
"Emm,, boleh Kak,, nanti sore datang aja ke rumah” jawabku sambil tersenyum ramah.
“Oke,, sampai ketemu nanti sore ya!” jawabnya sambil kemudian melambaikan tangan, dan pergi melajukan motornya.
***
Sore harinya,
“Tok.. tok.. Permisii…!” ucap Yogi.
Ibu yang mendengar ada suara ketukan segera membuka pintu,
“Selamat sore Tante,, maaf Tante Abbi-nya ada ?” tanya Yogi sambil menyalami Ibuku.
“Ada Nak, kamu ..?” tanya Ibu sambil memperhatikan wajah Yogi.
“Saya.., saya Yogi Tante, teman Abbi” jawab Yogi dengan kikuk karena terus dipandangi oleh ibu dengan tatapan seperti orang yang mau mengintrogasi penjahat..
“Owww temannya Abbi… masuk nak,, Tante panggilkan Abbi dulu” ucap Ibu sambil tersenyum dan wajahnya berubah menjadi ramah.
“Terima kasih Tante” ucap Yogi.
“Biii…,Kamu di cari temanmu,, tuhh!!” ucap Ibu dengan suara sedikit keras dari depan pintu kamarku.
“Owwh iya Bu sebentar,,,,!"
Dengan cepat akupun keluar dari kamar dan menemui Yogi,
“Hallo Kak,, sorry nunggu lama ya?” tanyaku sambil tersenyum ramah.
“Nggak kok,, aku barusan sampai,, maaf aku ganggu kamu ya..” katanya merasa tidak enak..
“Aman kak,, nggak ganggu sama sekali kok” jawabku.
“Emm, Aku mau mengajakmu keluar sebentar mau gak?” tanyanya.
“Kemana kak??”
“Kalan-jalan aja” ucapnya sedikit gugup.
“Sebentar ya Kak, aku ijin sama Ibu dulu” jawabku sambil berdiri dan berjalan menuju ke dapur untuk menemui ibu..
“Bu..” panggilku saat mendekati dapur,
“Hmm” jawab ibuku yang masih sibuk berkutat dengan bumbu dan sayuran.
“Ibu Abbi ijin mau keluar sebentar sama Kak Yogi boleh gak?” tanyaku.
“Boleh tapi ingat, nggak boleh lewat dari jam 7 malam” jawab ibu.
"Terima kasih ibuku sayang” ucapku.
Akupun segera kedepan menemui Yogi,
“Ayok kak kita jalan sekarang aja kak, ibu sudah kasih ijin, tapi sebelum jam 7 aku sudah harus pulang ya!”
“Siappp,, apa aku gak perlu pamit dulu sama ibumu?" tanyanya sebelum keluar dari rumah.
“Nggak usah, lagian aku sudah kasih tahu kalau Aku keluar jalan sama Kak Yogi jadi aku sudah pamitin sekalian”
“Owwhh ya sudah ayoo!!” ajaknya dengan semangat sambil menggandeng tanganku tanpa sadar.
Aku tersenyum tipis melihat dia menggandengku dan merasakan tangannya yang berkeringat dingin.
“Kita mau kemana Kak?” tanyaku.
“Aku mau mengajakmu ke tempat favoritku" jawabnya sambil menyalakan motornya.
Akupun naik ke motornya.
“Pegangan, nanti kamu jatuh” ucapnya.
Akupun menurutinya dan menaruh tanganku di pinggangnya.
Tapi tepat saat lampu merah tiba-tiba Kak Yogi menarik kedua tanganku, dan melingkarkan tanganku ke pinggangnya hingga akupun memeluknya dari belakang.
“Kalau pegangan seperti ini kamu aman,, kalau seperti tadi kalau kamu jatuh kan aku yang sedih” ucapnya sambil mengelus-elus tanganku yang ada diatas perutnya.
__ADS_1
“Mana mungkinn, Kakak aja yang ambil kesempatan dalam kesempitan” cibirku sambil bercanda.
“He.. he.., he kok kamu tahu?” ucapnya sambil nyengir.
