I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Obsesi Gila


__ADS_3

Farel menghela napas dan terus menatap kearahku,, membuat aku semakin jijik dan juga mual dibuatnya.


"Tidak apa-apa kamu hamil,, jangan takut nanti aku akan menyayanginya seperti anak kandungku sendiri"


"Whaattt the hell?? benar-benar brengs*k" umpat Abbi dalam hati.


"Maaf Kak aku gak tertarik,,. aku sudah katakan dari tadi aku tidak punya perasaan apa-apa sama kamu,, jadi aku mohon,, Hentikan semua niatmu" ucapku dengan memohon.


"Kenapa aku ketemu dengan pria tidak tahu diri model begini,,!" keluhku dalam hati.


"Aku beri kamu waktu untuk berpikir,, bulan depan aku mau jawaban iya dari kamu!" ucapnya keras kepala.


"Sekarang kita makan dulu!" lanjutnya.


"Maaf aku masih kenyang, terima kasih!" tolakku dengan halus.


"Makan!! jangan membuatku marah!" ucapnya sambil menatap tajam kearahku.


Tanpa menjawab Abbi dengan terpaksa mengambil piring nasi didepannya.


Dia menggigit bibirnya sendiri menahan kesal pada pria disampingnya.


Mencoba makan beberapa suap sebelum akhirnya berlari kearah kamar mandi dan memuntahkan semua yang dia makan.


Wajah Abbi sekarang pucat,, tubuhnya pun terasa lemas,,


"Tidak boleh lengah, tidak boleh lemah,,, jangan sampai dalam keadaan begini orang gila itu kembali mengambil kesempatan" pikir Abbi.


"Kamu pucat,, ayo kita pulang" sambil merangkul ku.


"Aku baik-baik saja" sambil menepis tangannya.


Farel menghembuskan nafasnya dengan kasar,, terlihat kesal karena penolakan ku.


"Apa kamu tidak mau memberiku kesempatan?"


"Aku sudah menikah,, hidupku juga hatiku hanya untuk suamiku!" tegasku untuk kesekian kalinya.


Meski tubuh lemas,, dan mual Abbi berusaha keras tidak memperlihatkan ya didepan Farel. Dengan seluruh kekuatannya dia berjalan dengan cepat kearah gerbang pintu keluar.


"Tuhan tolong,, selamatkan aku dari orang gila ini Tuhan,, semoga didepan ada taxi lewat" doa Abbi.


Sampai didepan lagi-lagi tanpa terduga Abbi di gandeng dan ditarik masuk kedalam mobil Farel, sungguh tidak ada kesempatan untuk pulang sendiri.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang kembali kekota J.


Kepala Abbi mulai berdenyut,, matanya berkunang-kunang, sementara tangannya mengeluarkan keringat dingin.


Dengan sekuat tenaga dia berusaha tampak baik-baik saja,,


Tepat masuk kekota J,,


"Tolong hentikan mobilnya" pinta Abbi.


"Tidak mau,, aku antar kau pulang kerumah,, kamu pucat bahaya kalau turun disini" tolaknya.

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu,, hentikan mobilnya sekarang, aku mau muntah,, atau boleh aku muntah didalam mobilmu??" gertakku.


Tepat didepan sekolah SMA ku,, mobil Farel menepi,,


Abbi membuka mobil dan berpura-pura berjongkok untuk muntah.


Merasa aman dia turun,


*Brakk*


Abbi menutup pintu mobil dan berlari dengan cepat menuju gang kecil lalu masuk kesebuah warung bakso yang ramai dengan pengunjung dan duduk diantara para pembeli.


Farel yang melihat Abbi kabur dari mobilnya, segera turun untuk mengejar,,


Abbi duduk dengan tenang memesan bakso dan teh hangat untuk menyamankan rasa mual diperutnya,, ada perasaan lega karena berhasil kabur dari pria aneh yang mengejarnya.


Dengan perlahan dia menikmati bakso dikedai Mang Mimin,,, bakso langganan kabur masa SMA.


Mengingat kenangan masa Samanya membuat Abbi tanpa sadar tersenyum tipis. lalu melanjutkan menikmati bakso panas didepannya.


*drrtt.. drtt..* Hape disaku Abbi bergetar.


Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikena segera dibukanya,,


"Kalau mau makan bakso kenapa harus kabur? Makanlah dengan tenang,, aku tunggu kamu dimobil"


"Huuufffff.." Abbi benapas dengan kasar.


"Sialan,, kurang ajar,," umpat Abbi dalam hati.


