
Disebuah sekolah SMA swasta dikota J..
"Abbi,,tunggu !” teriak Hany sahabat dekatku.
*Hosh.. hosh* henny terengah-engah.
“Haahh… gilaaa,, badan mu kecil tapi jalanmu bisa cepet banget yaa!” omelnya sambil berjalan mengekoriku.
“Mau gimana lagi Henn, kamu kan tahu sekarang pelajaran bahasa Inggris,, siap yang berani ngadepin Bu Nilam yang guualaknya minta ampun, sudah jangan cerewet ayo buruan!!” sambil setengah berlari menyusuri tangga menuju kekelas yang ada di lantai dua.
“Kamu ini makan apaan ya.?? aku lihat tinggimu itu cuma 153cm tapi jalanmu ngalah-ngalahin setan terbang!!” gerutu Hany yang lagi-lagi tertinggal jauh di belakangku.
Mendengar gerutuannya aku hanya tersenyum tipis sambil terus mempercepat langkahku,
*Brakkk..* aku membuka pintu bertanda 2B dengan cepat tanpa menyadari apa yang sudah menungguku.
“Abigail Ariesta!!!” teriak Bu Nilam yang ternyata sudah ada didalam kelas.
“Sudah terlambat, gak ada sopan-sopannya pula!!” marahnya.
“hossh.. hossh.., Permisii,, maaf Bu kami terlambat” ucap Hany dengan lugunya dari belakang.
Bu Nilam pun melotot ke arah Hany,, dengan suara cempreng khas miliknya,
“Kalian berdua berdiri di bawah tiang bendera sampai jam pelajaran saya usai sekarangg!” bentak Bu Nilam.
“Buu,, jangan begitu dong,, kita terlambat kan bukan sepenuhnya kesalahan kita juga” ucapku sambil memelas.
“Tadi Pak Hendro menyuruh kita untuk fotocopy, bahkan jam istirahat siang kita saja sampai nggak sempat makan,,Can you forgive me for this time Mrs?” rayuku memelas.
"Jangan bohong kamu!!" bentaknya.
Dengan wajah galak di melihat ke arah Hany untuk memastikan.
"Apa betul itu Hann?” tanya Bu Nilam mengkonfirmasi jawabanku pada sahabatku itu.
“Iya betul Bu,, mana berani kami berbohong” ucap Hany.
“Ya sudah ,, kembali ke tempat duduk kalian! tapi ingat Ibu tidak mau kejadian ini terulang lagi”
“Thankyou Mrs Nilam” ucap kami dengan kompak.
“Kita selamat Hann,, “ ucapku sambil menyenggol lengan Hany yang duduk semeja denganku.
“He,, he,,, iya untung saja…”ucapnya terkekeh.
“He.. he.., padahal kita terlambat bukan gara-gara foto copy tapi karena keasyikan makan bakso sampe lupa waktu.” Bisikku cengengesan.
“he,, he,,iya sih” jawabnya.
2 Jam pelajaran akhirnya selesai juga,
“Haahhh.. akhirnya istirahat juga, Han ke kantin yukk,, lapar nich!!”
“Gilaa lu Bii,, tadi pas fotocopy kan kita habis makan bakso di tempat bang Mimin masa sekarang sudah lapar lagi?? Itu perut apa gentong?" Seru Henny setengah berteriak.
“Ssstttt, berisik lu Hann,, malu tahuuu!” tegurku sambil melotot ke arahnya.
__ADS_1
“Upsss,, sorry-sorry keceplosan,, habisnya kamu kayak gak ada kenyangnya jadi orang!” omel Hany.
“Ya maklum kan aku masih dalam masa pertumbuhan” jawabku sambil nyengir.
“Pertumbuhan apaan,,!? perasaan makanan satu kantin kamu borong, badanmu sampe sekarang juga ga nambah tinggi tetap aja kerdil!!” ejeknya.
“Sialan lu,, enteng banget itu mulut ngatain!!” omelku.
“Ha,,, ha.” Hany tertawa keras melihat aku yang kesal karena ejekannya.
“Dasar sohib sublukk!!” sambil menyeretnya kearah tangga dan berjalan menuju ke kantin.
Baru saja kami berbelok,,
“Biii,,, Abbii..!” panggil seseorang dari arah belakang.
“Bii si Ahui panggil-panggil kamu tuhh” bisik Hany.
“Hmm aku juga dengar kalii Hann, itu si Ahui bukannya kaka kelas kita dari IPS 3C ya?”
“Iyaa!!” Jawab Hany datar.
Ahui cowok tinggi berkulit putih bermata sipit dan berkacamata , itu pun mendekati kami berdua,
“Bii, aku mau ngomong sebentar sama kamu bisa gak?”
“Emmm, memangnya ada apa Ko?"
