
keesokan harinya bu Ambar dan pak Andi sedang bersantai di villa keluarga Sidharta bersama anak bontotnys, Aldi dan istri Aldi
"Kesya, Aurel bangun tuh nak..." ucap bu Ambar ia mendengar anak Aldi terbangun dan menangis
"ohh iyaa mi," Kesya segera maengambil anaknya yang tengah tertidur
bu Ambar melihat Kesya dengan hati hati mengendong bayi nya itu
"kenapa tiba-tiba kebayang wajah Hilya ya" ucap bu Ambar ia termenung
"mi.. mami.. " Kesya mencoba menyadarkan lamunan mertuanya ya pagi itu
"ahh... hehe gak apa-apa, kamu ga mau pake baby sitter nak" tanya bu Ambar
" ga usah mi, Kesya ga mau kelewatan masa pertumbuhan periode emasnya Aurel, itu kan berharga banget mi dan bisnis Kesya juga bisa di kerjain di rumah kok" ucap Kesya
ia adalah istri dari aldi mereka pun sama di jodohka oleh oma namun bedanya mereka saling menyukai ketika pertama kali kedua keluarga bertemu.
"yasudah, mami ga mau maksa tapi kalo kamu kewalahan cepat cepat kabarin mami yaa nak..." ucap bu Ambar seraya membelai bahu menantunya itu
bu Ambar kembali terduduk termenung fikirannya menerawang, dilihatnya kontak Hilya di ponselnya ia ingin sekali menelepon Hilya namun ia tak kuasa
"mi, udah telepon Arbhi belom dia berangkat dari Jakarta jam berapa?" tanya pak Andi
"katanya jam 7 udah berangkat, mungkin siang baru sampai"
bu Ambar dan pak Andi menikmati teh hangat beserta beberapa kudapan pagi itu,
"mi, Aldi perhatiin mami agak murung kenapa? ada masalah apa ga enak badan mau kedokter ga mi" tanya Aldi
"haha ga kok gak apa-apa" ucap bu Ambar berseloroh
" heum mami kamu masih kepikiran semalam, kita ketemu Hilya" ucap pak Andi
" haah .! beneran mi,?" tanya Aldi ia terkejut, lalu bu Ambar hanya mengangguk mengiyakan
__ADS_1
"dia cantik , keibuan, lembut, beda dari Hilya yang dulu dia sudah menikah dan punya anak laki laki", ucap bu Ambar sembari pandangan nya menerawan
"mami ga minta kontaknya Hilya?"
"mami minta tapi mami ga enak, kita sudah menyakiti Hilya dan keluarga nya akibat ulah Oma, mami takut Hilya ga nyaman ketika ada kontak kembali sama kita,"
"yaudah mi, yang penting kita tau sekarang dia hidup lebih baik, dan sehat" ucap Aldi kembali seketika wajah bu Ambar memerah air matanya mulai mmemenuhi kelopak matanya
"mami, ngerasa bersalah banget sama Hilya, mami ga tau kalo cewek yang kaka kamu cintai itu Hilya, sampe dia kabur dan pergi entah kemana itu gara gara keluarga kita juga" ucap bu Ambar dengan suara bergetar
"sudah mi.. sudah yang sudah berlalu jangan di ingat lagi, toh Hilya sudah mendapatkan jodoh yang baik, keluarganya harmonis kan" ucap pak Andi seraya membelai lembut bahu istrinya itu.
sore harinya Arbhi sudah berkumpul.bersama keluarga hari itu adalah hari spesial ulang tahun Arbhi. semua merayakan hari lahir Arbhi dengan segala makanan mewah
"nak.. usia kamu semakin bertambah apa harapan kamu nantinya apa ga mau menikah lagi?" tanya bu Ambar
"males mi, udah mati rasa" ucap Arbhi singkat
"heum, jessica sudah mau punya anak dua dengan suaminya di prancis sana kamu sampe kapan mau begini terus nak,"
"enjoy dengan pelarian ke club' malam pulang pagi selalu ajah begitu Arbhi" ucap bu Ambar dengan suaranya yang melemah
"mi, kenapa sih kemarin kemarin mami ga komplaine sekarang kenapa jadi rewel, ada apa mi" ucap Arbhi seraya memeluk ibunya itu
"gak apa-apa, mami cuma takut kamu terlalu lama sendiri" ucap bu Ambar padahal hatinya sangat sedih, ia tahu selama ini hatinya Arbhi untuk hilya namun ternyata Hilya sudah milik orang lain, ia tidak bisa membayangkan bagaiman perasaan Arbhi bila ia cerita bertemu dengan Hilya beserta anak dan suaminya.
beberapa hari kemudian keluarga Sidharta sedang makan siang di salah satu restoran di jogjakarta ia bertemu seseorang.
"mas Arbhi" suara itu memanggil Arbhi, lalu Arbhi menoleh pada suara itu
"pak Tubagus apa kabar pak" Arbhi menyalami pak Tubagus yang kala itu datang untuk makan siang
" baik mas.. baik, loh kok bisa ada di jogja?"
"hahah iyaa pak, ini ada acara keluarga" ucap Arbhi seraya mengenalkan pak Tubagus ke pak andi dan bu Ambar
__ADS_1
" saya baru datang hari ini jadi makan siang dulu. besoknya saya langsung ke jawa timur mas" ucap pak Tubagus
"waah sibuk banget yaa pak" ujar Arbhi
"hahah yaa begitulah,"
mereka bercengkrama bersama saling bercerita, pak Tubagus adalah seseorang yang sering memberi tender besar pada Arbhi, ia jugalah yang mengakusisi perusahan ayah Jessica yang beberpa tahun kemarin tengah krisis,
siang itu pak Tubagus, pamit pulang dan merekapun berpisah, seketika fikiran Arbhi melayang, ketika melihat pak tubagus ia terngat akan Hilya,
"berkat hilya hingga saat ini gue selalu di berikan tender besar, pada awalnya beliau marah gue ga nikah sama Hilya dan hampir memutuskan kontrak kerja tapi Alhamdulillah, dia teteap percaya sama gue" ucap Arbhi ia terdiam lagi lagi ia teringat akan hilya uang sudah pergi entah kemana selama 4 tahun akibat kebodohan Arbhi.
malam minggu semua keluarag Arbhi Telah bersiap dan menuju ke salah satu rumah mewah milik kolega Arbhi.
sesampainya di sana mereka di jamu dengan baaik
"saya puas loh mas Arbhi dengan semua design rumah ini" ternyta rumah mewah itu milik pak Tubagus
"Alhamdulillah pak kalau begitu,.saya hanya mengikuti selera klien saja" ucap Arbhi berseloroh
"ahh mari mas Arbhi,pak Andi dan ibu kita langsung makan malam saja menu hari ini sangat sepesial pak Tubagus membawa keluarga Arbhi ke meja makan
semua keluarag pak Tubagus berkumpul di meja makan
"loh koki spesial kita mana ini" ucap pak tubagus seraya tersenyum
"ada pak, masih di belakang satu menu lagi" ucap istri pak Tubagus
seseorang membawa masakan yang sangat nikmat malam itu harumnya sudah tercium dari kejauhan ia meletakkan piring berisikan lobster besar dengan bumbu istimewa
namun semua mata terbelalak mereka semua terkejut terutama keluarag arbhi.
"HILYA....!" ucap lirih keluaraga arbhi Termasuk arbhi.
mereka tak menyangka seseorang yang hilang 4 tahun yang lalu kini ada di hadapan mereka.
__ADS_1