I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Putus


__ADS_3

Dalam keremangan cahaya lampu tidur yang aku pasang, aku bisa melihat Kak Yogi yang tampak terpejam dan tidur di sampingku, dengan dengan lengannya yang kekar diatas perutku.


“Kak” panggilku lirih.


Tidak ada jawaban darinya, tapi justru aku merasakan tangannya yang memelukku mulai bergerak, dan jarinya menempel di bibirku.


Jari telunjuknya mengusap lembut bibirku.


Untuk sesaat badanku bergetar mendapat perlakuan yang tak pernah aku rasakan seumur hidupku.


Lidahku seakan kelu, dan otakkku juga berhenti berpikir.


Untuk sesaat otakku benar-benar kosong, heng.., seperti komputer error.


Merasa aku tak menolak sentuhannya, tiba-tiba dia menindih tubuhku, dan dengan lembut dia mencium bibirku.


“Emmmm,, Kak,, berhenti!!” ucapku disela-sela ciumannya sambil menggelengkan kepalaku.


Dan akupun berusaha mendorong tubuhnya dengan kuat.


Tapi entah setan apa yang merasukinya sekuat apapun aku mendorongnya, tubuhnya tak bergeser se-inchipun dari atas tubuhku.


Dia seperti bukan kak Yogi yang selama ini aku kenal.


Tiba-tiba satu tangannya membekap mulutku,dan satu tangannya yang lain mulai menyingkapkan kaos longgar yang aku pakai.


Dengan nafas sedikit memburu dia mulai menyalurkan hasratnya, dengan lembut dia mulai menciumi wajahku, dan leherku,, sesaat aku bisa merasakan lidahnya menari-nari leherku.


Tanpa sadar dia melepaskan bekapan tangannya, saat aku berniat menegurnya, kak yogi menyesap dadaku dengan kuat.


Aku yang berniat menegurnya, tanpa sadar malah mendesah karena perbuatannya.


“Kakk,, berhenti,, kita bisa kebablasan,, hentikan Kak” mohonku.


“Percayalah Bii, aku gak akan melakukan lebih” janjinya.


“Gak kak ini ga bener,, ahghhh” jeritku tertahan saat dia menggigit kecil tombol hitam milikku.


Saat aku mulai membuka mulutku untuk menegurnya lagi,, dia langsung menyesap bibirku, dan memainkan lidahnya.


“Nikmati saja sayang aku,, aku benar-benar mencintaimu” ucapnya sambil tangannya mengarah kebawah.


“Gak Kak,, please tolong berhenti,, aku gak mau seperti ini” panikku


Aku juga ga mau berteriak meminta tolong, dan berbuat gaduh ditempat kost jika sampai diusir aku bisa tidur di jalanan.,


Akupun takut dan malu jika orang lain mengetahui perbuatan kami.


“Kak,,ahhhggg”

__ADS_1


Tapi ucapanku tak digubrisnya, tangannya terus bergerak membelai tubuhku, dan miliknya mulai menggesek dengan lembut,.


Hatiku menolak tapi tubuhku berkhianat.


Tapi akal sehatku masih ada,, tak sepenuhnya dikuasai oleh nafsu.


“Gak kak, hentikan.. jangannn” aku mulai berontak, tapi lagi-lagi aku kalah dengan tenaganya.


Dia terus menggesekk-gesekkan pusakanya, hingga akhirnya kami berdua mengalami pelepasan tanpa memasukkan pusakanya.


Tapi aku begitu kecewa kepada kak yogi, sekalipun aku tak sampai kehilangan keperawananku, tapi aku merasa sangat dilecehkan karena dia melakukannya tanpa persetujuan dariku.


Sejak hari itu, setiap aku bertemu dengannya aku merasa takut, sekaligus jijik pada diriku sendiri.


Aku mulai merasa tidak nyaman dan tidak aman berada didekatnya.


Prinsipku dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, No *** before marriage.


Suatu sore dihari Sabtu, seperti biasa dia datang ke kost ku untuk mengajakku jalan,, karena sudah hampir 3 minggu sejak kejadian itu aku menghindarinya dengan berbagai alasan.


"Tumben kamu masih belum siap Bii,, kamu baca pesanku kan?"


"Hmmm"


"Kamu kenapa?? aku merasa beberapa waktu terakhir ini kamu menghindari ku!" tanyanya sambil menatap wajahku penuh tanda tanya.


"Maaf Kak, aku mau kita putus" ucapku.


