I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Kencan sebelum Berpisah


__ADS_3

Satu Minggu berlalu sudah,, Yogi sudah selesai untuk ujiannya


Sementara Abigail duduk santai sambil nonton tv, menikmati jus jambu merah yang dibuatkan ibunya.


"Tumben kamu gak jalan sama si Yogi dek!" tegur Seno.


"Hmm dia kan ujian kelulusan Kak!"


"Oww,,, Pantesss... Bagi dong dek!" sambil mengambil gelas jus didepanku dan meminumnya.


"Kakk ambil sendiri nohh di kulkas!" Omelku.


"Kamuu nih dekk pelit amatt!"


" Bukan Pelit Kak,, tapi sama ibu kan sudah di bagi bagiannya masing-masing!" jawabku membela diri.


"Tuhh kan tinggal setengah!!' protesku melihat isi gelasku hanya tinggal setengahnya.


"he..he.. he maaf Hauss..!"


"Tauuu!!" kesalku.


"Ibu mana dek?"


"Tuhh diteras.. lagi merawat anak kesayangannya !"


"anak?? anak siapa?"


"ishh Kakak nich lemot amat sih!!" Omelku.


"lemot yang mananya,, kan kakak tanya anak siapa,, Emang salah pertanyaan Kakak??" sambil memandang heran kearah Abigail.


"Anak kesayangan Ibu didepan siapa lagi kalau bukan bunga hiasnya!" ucapku sedikit ketus.


"Yeeeii.. ngomong dong dari tadi!" sahutnya gak mau kalah.


"Tauuu Ahh Lap!!"


Kak Seno kemudian keluar menuju teras,, tepat di saat itu terdengar bunyi motor milik kak Yogi masuk dan berhenti di halaman rumah.


"Selamat pagi Tante,,,,!" sapanya dengan ramah.


"Pagi Nak Yogi,, baru pulang sekolah,, baru jam 10 lewat kan?? pulang cepat ya?"


"Iya Tante, pulang cepat,, baru selesai ujian untuk pelajaran terakhir"


"Oww,, pantess!"


"Wahh umur panjang nich,, baru aja kita ngomongin kamu!" ceplos Seno yang baru nongol dari dalam rumah.


"Ngomongin aku Kak,,??"


"Hmm,, tumben kamu jarang main,, kirain sudah cari pacar baru?" goda Seno.


"He.. He,, ya nggak lah Kak!" jawabnya sambil menahan malu didepan Ibu dan Seno.


" Siapa tahu saja,, lagian pacar kamu itu kan CEREWET, MAKANNYA BANYAK, BAWEL PULA!!!" ucap Seno menyindir adiknya dengan suara keras.


"Kak Senoooo!!!"


*Pukkk*


Abbi berteriak menegur kakaknya sambil melemparkan sandal jepit yang dia pakai kearah Seno.


"Tuhh kan betull galak juga bawel kan!!" ucap Seno sambil tersenyum puas mengerjai adiknya.


Yogi pun hanya tersenyum lebar melihat Seno dan Abbi sekarang berdebat.


"Jangan kaget Yo,, dua anak Tante itu memang seperti itu,, kayak Tom dan Jerry!" ucap Ibu.


"Kakak Tom, kamu Jerry nya!" ceplos Seno sambil menunjuk muka Abigail.


"Bodook!! Weeek" sambil menjulurkan lidahnya Abigail berjalan ke arah Yogi.


"Ayok masuk Kak, ga usah peduliin si Bujang lapuk ini!" ucapku sambil menyindir Kak Seno.


"Permisi Tante,, Yogi masuk dulu"


"Iya Yog,,. masuk aja..!" jawab ibu sambil menggelengkan kepalanya melihat kedua anaknya selalu ribut.


"Enak aja ngatain Kakak Bujang Lapuk,, Oii,, dasar bawell,,!" omel Seno.


"Sudah Senn,, kamu ini suka banget gangguin Adikmu!" tegur Ibu.


"He..He habisnya Abbi kelihatan nggemesin sih Bu kalau pas manyun!" jawab Seno sambil tertawa lucu.


Lagi-lagi ibu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Sementara Abi dan Yogi sudah duduk bersebelahan di sofa sambil nonton TV.


"Bentar Kak aku ambilin minum buat Kakak ya!?" ucap Abi sambil berdiri.


