I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Pria Gila


__ADS_3

Pria sinting yang sekarang duduk di sampingku langsung melingkarkan tangannya kepinggangku.


*Plakkk*


"Jangan gila kamu!!" bentakku berusaha melepaskan tangannya dari pinggangku sedangkan tangan kananku menampar pipinya.


"Jangan pancing kesabaranmu Bi!!" ucapnya sambil melotot kearahku.


"Dan Kamu jangan kurang ajar Tuan!!" ucapku dengan muka merah karena marah.


"Selama ini aku diam karena aku menghormatimu sebagai suami kakak Iparku bukan karena ada rasa sama Anda!" marahku dan langsung berdiri menjauhinya.


"Jangan sok jual mahal,, aku tahu sekarang kamu kesepian karena Alex pasti sudah tidak mau sama kamu kan!" ucapnya sambil tersenyum.


Senyum yang membuatku jijik dan mual melihatnya.


" Hubunganku dengan Alex tidak ada urusannya denganmu!! Aku mau bertemu denganmu hari ini pun karena kamu mengancam ku, bukan karena aku menyukaimu,,!" Abbi segera berjalan berniat keluar dari saung.


"Kita belum selesai bicara!" ucapnya dengan dingin.


Abbi berdiri membelakangi Farel benar-benar merasa gusar dibuatnya.


"Aku tidak ada waktu!" ketusku tanpa menengok.


"Oke,, pulang saja tapi jangan salahkan aku kalau aku memberitahukan Ibu dan Ayahmu tentang masalahmu dengan Alex,, dan juga tentang hubungan kita berdua!" ancamnya dengan tenang.


"Dasar bajing@n" umpat Abbi dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


"Kita tidak pernah ada hubungan apa-apa selain hubungan saudara ipar, jadi jangan fitnah kamu!!" marahku sambil membalikkan badan kearahnya.


Meski merasa muak,, Abbi terpaksa kembali masuk kedalam saung.


"Tapi foto ini menyatakan sebaliknya" sambil menunjukan foto didalam hapenya.


Serasa tak percaya,, Abbi melihat foto dirinya yang berciuman dengan Farel didalam mobil,,, yang dia kenali sebagai mobil suaminya.


Pikirannya seketika melayang dan langsung teringat ketika dua bulan yang lalu dia tertidur cukup nyenyak karena kurang istirahat saat mengunjungi kantor Valencia, Kakak kandung Alex dihari terakhir kunjungan keduanya di cabang 4.


"Kamuuu!!!" Teriakku tertahan sambil mengepalkan tanganku.

__ADS_1


"Jadi yang masuk kedalam mobil waktu itu orang ini bukan Alex,, brengs*k,, kurang ajar,," marah Abbi dalam hati.


"Duduk!" perintahnya dengan wajah tersenyum penuh kemenangan.


Menahan gemuruh kemarahan didadanya Abbi terpaksa duduk mengikuti perintah pria gila yang kini duduk lesehan diseberangnya.


Dibawah meja lesehan kedua tangan Abbi mengepal menahan marah,, ingin rasanya dia membunuh pria tidak tahu malu didepannya.


"Kenapa? Kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya ku.


"Aku tertarik sama kamu,, bahkan sejak pertama melihatmu di acara lamaran kalian" jawabnya dengan enteng.


"Kamu gila!" jawabku dingin.


"Iya aku gila,, lebih tepatnya aku tergila-gila sama kamu?" sambil tersenyum kearahku.


"Aku mencintai suamiku,, aku tidak tertarik sama Anda Tuan Farel yang terhormat!" ucapku dengan nada tidak senang.


"Hubungan kalian sebentar lagi juga kandas,, Alex sudah tidak mau sama kamu,, sekarang bahkan sering pulang kerumah kalian dengan membawa perempuan baru" ucapnya sambil mengambil sebatang rokok dari dalam saku kemejanya.


Aku memilih berdiri dan menjauhi pria aneh didepanku.


"Aku benci asap rokok,, aku alergi asap rokok!" jawabku asal.


"Oww"


Farel mengembalikan rokok yang diambilnya dan tidak jadi merokok.


"Benarkah Kak Alex sudah punya perempuan lagi dan membawanya kerumah? tidak,, Kak Alex tidak mungkin seperti itu,, orang gila ini pasti hanya mengarang cerita" ucapku dalam hati sambil menundukkan kepalaku.


"Asal Kamu tahu, dengan kepulanganmu kesini Alex mendapatkan kebebasannya. Bersama sepupunya dia sekarang bermain perempuan yang diinginkan,, kamu baru 4 bulan masuk dalam lingkup keluarga Pratama,, kamu tidak mengenal Alex dengan baik sebaik aku yang sudah 3 tahun menjadi bagian keluarganya,, Alex seorang Casanova,, kamu tertipu dengan topeng kelembutan dan sikap manisnya" ucapnya memprovokasi.


