
Alex terdiam mendengar penjelasan istrinya.
Kemarahan tampak jelas di kilatan matanya yang memerah.
Dalam diam Alex kembali melajukan mobilnya,, setelah Abi turun dan masuk kedalam rumah,, Alex melajukan mobilnya dengan kencang.
menahan semua kemarahannya.
"Hhhhh" Abbi menghela napasnya.
Hari ini baru pulang dari rumah sakit, berharap mendapat ketenangan dan menjalani hari tanpa gangguan.
Sayang seribu sayang,, selepas kepergian suaminya yang tidak berpamitan,, malah masuk telpon dari orang yang tidak diharapkannya.
Abbi belajar untuk bersabar dan ikhlas. Dengan perlahan dia menuju dapur,, menggoreng telur untu makan malamnya.
Tanpa mengeluh, tanpa menggerutu dia menikmati nasi kecap dengan lauk telur dipiringnya.
Matanya berkaca-kaca sambil terus mengunyah makannya.
Selesai makan dia mencuci piringnya,, dengan hati-hati dia melangkah, mematikan lampu ruang depan dan ruang tengah,, selesai mengunci semua pintu, dia menunggu kepulangan suaminya seperti biasanya.
Tepat jam 10 malam dia mendengar suara mobil Alex,, bergegas Abbi membukakan pintu untuk suaminya,,
Betapa dia terkejut,, melihat Alex keluar dari mobil dan berjalan sambil merangkul bahu seorang perempuan cantik.
Mata Abbi terasa panas, melihat pemandangan yang ada didepannya,, bagaiman dia melihat Alex tertawa keras saat bersama dengan perempuan itu.
Abbi meremas baju yang dipakainya degan kuat.
"Kuatkan aku Tuhan,, kuatkan aku!" ucapnya dalam hati.
"Selamat malam Mbak,, aku mau antar Mas Alex,,"
"Malam,, Iya terima kasih" Jawabku datar.
Alex kemudian dibantu duduk di sofa ruang tamu,,
"Mas aku pulang ya!" pamitnya pada Alex.
"Makasih ya An!" jawab Alex sambil tersenyum manis kearah perempuan itu.
"Sama-sama Mas!, Mbak aku permisi ya" ucap perempuan itu padaku.
Aku yang tidak bisa berpikir hanya menganggukkan kepalaku.
"Dia hanya teman suamiku,, dia hanya teman!" ucapku tetap berpikir positif.
Setelah kepergian teman perempuan Alex,, Abbi menatap penuh tanya kearah suaminya.
"Siapa dia Kak?"
"Bukan urusanmu!" ketus Alex.
"Kak aku istrimu!"
"Pergi!! masuk kekamarmu, melihat mukamu membuatku muak!!" teriak Alex.
Abbi dengan sakit hati masuk dengan cepat kedalam kamarnya,
*Brakkk* Abbi membanting pintu kamarnya.
__ADS_1
Alex mengabaikan kemarahan istrinya. Dia memejamkan matanya, mengingat pertemuan dan ucapan Farel,, membuatnya bimbang dan gamang.
Flashback On.
Siang setelah kepulangannya menjemput Abbi dari rumah sakit,, Alex menuju kesuatu tempat.
"Temui aku sekarang dirooftop resto Shine Star " Alex mengirim pesan pada seseorang.
Alex terus melajukan mobilnya dan berhenti di western resto, lalu naik kelantai 3 dan duduk dirooftop restoran sambil menyesap red wine yang sempat dipesannya sebelum naik kelantai 3.
"Ada apa Lex?" tanya sosok yang baru tiba dan berjalan mendekati Alex yang duduk meminum wine di tangannya.
Alex berdiri sambil membalikkan badannya lalu tersenyum,,
*Bughhhh*
"Bajing@n, bangs@t,, berani kamu merusak rumah tanggaku!!" Alek tanpa peringatan langsung menyerang Farel yang datang memenuhi undangannya yang dikirim lewat pesan hape saat perjalanan tadi.
"Apa-apaan ini Lex!!" teriak Farel sambil mengusap darah yang keluar dari bibirnya.
"Jangan pura-pura,, dasar brengs*k!!" Alex terus menyerang Farel tanpa memberi kesempatan.
*Bugh,, bughhh,, bugghh* kedua pria itu saling memukul satu sama lain.
"Brengsek kamu Lex!! sadar aku kakak iparmu" teriak Farel memilih melompat melangkah mundur beberapa langkah.
"Aku sadar sepenuhnya,, tapi kamu yang gak sadar,, beraninya kamu mengkhianati kak Valen,, dan mengganggu istriku!!" Alex meringsek mendekati Farel dan bersiap menghajar Kakak iparnya.
"Siapa yang bilang?? istrimu??" tanya Farel dengan sinis.
"Istrimu itu penggoda,, sadar Lex,, sadarr!! buka matamu!!" ucap Farel memprovokasi.
"Tutup mulutmu!!" bentak Alex.
"Jangan membodohiku bajing@n!!" teriak Alex tak lagi memanggil Farel dengan panggilan Kakak.
