I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Maaf


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Bu Retno dan Shinta terus berdebat didalam taksi yang merdeka tumpangi.


"Bodoh! kamu malah membuat ibu malu,,!" Maki Bu Retno pada Shinta.


"Siapa yang tahu,,kalau mereka akan tahu secepat itu Bu!"


"Kamu kan bisa minta sama Seno,, kenapa malah kamu yang nyolong!! kalau keluarga Pak Yohan tahu kelakuanmu bisa gagal rencana kita mendekati kerabatnya yang pasti juga kaya raya,, Bodoh,, kamu bodoh!!"


"Mas Seno gak mau Bu,, aku sudah minta baik-baik sama dia,, aku suka sekali perhiasan itu Bu,," rengek Shinta.


"Makanya milih suami itu yang pinter kayak Abbi,, Milih suami kere model Seno..!! Sudah gak usah dipikirin sekarang yang perlu kamu pikir gimana caranya kita dapat uang 50 juta buat bayar taruhan Ibu sama Abbi sialan itu!" omel Bu Retno.


"Ibu yang taruhan kenapa Shinta yang harus mikir,, pikir sendiri saja!! Shinta ini juga lagi pusing,, Mas Seno tahu aku gak hamil"


"Hahh... memang kamu anak bodoh gak berguna, yang suruh kamu pura-pura sakit perut siapa,, sekarang semuanya berantakan,, kalau kamu hamil kan bisa minta rumah sama mertuamu,, sekarang sudah ketahuan masih juga diusir sama suamimu sendiri!! Goblok mu itu kenapa gak ketulungan!!"


"Bu,, jangan nyalahin aku terus,, bukannya mbantuin aku malah ngatain goblok terus!!" sungut Shinta.


"Memang kamu goblok!!"


"Bu,, gimana kalau aku diceraikan sama Seno?"


"Hihhh,," Bu Retno gemas dan kesal sama putrinya.


"Kamu lupa,, suamimu itu terlalu tergila-gila sama kamu sampai bodoh,, dia itu budakmu,, mana berani dia menceraikan kamu!!"


"Shinta juga tahu itu Bu,,, tapi masalahnya Mas Seno sekarang ada dirumah Ibunya,, Ibu kan tahu Ibunya itu bisa jadi provokator untuk Seno mau menceraikan aku Bu"


"Ya sudah kalau Seno mau menceraikan kamu ya gak masalah,, Sudah jangan pikirin Seno terus kalau mau cerai ya sudah cerai saja!! yang pasti kamu harus ingat 2 Minggu lagi pestanya Abbi,, kamu harus bisa mencari laki-laki yang lebih kaya dari calonnya si Abbi itu,, ngerti!!!" ketusnya.


Shinta menganggukan kepala mematuhi ucapan Ibunya.


Sopir taksi yang sedari awal mendengar percakapan kedua penumpangnya itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Sementara itu di rumah Abbi,


Sepeninggal Shinta dan Ibunya,, Alex juga berpamitan, dia memilih pulang dan menginap di rumah Tante Rissa.


Terlihat Abbi yang masih sibuk membereskan rumah dan menyimpan semua seserahan kedalam kamarnya, Ayah memilih masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi Ibu.


Sedangkan Seno masih mengurung diri didalam kamar.


Selesai mengerjakan pekerjaan rumah,,

__ADS_1


*tok.. tokk*


"Kak,, boleh aku masuk?" tanyaku.


"masuk saja,, " jawabnya datar.


"Kak Seno emm, Kakak baik-baik saja kan?" tanyaku sambil menatap iba pada kakakku satu-satunya.


"Aku bawakan kakak minum,, kakak minum dulu ya!" aku letakan gelas berisi teh hangat diatas meja yang ada disamping nya.


"Terima kasih" jawabnya datar.


Untuk sesaat suasana menjadi sangat canggung.


"Emm,, Kak,, maaf kalau hari ini aku menyakitimu,, tapi sungguh Kak aku tidak ada maksud untuk mempermalukanmu,, ataupun Kak Shinta,, hanya saja kali ini perbuatan Kak Shinta dan Ibunya sangat keterlaluan,, apalagi sampai tega memfitnah Ibu sekeji itu,, jujur aku juga marah sama Kakak, bagaimana Kakak tega membiarkan istri Kakak menuduh ibu kita sekeji itu"


"Apa kamu sekarang sudah merasa paling hebat karena kamu jadi menantu pemilik PM group sampai berani menceramahiku seperti ini?" sambil melirik kearahku dengan tajam.