"Nggak usah Bi,, kamu temani aku aja disini,, toh cuma sebentar ,,, aku kesini mau ajak kamu jalan!"


"Oww,," jawab Abi sambil menyeruput jus jambu ya yang masih setengah.


"Kak Mau?" tanyaku sambil menawarkan jus buah milikku.


"Boleh??"


"Boleh kalau Kak mau!"


Yogi mengambil gelas jus dari tangan Abi dan meminumnya.


"Seger Bi,, lebih seger lagi karena ini bekas mu,, rasanya kayak ciuman gak langsung!" bisiknya ditelingaku,, membuat aku bergidik geli karena hembusan nafasnya.


"Yeeeii,, maunya!!" jawabku.


Yogi pun terkekeh mendengar jawaban Abbi.


"Kak tunggu disini aku ganti baju dulu ya!"


"Gak usah ganti Bi,, gitu aja kamu juga sudah cantik kok,, gombalnya!!"


"Memangnya kita mau kemana Kak?"


"Ke Kafe biasanya!"


" Yeiii,, mau nongkrong di cafe masa iya aku pake babydoll begini!!" Omelku.


"He.. He.. iya bercanda Bi"


"Pakai kaos sama celana panjang sekalian pakai jaket,, cuacanya panas ntar kamu bisa gosong!" ucapnya perhatian.


"Siap Tuan Mudaa!" jawabku sambil membungkukkan badanku.


sesaat kemudian Abi dan Yogi keluar dari rumah,


"Tante ,, Yogi minta ijin mau ajak Abi jalan boleh kan Tan?" tanyanya pada Ibu.


"Mau jalan-jalan kemana Yo?" tanya Kak Seno.


"Dekat-dekat sini kok Kak!"


"Baik Tante" jawabnya


"Buu, Abi jalan dulu ya!" pamitku sambil mencium pipinya.


"Ciyee.,, Ciye ada yang mau kencan nihh,, awas ada setan lewat owww?!" goda Seno.


"Iya ada setan lewat,, Kak Seno tuh setannya!!" Ceplos Abbi.


"Ha.. ha.. kamu ini Bi.. Bii..!" ucap Ibu sambil tertawa mendengar ucapan Abigail.


Sementara Seno hanya bisa nyengir,, dan Yogi hanya tersenyum lebar melihat Seno dan Abigail yang lucu.


Yogi pun mulai menyalakan motornya dan mulai melakukannya dengan kecepatan sedang,,


"Ehh Kak,, ini kan bukan jalan ke arah Kafe!?" tanyaku dengan heran.


"Hmm,, aku berubah pikiran Bi,, mumpung masih pagi aku mau ajak kamu ketempat bagus!" jawabnya.


"Kamu pegangan yang erat ya,, jaraknya agak jauh!" ucapnya lagi.


Tanpa banyak bertanya lagi Abbi langsung memeluk erat pinggang Yogi.


Motor mulai melaju dengan cukup kencang sekita 80-100km/jam.


Satu setengah jam kemudian mereka berdua sampai disebuah tempat wisata alam.


"Kamu mau makan atau kita keliling-keliling dulu??" tanyanya.


"Kak sudah lapar belum?" tanyaku balik.


"Belum,, kamu?"


"Belum juga,, kita jalan dulu aja ya Kak,, jam 1 aja baru kita makan siang gimana!?"


"Ya sudah ayo!" ajaknya sambil menggandeng tanganku.


Setelah membayar tiket masuk, sekaligus beberapa tiket untuk beberapa wahana,, Yogi kemudian segera mengajakku berjalan kearah persewaan ATV.


Kami berdua seakan seperti melakukan tour off road,, melewati jalan yang sedikit berlumpur dan sedikit berbatu,, sambil menikmati pemandangan bukit hijau yang menyejukkan mata.


Setelah puas berkeliling dengan memakai ATV, wahana flying fox menjadi tujuan berikutnya.

__ADS_1


Tanpa terasa satu jam lebih kami bermain menghibur diri.


Kami berdua kemudian menuju food court yang ada didekat gerbang pintu masuk.


"Seru banget Kak,, makasih ya sudah ajak aku kesini" ucapku tulus.


"Aku juga berterima kasih Bii,, kamu mau menemaniku kesini,, stress ku selama satu Minggu langsung hilang! jawabnya dengan senyum sumringah.


