I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Pengganggu 01


__ADS_3

1 bulan setelah pertemuan pertama mereka di perkampungan itu, Abbi dan Alex semakin intens berkomunikasi,,


Tidak jarang keduanya bertemu untuk sekedar ngobrol atau nongkrong.


*Drrtt,,, drrtt,," ponsel didalam tas Abbi bergetar.


Abbi yang sedang berjalan kearah ruang kelasnya,, merogoh kantong totebag yang dipakainya.


Setelah itu dia membaca pesan masuk di hapenya,


"Bii,, kamu sore ini ada waktu?" RECIEVE.


"Ada Kak,, kenapa?" SENT


"Mau ajak kamu jalan" RECIEVE.


"Okee,, Jam berapa?" SENT.


"Aku jemput jam 4" RECIEVE.


"Siap Boss!" SENT.


Senyum mengembang di wajah Abbi sambil membayangkan sosok Alex yang tampan dan juga lembut penyayang.


"Ohhww waktu cepatlah berlalu.." Ucapnya dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.


"Woiii,, gila yaa??" Widya mengejutkanku dengan suara cemprengnya.


"Iya aku gila.. gila karena cinta.. kkkkk" jawabku.


"Ciyee.., Ciyeee,, serius,, siapa Neng??"


"Ada dechh,, ntar kalau sudah jadian baru aku kasi tahu!" jawabku main rahasia-rahasiaan.


"Halahh paling sama si cowok asal Putra Bangsa itu kaan??" sahut Riana yang tahu-tahu sudah nongol disamping kiriku.


"Issshh gak asik lu Rii.." omel Abbi.


"Seriuss Bii??" Heboh Lidya.


Abbi hanya tersenyum lebar tanpa menjawab.


"Waaaa... jangan lupa traktirannya yaa!" seru Widya.


"Jadian juga belum,, sudah main todong!" ocehku.


"Ha.. ha,, hanya mengingatkan,, sebelum kamu kabur dan lupa!" Ucap Riana.


Akhirnya jam kuliah selesai,, aku bergegas kembali ke kos,, karena waktu sudah menunjukkan pukul 3 siang.


Selesai mandi aku pakai celana jeans navy dengan kaos srecht tanpa lengan ditambah hoodie hitam dengan resleting dibagian depan.


Aku mengikat rambut panjang sepinggang dengan ikatan ekor kuda,, dan ku sapukan bedak diwajahku dan lipp gloss dibibir tipis ku.


"Cantikk" gumamku sambil berkaca.


*Drrttt,, drrtt..* ponselku bergetar.


"Aku sudah didepan kost mu" RECIEVE.


"Gilaa,. baru juga jam setengah empat,, dan dia sudah nyampai?" gumamku.


Aku mengunci kamarku dan langsung keluar untuk menemui Alex.


Mobil sedan Hond@ City Z warna hitam milik Alex sudah menunggu didepan pagar.

__ADS_1


Kaca dibagian penumpang pun dibuka oleh Alex,


"Ayoo!" ajaknya.


"Hmm" jawabku sambil tersenyum.


Akupun duduk disampingnya,,


"Kita mau kemana?" tanyaku sambil melirik kearahnya yang sedang fokus menyetir mobilnya.


"Kita ke mall, makan sekalian nonton,, toh besok hari Sabtu kamu ga ada kelas kan?"


"Oww,, boleh Kak,, asal sebelum jam 9 aku sudah harus sampai di kost,, kalau terlambat bisa-bisa aku tidur di emperan."


"Sipp,, tenang aja!" jawabnya.


Kami sampai dimall,, dan memutuskan untuk menonton film horror The Exorcism of Emily Rose.


"Serem banget ya Kak filmnya,,"


"Hmm,, aku baru tahu kamu suka film horror,, biasanya cewek kan paling suka genre romantis" ucapnya.


"Kalau komedi romantis aku lumayan suka Kak,,tapi favorit ya horror",, bisa bikin deg-deg an seru banget!"


Ditengah obrolan sambil berjalan kearah eskalator untuk turun ke lantai 4,,


"Lexxx..!" terdengar suara seorang gadis dari arah belakang kami.


"Waah bisa kebetulan begini ya,, bisa ketemu kamu di sini,, kayaknya kita berjodoh nich!" ucapnya dengan sedikit genit dan memandangku sekilas dengan sinis.


"Kamu mau kemana Lexx?" tanyanya.


"Aku mau makan sama temanku" jawab Alex.


"Nen,, kenalin ini Abbigail,, Bii ini Nenny teman satu kampus" Alex mengenalkan kami.


"Nenny" angkuhnya menjabat tanganku sekilas.


