
Abbi lagi-lagi berhasil dikejutkan dengan tingkah Alex.
"Kakak bercanda kan??"
"Nggak,, kenapa kamu keberatan??"
"Bukan,, Nggak,,. hanya Aku gak yakin Ayah sama Ibu mengijinkan!" jawab Abi tergagap.
"Ohh, tenang saja,, aku yakin kok kalau calon mertuaku tidak akan menolak kalau calon mantunya yang super tampan ini menginap!" jawabnya dengan pede.
Lagi dan lagi Abbi melongo,,
"Kirain hanya aku yang punya tingkat kepedean setinggi tower seluler,, ternyata dia juga" batinnya sambil nyengir.
"Emm Kak sudah jam 4, aku masak buat makan malam dulu ya,,?" pamitku.
"Nggak usah Bi,, nggak usah masak"
"Lho,, kalau aku gak masak nanti makan malamnya gimana?"
"Emm, kita keluar saja,, kita beli makanan jadi atau mau ajak Ayah sama Ibumu makan diluar?" ajak Alex.
"Gak usahlah Kak,, nanti malah boros,, biar aku masak aja ya?"
"Biii,," tegur Alex seolah tidak suka dibantah.
"Emm,. ya sudah aku tanya Ayah sama Ibu dulu ya Kak" Abbi mengalah.
Abbi kemudian menemui Ayah dan Ibunya.
Tak lama setelahnya Abbi sudah menemui kekasihnya,, pria tampan yang terlihat dewasa dengan setelan kemeja yang bagian lengannya digulung hingga setengah.
Abbi keluar dengan memakai kaos hitam, dan celana pendek 20 cm diatas lutut,, memperlihatkan kulitnya yang putih mulus tanpa cela.
"Kak kita beli makanan diluar saja ya,, Ayah sama Ibu gak mau makan diluar,, katanya Kita saja yang makan diluar" ucapnya.
"Ayah sama Ibu pengertian juga ya ternyata,, membiarkan kita berduaan!" ucapnya sambil mengerlingkan mata.
*Pakk* aku menepuk lengannya.
"Apaan sich Kakk.." jawab Abi sambil tersenyum malu.
Alex kemudian menggandeng tangan kekasihnya, lalu masuk kedalam mobil.
Seolah Alex memang tinggal di kota J,, dia tampak menguasai jalan didaerah tempat tinggal ku.
Hanya 10 menit perjalanan Alex menghentikan mobilnya didepan restauran MeiHwa.
"Yaahhh Kak,,. kok direstaurant ini,, aku pake celana pendek sama kaos oblong begini!" panikku gak percaya diri.
"Tenang aja gak masalah,, ayok!"
"Yeeii tenang gimana,, Kak mah enak pakai celana bahan plus kemeja masih enak dipandang lha aku??"
"Kamu ini,, sudah ayo turun kalau aku bilang gak apa-apa,, ya gak apa-apa!" ucap Alex dengan wajah serius.
"Emm tapi kalau sampai aku diusir gimana?" takutku.
"Entar aku ratain ini restauran kalau sampai berani ngusir kamu!" jawabnya dengan santai.
"Yeee,, aku tanya serius malahh...,!" gerutu Abbi.
"Aku juga serius Bi,, kalau restoran ini berani ngusir kamu aku ratain dengan tanah,, gampang kan!?"
__ADS_1
Lalu turun dari mobil dan menggandengku kedalam.
Terlihat beberapa pengunjung menatap kearah Abbi dan Alex.
Alex masuk dengan percaya diri sambil menggenggam tanganku.
"Selamat datang Tuan, Nona,, " sambut seorang waitres cowok berseragam merah, seumuran Kak Alex.
Alex hanya menganggukkan kepalanya.
Waitres itu pun mengantar Alex dan Abbi ketempat duduk dengan no meja 12 untuk dua orang.
"Silahkan Tuan" sambil memberikan 2 buku daftar menu.
"Kamu mau pesan apa Bi? kita makan disini lalu nanti baru kita pesan bungkus untuk Ayah sama Ibu atau gimana?" tanya Kak Alex.
Sesaat aku membaca harga pada daftar menu makanan di tanganku.
"Astaga mahal-mahal amat ya" pikir Abbi.
"Emm kita bungkus semua saja kak,, kita makan sama-sama dirumah,, lagian ini baru mau jam 5,,"
"Oww ya sudah,, kamu mau pesan apa?"
"Kakak aja yang pesan aku ikut!" jawab Abbi.
"Yakinn?"
Abi menganggukkan kepalanya.
"Mas tolong catat ya, 1sup gurami, 1 brokoli cah jamur tungku, 1 baby buncis cah sapi, 1 kailan cah udang, 1sapi lada hitam, 1 ayam kungpao, 1udang goreng tepung, sama 1 gurami masak tauco,, oh iya tambah lumpia udangnya 2 porsi" ucapnya.
