I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Biang Ricuh 01


__ADS_3

"Untuk pernikahannya bagaimana rencananya?" tanya Om Yohan, ayah dari Kak Alex.


"Mohon maaf Mas,, kalau saya sangat berharap Abigail selesai kuliah dulu baru menikah,, kalau berkenan biar sekarang mereka tunangan dulu saja"


"Menunggu Abbi lulus,, kira-kira kapan Om?" Tanya Valencia, Kakak kandung Kak Alex.


"Kurang lebih 3 tahun lagi" jawab Ayah.


"Begitu ya?" ucap Om Yohan sambil berpikir untuk sesaat.


"Tapi Alex minta pada saya pernikahannya dilaksanakan 2 Minggu lagi!" ucapnya kemudian.


"Hahh, 2 Minggu Mas?" tanya Ayah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Iya Alex bilang tidak sabar untuk menikah dengan Abi" jawabnya sambil melirik kearah Alex.


Sementara Alex hanya tersenyum simpul.


"Saya mengira Alex sudah menghamili Abbi makanya meminta kami untuk segera melamar Abbi dan mempercepat pernikahannya,, ternyata ini hanya akal-akalan anak muda yang ngebet kawin" seloroh Om Yohan.


"Pii..!!" Alex menunduk malu melihat candaan ayahnya.


Mendengar ucapan calon mertuanya, Abbi juga tidak bisa menahan rasa malunya,, dengan wajah merona dia menundukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Jadi gimana keputusannya Dewa?" tanya Om Yohan pada Ayah.


"Hhhh,, saya hanya orang tua sama seperti anda Mas,, sekarang saya hanya bisa mengembalikan pada anak-anak yang akan menjalaninya" jawab Ayah sambil melihat kearahku, dan kemudian beralih ke Alex.


"Saya maunya 2 Minggu lagi Om!" jawab Alex dengan mantap.


"Abbi?" tanya Ayah.


"Abbi,, ikut saja Yah" jawabku dengan gugup.


"Karena Alex minta pernikahannya dua Minggu lagi,, saya hanya bisa menyetujuinya,, kita akan adakan pestanya dihotel ShangRa, untuk semua biaya biar kami pihak keluarga laki-laki yang menanggung" putus Om Yohan.


"Hotel ShangRa? Hotel termewah dikota J,,Ya Tuhaannn" pikir Abbi dalam hati.


"Mohon maaf Mas,, mohon tidak tersinggung,, tapi saya berharap jika Mas tidak keberatan biarlah pesta diadakan kecil-kecilan dan sederhana saja,," ucap Ayah.


"Lah Mas ini gimana,, pesta di hotel mewah kan keluarga calon besan yang nanggung,, kok Mas tolak,, mbok ya kalau pelit itu jangan kebangetan,, anak mau dikasih yang terbaik kok nolak,, Apa karena gak sanggup patungan makanya nolak!" Nyinyir Bu Retno menghina Dewa.


"Bu Retno yang terhormat,, Anda disini hanyalah tamu,, maka saya berharap Anda bersikap selayaknya tamu,, kalau tidak bisa bersikap layaknya tamu silahkan Anda tinggalkan tempat ini dari pada anda hanya membuat rusuh" tegur Ayah dengan suara tegas.

__ADS_1


"Cihh" Bu Retno mendecih.


"Sudah pelit, sombong pula!" gumamnya namun masih cukup keras untuk didengar oleh Ayah dan lainnya.


Bu Retno segera bangkit berdiri, dan meninggalkan ruang tamu lalu berjalan entah kemana.


"Mohon maaf Mas atas ketidaknyamanannya" ucap Ayah merasa sungkan.


Sementara Yohan dan keluarga hanya menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Abi menahan marah dan kekesalannya sambil melirik tajam kearah Seno yang menundukkan kepalanya.


"Begini Mas,, saya tidak keberatan kalau pesta diadakan di hotel,, hanya saja,, kondisi istri saya kurang baik,, saya berharap pengertian dari keluarga,," ucap Ayah merendah.


"Hmm, iya benar juga,, baik kita akan adakan resepsi di restauran saja,, dengan begitu tamu yang hadir ga terlalu banyak,, dan tidak terlalu membuat Ibunya Abbi terlalu capek. Gimana Alex,, Abbi kalian gak keberatan kan pesta pernikahan kalian dilaksanakan sederhana ?" tanya Yohan.


"Tidak Pi,, itu sudah lebih dari cukup" jawab Alex sambil tersenyum.


"Saya juga tidak masalah " jawab Abib sambil tersenyum manis.


"Terima kasih Mas untuk pengertiannya,, Saya berterima kasih keluarga besar Mas Yohan bersedia menerima Abbi dengan tangan terbuka sebagai bagian keluarga Mas" ucap Ayah tulus.


"Bukankah kebahagiaan anak-anak adalah prioritas kita,, asal Alex dan Abbi bahagia itu saja sudah cukup untuk orang tua seperti kita.?"


"Umm,, satu lagi Mas,, saya berharap Mas juga tidak tersinggung,, saya tidak mau Mas dan keluarga menanggung sendiri biaya pernikahan ini,, saya sebagai ayah Abbi juga mau ikut andil dalam biaya pernikahan mereka,, setidaknya ijinkan saya menanggung 50% biayanya Mas," ucap Ayah.


