
Senin malam Hilya sedang belajar di dalam kamarnya lalu tiba-tiba, hilya mendengar tangisan keras dari kamar Arbhi lalu dengan cepat ia mengetuk kamar Arbhi
"masuk..!" ucap Arbhi dari dalam kamarnya
Hilya membuka pintu kamar Arbhi, kamar yang luas dan hanya terdapat beberpa barang dan sofa santai di ujung dinding menghadap ke jendela luar
"irgi kenapa oom" tanya Hilya seraya menghampiri Irgi yang tengah di gendong oleh Arbhi
"biasa, pengen ke mami" ucap Arbhi seraya memeluk Irgi yang ada di gendongan nya
ponsel Arbhi berdering berkali kali namun Arbhi abaikan panggilan itu, ia terus menenangkan irgi yang semakin kencang menangis
"hhhuuwaaaaaa.... mami...mami....mami..." tangis Irgi pecah,
"sst ... de.. diem dong. besok mami pulang,", Arbhi mencoba menenangkan Irgi,
Hilya hanya diam melihat Arbhi mencoba menenangkan irgi
"irgi, sama ka yaya, yuk nanti kita main. irgi mau main apa ayoo sini sama kaka" Hilya membelai punggung irgi, dan mencoba menggendong nya
Irgi terdiam sembari terisak ia menatap wajah Hilya lalu ia menerima ajakan itu dan dengan mudah Irgi berpindah pada hilya , Arbhi terlihat menarik nafasnya dalam-dalam
"sayang, Irgi mau minum susu ga?" tanya Hilya namun Irgi hanya menggelengkan kepalanya
"mau nya apa dong kasih tau ka Yaya" bujuk Hilya kembali seraya membelai punggung Irgi yang memeluk Hilya dengan erat,
"kita ke dapur yuk. kita bikin cemilan" ajak Hilya. lalu dengan cepat Hilya membawa Irgi ke dapur untuk membuat camilan.
Arbhi dengan cepat mengangkat telepon yang sedari tadi berdering
__ADS_1
setelah menerima telepon Arbhi menghampiri Hilya dan Irgi yang sedang di dapur Arbhi mengintip kegiatan Hilya dan Irgi, Irgi terlihat lebih tenang dan senang membuat makanan bersama Hilya, melihat kedekatan itu Arbhi tersenyum manis,
"yaya, jagain Irgi dulu yaa gue mau selesai in kerjaan dulu udah mepet banget, harus di serahin besok ke klien" ucap Arbhi seraya membelai Irgi yang duduk di atas meja makan
"ooh iyaa oom. Irgi biar aku ajah yang jagain", ucap Hilya
"de, jangan nakal yaa mas kerja dulu, nanti kalo ngantuk bobo di kamar mas yaa" ucap Arbhi sembari mencium pipi adiknya itu, irgi hanya mengangguk mengiyakan.
Arbhi tersenyum dan meninggalkan Hilya dan Irgi, pukul 21.30 malam Hilya menggendong Irgi karena ia terlihat mengantuk, Hilya mencoba menidurkan Irgi dengan membelai dan menepuk punggung Irgi dan dengan cepat Irgi sudah tertidur lelap dalam dekapan Hilya,
Pukul 01.00 malam Arbhi sudah menyelesaikan pekerjaan nya ia membuka pintu kamarnya di dapati ya Hilya tertidur sembari mendekap Irgi dan tertidur pulas dia atas tempat tidurnya ia dengan hati hati mendekati Hilya ia melihat raut wajah Hilya yang terlihat lelah. ia melihat irgi yang tidur Dengan pulas, ia membelai rambut adik bontotnya itu dan mencium kening nya dengan lembut
Arbhi mencoba membangun kan Hilya, namun ia urungkan niatnya karena melihat Hilya sudah tertidur dengan nyenyak, ia membetulkan selimutnya dan menyelimuti Hilya dan Irgi agar lebih hangat.
"deg .deg . deg .deg.." tiba tiba jantung Arbhi berdegup dengan kencang, ketika wajahnya dekat dengan wajah Hilya, tanpa ia sadari ia membelai pipi Hilya dengan lembut dan ....
