I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Sosok Farel Artajaya.


__ADS_3

"Apa yang harus aku jelaskan lagi??"


sinis Farel.


"Pada kenyataannya memang Istrimu yang menggodaku!" ucapnya lagi bersikukuh.


"Brengs3k!! bajing@n!! kemarin kau bisa membodohiku,, tapi tidak untuk sekarang!!" ucap Alex dengan wajah memerah penuh kemarahan.


"Terus maumu apa? atau kamu mau membongkar semuanya pada istriku yang tercinta? " tanya Farel dengan tatapan menyelidik.


"tapi kalau mau cerita juga gak masalah,, aku yakin Kakakmu akan lebih percaya sama aku daripada ceritamu" tambahnya dengan wajah menantang.


"Dasar Bajingan,, sialan!!!" Alex kembali menerjang Farel.


Tapi pria yang sudah menjadi kakak iparnya hampir sekitar 3 tahun itu mampu mengelak dengan cepat.


"Apa salah Kakakku?? Apa salahku?? Bagaimana mungkin kamu yang kami percaya bisa menyakiti juga mengkhianati kami!" murka Alex.


"Siapa bilang aku mengkhianati istriku,, siapa bilang aku mengkhianatimu?? Sudah aku bilang istrimu yang gatal dan tergila-gila sama aku!" cibir Farel dengan senyum merendahkan.


" Dasar Bajing@n, Jangan mengelak lagi!!" Teriaknya dengan nafas memburu.


"Siapa yang mengelak? Memang kenyataannya begitu,, dia hanya perempuan yang menginginkan hartamu,, tapi untuk kepuasannya dia datang padaku,, ha..ha..!" ucapnya memprovokasi.


"Jauhi istriku!!


"Aku tidak pernah mendekati istrimu jadi kenapa harus menjauhinya? seharusnya kau peringatkan istrimu untuk tidak merayu ku lagi." jawab Farel dengan senyum puas.


"Sudahlah,, kenapa harus berantem gara-gara perempuan murahan,, kamu lebih baik ceraikan saja Abbi,, apa kamu ga jijik tidur dengan dia yang sudah jadi bekasku?" ucap Farel memprovokasi.


"Dasar bangs@t,, Aku peringatkan sekali lagi jauhi istriku atau kamu terima akibatnya!!" marah Alex.


"Jangan mengancam ku!!" balas Farel dan menatap tajam Alex yang kini berdiri berhadapan dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

__ADS_1


"Aku tidak mengancammu,, aku mengingatkanmu,, kalau aku diam kali ini karena aku tidak mau Kakakku terluka melihat ulah suaminya yang ternyata seorang laki-laki bajingan, brengs3kk dan tidak tahu diri!" Ucapnya dengan mata menatap tajam kearah Farel.


Alex kemudian keluar dari kamar utama rumah Kakaknya.


Selepas kepergian Alex, Farel mengepalkan kedua tangannya, dia mengambil vas bunga yang ada dimeja,


*praangg* Farel membanting vas bunga itu dengan keras.


Farel berjalan beberapa langkah keluar dari kamarnya, menuju balkon, lalu mengeluarkan sebatang rokok untuk meredakan emosinya.


"Kurang ajar,. brengs3k" umpat Farel dengan napas memburu karena terlalu emosi.


Farel lalu berjalan mendekati kursi dan duduk sambil menghisap rokok yang menyala disela-sela jarinya.


Farel, pria tinggi nan tampan dengan bentuk badan atletis yang mampu menggetarkan hati kaum hawa.


Dia lahir dari keluarga broken, dan tinggal bersama sang Nenek ketika dia berumur 14 tahun, karena sang Ayah sudah meninggal dalam kecelakaan ketika pulang setelah memergoki perselingkuhan istrinya, Mama kandung Farel dengan sahabat Mamanya sendiri.


Selepas kematian sang Ayah,, Ibunya pergi menikah dengan pria selingkuhannya dan mengabaikan Farel, bahkan mengusir anak malang ini dan tinggal bersama Neneknya dalam segala keterbatasan.


Kehilangan sosok Ayah yang menjadi, tulang punggung, panutan dan yang sangat menyayanginya sudah pasti menjadi pukulan telak yang menghancurkan hati seorang Farel.


