
1minggu setelah kemoterapi Ibu,, Alex menelpon Ayah dan memberitahu bahwa 3 hari lagi Alex dan keluarga akan datang untuk melamar Abbi.
Ayah pun mengiyakan setelah beberapa kali membahas masalah ini bersamaku.
Namun Ayah memberikan syarat pada Alex untuk tidak membawa apa-apa saat melamar Abbi,, kalau mau membawa buah tangan biarlah ala kadarnya saja.
Alex pun menyetujui permintaan Ayah.
Kini keadaan Ibu sudah membaik pasca kemoterapi,, Tidak lagi mual muntah parah seperti satu hari setelah kemo. Hanya tinggal sariawan dibibir Ibu yang belum sepenuhnya sembuh, efek panas dari obat kemoterapi.
Sore ini, Abbi dan kedua orang tuanya duduk diruang tamu.
"Abbi besok kamu panggil Bu Ida sama Bu Arum kerumah,, Ibu mau meminta tolong mereka untuk bantu ibu bikin kue, sekalian beberes rumah!" ucap Ibu.
"Iya Bu" jawab Abbi menganggukkan kepalanya.
"Kamu yakin dengan keputusanku Bi?? masih ada waktu untuk mundur?" tanya ayah lagi.
"Abbi,, Abi yakin Ayah!" jawabku semantap mungkin.
"Ya sudah,, kamu tuliskan nama lengkap Alex supaya ayah bikin undangan untuk, Pak Pendeta, dan beberapa teman gereja, biar bisa hadir untuk mengadakan doa dirumah" ucap Ayah.
Abbi pun mengambil secarik kertas, dan mulai menulis namanya dan juga Alex,
Abigail Ariesta
Alex Pratama Madya
Ayah menatap wajah putrinya dengan tidak percaya,
"Alex Pratama Madya?" tanya Ayah mencari kebenaran nama yang dibacanya pada Abbi.
"Iya Yah itu nama lengkap Kak Alex,, kenapa Yahh.."
"Kamu yakin mau melanjutkan hubunganmu sama Alex ?" tanya Ayah masih dengan wajah terkejut.
Melihat ekspresi Ayah, aku dan Ibu pun mengerenyitkan dahi,,
"Memangnya kenapa Yah?" tanya Ibu penasaran..
"Pratama Madya,, dia pengusaha sekaligus pemilik PM swalayan Bu! Apa kamu tidak tahu ini Bii??" jawab Ayah pada ibu, dan sekaligus bertanya kepadaku.
"Nggak Yah,,, Kak Alex tidak pernah bercerita apa-apa,," ucapku dengan wajah tak kalah terkejut dengan mereka.
"Tapi,, dari mana Ayah tahu?"
__ADS_1
"Ayah tentu saja tahu,, perusahaan Ayah bukan hanya menyuplai barang ke supermarket PM tapi juga bekerja sama dengan PM group,, PM group ikut memiliki saham di perusahaan Ayah. Kalau tidak salah dari rekan dan atasan Ayah pernah dengar nama pemilik PM itu namanya Pak Yohan Pratama Madya, dan Ayah pernah melihatnya tapi hanya sekilas"
"Ayah nama Pratama Madya memang hanya keluarga pemilik PM Swalayan saja" ucap Abbi.
"Ayah juga tidak tahu nak,, tapi kalau seandainya betul apa kamu tidak takut masuk kedalam keluarga sebesar itu Bi?" tanya Ayah mencemaskan ku.
"Ayah, ibu ga usah berpikir yang bukan-bukan,, Abbi yakin Kak Alex bukan pemilik PM swalayan" ucap Abbi menutupi kegelisahannya.
"Tapi kalau itu betul,, dan mereka sudah terlanjur disini melamarmu,, kamu tidak bisa mundur lagi nak! kamu pikirkan baik-baik,," ucap Ayah.
"Apa aku tanya sama Kak Alex tentang masalah ini Yah?"
"Jangan Nak,, gak perlu,, takutnya mereka bisa berpikir yang tidak-tidak,, sudah biarkan saja,, semoga Alex memang dari keluarga biasa bukan anak Pak Yohan Pratama,, Ayah hanya takut kalau betul Alex dari keluarga sekaya itu kamu tidak diperlakukan dengan baik karena status sosial kita yang tidak sepadan!" ucap Ayah.
"Iya Yah,, Abbi mengerti"
"Bii hubungi kakakmu,, undang dia dan keluarga istri kakakmu untuk datang diacara lamaranmu!
"Haruskah Bu?" tanyaku dengan wajah tidak senang.
"Bii,, mau bagaimanapun mereka bagian keluarga kita!" tegur Ibu.
"Kalau Kak Seno saja Abbi hak keberatan,, tapi kalau Kak Shinta dengan keluarganya..., dengan ekspresi tidak senang Abbi tidak menyelesaikan kalimatnya.
