
Mendengar ucapan Alex,, seketika semua orang didalam ruangan itu membelalakkan matanya,, mereka tidak menyangka anting kecil yang hilang itu sampai seharga 25 juta.
Sementara Shinta terus membungkukkan badannya menahan sakit diperutnya,
"Kak Seno tolong bawa istrimu kedalam kamar,, aku panggilkan Tante Rissa,, dia dokter kandungan terbaik dikota ini,, dan dia adik almarhum Mamaku!" ucap Alex dingin.
Alex mengambil ponselnya tanpa menunggu jawaban dari calon kakak iparnya,,,
"Gak usah Nak,. Kami gak mau merepotkanmu ,,, kami pulang saja!" ucap Bu Retno terlihat gelisah.
"Aku tidak merasa direpotkan!" jawabnya cepat tetap bersikeras menelpon tantenya.
"Baik,,! menunggu Alex menelpon tantenya,, aku sendiri akan menelpon polisi" sahut Ayah Abbi.
"Berhenti,, berhentiii..!" teriak Shinta panik.
"Kenapa berhenti,, siapa yang kamu suruh berhenti?" tanya Ibu sambil menatap tajam Kak Shinta.
"Tidak,,. Aku,, Aku hanya takut" jawabnya.
"Takut?? takut kenapa? Apa kamu bersalah sampai kami takut?" tanya Ibu.
"Tidak,, tidak aku tidak bersalah" jawabnya dengan keringat mengucur deras dari dahinya.
"Kalau tidak bersalah Kenapa harus takut?" timpal Abbi.
Tampak Ayah mulai menyalakan ponselnya dan menekan nomor kepolisian.
"Aku.. aku,, aku tidak tahu siapa yang menaruhnya di tasku,, anting itu,, anting itu ada ditasku!!" panik Shinta dengan wajah pucat melihat Ayah yang sudah menempelkan hapenya ditelinganya.
Seketika semua mata tertuju pada Shinta, tak terkecuali Kak Seno,, yang dengan reflek mengambil tas milik istrinya yang digenggam erat-erat oleh Shinta.
"Lepas!" ucap Seno sambil menarik kuat tas istrinya.
Dengan perasaan berkecamuk,,. Seno terlihat gemetar membuka tas tangan milik Shinta,,
Seketika matanya membelalak, melihat anting berlian pemberian keluarga Alex didalam tas istrinya.
"Bii, ini anting mu" ucap Seno dengan muka merah menahan malu sekaligus marah pada istrinya.
"Iya itu anting Abbi" jawab Alex.
"Om lanjutkan kasus pencurian ini ke kepolisian" ucap Alex dengan nada dingin.
"Anting itu utuh,, kenapa harus dilanjutkan kepolisian" seru Bu Retno dengan nada tidak terima.
"Supaya pencuri seperti putrimu kapok!" sinis Alex.
"Aku,, aku bukan pencuri,, ada orang yang menjebakku!!" teriak Shinta panik.
__ADS_1
"Menjebakmu,, siapa?? buat apa,,??" tanya Alex sinis.
"Ibu,, ibu yang menjebakku kan,,?? ibu selama ini gak suka sama aku,, makanya menjebakku,, iya kan?" Shinta menunjukkan jarinya pada mertuanya sendiri.
*Braakkkk*
"Tutup mulutmu!!" Ayah pun murka dengan menggebrak meja didepannya.
"Ular seperti ini yang kamu nikahi Seno!!" bentak Ayah dengan mata memerah terlihat sangat marah.
"Tapi Seno yakin Ayah,, Shinta gak bersalah,, dia gak mungkin tega melakukan pencurian itu Ayah" Seno membela istrinya.
"Jadi kamu lebih percaya kalau Ibumu yang menjebak istrimu begitu!!" teriak Ayah.
Seno hanya terdiam tak bisa menjawab.
Sementara Abbi mengepalkan tangannya menahan geram dan amarah yang siap meledak.
"Kalau memang dijebak,, kenapa ketakutan? bahkan sampai pura-pura sakit perut?" Sinisku sambil menatap tajam ke arah Kak Seno dan juga istrinya.
"Aku panik,, aku,, aku gak pura-pura sakit,,, perutku,, memang sakit" ucapnya gugup dengan wajah memelas.
"Kalau gak bersalah gak perlu takut kan dengan polisi" ucap Abbi lagi.
"Tapi aku gak bersalah,, Ibumu yang menjebakku,, jadi aku gak mau berurusan dengan polisi!" teriak Shinta.
"Sedari tadi kalian memojokkan istriku,, apa kalian punya bukti selain anting yang ada didalam tasku?" Bela Seno.