Menikmati sate kelinci dengan lontong dan juga segelas teh hangat untung mengurangi hawa dingin yang masih menyeruak sekalipun hari sudah siang.


Selesai makan kami berdua jalan-jalan sambil menurunkan isi perut yang penuh sesak.


1jam kemudian Kak Yogi menyerahkan tiket terakhirnya,, sebuah kuda coklat bersurai hitam tampak gagah menawan, dituntun mendekat kearah kami oleh seorang penjaga.


Kak Yogi kemudian membelai Surai kuda itu..


dengan dibantu Kak Yogi aku menaiki punggung kuda itu,, dan disusul olehnya yang duduk dibelakangku.


Kak Yogi mulai memacu kuda itu dengan perlahan.


Semenjak aku berpacaran dengan pria Himalaya ini,, aku sering dibuatnya terkagum dengan kemampuannya,, seolah mahkluk dibelakang ku ini diciptakan untuk serba bisa.


"Kak,, Kak Yogi sering ngajak aku makan di luar,, terus jalan-jalan berwisata begini,, orang tua Kak Yogi gak marah?? ini semua pasti kan mahal kak?" tanyaku penasaran.


"Orang tuaku gak pernah marah,, juga gak mungkin marak sayang!" jawabnya.


*Blussshh* mukaku memerah saat mendengar panggilan sayang dari mulutnya.


"Untung.. untung aku duduk didepannya,, jadi dia gak bisa lihat mukaku" ucapku dalam hati sambil tersenyum simpul.


"Kok bisa Kak?" tanyaku lagi.


"Hmm, sejak SD sampai sekarang Kakak sering menang lomba,, nah hadiah dari lomba itu sama Mama dimasukkan kedalam tabungan khusus, dan boleh aku pakai untuk keperluanku sendiri,, sementara kalau biaya sekolah, seragam,, tetap ditanggung sama Papa dan Mama,, jadi uangku semuanya utuh,, dari dulu sampai sekarang aku jarang pakai!" jelasnya.


"Owwhh,, !" jawabku ber O ria.


Kamipun sampai di sebuah air terjun,,


Kak Yogi dengan sigap turun dari kuda terlebih dahulu,, dan mengikatkan talinya ke sebuah pohon jati berukuran sedang.


"Ayo turun" ajaknya sambil mengulurkan kedua tangannya kearah ku.


Tanpa ragu akupun turun,, berhubung tubuhku yang mungil akupun pasrah ketiak dia menangkap ku,, dan memelukku yang hampir terjatuh.


"Kakak ih sengaja ya minta kuda yang tinggi besar biar aku kesulitan turun!" Omelku...


"ha.. ha.. badanmu yang mungil kok malah nuduh Kakak!" jawabnya.


Aku pun mencebikkan bibirku.


"Ha..ha..,, imutnya pacarku" rayunya.


sambil mengacak-acak rambutku.


"Kaakk, rambutku..!!" gondok ku.


"Sini,," Dia memelukku sambil salah satu tangannya merapikan rambutku.


"Minggu depan aku berangkat kekota S,, setelah ini mungkin kita jarang ketemu." ucapnya sambil menarik nafas panjang.


" Bulan depan aku sudah pindah kekota S,," ucapnya lagi.


"Hmm aku ngerti,,!" jawabku.


"Lagian tahun depan Aku juga daftar kuliah disana Kak!" jawabku.


"Iya tapi masih satu tahun lagi!,, Gak kebayang aja,, pasti rasanya kesepian banget gak ada kamu yang cerewet dan menggemaskan ini" ucapnya mempererat pelukannya.


Jujur rasanya memang cukup berat ,, hubungan yang awalnya aku mulai karena pertaruhan konyol dengan Hany,, sekarang bisa membuat aku mulai memiliki rasa kepadanya setelah melihat betapa sempurnanya cowok tampan yang memelukku ini.


"Cupp"


Aku memberanikan diri mencium pipinya.


Hal yang tidak pernah aku lakukan selama berpacaran dengannya.


Kak Yogi pun terkejut tak percaya.


" Semangat ya!" ucapku sambil menundukkan kepalaku karena malu.


"Hmm pasti sayangku" jawabnya.


Akhirnya setelah pertemuan kami hari ini,


Yogi benar-benar jarang datang kerumah,, dia sibuk mondar-mandir dari kota J, ke kota S untuk mengurus administrasi kuliahnya sekaligus kepindahannya ke sana.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2