"Kenapa jadi sungkan begini,, Abbi adalah calon menantu keluarga Pratama, kalau pihak pria yang menanggung semua itu tidak masalah,, memang itu tanggung jawab kami,, tapi kalau Dewa dan keluarga maunya begitu,, saya juga tidak ada alasan untuk menolak niat baik Anda dan keluarga!"


"Terimakasih Mas,, " ucap Ayah sambil tersenyum.


"Baik sudah disepakati 2 Minggu dari sekarang Abbi dan Alex menikah,," ucap Om Yohan.


"Terima kasih Pi,, Terima kasih Om" ucap Alex seambil tersenyum senang.


Selesai pertemuan, keluarga Alex semuanya pamit pulang kembali kekota S,, sementara Alex tetap tinggal di kota J untuk menemani Abbi mempersiapkan pernikahan mereka.


Baru saja Yoga berjalan bersiap memasuki mobilnya,, Bu Retno diam-diam mendekati pria paruh baya itu,


"Mass, hati-hati dengan keluarga Abigail,, mereka itu hanya penjilat,, pelit dan matre,, jangan tertipu sama mereka,, mereka itu keluarga busuk,, selagi masih ada kesempatan lebih baik dibatalkan saja Mas rencana pernikahan Nak Alex,, dia pantas mendapatkan yang lebih baik dari Abbi yang mungkin saja sudah gak perawan" ucap Bu Retno panjang lebar menghasut Yohan.


Sesaat Yohan menarik napas panjang,


"Saya rasa setiap orang yang sanggup menjelek-jelekkan orang lain tanpa tahu tempat dan waktu maka orang itu sebenarnya jauh lebih busuk dari orang yang dibicarakannya,, Bukankah empat jarimu mengarah pada dirimu sendiri dibandingkan dengan satu jarimu yang mengarah pada keluarga Dewa?" ketus Yohan dengan suara dingin.

__ADS_1


"Aa.., Bu Retno kehabisan kata tidak bisa menjawab ucapan pedas Yohan.


Tanpa memperdulikan Bu Retno yang raut wajahnya sudah berubah masam,, Yohan masuk kedalam mobilnya.


Sementara didalam rumah setelah semua tamu pulang,, tersisa keluarga Shinta, 2 orang yang kemarin membantu Ibu,, yaitu Bu Ida dan Bu Arum, dan juga Alex.


Tiba-tiba terjadi kehebohan,, sepasang anting berlian dari box seserahan hilang entah kemana.


Ayah dengan geram mengumpulkan semua orang,, dengan wajah merah


"Tidak ada yang pulang sebelum semua digeledah,, memalukan sekali,, bagaimana mungkin ada orang yang tega mencuri ditengah keramaian seperti ini,, sebelum saya melaporkan ini ke polisi dan menggeledah salah satu dari kita, lebih baik mengaku sekarang! kalau aku sudah menelpon polisi tidak ada kata damai atau diselesaikan secara kekeluargaan" ucap Ayah dengan geram.


Sementara Ibu, Abbi, dan Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Maaf Pak Dewa,, jelas kami tidak mungkin punya kesempatan untuk mengambil.., Kami terlalu sibuk dibagian dapur" ucap Ibu Arum dan menerima anggukan dari Bu Ida.


Kini tersangka tersisa Bu Retno, Seno dan Shinta.


"Kami memang misikin tapi kami gak mungkin mencuri!" ketus Ibu Shinta.


"Iya Ayah,, gak mungkin Seno mengambilnya,, itu kan milik Abbi gak mungkin Seno tega menyakiti Abbi"


"Iya Ayah,, Shinta juga dari tadi bersama Mas Seno,, ayah jangan asal menuduh!" ketus Shinta.


"Jadi anting itu punya kaki terus pergi sendiri gitu maksud kalian?" tanya Ibu dengan sinis.


"Kalau Bu Arum dan Bu Ida aku percaya,, karena kedua Ibu ini terus bersama ku" ucap Ibu lagi.


"Baik,, karena ga ada yang mengaku,, dengan terpaksa aku sekarang menelpon polisi"


"Telpon saja Om,, kalau tertangkap nanti biar pengacaraku yang urus,, Alex akan pastikan dia lama mendekam dipenjara" jawab Alex mengompori.


Dewa kemudian mengambil hapenya bersiap menekan nomor diponselnya.


"Aduuhhh" tiba-tiba Shinta berteriak mengaduh tampak kesakitan sambil memegangi perutnya.


""Kamu kenapa nak?" heboh Bu Retno.


"Ayo kita bawa pulang Shinta, Seno itu saja kita bawa,, yaa itu bawa ke dokter saja!" ucap Bu Retno lagi.


"Tidak ada yang keluar dari rumahku sebelum polisi datang!" ucap Ayah dengan tegas.


"Gila kamu Mas!! ini menantumu kalau keguguran bagaimana,, kamu malah mentingin perhiasan yang harganya gak seberapa,, Paling juga berlian imitasi saja sudah pada heboh!!" ketus Bu Retno sambil menghina.

__ADS_1


"Anting itu 25 juta,, kamu bilang imitasi,,!!! kamu menghina keluargaku apa sudah bosan untuk hidup?!!" tanya Alex dengan suara dingin menyeramkan.


__ADS_2