Dalam perjalanan cintanya, Farel juga termasuk tidak beruntung,, ditinggal selingkuh dengan alasan yang menyakitkan,, meski tampan dan pintar tetapi miskin.


Yang paling menyakitkan, cewek yang saat itu menjadi adik kelasnya dan dicintai olehnya justru memilih memutuskan dirinya demi mengejar cinta seorang Alex, pria tampan yang lebih segala-galanya dari dirinya, dan yang dikemudian hari menjadi adik iparnya sendiri.


Masa lalu yang pahit, ditambah harga diri terluka, membuat Farel semakin bekerja keras hingga mampu masuk universitas terbaik dan bertemu dengan Valencia, gadis kaya,dingin yang angkuh. Namun berhasil ditaklukan oleh Farel.


Farel tidak sepenuhnya mencintai Valencia,, gadis dingin, angkuh yang kini menjadi istrinya bukanlah tipe yang di idamkannya.


Bagi Farel, Valencia Pratama Madya hanyalah batu loncatan untuk meningkatkan status sosialnya dan membuatnya menjadi orang kaya dengan cepat.


Farel menginginkan sosok perempuan lemah lembut dan penurut yang mudah dikontrol dan diatur sesuai keinginannya, sementara Valencia adalah sosok yang dominan dan selalu mengaturnya.

__ADS_1


Adanya perbedaan status sosial membuat Farel menjadi sosok suami penyayang, dan pengertian didepan Valen. Selalu menuruti keinginan istrinya tanpa sedikitpun membantah.


Demi dendamnya pada para perempuan, membuat Farel mengabaikan sikap dominan istrinya, namun ketika dia berada diluar jangkauan istrinya demi menaikkan harga dirinya, Farel diam-diam mulai berubah menjadi sosok Casanova dibelakang istrinya.


Rasa marah dan terhina pada Alex akibat masa lalu, ditambah ketertarikannya pada sosok Abbi yang imut dan menggemaskan dimatanya membuat Farel semakin gelap mata, dia terobsesi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Abbi sejak pertama dia melihatnya.


Valen jelas tidak pernah mencurigainya,, apalagi kesibukan Valen benar-benar luar biasa. Valen adalah tangan kanan Papanya, yang digadang-gadang akan menjadi penerus perusahaan PM Group karena kepiawaiannya berbisnis dibandingkan dengan Alex adiknya.


Jumlah kekayaan keluarga Pratama yang mencapai 11 digit, membuat siapapun yang hidup dalam lingkaran keluarga Pratama bergelimang dengan kemewahan.


Jelas Farel tidak bermimpi untuk melepaskan Valen,, tapi juga tidak akan melepaskan Abbi,, perempuan yang berhasil menarik hatinya.


Kini setelah Alex mencurigainya,, Farel terpaksa memutar otak kembali untuk memisahkan Alex dan Abbi, tapi juga tidak mau berpisah dari Valen.


Seringai licik tiba-tiba terlihat diwajahnya.


Farel jelas memiliki rencana indah untuk membuat Alex bercerai dan dia bisa mendapatkan Abbi sepenuhnya.


Senyum merekah segera tersungging saat dia membayangkan betapa bahagianya dia jika Abbi ada dalam pelukannya.


Farel segera berdiri, dan kembali memasukkan pakaiannya kedalam koper kecil yang tadi tertunda karena kedatangan adik iparnya.


Dengan suasana hati yang baik, dan senyum mengembang Farel berjalan menuruni tangga,, menuju garasi lalu melajukan mobilnya menuju keluar kota.


Sementara itu Alex yang frustasi segera pulang ke rumah.


Alex mulai sadar dia sudah salah paham, tapi egonya lagi-lagi mengingatkan dirinya tentang adegan ciuman panas keduanya didalam mobil miliknya.


Meski Abbi sudah menjelaskan padanya bahwa saat itu dia tidak tahu siapa yang menciumnya karena benar-benar tidur nyenyak.


Alex masih merasakan jijik pada Abbi yang sudah disentuh oleh orang lain dan parahnya itu adalah Farel, Kakak iparnya sendiri.


Alex duduk sambil memandangi foto didalam hapenya, foto ketika dia masih berpacaran dengan Abbi.

__ADS_1


Sosok cerewet, centil, pede dan begitu ceria apa adanya.


"Semoga aku bisa melupakan semuanya dan menerima Abbi tanpa jijik" pikir Alex.


__ADS_2