"Bii" tegur Ayah.
Hari yang mendebarkan pun tiba.,
Abbi memakai dress warna cream denah panjang selutut,, rambutnya yang sepinggang digerai dan diberi bando mutiara, polesan make up tipis,, membuat wajah Abbi terlihat makin imut dan manis.
Rumah sudah sangat rapi dan dihias dengan sederhana, makanan dan kue-kue juga sudah siap untuk dihidangkan.
Kak Seno, Shinta dan juga keluarganya datang kerumah,
"Dek,, kamu gak pernah cerita sama Kakak,, tahu- tahu dilamar orang!" ucap Kak Seno.
"Adikmu hamil duluan kali Sen!" ceplos Ibu Shinta.
"Jangan menyebarkan rumor yang akhirnya bikin fitnah gak bener Mbak!" tegur Ibu dari arah belakang Abbi.
"Ehh, Mbak,, bukan begitu maksudku,, hanya kok ini mendadak sekali!" ucapnya tanpa dengan wajah tanpa dosa.
"Apa melanggar hukum kalau melangsungkan lamaran mendadak?" ucapku menahan kekesalan.
"Ya.. nggak,, hanya aneh saja,, kuliah belum selesai kok tahu-tahu sudah mau menikah" ucapnya dengan wajah sinis khas emak-emak rempong.
__ADS_1
"Mbak dan keluarga silahkan duduk saja yang tenang sambil menikmati hidangan yang ada sambil nunggu keluarga calonnya Abbi,, Kami mau beberes dulu!" potong Ibu tidak mau memperpanjang omongan Bu Retno, ibu kandung Kak Shinta.
Bu Retno hanya tersenyum sinis melihat ku dan juga Ibu.
Tepat jam 10 pagi, 3 mobil mewah memasuki halaman rumah,
Sosok pria paruh baya yang terlihat gagah dan berwibawa turun dari mobil Alphard warna hitam dan tampak Alex menyusul turun dari mobil dan berdiri di samping kanan pria paruh baya yang mungkin usianya 5 tahunan lebih tua dari Ayah.
Diikuti sosok perempuan cantik dan anggun yang digandeng oleh seorang pria yang tampan.
Lalu beberapa orang yang membawa parcel seserahan.
Ayah yang berdiri disamping Abbi pun lemas,, dan berbisik pelan pada Abbi,,
"Nakk,, dia Pak Yohan, Yohan Pratama Madya pemilik PM grup" bisik Ayah hampir tidak terdengar ditelingaku.
Lututku pun lemas,, aku gemetar rasa takut dan tidak pantas menguasaiku.
"Bagaimana ini,, Yaa Tuhann,, kalau nasibku seperti Cinderella pasti enak,, lha kalau nggak??" batin Abbi.
"Ayahhh gak bohong kan?"
"Apa Ayah kelihatan bohong Bi?" Lalau berjalan menyambut kedatangan keluarga Alex.
Sementara Bu Retno tampak begitu tidak suka melihat kedatangan keluarga Alex,,
"Adik iparmu pakai pelet apa sampai bisa menggaet orang kaya begitu? kamu harus cari tahu,,!! bodohnya kamu hanya dapat Seno yang gajinya gak lebih dari 7 juta " bisiknya pada Shinta.
Keluarga Alex pun segera masuk dan mulai saling memperkenalkan diri.
Alex mengajak, Ayahnya, Kakak dan Kakak iparnya dan juga keluarga sepupunya dari keluarga sisi almarhum Ibunya.
Mata Shinta dan Ibunya seketika melotot melihat seserahan yang diterima oleh Abbi,,
2 Tas merk L-Vi, dan Burberly, Kain sutra beberapa warna dan motif, 2 sepatu heels merk E-Ar, parfum Chanil, dan 2 set perhiasan berlian. Belum lagi macam-macam kue, dan juga buah-buahan import tertata cantik menggoda yang jumlahnya tidak sedikit.
"Buu!" panggil Shinta sambil melirik kearah seserahan yang ditata diatas meja tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Kedua anak dan Ibu itupun asik saling berbisik,
"Ssttt, ibu tahu,, mewah kan,,, pasti sangat mahal itu,, kamu sih bodoh,, buru-buru menikah sama Seno! sudah sekarang kamu coba dekati keluarga calonnya Abbi,, siapa tahu ada yang single,, !" omel Ibu.
"Tapi kan aku masih nikah sama Seno Bu"
"Bodoh,, kalau ada yang lebih baik ya dibuang saja suami kere mu itu" ucap Bu Retno seenaknya.
__ADS_1
"Kamu gak mau naik atau punya mobil mewah kayak yang diparkir didepan itu?" tanya Bu Retno mengompori anaknya.
Dengan rasa sirik memenuhi rongga dadanya Bu Retno tersenyum licik mendekat kearah keluarga Alex dan Abbi yang sedang ngobrol cukup serius.