
Hilya dengan perlahan membuka matanya karena ia merasa mesin mobil sudah tak menyala, ia melirik jam di tangannya sudah pukul 20.00 di lihatnya ichi yang masih tertidur, dan ia melihat Arbhi yang sudah menyandarkan kursinya ia tertidur pula, perlahan hilya memperbaiki posisi duduknya ia melihat ke arah arahi dan sedikit melihat apakaha arbhi juga tertidur, ia melihat wajah orang yang telah singgah di hatinya itu dalam dalam.
"masih terpesona lo sama gue!!" ucap Arbhi tiba tiba ia membuka matanya ia menyadari bahwa Hilya memerhatikan dirinya ketika tertidur
"haaaah..... " Hilya menarik nafasnya dalam-dalam.
"kita dimana, kenapa ga ke resto yang tadi aku mau pulang mobilku masih di sana kasian ichi" ucap Hilya
"mobil lo udah gue suruh amananin sampe lo balik dan gue udah bayar biaya parkir untuk 2 hari" ucap Arbhi singkat
"ini dimana?". ucap hilya kembali ia di parkiran di villa mewah
"ini villa milik papi, gue mau bagunin lo sama ichi tapi kalian tidurnya pulas banget" Arbhi terbngun lalu ia membuka pintu mobil dan membuka pintu mobil belakang seraya meraih tubuh ichi yang gempal.
" tapi...oom" ucap Hilya
"kalian nginep di sini dulu besok gue anter pulang" ucap dingin Arbhi
ia segera menggendong ichi dan menidurkan nya di kasur di kamar, ia pandangi wajah anaknya itu lalu ia menciumi ya dengan penuh kasih sayang. Hilya hanya berdiri terpaku melihat sikap Arbhi.
"lo tidur di kamar itu ya" tunjuk Arbhi menunjukan kamar untuk Hilya beristirahat
"aku mau tidur sama ichi"
"gue juga mau tidur sama ichi" ucap dingin Arbhi
"haah... ck,yasudah" ucap Hilya ia berjalan menuju kamar tidurnya Arbhi hanya menatapnya dingin
malam harinya Arbhi tak bisa memejamkan matanya dilihatnya ichi yang tadi terbngun untuk meminum susu dan ia tertidur kembali
Arbhi memeluk anak lelakinya itu, ia ingin sekali membawa ichie pulang namun pasti Hilya tak akan mengizikan saat ini di hadapannya ada Hilya yang dulu ia cari namun ego nya masih mengalahkan rasa rindunya terlebih tadi ia bertemu dengan mantan kekasih Hilya, ia semakin merasa kesal dan ia pun bingung harus bagaimana.
__ADS_1
"selain Sigit ada siapa lagi..!!" gerutu Arbhi dalam hatinya
kretak...kretaaakk
Suara gemeretak terdengar di dapur, Arbhi terdiam lalu ia terbangun, ia mengecek siapa yang berada di dapurnya, didapatinya Hilya sedang memasak air panas dan tercium wangi jahe, ia terlihat sangat cantik mengenakan piyama dengan rambut di gelung dengan jepitan,dan sedikit berantakan namun masih terlihat cantik Arbhi memandangi Hilya dalam dalam .
"eheeemmm...", Arbhi berdehem Hilya sedikit terkejut dan ia menoleh
"maaf oom ganggu, Yaya cuma mau bikin jahe anget kok" ucap Hilya hati hati
Arbhi berjalan menghampiri Hilya, ia berdiri di samping Hilya sangat dekat,
"selain Sigit dengan siapa lagi lo pacaran selama ini?" tanya Arbhi tiba tiba
"maksud oom?"
"heuh, sekarang lo lagi deket sama siapa?"
