I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Kencan


__ADS_3

Tanpa terasa hari berlalu begitu cepat, Minggu depan Yogi sudah mulai menghadapi ujian kelulusan selama satu minggu.


Sabtu siang, sepulang sekolah,,


"Kamu ijin Ibu sekalian ganti baju dulu, terus kita lanjut jalan lagi" ucap Yogi.


"Hmmm,, kamu gak ganti baju dulu??" tanyaku.


"Aku bawa baju ganti,, nanti aku numpang ganti dirumah ya?"


"Oww,, okeey!"


"Ayo Kak,," ajakku.


"Ayo,," sambil menenteng tas ranselnya.


"Kamar mandi disebelah mana Bi??"


"Itu..!" sambil menunjuk kamar mandi yang terletak di tengah-tengah antara kamar ku dengan kamar Kak Seno.


"Aku numpang ya.."


"Iya Kak,, sudah ganti gih!"


Yogi pun segera masuk kekamar mandi,,, sedang Abigail langsung masuk dan berganti pakaian dikamarnya.


Yogi keluar dari kamar mandi dengan memakai celana jeans navy dan kaos berkerah warna putih berlengan pendek.


"Kak, tunggu dulu sebentar ya,, aku pamit sama ibu dulu"


Yogi hanya menganggukkan kepalanya dan duduk diruang tamu.


*tok.. tok*


"Buu!" sambil membuka pintu kamar ibunya dengan perlahan, Abi melihat kedalam,


"Owhh Ibu lagi tidur siang,,. pantess gak ada jawaban" gumamku dan menutup kembali pintu kamarnya.


Abbi kemudian megambil notes dari atas kulkas dan menulis pesan, lalu menempelkannya dipintu kulkas.


"Ayo kita jalan sekarang aja Kak!"


"Sudah pamit sama Ibumu?"


"Sudah,,"


Perjalanan yang mereka lalui sudah hampir 1 jam tapi belum sampai juga,,


"Sebenarnya kita ini mau kemana sich Kak?? jauh amat??"


"Ada dechh,, tenang aja ini sudah hampir mau sampai kok!, Nahh itu dia sambil menuju kesebuah rumah dengan gerbang masuk dari bambu beratap jerami lalu disampingnya ada papan kayu bertuliskan Saung Sunda.


"Ini tempat pemancingan sekaligus rumah makan,, nanti kita mancing terus hasil pancingan kita dimasakin sama mereka,, didalam tempatnya asik benget!" jelasnya.


"Wahh kayaknya seruu,,!" Abi terlihat antusias.


Mata Abi berbinar senang memandang sekelilingnya,, Sebuah kolam buatan yang sangat besar,, ditengah-tengah kolam ada jembatan bambu, sementara di kanan dan kiri ada saung kecil berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 2x2meter. atap dari susunan rami,, dan bagian kanan kirinya dipasang krei dari bambu.

__ADS_1


Yogi kemudian memilih Saung yang paling ujung disebelah kanan,, saung paling sepi dan dekat dengan Pohon mangga besar disampingnya.


"Asli keren banget Kak,,,!" ucapku tersenyum senang.


Yogi pun tersenyum melihat Abigai yang selalu menyukai hal yang sama dengan yang disukainya.


Kafe dengan persewaan komik,, pergi melihat hamparan sawah ditepi kota J, dan sekarang saung Sunda,,tempat makan sekaligus tempat refreshing favoritnya selalu disambut antusias dan senyuman ceria dari kekasih mungilnya itu.


Seorang pelayan berpakaian warna biru cerah dengan bordiran Saung Sunda dan ada gambar pohon kelapa berukuran kecil di dada kanannya, memberikan pada kami masing-masing 1 pancing dan juga sebuah ember kecil berwarna hitam .


Abigail duduk disamping Yogi ditepi belakang saung.


Hampir 15 menit mereka berdua memancing,,


*ssrettt* tiba-tiba kail Abbi ditarik sesuatu..


" Yeyy.. Kak aku dapat Kak,,!! aku dapat,, tolongin Kak!!" teriak Abbi dengan hebohnya.


"Sini!" jawabnya sambil membantu membantu menarik ikan yang berhasil aku pancing.


Seekor ikan gurami berukuran cukup besar sekarang sudah berpindah kesebuah ember hitam.


2 ekor ikan gurami sudah ada didalam ember,, satu hasil tangkapan ku, dan satunya lagi hasil tangkapan Kak Yogi.


"Wahh asikk ya Kak,, Seru banget,,!!" ucapku sambil tersenyum lebar.


Yogi tersenyum menanggapi tingkah kekasihnya yang seperti anak kecil.


Dia kemudian menyerahkan ikan hasil tangkapan mereka berdua pada pelayan yang berdiri tidak jauh dari saung mereka.


*Grepp*


*pukkk* Abi reflek memukul Yogi.


" Aduhh"


"Eighh.. Kak.. maaf,, salah sendiri juga sih,, siapa suruh kakak bikin jantung ku mau copot!" omel Abbi.