“Issh Moduuss,, Yaa tau lahh..!” jawabku.
Kak Yogi pun tersenyum tipis mendengar jawabanku.
Tak berapa lama kamipun berhenti disebuah kafe kecil,
“Ayokk!" ucapnya mengajakku kedalam.
“Kafenya asik ya Kak!” ucapku sambil melihat interior kafe yang gaul dan sesuai dengan selera anak muda jaman now.
"Tapi bukan ini yang aku mau tunjukkan," kemudian kami masuk lagi kedalam,
“Kafe ini dari depan kecil, tapi begitu masuk ternyata luas ya !?” ucapku mengagumi kafe yang belum pernah aku kunjungi.
Kami pun menuju ke bangunan dua lantai yang terletak paling ujung, dan letaknya terpisah dengan bangunan utama.
Kak yogi kemudian membawaku ke lantai dua,,
Saat aku masuk,
“Waaaa, kereenn!!” ucapku dengan senang.
Didalam aku melihat 3 sisi ruangan berdiri rak buku yang besar dipenuhi buku-buku Komik dan Novel, sementara ditengah ada karpet coklat tebal dengan beberapa bantal tipis tertata rapi diatasnya.
“Ini bisa di bawa pulang??" tanyaku sambil melihat deretan komik didepanku satu persatu.
“Iya kamu bisa menyewanya” jawabnya sambil tersenyum.
“Owww,,” sambil melihat satu persatu judul komik yang menggoda iman didepan mataku.
“Abbi,, aku mau bicara sebentar”ucapnya.
Dia duduk diatas karpet, dan mengambi salah satu bantal untuk ditaruh diatas pangkuannya.
“Hmm, bentar kak!” jawabku sambil membawa sebuah buku komik misteri ditanganku dan menyusulnya duduk didepannya.
“Ada apa Kak?” tanya ku sambil masih asik membuka halaman komik yang aku pegang.
Sejenak aku menggosok telingaku,, takut salah dengar.
“Apa Kak?" tanyaku sambil menatap wajah Kak Yogi.
“Kamu,, kamu mau ga jadi pacarku??” ucapnya lagi sedikit keras dengan keringat dingin sebesar biji jagung keluar dari wajah dan tubuhnya.
Hingga ruangan ber-AC ini pun tidak bisa menghentikan keringatnya yang terus keluar karena kegugupannya.
“Tapi kan Kakak bilang gak mau pacaran dulu saat sekolah!” ucapku keheranan.
“Gara-gara ucapannya yang gak mau pacaran dulu, aku kalah taruhan sama Hany, sudah seminggu aku traktir dia bakso dari uang tabunganku” gerutuku dalam hati.
“Iya tapi kan sebentar lagi aku lulus,, kamu maukan?" Tanyanya lagi.
“Iya Kak aku mau” ucapku sambil menganggukan kepalaku.
“Owwhh,, terimakasih mungil” ucapnya sambil menggenggam tanganku dengan erat.
Selesai makan, dan aku menyewa beberapa komik,, si dingin Himalaya alias pacarku ini pun mengantarkan aku pulang.
Sepanjang perjalanan Abigail terus tersenyum lebar,, membayangkan kekalahan teman baiknya,,
"Isshh, Aku sudah gak sabar menunggu hari Senin,, mukanya Hani kira-kira seperti apa ya??" pikirku sambil membayangkan wajah masam sahabatnya.
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Abigail pun tiba,,
Seni pagi dia sudah berdandan rapi memakai seragam dan juga sepatunya tak lupa jaket jeans navy menutup seragam putihnya.
*Brumm.. Brum* terdengar suara khas motor Yogi sudah samapi didepan rumah.
Sejak Yogi mengajak Abigail berpacaran,, Yogi memilih untuk berangkat sekolah bersama meski tidak searah.
"Ayah,, Ibu,, Abbi berangkat dulu ya!" pamitku.
"Hmm hati-hati jangan ngebut!" ucap Ayah.
