I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Ambisi Shinta


__ADS_3

Mendengar bentakan suaminya,, Shinta melotot terkejut tak percaya.


3 tahun menikah,, suaminya adalah sosok yang lembut dan selalu menuruti semua kemauannya.


Tapi malam ini Seno terlihat begitu menyeramkan dengan kemarahan terlihat jelas diwajahnya.


"Itu temanku,,.Teman SMA ku!" ucap Shinta.


"Rupanya kamu lupa sudah punya suami ya?! sampai senang sekali dirangkul peluk sembarangan didepan umum seperti jal*ng yang haus belaian!!" hina Seno.


*Plakkk*


"Keterlaluan kamu Mas,, tega kamu menghinaku!!" teriak Shinta tidak terima sambil menampar suaminya.


*Plakkk* Seno balik melayangkan tamparan keras kewajah Shinta.


"Kamu memang jal*ng murah@n,, kalau kamu perempuan baik-baik tidak mungkin mau dipeluk dan dirangkul oleh sembarang pria yang bukan suamimu!! bahkan kau sampai berani bohong untuk menutupinya!! menjijikkan!!" Marah Seno.


Sementara Shinta dengan wajah merah karena marah mengusap pipinya yang panas akibat tamparan suaminya.


"Brengs*k kamu Mas,, bukan hanya tega menghinaku bahkan tega kamu memukulku!!" ucap Shinta sambil terisak.


"Kenapa aku gak berani memukulmu!! Aku suamimu, kali ini aku harus mengajarimu!! selama ini aku sudah bersabar, tapi kesabaranku malah kamu manfaatkan" ucap Seno sambil menatap tajam istrinya.


Shinta mendongakkan kepalanya dan menatap tajam kearah suaminya.


"Aku tidak mau bersamamu lagi,, aku mau kita cerai!!" ucap Shinta.


Seno mengusap wajahnya dengan kasar,,


"Cerai.. cerai.. selalu kata cerai yang kamu ucapkan setiap ada masalah,, setiap kamu meminta sesuatu ancamanmu selalu,, cerai.. cerai!!" teriak Seno dengan kemarahan tak terkendali.


Seno mengambil salah satu koper besar dengan gerakan cepat dia membukanya, dan memasukkan semua baju, kosmetik dan semua barang milik Shinta kedalam koper.


"Mau apa kamu Mas!!!" teriak Shinta melihat suaminya membereskan barang-barang miliknya.


"Kamu mau cerai kan,,?! aku turuti maumu,, aku kembalikan kamu ke orang tuamu,, Puas?!!" ucap Seno.


"Kamu gila Mas!!" ucap Shinta lirih dan menghiba.


"Kamu yang meminta cerai aku mengabulkan,, dan sekarang kamu mengatai ku gila?? apa maumu!! Haah!! apa maumuu!!" bentak Seno sambil mencengkram kuat dagu istrinya.


"Sakit Masss.. lepass!" teriak Shinta sambil berusaha melepaskan tangan suaminya.

__ADS_1


Seno melepaskan cengkeramannya dengan mendorong kasar tubuh Shinta,,embuat wanita cantik itu terjengkang diatas tempat tidur .


"Sekarang apa maumu!!" tanya Seno dingin.


Shinta hanya diam sambil mengusap air matanya, dia tidak menjawab atau melihat suaminya.


"Kamu mau cerai aku turuti sekarang juga,, tapi kalau kamu masih mau jadi istriku ubah kelakuanmu yang terlihat murahan itu!!" ucap Seno dengan dingin.


Shinta lagi-lagi terdiam,, lalu duduk sambil menundukkan kepalanya.. sesaat dia melirik kearah kalender yang terpasang didinding kamar.


"Tanggal 4,, sebentar lagi Seno gajian!" pikirnya.


"Beri aku waktu!" jawab Shinta kemudian.


"Terserah!" jawab Seno yang tidak tahu pikiran dan niat istrinya.


Seno mengambil jaket,, lalu keluar dari kamar kos yang disewanya.


"Mau kemana kamu mas!!" terima Shinta.


"Bukan urusanmu!!" jawab Seno ketus.


Seno mengambil kunci motornya.. lalu melajukan motornya menuju jalan raya.


*drrtt.. drtt.." ponselnya didalam tas bergetar.


Dengan cepat Shinta mengambil hapenya,,


"Sudah sampai rumah sayang?" isi pesan masuk dari nama kontak yang dia beri nama ibu ke2


"Sudah sayang" balas Shinta.