, dan aku sendiri akan menuntut Kak Shinta dengan pasal fitnah selain menuntut dengan pasal pencurian!" ucap Alex dengan dingin.
Mata Shinta dan ibunya semakin membulat mendengar ucapan Alex.
"Jangan main-main kamu dengan istriku Lex!" seru Seno.
"Kamu diam!" bentak Ayah pada Seno.
"Sudah jelas istrimu bersalah, bahkan berani memfitnah ibu kandungmu sendiri,, tapi kamu malah membela istrimu yang maling itu! Kamu ayah kuliahkan bukannya pintar tapi malah Goblok!" Marah Ayah.
"Anakku bukan maling!!" teriak Bu Retno membela Shinta.
"Yakinn??" tanyaku sambil sedari tadi menahan marah.
"Yakin,, kami ini keluarga terhormat,, gak mungkin mencuri!" sombong Bu Retno.
"Bagaimana kalau aku ada bukti bahwa anakmu memang pencuri?" tantang ku.
"Kalau anakku memang terbukti mencuri antingmu,, aku akan mengganti dua kali lipat anting itu? tapi kalau tuduhan kalian semua tidak terbukti apa ganti rugi kalian untuk anakku yang malang" tanyanya dengan wajah menantang.
"Aku berikan 1 set perhiasan milik Abbi yang senilai 300 juta itu untuk anakmu" jawab Alex datar.
__ADS_1
"Ibu-ibu,, semua kalian adalah saksinya atas kejadian ini,, dan aku juga sudah merekam pembicaraan ini dalam ponselku" ucapku sambil mengangkat hape milikku dan menyalakan suara yang tadi aku rekam.
Setelah selesai menyalakan rekaman,, Abi kemudian membuka file video yang lain dari hapenya.
"Perhatikan baik- baik!"
Pias pucat segera tampak dari wajah Bu Retno dan juga Shinta,,
Ketika semua orang keluar untuk mengantar kepulangan keluarga Alex,, justru Shinta dengan mengendap-endap mengambil anting dari seserahan itu dan memasukkannya kedalam tas tangan miliknya.
"Ka.. kamu.. bagaimana bisa?!" tanya Shinta.
Flashback On,,
"Bu, Abbi ke kamar mandi ya,," pamitku saat Ayah bercakap melepas calon besan yang akan kembali.
Abbi bergegas masuk kedalam rumah, dan menuju kekamar mandi,,
Keluar dari kamar mandi Abi justru tanpa sengaja melihat Shinta sedang celingukkan didekat meja besar tempat seserahan ditaruh.
Merasa aneh dan curiga dengan tingkah Kakak iparnya, Abbi bersembunyi dibalik tembok kamarnya yang bersebelahan dengan kamar mandi,, ponsel yang ada di sakunya segera dia nyalakan dalam mode video,,.
Abbi begitu geram ketika tangan kakak iparnya merogoh plastik seserahan dan mengambil anting dari dalam box perhiasan.
Abbi pun merekam perbuatan Shinta sambil menahan marah didadanya.
Flashback Off.
"Ya Ampunn,, gak nyangka,, cantik-cantik kok nyolong! maling Bu!!" celetuk Bu Ida.
"Iya,, woalah Sen,, sen,, ganteng-ganteng punya istri kok gak ada akhlaknya,, kasihan kamu Sen!" ucap Bu Arum.
Wajah Bu Retno dan Shinta pun merah padam keran malu.
"Puas kamu mempermalukan aku,, mempermalukan istriku!!" teriak Seno.
"Plaakkkk"
"Goblok!! Adikmu menunjukkan bukti,, buka sedang mempermalukan siapa-siapa,, dia membela Ibumu yang difitnah sama istrimu,,,Otakmu sebenarnya ada isinya atau nggakk!! untung hanya Alex yang melihat kejadian ini Ayah ga kebayang betapa malunya Ayah kalau sampai keluarga Alex mengetahui ini semua!!" marah Ayah sambil menampar Kak Seno.
"Tapi kan gak harus dibuka ditempat umum Yah!" debat Seno tidak terima.
"Tempat umum,, ini rumah Ayah,,?!!" bentak Ayah.
"Beraninya kamu mencuri dirumah mertuamu sendiri,, kalian bertiga rupanya sekongkol makanya kamu membela mati-matian istrimu,, bahkan sampai tega memfitnah ibumu sendiri!" ucap ayah lagi pada Seno dengan wajah kecewa.
"Alex,,. laporkan saja ke polisi,, jebloskan 3orang ini kedalam penjara,,. Ibu tidak perduli" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Baik Tante" jawab Alex
__ADS_1
Ibu segera berdiri dan meninggalkan ruang tamu menuju kedalam kamarnya.
" Buu,,!!" panggil Kak Seno.