" ooh, hebat, udah banyak yang suka yaa" ucap Arbhi dengan ketusnya
"lo besarin ichie sembari pacaran sana sini?" tanya Arbhi kembali
"oom., ga semuanya single parent itu jelek, dan punya kehidupan yang buruk diluar sana, apa yaya harus ceritain semuanya perjuangan yaya besarin ichie? dan apa oom akan ngerti karena oom ga pernah tau rasanya kayak gimana"
"yaa gue emang ga tau perjuangan lo buat besarin ichie, seandainya lo ga kabur kaburan kayak dulu mungkin gue bisa tau dan bareng bareng buat besarin ichi dan lo ga sendirian,udah nggak usah lo cerita apapun sama gue, toh sekarang udah ada kan cowok yang nampung semua cerita lu sedihnya lo cerianya lo bahagianya lo tentang semua pekerjaan lho tentang semua "
"haaah, percuma beribu-ribu kali pun Yaya cerita Oom nggak akan pernah bisa ngerasain dan nggak akan tahu kan bahkan yaya sekarang ga akan peduli karena sekarang yang ada di pikiran Oom itu cuman jelek mandang yaya" ucap Hilya dengan suara bergetar
"siapa dia?" tanya Arbhi kembali
"maksud oom, siapa?"
__ADS_1
"cowok yang lagi deket sama lo sekarang dia siapa orang mana seperti apa dia apa dia bisa nerima ichi?"
"Om gak usah tahu dan nggak perlu tahu yang jelas dia bisa kok nerima ichie dia baik sama aku sayang sama ichi dan dia nggak pernah ngomong kasar sama aku dia baik dia lembut dia sayang sama aku Om"
wajah Arbhi seketika menjadi kesal dan sangat marah ia tak menyangka bahwa ada seseorang yang bisa menggantikan dirinya dihati Hilya ia juga kesal bahwa ada seseorang yang bisa menerima Ichi selain dirinya
mereka sama-sama terdiam menahan kesal Hilya pun sama menahan kesal pada Arbhi namun dalam hati kecilnya ia ingin sekali mengatakan sesuatu yang sangat penting pada Arbhi namun ia urungkan niatnya itu untuk mengatakan pada Arbhi karena ia melihat saat ini Arbhi sangat berbeda pada dirinya ia terlihat sangat membenci Hilya saat ini
"kenapa Om bisa cerai dengan Jessica?" ucap Hilya perlahan-lahan
"lo gak usah tahu dan nggak perlu tahu yang jelas gue ngelepasin dia karena lu karena gue tahu Lo pergi dari rumah lo bawa janin yang berisikan darah daging gua sendiri dan lu nggak pernah cerita sama gue"
"maaf, yaya lakuin ini semua karena yaya nggak mau, ngerusak perjodohan Oom sama Jessica"
"oh begitu jadi lu lebih milih semuanya nanggung sendirian lo nggak mikirin gue nggak mikirin apa pun nggak mikirin efeknya bagaimana setelah kepergian lu" ucap Arbhi penuh kesal
"udahlah Om enggak usah bahas-bahas lagi yang dulu sekarang yaya cuma mau fokus urus ichi yaya cuman mau cari uang yang banyak buat masa depan Ichi dan Yaya nggak pernah larang Om kok buat ketemu ichi itu aja" ucap Hilya
"oke gue nggak bakal mau bahas lagi tapi satu yang gue mau tanya sama lo, lo masih suka sama gue masih ada rasa rindu di hati lu sama gue masih ada cinta di hati lu buat gue?" tanya Arbhi sembari mendekatkan wajahnya pada Hilya
Hilya hanya diam tak mengucapkan apapun ia menatap tajam wajah Arbhi tanpa mengatakan apapun.
"jawab kenapa diam" ucap dingin Arbhi
"gak ada rasa apapun" ucap Hilya dengan suara bergetar
"oh oh begitu ya, ya sudah lusa gua pulang ke Bogor tapi tenang aja gue mau pantau ichie kok dan gue akan penuhin hak-haknya ichi keuangannya kesehatannya semuanya gue yang ngurus gua nggak mau lagi ngebabanin lu sendirian" ucap Arbhi perlahan
"ya, makasih pintu rumah Yaya selalu terbuka kok buat oom, bila oom mau nengok ichi"
Arbhi hanya diam mendengar ucapan Hilya lalu ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Hilya di dapur sendiri
__ADS_1
Hilya terdiam apakah semua ini yang terbaik apakah ia salah ucap ia sendiri tidak tahu dia sendiri bingung harus menata perasaannya dari mana.