Abbi pun melongo mendengar pesanan kekasihnya.
"Kak,, kamu mau pesta? itu kebanyakan!" ucapku.
"Lhaa kamu bilang terserah,, aku kan gak tahu apa kesukaan Ayah sama Ibumu!" jawab Alex.
Abbi pun hanya menggaruk-garuk kepalanya.
20 menit kemudian pesanan kami siap,,
"Ini billnya Tuan"
Aku melirik lembaran tagihan yang harus dibayar Kak Alex, 750 ribu.
Alex memberikan kartu debitnya.
selesai menandatangani struknya kami pun keluar dengan menenteng 1paperbag ukuran cukup besar berisi makanan dari restauran MeiHwa.
Kak Alex mulai melajukan mobilnya menuju Holly supermarket khusus penjual buah.
Dia mengajakku turun untuk belanja buah disana,,
"Kak kita kepasar buah saja,, disini mahal!" ucapku merasa gak enak.
"Sudah gak usah kita belanja disini saja,," jawabnya dengan cuek.
Kak Alex mengambil troly, dengan cepat beberapa jenis buah masuk kedalam keranjangnya, buah pir, jeruk santang, apel, semangka, jambu merah juga jus buah impor masuk kedalam troly.
Kak Alex lalu membayarnya dikasir.
350ribu untuk buah saja.
__ADS_1
Belum 1 jam keluar sudah menghabiskan uang lebih dari 1juta untuk makan.
Aku yang tidak biasa belanja semewah ini pun hanya terdiam.
Tepat jam 6.30 Abbi dan Alex sampai dirumah.
Berdua menenteng belanjaan dan menata makanan diatas meja maka yang ukurannya tak seberapa besar.
Segera saja meja berukuran 80x150 cm itu penuh dengan aneka makanan.
"Bi,, aku numpang mandi ya,, gerah!" ucapnya.
"Iya Kak,, aku ambilkan handuk ya..!"
"Gak usah aku sudah bawa sendiri" jawab Alex mengeluarkan baju dan handuk dari dalam ranselnya.
"Owwh,, iya Kak,,"
"Ternyata memang niat nginep disini betulan!" ucap Abbi dalam hati.
Sementara Alex kekamar mandi Abbi pun segera kekamar Ayah, Ibunya untuk mengajak makan malam.
Ayah dan Ibu keluar dari kamar,, SMA seperti Abbi,, mereka berdua juga terkejut melihat banyaknya makanan yang dipesan oleh Alex,, 3 macam sayur, 5 macam lauk, 1macam Snack, dan juga aneka buah yang sudah terpotong rapi.
"Bii,, ini kamu..!"
"Bukan Bu,, ini kerjaan Kak Alex,, uang yang Ayah kasih untuk beli makanan malah masih utuh!"
"Malah jadi gak enak sama temanmu Bi" ucap Ayah pelan.
Tapi masih terdengar ditelinga Alex yang ternyata sudah selesai mandi.
"Kenapa harus merasa gak enak Om,, Alex ikhlas kok belanja ini semua,, lagi pula Om dan Tante kan bisa anggap Alex seperti anak sendiri,, jadi gak perlu sungkan sama Alex!" ucapnya sambil tersenyum.
"Tapi ini berlebihan Nak!" ucap Ibu dengan sungkan.
"Gak ada yang berlebihan kalau untuk Abbi, Ayah dan juga Ibu!" ucapnya dengan pede.
Abbi pun membelalakkan matanya mendengar ucapan Alex.
Ibu dan Ayah hanya bisa pasrah sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah ayo duduk, nanti makanannya keburu dingin!" ucap Ayah.
Kami berempat makan dengan tenang,, selesai makan,,
"Emm,, maaf Om,, Tante kalau diijinkan Alex berniat untuk menginap disini,, Apa boleh Om?" tanya Alex.
"Uhuk... uhukk.." Abbi yang sedang minum sampai tersedak mendengar ucapan Alex.
"Pelan-pelan minumnya Bi!" tegur ibu.
"I..iya Bu..!" gugup Abbi.
"Rumah kita kecil dan ga pake AC,, apa kamu bisa tidur ditempat sederhana begini Nak?" tanya Ibu
"Asal diijinkan,, tidur dimana saja tidak masalah buat Alex, Tan.. jangankan tidur dikamar di teras juga gak apa-apa" kelakarnya.
"Ya sudah malam ini kamu tidur saja dikamar Kakaknya Abi ya!" ucap Ibu.
"Terima kasih Om,, Tante" ucapnya dengan tersenyum.
Lalu mengerlingkan matanya kearah Abbi yang masih ternganga tak percaya,,
__ADS_1
Tanpa dikomando wajah Abbi pun memerah karena Alex.