I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
MASIH 4 TAHUN YANG LALU


__ADS_3

keesokan harinya Arbhi bangun lebih pagi ia bergegas pergi meninggalkan kediamannya


ia menyambangi kediaman Hilya hari itu ia ingin meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan


"pak, bu, saya minta maaf" ucap Arbhi tebata wak Jenar hanya menangis tak bisa menjawab


"den, dari awal kami melarang Hilya untuk berpacaran dengan aden ini lah yang kami takutkan" ucap wak Rudi


"saya tahu pak, saya salah tapi saya sangat mencintai Hilya tapi saya juga ga bisa menolak keinginan oma" ucap Arbhi terbata


Faisal yang mendengar ucapan Arbhi terlihat raut kekesalan dalam dirinya


"udahlah lo mendingan pulang, urusan Hilya biar itu jadi urusan kami, toh akan lebih baik kalo Hilya jauh dari lo karena kalo Hilya masih disini dia pasti akan tambah menderita" ucap ketus Faisal.


Arbhi hanya diam ia tak bisa menjawab apapun


"saya mau tanggung jawab pak, bu saya mau cari Hilya ".


"hebat lo, mau cari kemana? mu tanggung jawab yang kayak gimana? lo jadiin adek gue istri kedua lo?" ucap Faisal


"a udah jangan emosi dulu" ucap wak Rudi


"biarin bah, biar dia tau kelakuan bejadnya, nakal, main cewek sana sini, sengaja pekerjain adek gue ngasih gaji tinggi ternyata..cuiihh.... lu nodain adek gue lo tidurin adek gue!!" ucap faisal seraya menggertak Arbhi.


"kami saling mencintai"


"oohh begitu ya, kalo saling mencintai kenapa adek gue bisa kabur dan dia kabur sambil bawa perut yang semakin membesar sendirian di luar sana!!!!" ucap faisal, arbhi terkejut akan ucapan Faisal


"maksud nya apa?"


"masih belaga bego lo" ucap Faisal dengan kesal ia melempar alat tes kehamilan ke wajah Arbhi, Arbhi hanya diam jantungnya berdegup kencang ia ambil alat test kehamilan tersebut dan ternyata garis dua yang menandakan Hilya positif hamil


seketika lututnya menjadi lemas tubuhnya seperti tak bertulang

__ADS_1


"sa...saya ga tau pak dia hamil" ucap Arbhi sembari menahan tangisnya suaranya bergetar


"den, sudah cukup mulai hari ini jangn cari Hilya lagi aden fokus ke rumah tangga aden saja biar Hilya kami yang mengurusnya jangan buat susah keluarga kami lagi den ibu mohon" ucap wak Jenar sembari menangis terisak.


Arbhi terdiam, akhirnya ia pun harus merelakan semuanya ia masih ingin mencari Hilya, semua teman Hilya ia datangi bahkan kediaman kakek dan neneknya pun ia datangi namun nihil ia tak ada di manapun


"ya Allah goblok banget gue. dia menderita sendirian di mengandung darah daging gue dan gue tau, kenapa lo ga ngomong sama gue Yaya, lo dimana, keadaan lo gimana" ucap Arbhi dalam hatinya ia kembali menangis di dalamm mobil sendirian.


sepulangnya mencari Hilya ia kembali ke kediamannya Jessica sudah menunggu Arbhi di ruang keluarga.


"sayang, kamu habis dari mana sih setiap hari ga pernah ada dirumah aku istri kamu pernikahan kita belum seminggu kamu sudah pergi ga tau kemana, kamu cari si babu itu kan...!"jessica terus saja mengomel Arbhi hanya diam tak menjawab ia melangkah kan kakinya menaiki anak tangga


"arbhi.....!!! brengsek kamu yaaa... kamu anggap apa aku?!!" ucap Jessica ia berteriak seperti orang kesurupan Arbhi mengehentikan langkah nya ia terdiam di anak tangga ke 4, ia menarik nafasnya dalam-dalam.


ia sudah malas meladeni Jessica ia berbalik arah melihat dengan tatapan dingin pada Jessica


"lo mau gue anggap istri?, gue gabisa? karena dari awal gue ga pernah mau nikah sama lo"


"kenapa sih, kamu masih mikirin babu itu ya hah...!"