__ADS_1
"Aman Yahh,, Abi berangkat sama teman Kok"
"Kamu berangkat sama siapa Dek?"
tanya Kak Seno sambil mencomot tahu goreng dari atas meja.
"Sama Yogi Kak!" jawabku.
"Pacarmu?"
"Ada Dechh!!" jawabku sambil tersenyum.
"Bye.. bye Kak Seno!!"
"Yeii main nyelonong aja,, gak jawab pertanyaan Kakak!" omel Seno.
Abigail mengabaikan Omelan Kakaknya dan segera menuju ke halaman depan.
"Ayo Kak"
"Ayoo,, ingat pegangan ya!"
" Siap Boskuu!" jawabku sambil memeluk pinggangnya.
Sampai didepan gerbang sekolahku, aku pun turun dari motornya,
"Makasih ya Kak"
"Hmm, nanti pulang sekolah kamu tunggu disini ya,,!"
"Beress! hati-hati ya Kak!"
"Hmmm" jawabnya dan melajukan motornya ke arah sekolahnya.
“Hany sayangggg!!!” teriakku saat aku masuk ke dalam kelas sambil tersenyum smirk ke arahnya.
“Waah sumpahh melihatmu memasang wajah joker seperti itu tuuhh perasaanku jadi gak enak,, merinding- merinding sedap ngeri gimanaa gituuu!!” ucapnya sambil bergaya bergidik ketakutan.
“Haa.. ha.. sialan lu..!!” ucapku.
“Kali ini aku menang taruhan,, jadi kembalikan baksoku yang satu Minggu plus tambah kemenangannku yang satu bulan, jadi kamu traktir aku bakso 5 minggu berturut-turut” cerocosku.
“Maksudnyaa?” sambil membelalakan matanya ke arahku.
“Nichh lihat dan perhatikan baik-baik” ucapku sambil menujukkan beberapa fotoku yang berpelukan dengan Kak Yogi.
“Kok Bisaa??” tanyanya sambil melotot ke arahku.
“Ya bisaa lahh,, Abigail gitu lohh” sombongku.
“Gilaaa,, serius niih,, kamu beneran berhasil dapetin cowok sedingin dan sekeren kayak Yogi..?? sumpahh gilaa ini rekor Neng!!” ucapnya sambil memberiku selamat.
“Thankyou,, eeiitsss,, boleh ngucapin selamat tapi jangan lari dari tanggung jawab lu yeee..!!!” ucapku mengingatkannya.
“Yaahh masih inget aja ni bocah!!!” Sungutnya.
“Pastii dong.., ha.. ha.. ha,,, bakso Mang Mimin,, I’am comingg!!”
Sementara Hany diam merengut karena kalah taruhan denganku.
“Eh ngemeng-ngemeng lu pake pelet apaan??,, atau pergi ke dukun dimana gitu? Bisa-bisanya Kak Yogi nembak lu!”
“Ehh sialan lu,, emang gue cewek apaan nekk,, najonk pake gituan!! Najonk tauu!!”semprotku.
“Nahh tuhh buktinya,, si Himalaya aja bertekuk lutut sama lu, padahal temen SMP ku yang sekarang satu sekolahan sama dia saja ga berhasil dapetin perhatian si Yogi. Padahal, bodinya yahuttt,, dan cantiknya ampun-ampun” cerocosnya.
“Secara nich ya.. kalau kecantikan, dan body gue mungkin kalah sama dia ,, tapi secara gue tu imut, manis, menggemaskan, tidak membosankan,, rendah hati, dan tidak sombong jadi ya pasti lahhh dia akan milih akyuu!!” narsisku.
“Ngomong sama lu gak ada habisnya,, nyeseel aku ngoceh sama kamu!!” omelnya.
“Ha.. ha..ha,, yang penting istirahat nanti jangan lupa!!"
“Iyaaa.. iyaa.. cerewettt!!” dongkolnya.
Kamipun masuk kedalam kelas untuk memulai pelajaran.
Bersambung
__ADS_1
Sosok Ceria Abbi