I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Keputusan Abbi


__ADS_3

Pagi menampilkan senyum cerahnya,, mentari mulai bersinar dengan terang,


Abbi yang sudah berkutat dengan pisau dapurnya sejak pukul 5 pagi pun akhirnya berhasil menyelesaikan tugasnya.


"Nasi dengan sayur sop baso ayam dan juga perkedel kentang,, satu teko es jeruk peras juga sudah siap diatas meja makan,, sipp,, tinggal membangunkan Ibu terus bersiap !" gumam Abbi.


Delila masuk kedalam kamar kakaknya yang tidak terkunci,


"Kak,, Kak Alex,, bangun!" sambil menggoyang-goyang kakinya dengan pelan.


"Hoaamm,, jam berapa ini Bii?" Alex menguap dan dengan berat membuka matanya.


"Jam 6 lewat Kak,, bangun, mandi terus sarapan gih!"


"Sini!" ucap Alex menyuruhku mendekat.


Abbi pun berjalan menghampiri Alex, dan berdiri tepat didepannya.


"greepp"


Alex memeluknya Abi dan menyenderkan kepalanya di perut Abbi.


"Kakk,, lepasin,, gak enak kalau Ayah dan Ibu lihat!" tegurku.


"Lihat ya biarin aja,, biar langsung diterima lamaranku" ceplos Alex.


"Yaa ampun Kakk,, ngebet banget pingin kawin!" ledekku.


"Hmm,, itu kan gara-gara kamu!" oceh Alex.


"Kamu imut, menggemaskan,, kalau aku lihat kamu bawaannya pengen nggigit!" jawabnya asal.


"pukk" aku memukul bahunya.


"sembarangan!" Omelku.


"Yeeii malah dipukul,, jujur ini Bii!" sambil melepaskan pelukannya.


"Kamu mau kan Bi,, kita menikah satu bulan lagi ya,, aku pulang dulu Hari ini terus menyiapkan lamaran untuk melamar mu yaa?" tanyanya dengan tatapan penuh harap.


"Tapi Kak,,kenapa harus secepat itu!?? aku harus rawat Ibu,,. kalau aku menikah dengan Kak gimana aku bisa merawat Ibu?"


"Itu gampang nanti aku kerja pindah kesini,, jadi Kamu bisa tetap merawat Ibu,, kalau kamu mau kuliah lagi kita baru balik kekota S, gimana mau kan?" tanya Alex.


Abbi terdiam mendengar jawaban Alex.


"Biii,,!" Panggilnya sambil menatapku.


",, aku,, aku mau!" jawab Abbi sambil menunduk malu-malu.


Mendengar jawaban.Abbi,, Alex segera berdiri dan memeluk erat gadis mungil didepannya.


"Sudah Kak, sekarang mandi dulu gak enak sama Ayah juga Ibu!" Abbi mengingatkan sambil tersenyum.


Alex dengan hati gembira melepaskan pelukannya,, dengan semangat dia segera mandi dan bersiap.


Tidak menunggu lama mereka berempat sudah duduk di meja makan.


"Pagi Om, Tante" sapa Alex dengan senyum mengembang.


"Pagi juga Nak,, gimana tidurnya semalam,?" tanya Ibu.


"Nyenyak Tan,, mimpi indah" jawabnya lagi-lagi tersenyum.


"Syukurlah,, Tante tenang mendengarnya."


Abbi mengambilkan nasi untuk Ibu, Ayah dan juga Alex,,


"Kata Abbi, pagi ini Tante mau ke rumah sakit untuk Kemo ya?" sambil menerima piring berisi nasi dari tangan Abbi.


"Iya Lex!" jawab Ibu.


"Biar Alex antar ya Tan,. Om?" tawar Alex.

__ADS_1


"Jangan Nak,, nanti merepotkanmu,," tolak Ibu halus.


"Nggak Tan,, lagi pula arah kerumah sakit,, satu arah dengan jalur yang akan Alex lewati untuk pulang kekota S kan? jadi bisa sekalian" jawab Alex.


"Kamu mau pulang hari ini Lex?" tanya Ayah.


"Iya Om,, selain ada sedikit kerjaan,, Emm Alex mau beritahu keluarga supaya bersiap-siap untuk melamar Abbi!" jawab Alex.