"Kak,, aku ini adikmu,, adik kandungmu,, aku kesini minta maaf dengan tulus,, tapi aku juga mengingatkanmu,, perbuatanmu hari ini bukan hanya menyakiti ibu tapi juga ayah,, sadar Kak,, ini bukan perkara aku hebat atau tidak,, tapi kita ini saudara,, sadar Kakk!" ucapku sedikit dengan nada tinggi


"Gak perlu mengingatkanku,, aku memang anak yang buruk tidak seperti kamu yang sempurna!" sarkas Seno.


Abbi menghela napasnya dengan kasar.


Seno tak bisa membantah ucapan adiknya.


"Ingat ajaran yang diajarkan Ayah kak,, Berotak harus Berhati,, Berhati pun harus Berotak,, Aku yakin Kak tidak lupa ajaran Ayah. Istirahatlah Kak,, besok kita bicara lagi"


Seno hanya diam tidak menanggapi Abbi.


Abbi keluar dan menuju ke kamar Ibu dan Ayahnya.


"Ayah,, Ibu, boleh Abbi masuk?"


"Masuk saja Bii!" jawab Ayah.


Dengan perlahan Abbi masuk kekamar orangtuanya. Dia lihat sang Ayah dengan penuh kasih sayang memijit kaki ibunya.


Abbi segera tersenyum melihat betapa harmonisnya hubungan Ayah dan Ibunya.


"Ada apa Bii?"


"Gak ada apa-apa Yah,, hanya mau melihat keadaan Ibu,, Ibu baik -baik saja kan?"

__ADS_1


"Jangan cemas,, Ibu baik-baik saja, Bi kakakmu bagaimana?"


"Kakak ada dikamarnya Bu,,"


Ibu menghela napas dengan berat,,


"Bii jangan marah sama Kakakmu ya Nak,, Kakakmu memang lugu,, polos,, naif,, kamu sabar ya Nak!" ucap Ibu sambil menatap ku lembut.


"Bu Abbi gak marah sama Kak Seno,, hanya Abbi malu juga gak enak sama Kak Alex Bu!" jawab ku sambil menunduk.


"Entah apa yang sekarang dipikirkan Kak Alex tentang keluarga kita Yah,, rasanya Abbi ga punya muka dihadapan Kak Alex"


"Ayah ngerti Bi,, Ayah dan Ibumu juga sama dengan kamu,, mau bagaimana pun yang mencuri adalah istri kakakmu,, bagian dari keluarga kita,, kejadian ini benar-benar sangat memalukan!" geramnya.


"Tidak apa-apa Yah,, besok Abbi meminta maaf pada Kak Alex mewakili semuanya,," sambil menghela napas.


Keesokan harinya,,


Alex datang kerumah, badannya yang gagah , kulit putih,, wajah yang tampak kalem menambah pesona yang sulit ditolak oleh setiap mata yang memandangnya.


”Pa..pagi Kak,, sudah sarapan?" sambutku sedikit gugup.


"Pagi Bii,, sudah, aku sudah sarapan sama Tante" sambil tersenyum lembut.


"Kamu sudah siap kan?" Tanya Alex.


"Sudah,, tinggal berangkat saja"


"Ehmm.., Kak,, duduk dulu aku mau ngomong sesuatu!" pintaku.


"Ada apa?" sambil duduk disofa.


"Kak,, Aku mewakili keluarga minta maaf atas kejadian kemarin,,, itu sungguh memalukan buat keluarga" ucapku sambil menundukkan kepalaku.


"Bi,, yang mencuri itu kakak iparmu,, bukan kamu,, atau ayah dan ibu,, kenapa harus minta maaf,,!"


"Kakak Ipar juga keluarga kak,, ini sungguh diluar dugaan kita semua,, "


"Sudah gak usah kalian pikirkan lagi masalah kemarin,, kita lupakan saja ya" ucap Alex dengan lembut.


"Terima kasih Kak"


"Ya sudah pamit sama Ibu terus kita jalan sekarang,, "

__ADS_1


Selesai berpamitan dengan Ibu,, Abbi dan Alex segera meluncur menjelajahi kota J untuk memilih restoran dan menyiapkan acara pernikahan mereka 2 Minggu lagi.


__ADS_2