"Putus?? Kenapa kamu minta putus?? apa salahku?? apa karena kejadian beberapa waktu yang lalu?? Aku tahu aku salah,, aku,, aku khilaf dan terbawa suasana,, aku janji Bii,, aku janji tidak akan mengulanginya, dan aku pasti bertanggung jawab. Aku akan selalu setia sama kamu,, Tidak Bii aku tidak mau putus dari kamu,, maaf.. maaf kan aku sayang!" ucapnya memohon.


"Entahlah Kak,, aku benar-benar sudah tidak nyaman berjalan denganmu,, aku merasa tidak aman berada di dekatmu!" jawabku dengan jujur.


"Berikan aku kesempatan Bi,, aku mohon,,. aku tahu aku salah,, maaf,, tapi kita jangan putus" ucapnya sambil menggenggam tanganku dengan erat.


"Tolong berikan aku waktu sendiri Kak,, untuk sementara lebih baik kita jangan bertemu dulu." jawabku.


Aku lihat mata Kak Yogi memerah karena menangis.


Hatiku juga terasa sakit melihatnya.


Tapi tekad ku sudah bulat, aku tidak bisa berjalan lagi bersamanya. Aku benar-benar takut berada didekatnya.


"Pulanglah Kak!" ucapku pelan, dan aku masuk kedalam kamarku, meninggalkan Kak Yogi yang masih duduk lemas didepan teras kamar ku.


"Bii,, aku pulang!" pamitnya dengan lemas.


Tapi aku tidak menanggapinya,, hatiku sakit juga kecewa.


Selesai percakapan kami,, satu Minggu kemudian, Aku memutuskan untuk pindah kost tanpa sepengetahuannya, dan memblokir nomor telponnya.

__ADS_1


Hampir 6 bulan sudah aku putus dari dia, dan tak pernah lagi mendengar kabar darinya.


Aku pun sudah tenang dan bisa berkonsentrasi menjalani kuliahku kembali.


Aku berangkat kuliah dengan berjalan kaki,, karena kali ini aku memilih kost yang jaraknya hanya 100an meter dari kampus.


Meski sedikit lebih mahal tapi ini bisa membuatku tenang dan juga aman.


Kos khusus mahasiswi, untuk tamu,, khususnya pengunjung cowok hanya bisa bertamu didepan teras dengan jam berkunjung yang terbatas.


Hatiku sebenarnya sakit,, banyak kenangan manis selama hampir 2 tahun berpacaran dengannya.


Untuk melupakannya aku memilih ikut aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.


"Yogi Bimantara haruskah aku memaafkanmu? ataukah aku harus melupakanmu?" tanpa sadar Abi melamun ditaman dekat fakultas hukum.


"Heiii.. sudah ga ada kuliah?" sapa Riana salah satu teman kuliah yang satu angkatan denganku.


"Masih ada,, 1jam lagi jamnya dosen ganteng ngajar" jawabku sambil tersenyum lebar.


"Seriuss,, ??"


"Hmm,, ini jadwalnya" ucapku sambil menunjukkan jadwal milikku.


"Aww betul jadwal kita sama,, ahggg lumayan cuci mata" ucapnya dengan mata berbinar.


"Iyapp betull itu,, sudah putih,, badan gagah tinggi besar,, tampan,, mapan pula,, suaranya saat ngajar ihh lembut dan empuk bangat!" cerocosku.


"Empall kali empuk!!" sambil menepuk punggungku.


"Eh RI,, bulan depan ada acara dies natalis kampus,, Kemarin ketua senat mengumumkan akan mengadakan acara bakti sosial selama 1minggu diperkampungan kumuh dipinggir kota S,, kamu ikut kan?"


"Hmm, iya pasti aku ikut lah,,"


"Kita patungan aja ya nginap di hotel dekat daerah situ,, daripada mondar-mandir pake taksi kan gak efisien"


"Boleh,, tapi bukannya bulan depan sudah selesai UAS kan??"


"Iya itu selesai UAS semester 2,,"


"Kenapa emangnya? Emm gak siih rencana mau pulang setelah UAS"


"Jangan dong Bii,, gak ada kamu tuh gak seru,, kan acaranya cuma 1minggu!"


"Oke dech,, nanti aku minta ijin sama Nyokap,, maklum kemaren aku sudah terlanjur ngomong habis UAS mau pulang"


"Nahh gitu dongg,,!" sambil tersenyum senang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2