"arbhiii....!!!!" Jessica semakin berteriak


"udah lah Jes gue males gue capek" ucap Arbhi ia kembali berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya


sementara itu Jessica masih berteriak memaki Arbhi dengan sumpah serapah namun Arbhi hanya diam


malam harinya mereka tidur di atas ranjang yang sama namun Arbhi hanya diam memunggungi Jessica


"dia pergi kemana, bagaimana keadaan janinnya" fikir Arbhi malam itu


tiba tiba Jessica memeluk Arbhi dan menciumi telinga Arbhi ia mencoba menggoda Arbhi dengan belaian nya


"sayang, kita pengantin baru kan" ucap Jessica

__ADS_1


"sory kalo lo mau malam pertama gue ga da niat, toh kita dulu udah sering making love kan itu juga karena lo yang sering godain gue, sekerang sorry gue ada rasa apa apa jes" ucap Arbhi seraya melepaskan pelukan Jessica ia terbangun meninggalkan Jessica yang sudah memakai lingerie transparan


" brengsek... gue fikir setelah menikah dia bakal tergoda ternyata, gak!!!" gerutu Jessica di dalam kamar ia kesal dengan perlakuan Arbhi.


ia meninggalkan kamar tidurnya lalu ia masuk ke kamar hilya dahulu ia merebahkan tubuhnya di kasur Hilya.


"di sini lebih nyaman," fikir Arbhi ia tak ingin melakukan hubungan intim di kamarnya karena ia teringat akan Hilya yang dulu juga pernah melakukan hubungan intim di atas tempat tidur Arbhi perlahan air matanya menetes


"kenapa gue sekangen ini sama Hilya, gue mau dia balik.." ucap Arbhi kembali


hari berganti hari minggu pun belalu bulan pun berganti rumah tangga Arbhi terasa hambar dan tidak harmonis


Arbhi berada di ruang design miliknya di kediamannya tiba tiba Jessica masuk membawa selembar surat


"tanda tangani ini" ucap Jessica, Arbhi yang sedang membuat sketsa terhenti seketika


"apa itu?" ucap Arbhi tanpa menoleh.


"masih nanya lo" ucap Jessica


Arbhi meraih kertas itu ternyata surat permohonan cerai ia menggugat cerai Arbhi tanpa fikir panjang Arbhi segera menandatangani surat itu lalu ia menyodorkan surat itu pada Jessica


"tega lo bhi, brengsek ..!" ucap Jessica ia fikir arbhi akan mengucapkan sesuatu untuk menahan perceraian ini karena rumah tangga mereka baru 6 bulan


"biar pengacara gue yang urus gue ga mau datang ke pengadilan buah buang waktu", ucap Arbhi dingin


"plaaak ...!" jessica menampar arbhi dengan keras lalu ia meninggalkan Arbhi begitu saja


arbhi terdiam ia menerima apapun yang akan dilakukan Jessica pada dirinya.


"aaaarggghhhhhhh....." ia berteriak ia membanting sketsa yang sudah ia buat ia lampiasan emosinya kepada semua barang di dalam ruangan itu hingga berserakan


Arbhi mengusap wajahnya ia merasa hancur sehancur hancurnya Hilya pergi, rumah tangga nya kandas ia pun tak bisa menemukan Hilya ini semua membuat dirinya depresi ia terduduk air matanya jatuh mengalir deras membasahi pipi ia ingin Hilya kembali, hari demi hari ia lalui, tanpa terasa sudah dua tahun kepergian hilya dan ia masih saja kehilangan jejak Hilya bahkan kini keluarganya pun pergi entah kemana rumahnya kini kosong sudah rata dengan tanah.

__ADS_1


di dalam ruangan yang di penuhi dengan lampu warna warni dan udara yang pengap karena banyaknya pengunjung untuk menikmati hiburan malam, akhir akhir ini Arbhi kembali ke kebiasaan lamanya selalu mencari hiburan diluar rumah sekedar berkumpul di club malam bersama teman temannya di pojokan ruangan ia sesekali meneguk minuman beralkohol miliknya ia selalu seperi itu pulang hingga pagi menjelang.


__ADS_2