"Kita makan sama-sama aja yuk Lexx, kebetulan habis shoping aku juga laper banget" ucapnya.


Sesaat aku melihat Alex melirik kearah ku,,


Aku diam tanpa ekspresi berpura-pura tidak tahu.


"Emm,, oh, ayo dech!" jawab Alex sedikit kikuk.


Dongkol,, itu yang aku rasakan. Saat kita mau jalan berdua malah ada pengganggu tak diundang mengacaukan acara jalan kami berdua.


Dengan tanpa malu dia langsung berdiri ditengah kami, dan mengapit lengan Alex seolah dia pacarnya.


Abbi hanya bisa menarik nafas panjang,, dan mencoba mendatar kan ekspresinya.


"Kamu mau makan apa Bii?" tanya Alex.


"Aku minum sama french fries aja kak!" jawabku sedikit tak berselera.


"Tapi kamu belum makan lho!" ucapnya.


"Aku belum terlalu lapar Kak" jawabku sekenanya.


"Biar aku pesan sendiri aja kak,, Kakak temani Nenny saja!" jawabku berusaha tidak terdengar cemburu.


"Biar aku pesanin sekalian,,. aku juga pesan sama denganmu!" ucapnya.


"Lexx aku juga mau ya.. samain dengan mu!" sahut Nenny sambil melirik sinis kearahku.

__ADS_1


"Bukannya kamu bilang lapar kenapa hanya kentang sama minum?" tanya Alex.


"Emm,, gak apa-apa,, itu cukup kok buat aku" jawabnya.


Tanpa basa- basi Abbi yang gak tahan dengan keberadaan Nenny memilih berjalan duluan ke counter pemesanan makanan,,


"Mbak pesan 3 French Fries medium, sama 3 cola medium" pesanku.


"Semuanya 105ribu"


"Ini Mbak" aku membayar makanan yang kami pesan.


"Eh,, Bi biar aku yang bayar,,, Kan aku yang ajak kamu jalan!" ucap Alex yang menyusulku dari belakang.


"Gak apa-apa" jawabku datar.


"Kamu marah??" tanya Alex.


"Gakk,, gak ada alasan buat aku marah kan!?" jawabku sambil melirik kearah Nenny yang juga menyusul Alex.


Dan lagi-lagi menggelayut dilengan Alex dengan manja.


Alex berusaha menepis tangan Nenny,, tapi gadis itu seperti lintah rawa,, dia tetap lengket, dan bergelayut dilengan Alex.


"Lexx nanti kamu anterin aku pulang ya,, Sopirku baru bilang ban mobil kempes jadi aku boleh kan pulang bareng kamu!?" Tanyanya memelas.


"Iya nanti aku antar kamu pulang,,!" jawabnya.


"Ahh,, kamu memang terbaik Lex" ucapnya dengan senyum mengembang.


Acara makan pun berjalan dengan mengesalkan,, Abbi harus mendengar cerocosan panjang dari mulut Nenny si gadis kaya dan manja yang terus menempel, dan mencari perhatian pada Alex.


Jam 7 lewat kami selesai makan.


Kami bertiga berjalan kearah parkiran di lantai basement.


Dengan cepat Nenny mengambil duduk disamping Alex, dan aku duduk di belakang.


"Lexx kita anterin Abbi dulu baru kamu antar aku pulang ya!" ucapnya mengatur Alex.


Tapi Alex diam tidak menanggapi dan terus fokus menyetir mobilnya menuju kesebuah komplek perumahan yang cukup mewah.


"Lhoo Lex.. Gimana sich kok kamu antar aku duluan,, kan seharusnya kamu antar Abbi dulu!" cerocosnya tidak terima.


"Memangnya aku sopir mu,, sudah turun,, aku mau antar Abbi!" ketus Alex yang kehilangan kesabaran.


Mendengar jawaban Alex,. Nenny mendengus kesal.


"Bii kamu pindah ke depan ya!" ucap Alex dengan lembut.


Membuat wajah Nenny semakin merah karena marah, dan cemburu.


Abbi hanya diam dan turun dari mobil.


Dia menunggu Nenny yang tidak kunjung turun dari kursi depan.


" Kamu kenapa gak turun?" tanya Alex dengan nada sedikit tidak suka pada Nenny.


"Emm,, Aku mau ikut kamu antar Abbi boleh kan?" ucapnya.


"Nggak, aku capek,, aku ga mau mondar-mandir,, kamu turun sana!" usir Alex.


Dengan merengut Nenny turun dari mobil dengan terpaksa dan menatap tajam penuh aura permusuhan pada Abbi.


Tiba-tiba,

__ADS_1


*Brukkk.....


Bersambung.


__ADS_2