Membaca pesan dari Farel membuat dia segera kehilangan selera makannya.


"Tidak perlu menungguku,, aku bisa pulang sendiri,," balas Abbi.


"Selesai makan segera kembali ke mobil atau kamu bersiap terima akibatnya" ancam Farel.


"Kamu yang mau menungguku,, baik kau tunggu saja sampai lebaran!" gumam Abbi.


Sambil tersenyum,, Abbi kembali makan dengan tenang dan perlahan.


1mankok bakso berhasil dihabiskannya.


"Mang bakso satu lagi,, Jangan pakai Mi,, bakso,, tahu sama gorengannya saja" ucap Abbi memesan lagi.


"Siap Neng!"


Abbi tersenyum senang,,


"mamp*s,, tunggu sana sampai bulukan!"


Abbi kembali makan dengan santai, tak perduli pada Farel didalam mobil yang mulai kehilangan kesabaran karena menunggunya.


"Cepat kembali ke mobil sekarang!" pesan dari Farel kembali masuk.


"Kamu pulang saja, aku masih makan bakso,," balasku.

__ADS_1


"Makan berapa banyak sampai satu jam gak selesai-selesai??!"


"Baru 2 mangkok,, masih mau nambah,, aku ngidam jangan ganggu, silahkan pergi duluan aku bisa pulang sendiri"


"Huhh rasain emang enak dikerjain,, nunggu saja sampai lumutan!" ucap Abbi dalam hati.


Tak lagi memperdulikan hapenya,, Abbi kembali menikmati bakso porsi yang kedua.


Berhasil membuat pria gila itu kesal karena kelamaan menunggunya membuat mood Abi naik.


"Kalau kamu pikir aku bisa kamu ancam dengan foto itu maka kamu salah,, Tunggu saja akan aku balas semuanya" tekad Abbi.


*plak* seseorang menepuk bahu Abbi..


*Brusshh* membuat Abbi sampai menyemburkan teh yang sedang diminumnya.


"Kamu, sengaja kan membuatku menunggu lama??" Farel tiba-tiba berdiri dibelakangnya.


"Siapa yang sengaja,,!! lihat sendiri aku makan dua mangkok,, memang aku lagi ngidam bakso,,. masalah??" Omelku dengan kesal.


"Sekarang ayo pulang!"


"Aku pulang sendiri,, aku gak mau ada gosip menyebar karena aku jalan dengan orang yang bukan suamiku!" tolakku.


"Jangan keras kepala!!"


"Jangan memaksaku!!" Abbi tidak mau kalah.


"Aku antar dekat rumahmu,, aku kuatir kalau kamu pulang sendiri!"


"Tidak perlu kuatir, aku tadi sudah menelpon Ayah untuk menjemputku!" ucapku.


"Jangan bohong!!"


"Gak ada untungnya aku bohong!" debatku.


Farel mengepalkan tangannya,


"Kamu mau bermain-main denganku,, apa kamu sudah siap dengan konsekuensinya!" tanyanya dengan nada mengancam.


"Aku tidak bermain-main denganmu,, aku hanya menjaga nama baikku dan keluargaku dari fitnah dan juga gosip, apa itu salah??" tanyaku sambil menatap tajam kearahnya.


"Kali ini aku maklumi tapi tidak dengan lain kali,, ingat bulan depan aku tunggu jawabanmu,, berani menolakku kamu akan tahu akibatnya,, dengar sayang, hanya aku yang mencintaimu dengan sungguh-sungguh,, hanya aku sayang" bisiknya ditelinga Abbi.


Abbi mengepalkan tangannya dibawah meja menahan marah sekaligus jijik pada pria didepannya.


"Hati-hati dijalan ya,, Salam untuk ayah calon mertua" ucapnya sambil tersenyum menjijikan didepanku.


Belum sampai aku menjawab ucapannya,


Farel keluar dari kedai dan segera berjalan menuju mobilnya.


"Dasar Gilaa!!" umpat Abbi lagi-lagi hanya dalam hati.


Setelah memastikan Farel pergi menjauh, Abbi membayar makannya nya,, dan perlahan berjalan menuju jalan raya,, memanggil taksi lalu pulang kerumah dengan sedikit rasa tenang dihati.

__ADS_1


****Hay Kak 👋 sedihnya author,, kok sepi ya gak ada yang komen,?? Please..


Aku haus komen dari Kakak2 pembaca..😂 (Tapi bukan haus belaian ya..😂).. jangan lupa Like n komentar ya.. ya.. Terima Kasihhh🙏🙏


__ADS_2