"Kamu mengenalku kan,, mana mungkin aku mengkhianati Valen,, dia perempuan paling sempurna dihidupku,, untuk apa aku merayu istrimu yang gak ada apa-apanya dengan Kakakmu!!" ucap Farel terus menutupi kebusukannya.
"Dengar Rell,, sampai aku bisa membuktikan kamu yang merusak keluargaku dan merayu Abbi,, aku hancurkan kamu!! ingat itu baik-baik!!"
ancam Alex sambil mencengkram kerah baju Farel.
"Terserah,, tapi ingat baik-baik istrimu hanya perempuan murahan,, kalau aku jadi kamu aku akan ceraikan dan buang perempuan seperti itu" ucap Farel sinis.
"Kalau aku tidak ingat dengan Kak Valen,, sudah kuhabisi kamu!!" balas Alex mendorong tubuh Kakak iparnya dengan keras.
"Istrimu yang gatal,, kok menuduhku yang tidak-tidak,, jangan-jangan istrimu hamil sama orang lain,, terus kamu tuduhkan semuanya ke aku!!" ucapnya lagi dengan wajah sinis.
"Perempuan udik, kampungan kamu pilih jadi istri,, kayak gak ada stock perempuan berkelas saja Lex!" olok Farel.
"Bukan urusanmu!" Alex mendengus marah dan pergi meniggalkan restoran Shine Star.
Sementara Farel tersenyum puas melihat kegalauan adik iparnya.
"Angkat telponku!" Farel mengirim pesan.
"Hallo Abbi sayang" ucap Farel sambil tersenyum smirk.
"Mau apa kamu!" tanyaku dengan nada tidak suka.
"Kamu memberiku jawaban yang tidak memuaskan,, sekarang bersiaplah menerima kejutanku lewat suamimu!" ucap Farel dengan nada mengancam.
__ADS_1
"Apa maksudmu!!" teriakku.
"Kamu tidak mau bercerai dari Alex kan,, tapi sayangnya akan aku pastikan kamu diceraikan Alex,,, tapi tenang sayang aku masih mau menerimamu,, aku masih menunggumu!"
"Dasar gila!!" umpatku dan langsung memutuskan percakapan kami sepihak.
"Ha.. ha.. " Farel tertawa dengan keras.
Abbi menahan semua kemarahannya.
Sementara Alex dengan kemarahan besar melajukan mobilnya menuju rumah sepupunya.
Ternyata dirumah sepupunya sedang diadakan acara ulang tahun Vera sepupunya, beberpa tetangga dan kerabat nampak hadir.
"Hallo Lexx,, wahhh pengantin baru mukanya masam,, kurang hot servisnya!!" ledek Sonny sepupunya.
"Sialan lu!!" jawab Alex sambil menyikut sepupunya.
Pria muda seumuran dengannya itu tun meringis sambil tertawa.
"Sudah Lex santai saja,, gak usah dipikirin" ucap Lisna kakak sepupu perempuannya.
"Bro aku kenalin sama temanku,, sstt dijamin mantapp" bisik Sonny.
"Malas ahh,,!" jawab Alex
"Ishh,, kenalan buat having fun saja,, lagian dia juga ayam kampus,, lumayan buat main-main" bisik Sonny memprovokasi.
"Tahu dari mana dia ayam?" tanya Alex.
"Ya tahu lah,,!" jawabnya sambil mengangkat kedua alisnya.
Sonny merangkul bahu Alex dan mengajaknya kedalam,, berjalan ketengah ruangan yang cukup luas.
Sonny mengajak Alex mendekati seorang perempuan yang asik mengobrol dengan Vera,, adik dari Lisna.
"Analla, kenalin ini Alex sepupuku!" ucap Sonny sambil menepuk bahu perempuan cantik yang sekarang berdiri didepanku.
"Hallo,, aku Analla" ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Alex" jawabnya sambil menjabat tangan lembut gadis cantik berkulit putih dan berbody aduhai didepannya.
Larut dalam pesta bersama sepupu dan kenalannya,, membuat Alex setengah mabuk.
"Ann,, kamu bisa nyetir kan?"
"Bisa Mas!" jawab Analla.
"Kamu tolong antar Alex pulang ya,, kalau gak salah ingat kontrakan rumahmu juga di perumahan yang sama dengan Alex kan,!" ucap Sonny.
"Mas Alex tinggal diperumahan Puri Palem Raya?"
"Hmm,, komplek Bougenville " jawab Sonny. "Mau kan kamu antar Alex?" tanyanya lagi..
"Gak lah Kak,, takut istrinya marah?" tolak Analla.
"Gak akan,, lagian mereka berdua bermasalah,, mau cerai juga,, sudah kamu antar ini,, masa gak mau nolongin sih!" paksa Sonny.
"Ya sudah deh,, aku antar"
Flashback Off.
__ADS_1
Hati Abbi hancur dan perih tak terkira.
"Apa ini bentuk balas dendammu Kak?? Tuhan tolong,, Engkau maha tahu,, Engkau maha melihat,, aku tidak bersalah Tuhan" keluh Abbi dalam hati.