"Maaf aku tidak percaya,, aku percaya suamiku" ucapku datar.


"Terserah aku hanya memberitahumu yang sebenarnya karena aku kasihan sama kamu,, aku juga tidak tega melihat orang yang aku sukai tersakiti" ucapnya dengan lembut.


"Kamu gila,, kamu sendiri sudah menyakitiku masih gak sadar diri!" ketusku.


"Aku terpaksa,, aku gak ada pilihan,, aku mau kamu,, aku ingin kamu!" jawabnya tidak mau kalah.

__ADS_1


"Cukup Kak,, ini menjijikkan! aku pulang,, tolong hapus foto itu,, aku tidak ada hubungan apa-apa sama kamu,, aku tidak memiliki perasaan apapun sama kamu,, dan itu semua jelas-jelas kamu menjebakku!" ucapku bersiap berdiri.


"Terima aku sebagai kekasihmu,, ceraikan Alex,, aku ceraikan istriku atau foto ini aku sebar!" ancamnya.


Abbi mau tidak mau kembali duduk,, pikirannya buntu,,


"Apa salahku Kak?? aku tidak pernah menggodamu,, kita juga baru kenal,, tega sekali kamu sama aku,,!" ucapku sambil menangis melampiaskan kemarahanku.


"Sudah aku bilang aku,, aku jatuh cinta sama kamu,, kamu begitu ceria,, lincah, energik,, menyenangkan,, aku benar-benar menginginkanmu!" sambil bergeser tempat duduk dan duduk disampingku.


"Perasaan tidak bisa dipaksa, aku gak mau,, aku gak tertarik! Kak Valen begitu cantik,, sangat anggun dan memiliki semuanya,, aku tidak bisa dibandingkan dengannya,, dalam hal apapun aku hanya seujung jari dihadapannya,, di mataku kalian pasangan paling serasi.. Tolong akhiri kegilaanmu Kak " jawabku lirih.


"Dimata semua orang aku dan Valen pasangan serasi,,


Farel menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Valen dia sangat mendominasi dalam segala hal,, Dia tidak seperti perempuan pada umunya,, dia dingin dan selalu memerintahku padahal aku suaminya,, Dia tidak perduli perasaanku selalu seenaknya sendiri,, aku kesepian,, aku sudah lelah,, rasaku untuknya juga sudah lama menghilang,, Sampai aku melihatmu itu benar-benar membuatku bersemangat,, aku juga sudah berusaha membuang rasaku untukmu Bii,, tapi aku tidak berhasil,, aku selalu merindukanmu!" ucapnya sambil mengambil tanganku.


"Jangan kurang ajar, Kak!" aku menarik tanganku dengan kasar.


"Hanya memegang tangan,, bukan menciumi seperti waktu itu,, bukankah waktu itu kamu juga menikmatinya." ucapnya.


"Kalau aku tahu yang menciumku waktu itu adalah kamu,, sudah aku pastikan menendang mu dari mobil,, jadi jangan tidak tahu malu!! Yang terjadi didalam mobil itu terjadi tanpa aku sadari dan kamu memanfaatkannya!!" marahku.


"Tapi aku menikmatinya! dan aku menginginkannya" ucapnya sambil tersenyum menjijikkan.


"Ceraikan Alex,, dan aku ceraikan Valen,, kita hidup bersama yaa!" lanjutnya sambil menatapku.


"Tidak akan,, aku tidak akan bercerai dari Alex!" jawabku tegas.


"Kamu tidak mau menceraikan Alex itu tidak masalah,,, tapi aku yang akan membuat Alex menceraikan kamu!" ucapnya tersenyum smirk.


"Sekali pun Alex menceraikan aku.. Aku lebih baik menjanda daripada menjalin hubungan denganmu!" jawabku tidak mau kalah.


"Jadi aku mohon hentikan semua kegilaanmu Kak,,, Aku mohon,, kalau Kak mau bercerai dari Kak Valen itu urusanmu,, Tapi jangan menghancurkan rumah tanggaku Kak,, tolong,, setidaknya demi anak Alex dalam kandunganku,,, sudahi masalah ini,,, Aku minta belas kasihanmu!" pintaku.


Farel diam sambil menatap tajam kearahku.


***Hay.. Hay.. Readers sayang,, gimana ceritanya,,?? please komentarnya dong.. kalau suka jangan lupa like ya.. Terimakasih****

__ADS_1


__ADS_2