I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Biar Ku Pendam Sendiri


__ADS_3

Semakin hari Alex semakin dingin pada Abbi.


Selalu pulang terlambat,, dan mengabaikan keberadaan istrinya.


Abbi yang harus mengurus kuliahnya akhirnya harus kehilangan kesempatan,, dia tidak bisa mengurusnya karena masalah yang dihadapi.


Bahkan sejak masalah yang tidak jelas ini mulai muncul, nafkah yang Alex berikan terkesan ala kadar.


Ketika moodnya baik dia memberikan uang pada Abbi,, tapi jika tidak Alex juga tak memperdulikan.


Siang ini ketika Alex masih ada dirumah karena libur,


"Kak kita harus bicara,, sumpah demi apapun,, anak ini benar-benar anakmu Kak!" ucapku meyakinkannya.


"Aku tidak pernah berhubungan dekat dengan Kak Farel,, aku berani bersumpah kak!" ucapku lagi saat dia ada di dalam kamar.


"Jadi menurutmu apa yang aku lihat hanya halusinasi ku??" tanyanya sambil menatap tajam kearahku.


"Kak masalah tak juga selesai dari bulan lalu, dan dari awal kamu selalu bilang melihat sesuatu,, melihat apa?? kalau kamu gak jelaskan mana aku tahu?" ucapku membela diri.


"Hal menjijikkan didepan mataku,, dan aku harus menceritakan ulang didepanmu,, apa kamu sadar kamu sudah menginjak-injak bahkan menghancurkan harga diriku!!" teriaknya sambil beranjak bangun dari tempatnya berbaring.


"Tapi aku sungguh gak ngerti dimana letak kesalahanku Kak" ucapku.


"Jelas saja kamu gak tahu letak kesalahanmu,, karena kamu perempuan tidak tahu diri!! Murahan!!!" ucapnya lagi-lagi menghinaku.


"Cukup Kak,,!! aku gak serendah itu!!! aku bukan perempuan murahan!!" bentakku lagi-lagi emosiku lepas kendali.


*Plakkk*


Kak Alex menamparku,, membuat ku tersungkur diatas tempat tidur.


"Tampar,, tampar lagi Kak!! Tampar sampai puas!!! aku hanya memintamu menjelaskan semuanya,, apa kalau aku mati baru kamu puasss!!" teriakku histeris.


Tanpa sadar Alex mengambil gelas berisi air minum dari atas nakas,,


"Byurrrr! Pranggg!" Alex menyiram wajahku dengan air ditangannya lalu membanting gelas itu dilantai dekat aku berdiri.


"Apa yang mau dijelaskan lagi!?? sementara aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu berciuman begitu panas dengan manusia @njing satu itu!!!" ucapnya dengan mata memerah karena marah.


"Tidak Kak,, itu salah paham,, sumpah Kaka aku tidak pernah berbuat hal serendah itu" sangkalku dengan badan gemetar.


"Apa kamu pikir aku mengada-ada?? aku belum buta,, aku tahu dan lihat dengan mataku sendiri bukan dari apa kata orang,, Kamu masih berani menyangkal??? Benar-benar perempuan tidak tahu malu!!" Hina Kak Alex.


"Tidak Kakk,, itu hanya salah paham,, aku berani bersumpah demi hidupku, dan anak yang aku kandung Kakk,, aku tidak mungkin melakukan hal serendah itu Kak,, tolong percayalah Kakk" Mohonku dan menangis tergugu,, sambil berlutut dibawah kakinya.


Alex mendengus kasar.


*Brakkk*


Tanpa kata dia pergi dan membanting pintu kamar lalu pergi seperti biasanya.


"Hikss.. hiks,, aku tidak bersalah,, aku tidak salah Kakk, kenapa kamu tidak percaya padaku Kak..??"


Abbi terus menangis dengan pilu.. Hatinya begitu sakit mendapati kenyataan yang menghancurkannya.


Alex terlihat begitu jijik dan sangat membencinya.


Membencinya atas sebuah perbuatan yang Abbi merasa tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan suaminya.

__ADS_1


Sampai senja menyapa,, Abbi hanya duduk terdiam diatas tempat tidurnya.


Matanya menatap sendu foto pernikahannya yang tergantung di dinding.


Sesaat Abby tersentak kaget,,Karena pertengkaran yang tak kunjung reda Abbi sampai lupa tentang Ibunya.


Satu bulan setelah telpon terakhir dengan Ayahnya dia belum pulang sama sekali.


Abby degan langkah berat mengambil tas pakaiannya dan memasukkan beberapa stel baju miliknya.


Abbi mengambil hapenya dan memesan travel untuk pulang ke kota J.


Setelah selesai menelpon travel,, Abbi mencoba menghubungi Alex untuk meminta ijin sekaligus pamit pulang.


Tapi berkali-kali Abbi menelpon Alex,, semua panggilannya ditolak oleh suaminya.


Dengan hati yang sedih Abbi pun mengetikkan pesan.


"Kak,, maaf Aku ijin pulang kerumah Ayah,, Keadaan Ibuku cukup menguatirkan,, Aku pulang ya Kak. kunci rumah aku taruh dibawah keset depan pintu rumah" Sent.


Tapi tidak ada balasan dari suaminya.


20 menit menunggu,, travel yang dia pesan datang menjemputnya.


Dengan tidak bersemangat Abbi masuk kedalam mobil travel dan duduk dibangku paling belakang.