"He.. He.. maaf" jawabnya sambil memeluk Abi dari belakang dengan erat.


"Kak main peluk-peluk,, gak baik tau!" tegurku.


"Cuma peluk Bii,, please ijinin ya!" pintanya dengan memelas.


"Anggep aja ini vitamin dari kamu buat aku,, Minggu depan aku ujian,, dan ga bisa ketemu kamu dulu, jadi boleh yaa aku peluk kamu!"


Abbi pun menganggukkan kepalanya perlahan.


Menikmati udara sore sambil memeluk kekasih tercinta,, membuat hati Yogi berbunga-bunga.


Cowok dingin dan tampan itu tersenyum senang. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis mungil yang ceria, dan ceplas-ceplos apa adanya yang ada dipelukannya ini.


Banyak cewek cantik mendekatinya,, tak jarang mereka terang-terangan menyatakan perasaannya,, tapi beda dengan Abbi.


Abigail Ariesta gadis mungil itu cenderung datar jika berhadapan dengannya,, tidak ada sorot mata kekaguman,, tapi mampu melelehkan hatinya dengan candaan dan sikapnya yang kadang terlihat absurd.


Sama sekali tidak ada sikap jaim-jaimnya dari seorang Abbi.

__ADS_1


Full natural apa adanya,, tak perduli apa kata dan pandangan orang tentangnya.


*Cupp*


Yogi mencium pipi Abigail.


"Nah,, Mulaikan!!.. mulai tuhh,, teruss.. ambil kesempatan dalam kesempatan teruuss!" cerocos Abbi.


"Ha.. ha..." Yogi tertawa dengan keras.


"Kamu ini Bii,, jadi cewek kok gak ada romantis-romantisnya!" ucapnya sambil membalikkan badanku menghadap kearahnya.


"RoManTis?? Rokok Makan Gratis yaa?" jawab Abi sekenanya.


"Ha.. ha.. ha" lagi-lagi Yogi tertawa sambil menarik ku kedalam pelukannya.


"Sumpah Bii,, aku gak tahu kalau punya pacar seperti kamu ini bisa bikin aku tertawa sebahagia ini,, dulu aku pikir punya pacar itu beban, dan bisa mengganggu belajarku,, ternyata setelah aku jadian sama kamu,, malah bikin aku semangat belajar!" ucapnya sambil tersenyum hangat.


"Preett,, gombalnya bisa banget sich"


"Betulan Bi,,Serius,, sebentar yaa..!!" ucapnya sambil melepaskan pelukannya, dan kemudian mengambil tas ransel yang diletakkan tidak jauh dari meja lesehan didalam saung.


"Aku mengajakmu kesini karena mau kasih tunjuk ini!" sambil memberikan amplop putih berstempel Universitas Negeri Pelita Harapan.


Setelah membacanya aku pun menatapnya tidak percaya,,


"Waaahh selamat ya Kak,, Kakak masuk ke UNPH lewat jalur undangan, gila,, hebat banget Kak,, itu kan perguruan tinggi negeri yang paling sulit,, seleksinya aja minta ampun ketatnya,, aku pernah denger dari 30ribuan pendaftar yang diterima hanya sekitar 500an orang.. Selamat ya.. keren banget sihc,, Pacar siapa nihc.. utu.. tu..!?" godaku.


Melihat tingkahku Yogi kembali tertawa. Dan memelukku dengan erat.


Akhirnya makanan kami pun tiba juga,, dengan lahap aku memakan makanan yang sudah disiapkan,,, 2ikan gurami, 1ekor dibakar pedas, 1ekor digoreng kering,, ada tumis kangkung, nasi untuk porsi 2 orang dewasa dalam bakul bambu,, gak ketinggalan aneka lalapan sama sambal terasi.


Kak Yogi hanya menggelengkan kepalanya melihat porsi makan ku yang cukup besar,, bahkan porsi makan ku jauh lebih besar dari porsinya.


Dia sudah tidak kaget lagi melihat besarnya porsi makan ku,, dulu pertama kencan dia terkejut saat makan di warung bakso aku bisa menghabiskan 1porsi bakso ditambah 1 porsi Mie ayam dan dua gelas es teh.


Yogi hanya bisa melongo tak percaya dengan tingkah dan porsi makan kekasihnya,,


"Bii kamu itu makan apa kesurupan?" tanya Yogi.


"He.. he.. maklum Kak,, Aku kan dalam masa pertumbuhan gigi dan gusi!" ceplosku.


"Ha.. ha.. ha.. Kamu ini Bii.. Bii,, bisa aja jawabnya!" tawa Yogi menanggapi jawaban Abigail.


Hari sudah menjelang senja,, Abbi dan Yogi pun segera pulang.


Gimana ceritanya!? Belum seru Kah??


yuk kasih Abigail Like dan komentarnya ya..


Supaya Abigail terus semangat muncul..


terima kasih.


Visual,


kurang lebih model saungnya ya..

__ADS_1



Bersambung..


__ADS_2