Ayah hanya menggelengkan kepalanya melihat kegigihan Alex. Padahal Ayah belum memutuskan apapun.


"Bersabarlah Nak,, waktu masih panjang.." ucap Ayah.


"Iya Om,," jawab Alex sambil tersenyum dengan wajah cerah.


Selesai makan,, dan bersiap,, mereka segera berangkat kerumah sakit.


Samapi di rumah sakit Alex memarkirkan mobilnya, dan menemani kelurga kekasihnya kedalam area rumah sakit.


"Tante,, Alex lanjut pulang ya!" pamitnya pada Ibu.


"Iya Nak,, hati-hati dijalan,, sampaikan salam kenal dan hormat dari Tante juga Om untuk keluarga Alex ya!" jawab Ibu.


"Baik Tan,, Terima kasih!" selesai berpamitan dengan Ibu,, Alex berdiri menghampiri Ayah yang baru saja selesai mendaftarkan Ibu untuk Kemo di bagian administrasi, dan pendaftaran.


"Om,, Alex pamit pulang dulu ya!" pamitnya sambil menyalami Ayah.


"Hati-hati dijalan ya,, salam untuk keluarga disana " sambil menepuk-nepuk bahu Alex.


"Baik Om,, nanti saya sampaikan.


"Bu,, Abbi temani Kak Alex sampai didepan ya?" aku meminta ijin.


"Hmm" jawab ibu sambil tersenyum.


Abbi pun berdiri dan menghampiri Alex.


Tanpa malu,, Alex meraih tanganku dan menggandengku menuju parkiran depan rumah sakit.


"Masuklah dulu" ucap Alex menyuruhku masuk kedalam mobilnya.


Didalam mobil Alex segera memegang tanganku lalu menarik ku kedalam pelukannya,, bibirnya mengecup bibirku dengan lembut.


Tak puas hanya mengecup bibirku, Kak Alex dengan sedikit agresif menciumku dengan panas untuk beberapa saat lamanya.


"Kak,, kalau dilihat orang gimana?" Omelku saat dia melepaskan ciumannya dan membiarkan ku mengambil nafas.


"Nggak akan,, kaca mobilku kan gelap,, jadi orang luar gak bisa lihat kedalam." jawabnya sambil terus menatapku yang masih sedikit ngos-ngosan mengatur nafas.


"Aku pasti kangen banget sama kamu Bi,," ucapnya..


"Paling tidak 10 harj lagi baru kita ketemu" tambahnya.


Abbi hanya terdiam mendengar ucapan Alex.


Dengan perlahan Alex memegang daguku,, dan mulai menciumku lagi dengan penuh perasaan.


"Aku pulang ya,, jangan lupa kabari aku terus!" ucapnya setelah berhenti menciumku.


"Hati-hati dijalan,, jangan ngebut,, kalau capek atau mengantuk berhenti dulu!" ocehku.


"Pasti Sayang" jawabnya.


Membuat ku tersipu malu.


Akupun segera keluar dari mobilnya dengan jantung berdebar-debar.


Alex kemudian mulai melajukan mobilnya keluar dari area rumah sakit dan langsung melaju menuju kekota S.


Sementara Abbi dengan galau kembali menyusul Ayah dan Ibunya.


"Ya Tuhan,, benarkah keputusan yang aku ambil,,?? menikah muda sama sekali tidak ada dalam rencanaku" ucapnya dalam hati.


Abbi terus menyusuri lorong rumah sakit menuju paviliun yang khusus untuk mengobati pasien penderita kanker.

__ADS_1


Abbi segera duduk didekat Ayah dan Ibunya yang masih menunggunya ditempat tunggu.


"Alex sudah jalan Bi?" tanya Ayah.


"Sudah Yah!"


"Ya sudah ayo kita keruangan Ibumu!"


Ruangan rawat yang dipakai untuk ibu Kemo sudah siap,, Ibu segera berbaring,, jarum infus pun dimasukkan ke-lengannya,


Sambil menuggu cairan infus habis,,


"Bii,, apa kamu sudah memberi jawaban pada Alex?" tanya Ayah sambil menatap kearahku.