"Ikut saja,, cuma sebentar kok" jawab Ahui gugup.
"owwh oke" jawabku.
“Oke, aku tunggu kamu di kantin aja ya”
“Yooi,, “
Hany kemudian meninggalkan aku berdua dengan Ahui yang berdiri tepat di samping kelas 1C dekat tangga yang menuju ke lantai dua tempat kelas dua berada.
“Bii kamu mau ke kantin ya?, sorry yaa ganggu jam istirahat kamu” ucapnya berbasa-basi sambil merasa ga enak kepadaku.
“Iya Ko gak apa-apa, oh iya kamu tadi katanya mau ngomong sama aku,, mau ngomongin apaan ya??” tanyaku sambil tersenyum ramah pada Ahui yang biasa dipanggil Ko.
“Emm, ini.., Kamu,, apa bisa nerima ini gak?” tanyanya sambil memberikanku sebuah kotak kecil yang dibungkus kertas kado dengan pita pink yang cantik.
“Apa ini Ko?" tanyaku.
“Emm itu buat kamu” jawabnya sedikit kikuk dan berkeringat.
“Tapi aku kan gak lagi ulang tahun Ko?” jawabku dengan polos sambil menolak pemberiannya.
“Iya aku tahu kamu ga berulang tahun Bi,, kamu ambil saja,, tapi bukanya di rumah saja ya! ,, emm,, aku tunggu jawabannya besok ya!!” ucapnya sambil meletakkan kado kecil itu k tanganku.
“Ohh,, iya,, terima kasih Ko” ucapku dan tersenyum tulus untuk pemberiannya.
“Ehh iya,, sama-sama, aku tunggu besok pulang sekolah ya!” ucapnya lagi salah tingkah.
“Hmm” jawabku sambil menganggukkan kepalaku.
__ADS_1
“Terima kasih Bi,, emm,, itu,, sekarang boleh ga aku nemenin kamu ke kantin?” tanyanya dengan sedikit gugup.
“Bolehh,, ayoo” ucapku sambil berjalan menuju ke kantin.
Sementara Ahui mengimbangi langkahku dan berjalan disebelahku, sambil sesekali mencuri pandang ke arahku.
“Biii!!” teriak Hany yang duduk diujung ruangan kantin di dekat pintu keluar kantin.
Akupun melambaikan tanganku kearahnya, dan dudku di depan Hany diikuti Ahui yang menyusulku dan duduk disebelahku.
“Kamu mau pesan apa Bi biar aku pesanin sekalian?” tanya Ahui.
“Ga usah Ko terima kasih, biar aku pesan sendiri saja” jawabku merasa ga enak sama perhatiannya.
“Ga apa Bi,, anggep aja ini permintaan maaf ku karena mengganggu jam istirahatmu,, please!?” pintanya dengan tullus.
“Ohh,, ya sudah dech aku mau es teh sama siomy Bandung aja” jawabku sambil tersenyum ke arahnya.
“Ko sekalian traktir aku juga dong!! Ga adil kan kalau kamu hanya traktir Abbi aja!!” cerocos Hany tanpa malu.
“Boleehh,, mau pesan apa tinggal pesan aja, nanti aku yang bayar semuanya” ucap Ahui sambil melihat kearah Hany.
“Okee,,, thankyou boskuu, jangan menyesall yaa!!” seru Hany dengan senang dan langsung menuju tempat pemesanan makanan.
Sementara aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah sahabatku yang selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan setiap aku ditraktir sama cowok yang menembakku.
“Sorry ya Ko” ucapku merasa gak enak sama Ahui.
“Santai aja Bi,, ga masalah kok” jawabnya.
Kemudian dia berjalan menyusul Hany ketempat pemesanan makanan dan membayar semuanya.
Tepat selesai makan, bel tanda jam istirahat telah selesai pun berbunyi.
Kami pun kembali kekelas kami masing-masing untuk mengikuti pelajaran terakhir.
Salah satu pelajaran yang paling aku benci,, Kimia,,
“Aisssh,, sumpah kalau bisa kabur aku akan kabur niihc” batinku yang sedang mendengar penjelasan turunan zat-zat kimia beserta singkatan-singkatannya yang bikin kepalaku berdenyut.
“Kenapa lu” tanya Hany melihat kearahku yang sedang memijit keningku dengan jariku.
“Ga apa-apa,, Cuma puyeng aja lihat ini tabel!!" gerutuku.
“Kkkkkk…, mabok kimia ya” ucap Hany sambil tertawa kecil.
“Abii!! Hany maju kedepan jawab pertanyaan di paapn tulis!!” ucap Pak Sandy guru kimiaku dengan suara menggelegar.
“Mamp*sss akuu!!”batinku sambil mlirik ke a ah Hany.
“Han,,??!”
Bersambung
Visual Abigail dan Hani
__ADS_1