"chuup 😘*" ia mencium lembut pipi Hilya membuat Hilya mengernyitkan dahi dalam tidurnya
Hilya membuka matanya karena ia merasakan sesuatu, ia merasa ingin buang air kecil malam itu ia melihat jam di dinding kamar Arbhi waktu menunjukan pukul 03.00 dini hari. ia menurunkan kakinya betapa terkejutnya Hilya ternyata arbhi tidur di bawah hanya beralaskan karpet berbulu tanpa selimut dan hanya memakai bantal sofa, hilya bangun dan duduk di hadapan Arbhi ia menatap wajah Arbhi dalam dalam
"hidungnya mancung matanya sedikit sipit. kulitnya bersih banget, Allah menciptakan kamu dengan sempurna oom," bisik Hilya dalam hatinya bibirnya menyunggingkan senyum
"mau sampe kapan lu liatin gue kayak gitu, terpesona yaa, ganteng yaa gue?" ucap Arbhi tiba tiba,
"haaaah...ehh heumm" Hilya mulai panik, ia sedikit menjauh
ternyata Arbhi menyadari bahwa Hilya sedang memandangi nya dan ternyata Arbhi belum tidur.
Arbhi membuka matanya dan terduduk sembari membetulkan kaos oblong nya, ia duduk menatap Hilya yang salah tingkah, bibirnya tersenyum ketir,
__ADS_1
"oom, heum pindah deh ke atas kasur aku mau tidur di kamar" ucap Hilya, namun Arbhi hanya diam tanpa menjawab
Hilya segera bangun dari duduknya dan tiba tiba-tiba, Arbhi meraih tangan hilya
"jangan tidur di kamar. di sini ajah temenin irgi,!" ucap Arbhi ia menggenggam erat jari jemari Hilya
detak jantung Hilya berdegup sangat cepat Hilya menatap Arbhi, dan Arbhi hanya tersenyum manis pada Hilya, dengan tatapan lembutnya seolah berkata "jangan pergi"
"heum, nanti oom panggil aku ajah",
"mas arbhi. aku mau kamu panggil aku mas Arbhi" ucap Arbhi tiba tiba, ia semakin meremas erat jari jemari Hilya
"tapi oom..." suara Hilya tercekat
Arbhi tersenyum kembali melihat ekspresi wajah Hilya yang salah tingkah
"heeeuummpphh... bwahahahahaha.. " tiba tiba Arbhi tertawa terbahak-bahak namun ia segera diam menutup mulutnya
melihat' ekspresi itu Hilya hanya diam mengernyitkan dahinya ia heran mengapa tiba tiba Arbhi tertawa
"hahaha Yaya... yaya... lu gampang banget yaa terpesona sama orang. gue gituh ajah lu udah baper apalagi sama cowok di luar sana, lu punya cowok ga sih apa lu belom pernah pacaran. hahahaha aduuhh gue ga kuat liat muka lu yang terpesona kayak tadi,. lu naksir yaa sama gue", ucap Arbhi sembari tertawa
Hilya menahan kesal ternyata Arbhi mempermainkan dirinya
"gak lucu....!!" ucap hilya kesal ia keluar kamar dengan cepat dan menutup pintu kamar Arbhi dan masuk ke dalam kamarnya
"sialan, gue kira, oom Arbhi....arrrghhh....begoo bego banget sih, iih nyebelin baget tuh oom oom, gue udah deg degan dia malah begitu, haeeeh, yaa lagian bener juga kenapa juga gue harus terpesona dan baper sama majikan gue sendiri, aaah tapi tetepa ajah gue keseeellll" gerutu Hilya dalam hatinya ia kesal akan sikap Arbhi
sementara itu Arbhi merebahkan tubuhnya di samping irgi. ia memeluk adik bungsu nya itu, Arbhi tersenyum manis ketika ia teringat akan ekspresi wajah Hilya yang terlihat kaget, baper, dan kemudian kesal.
__ADS_1
tanpa mereka sadari sebenarnya mereka sudah sedikit merasakan adanya rasa suka dan tertarik satu sama lain namun Arbhi yang mempunyai karakter dingin cuek kasar ia tak ingin mengakui kareana ia hanya menganggap hilya hanya seorang anak SMU yang belum dewasa dan Hilya ia sudah sedikit merasakan hatinya hangat oleh sikap Arbhi namun ia tak ingin berlarut-larut dalam perasaan nya karena ia menyadari ia hanyalah assisten rumah tangga di kediaman Arbhi