"Anakku sayang,, maafkan Mama ya,, kamu harus merasakan pahitnya hidup bahkan disaat kamu belum terlahir kedunia" ucap Abbi dalam hati sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Airmatanya mulai menggenang dipelupuk matanya.


Hancurr hatinya melihat suami yang dicintai dan mencintainya kini justru sangat membencinya.


Tak perduli Abbi mual dan muntah-muntah,, Alex hanya melirik dan melewatinya begitu saja.


Bahkan ketika Abbi jatuh pingsan didepannya,,


Alex hanya menggendongnya dan menaruhnya diatas tempat tidur lalu ditinggalkan begitu saja.


Alex malah masuk kedalam ruang kerjanya dan sibuk disana tanpa perduli apakah Abbi siuman atau tidak.


Pernah satu kali ketika Alex pergi,, Abbi mencoba masuk kedalam ruang kerja suaminya,, lalu membuka komputer yang sering ditinggalkan masih dalam keadaan menyala.


Betapa hancur hati Abbi melihat isi komputer suaminya,,


Koleksi film panas dan puluhan foto banyak perempuan telanjang tersimpan dalam komputer suaminya.


Dengan gemetar,, dan berurai air mata Abbi keluar dari ruang kerja suaminya.


Hatinya begitu hancurr,, melihat kenyataan pahit didepannya.


Sesaat Abbi memejamkan matanya, dan menyandarkan kepalanya dikursi mobil.


Meski berat Abbi membulatkan keputusannya untuk membicarakan masalah ini pada Ayahnya dan berniat untuk bercerai dari Alex.


Rasa lelah dan kurangnya istirahat membuat Abbi tertidur didalam mobil travel bahkan sampai kendaraan yang ditumpanginya masuk kekota J.


Tepat jam 7 malam Abbi akhirnya sampai didepan teras rumahnya,, rumah yang selalu dirindukannya.


Abbi mencoba membuka pintu tapi ternyata dikunci dari dalam,,

__ADS_1


*Tokk.. tokk..*


"Ayah,,, Bikk Narti!!" panggilku.


Tak lama terdengar suara langkah kaki dan kunci yang diputar,,


"Lah Nak Abbi baru sampai?? sendiri Non?" tanyanya.


"Iya Bii,,, Ayah sudah pulang Bi?"


"Sudah Non ada dikamar.."


"Ya udah Bik,, aku ke kamar Ayah sama Ibu dulu ya,, makasih ya Bik" ucapku.


"Siap Non,, Bibik istirahat juga ya Non,, kalau butuh apa-apa tinggal panggil saja"


"Iya Bik" jawabku lalu berjalan kearah kamarku lebih dulu untuk menaruh tas pakaian yang aku bawa, dan sekalian bersih-bersih badan.


Selesai mandi baru setelahnya masuk kekamar Ayah.


"Ayah,, Ibu.." panggilku sambil membuka perlahan pintu kamar.


"Hmm,, masuk saja Bii" jawab Ayah.


Abbi masuk kedalam,, Di lihat ayahnya yang duduk disamping ibunya,,


"Ayah" aku memeluk cinta pertamaku ini dengan erat,, tanpa sadar air mataku kembali mengalir.


"Pulang-pulang kok cengeng,, Hemm ada apa??" tanya Ayah penuh perhatian.


"Gak ada apa-apa Ayah,, Abbi kangen aja" jawabku sambil tersenyum seceria mungkin.


"Maklum Yah,, cewek kesayanganmu kan lagi hamil hormon naik turun kayak roller coaster,, lagian pulang-pulang yang dipeluk kok Ayah bukan Ibu,, apa gak kangen sama Ibu" jahil Ibu.


"Kangen juga lahhhh!" berlatih memeluk Ibu dengan hangat.


"Kau kok kurusan Bii?" tanya Ibu sambil menatapku dalam-dalam.


"Iya Bu,, bawaannya mual terus,, kala makan semua makanan Abbi muntahin,, gak enak banget Buu!" rengekku.


"Ya kamu yang sabar,, waktu Ibu hamil kamu dulu juga begitu,, malah hampir 4 bulan Ibu susah makan" ibu menceritakan pengalamannya.


"Kamu kenapa naik travel?? suamimu mana?" tanya Ayah dengan tatapan penuh selidik.


"Kak Alex hari ini pergi keluar kota Yah,, ada masalah dengan kantor cabang,, Abbi malas kalau ikut Kak Alex,, jadi Abbi ijin sama Kak Alex untuk pulang saja!" bohongku.


"Tapi kalian gak sedang ada masalah kan??" tanya Ayah lagi.


"Nggak Ayah,, nggak ada,, semua aman,, Abbi bahagia sama Kak Alex,, Dia sangat baik dan memanjakan Abbi" jawabku sambil tersenyum.


"Maaf kan Abbi ya Ayah,, Abbi gak bisa jujur sama Ayah,," batin Abbi sambil memandang ayahnya yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya.


"Syukurlah,, Ayah juga Ibu tenang mendengarnya" ucap Ibu tersenyum lega.


"Iya Bu, kami baik-baik saja,, sekarang Abbi ijin mau tidur sama Ayah juga Ibu" ucapku sambil mengambil posisi tidur ditengah-tengah mereka.


"Kambuh manjanya,, sudah mau jadi Mama,, masih juga manja!" olok Ibu.


"Biarin Abbi kan kangen!!" jawabku sambil membenamkan kepalaku kedalam pelukannya.

__ADS_1


Dan menangis dalam diam.


__ADS_2