"I.. iya Ayah,, Abbi,, Abbi berniat menerima lamaran sekaligus langsung menikah dengan Alex" jawabku gugup.


"Kamu yakin Bi??apa ini ga terlalu cepat? Yakin Alex yang terbaik?" tanya Ibu.


"Abbi,, Abbi yakin Bu!" jawabku menutupi keraguanku.


"Kamu tidak mau mempertimbangkan Yogi sama sekali ?" tanya Ayah.


"Nggak Yah,, Abbi,, benar-benar merasa gak nyaman dengan Yogi!" jawabku.


"Kamu tahu Bii, Yogi Bimantara,, ternyata dia anak teman lama ayah,, namanya Om Krisna Bimantara,, dia manager dikantor Ayah saat ini,, ayah baru tahu beberapa Minggu yang lalu saat ayah tidak sengaja melihat Yogi bertemu dengan ayahnya didepan kantor!"


"Lalu?" tanya Abbi.


"Ayah tahu keluarga Yogi dengan baik,, dan Ayah juga sudah kenal Yogi,, Ayah merasa lebih aman kalau kamu dengan Yogi nak!" jawab Ayah.


"Maaf Yah,, Abbi tidak bisa!"


"Ya sudah kalau itu keputusanmu,, toh yang menjalani pada akhirnya ya kamu." ucap Ayah sambil menghela napas.


Abbi terdiam,, merasakan hatinya sedikit tidak nyaman,, rasa ragu yang menyelimutinya cukup besar.


"Ayah dan Ibu tidak merestui Kak Seno,, dan keluarga Kakaknya tidak bisa dikatakan bahagia,, sekarang Ayah juga Ibu tidak begitu cocok dengan kak Alex,, malah lebih cocok dengan Kak Yogi,, Apa aku mundur saja ya" pikir Abbi.


"Oh iya Ayah hampir lupa,, Bii kamu tunggu dan temani Ibu,, biar ayah menebus obat dan vitamin ibumu dulu" ucap Ayah membuyarkan lamunan Abbi.


"Eh,, Jangan Yah,, biar Abbi saja yang jalan menebus obat Ibu,, Ayah temani Ibu" jawabku.


"Ya sudah ini resepnya!! " sambil memberikan salinan resep dan beberapa lembar uang lima puluhan ribu.


Abbi bergegas pergi kearah apotik rumah sakit,, vitamin dan macam-macam obat kini sudah ada ditangannya.


Abbi termangu,, pendaftaran Kemo 1juta,, sekarang obat sama vitamin hampir 1 juta. Dokter yang memeriksa ibu bilang minimal 3 Minggu lagi Ibu sudah harus menjalani kemo lagi.


"Tuhaann,, kasihan Ayah,, harus menanggung hutang juga biaya obat Ibu,, semoga keputusanku untuk menikah dengan Kak Alex sudah benar,, setidaknya aku bisa kuliah dibiayai Kak Alex dan ini bisa mengurangi beban Ayah juga Ibu" harap Abbi sambil berjalan kembali menuju ruangan ibunya.


Selesai kemo, kami bertiga segera pulang menggunakan taksi.


Ibu dan Ayah segera masuk kekamar,,


begitupun dengan Abbi,,,


Seketika Abbi membelalakkan matanya melihat paper bag putih dengan simbol khas merk ponsel tertentu berwarna hitam yang sedang booming.


Dengan penasaran dia mengambil peperbag kecil itu lalu membukanya,


"Blackbelly curve?"


Diatas box ponsel ada amplop yang tertempel,


Abbi mengambil surat didalamnya,


"Surprise.., Semoga kamu suka sama hadiahku ya.. jangan lupa ini pin bb ku ab32589,, love you Alex"


Abbi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya,,


"Kapan kamu masuk ke kamarku?" tanyanya dalam hati keheranan.


Abbi segera memindahkan kartu simnya kedalam blackbelly baru pemberian Alex.

__ADS_1


"Terima kasih hadiahnya,,. aku menyukainya. Aku sudah sampai dirumah kak,, jangan lupa kalau Kakak sudah sampai kabari aku ya" Abbi mengirim bbm pada Alex.


__ADS_2