"Aku senang sekali hari ini bisa jalan sama kamu" balas balik dari Ibu ke2


"Aku juga, terima kasih buat hari ini ya sudah belanjain aku banyak barang bagus"


"Apa sih yang gak buat wanita secantik kamu!" jawab Ibu ke2.


"Mas bisa saja gombalnya!" sambil mengetik pesan dihapenya Shinta senyum-senyum dengan wajah merah tersipu-sipu malu,. melupakan pertengkarannya dengan Seno.


"Betul kok,, Aku gak gombal. Lusa aku harus kembali,, tapi sebelum aku kembali bisa kan kita ketemu?"


"Mungkin gak bisa sayang,, aku takut suamiku tahu"

__ADS_1


"Ya kamu yang pinter cari alasannya dong sayang,, aku punya hadiah buat kamu lho!"


"Hadiah?? hadiah apa?" tanya Shinta dengan wajah berbinar.


"Besok pagi jam 8 dandan yang cantik, kamu datang saja kehotel Allstars,, aku jamin kamu gak akan nyesel"


"Ya sudah deh,, besok pagi aku kesana,, janji ya hadiahnya harus bagus!"


"Hmm, pasti sayang,, selamat istirahat ya bidadariku!"


"Terima kasih kamu juga istirahat ya, sampai jumpa besok"


Selesai berchat ria, Shinta segera menghapus semua riwayat pesan dihapenya.


Bangun dari tempat tidur dan segera mengompres pipinya yang sedikit bengkak akibat tamparan Seno.


"keterlaluan kamu Mas,, awas saja aku buat kamu nyesel dan bertekuk lutut lagi dibawah kakiku" gumamnya sambil terus mengompres pipinya.


Didepan meja rias dia mematut dirinya didepan cermin.


Tiba-tiba senyum lebar mengembang membayangkan sosok pria yang tadi siang mengajaknya jalan, dan memanjakannya dengan barang mewah.


"Pesonaku memang tidak terbantahkan,, bahkan pria berkuasa, kaya raya seperti dia pun tergila-gila sama aku! padahal ini baru pertemuan kita yang ke-3,, sudah kaya, ganteng, romantis pula" gumamnya dengan tersenyum lebar.


"Besok aku harus mendapatkan pria itu, hadiahnya, uangnya juga belanja lagi,, waahh kalau aku berhasil membuatnya klepek-klepek aku bisa jadi nyonya gedongan, masalah Seno,, aku akan minta cerai setelah uang gajinya masuk ke rekeningku,, enak saja mau antar aku pulang sekarang tanpa uang,, jangan harap!" oceh Shinta masih sambil mengompres pipinya dengan es batu yang dia bungkus dengan handuk kecil.


Sinta beranjak dari tempat duduknya dan membuka 3 paper bag yang masih teronggok diatas tempat tidur.


3 stel baju merk Bluberrly dengan harga jutaan, sepatu dan sandal heels merk ElVi, shoulder bag merk 3X. Shinta memandangnya tanpa berkedip.


"Pria itu lebih berharga dari Mas Seno, ibarat kata Mas Seno hanyalah kelas batu akik sedang dia berlian yang mewah,, aku mau berlian, sudah bosen sama batu akik" gumam Shinta sambil terkikik geli.


Shinta merapikan barang miliknya,, lalu tidur tanpa menunggu atau menguatirkan Seno suaminya.


Lewat tengah malam, Seno pulang dan langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, dan tidur dengan posisi saling membelakangi.


Pagi-pagi sekali Seno bersiap, dan langsung berangkat kekantor tanpa sarapan, bahkan tanpa membangunkan Shinta seperti biasanya.


Sementara Shinta sengaja pura-pura tidur sampai suaminya pergi kekantor, lalu bangun dengan hati yang berdebar-debar membayangkan hadiah yang akan diterimanya dari pria yang kemarin memintanya untuk menjadi kekasihnya.


Mengambil baju terbaiknya, dress A-line tanpa lengan dengan belahan dada rendah berwarna hijau daun, lalu ditutupi jaket warna hitam.


"Bu tolong kalau Mas Seno tanya, atau telpon ibu bilang saja hari ini aku ada dirumah Ibu ya!" Shinta mengirimkan sms pada ibunya.

__ADS_1


"Memang kamu mau kemana?" balas Ibunya.


__ADS_2