari gue,"

__ADS_1


"lo lagi sibuk?


Chat dari Arbhi tak ada satupun yang Hilya balas, ia hanya membaca chat dari Arbhi dan kemudian ia menonaktifkan kembali ponselnya.


Keesokan paginya Hilya segera berkemas dan kembali ke rumah Arbhi, sesampainya di rumah Arbhi nampak kosong tak ada Arbhi di rumah,


"heum, oom udah berangkat ke kantor kali" ucap hilya ia segera masuk ke dalam kamarnya dan segera Hilya membersihkan seluruh kediaman Arbhi karena terlihat berantakan setelah di tinggalkan oleh Hilya 2 Minggu lamanya.


Setelah semua selesai Hilya duduk bersantai di taman belakang di bawah pohon mangga.


"kayaknya gue emang harus jaga jarak sama oom arbhi" ucap Hilya dalam hatinya,


Hilya terbangun dari duduknya dan kembali ia kedapur untuk membuat susu coklat dingin ketika Hilya sedang membuat minuman kesukaannya tiba tiba


"akhirnya kamu pulang juga" ucap Arbhi tiba-tiba memeluk Hilya dari belakang


"ah, oh.. heum" Hilya gugup si perlukan seperti itu oleh Arbhi


"kenapa ga bales semalam?" tanya Arbhi sembari terus memeluk hilya, dan sesekali menciumi bahu Hilya


"oh, udah tidur oom," ucap singkat Hilya


"oh" Arbhi menjawab singkat pula


"kok dia beda yaa ada apa,?" gerutu Arbhi dalam hatinya


ia melepaskan dekapannya lalu melipat kedua tangannya sembari menatap dingin pada Hilya.


"oh, heum oom yaya ke kamar dulu ya" ucap Hilya ia segea meninggalkan Arbhi yang masih diam mematung di dapur.

__ADS_1


"maaf oom, yaya cuma takut, oom cuma. maenin perasaan yaya ajah karena yaya sadar diri yaya siapa di rumah ini" ucap Hilya dalam hatinya, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk nya.


Arbhi hanya menarik nafasnya dalam dalam, ia merasa sedikit kecewa ia sangat rindu pada Hilya namun Hilya seperti menolak akan perlakuan Arbhi pada dirinya.


__ADS_2