I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Persiapan Lamaran


__ADS_3

2 hari sebelum hari lamaran Kak Seno tiba,,


Siang harinya sepulang sekolah,


"Bii,,! kamu buruan makan siang terus siap-siap gih!"


"Memangnya kita mau kemana Bu?"


"Ke PM Mall"


"Oww,, mau belanja bahan kue ya Bu?"


"Hmm,, sekalian belanja buat keperluan Kakak mu"


"Siap Bu.. kita pergi pake motor Abi kan Bu?" tanyanya sambil menyendokkan nasi ke piringnya.


"Nggak lah,, berangkatnya kita pake angkot,, nanti pulangnya biar ayah yang jemput"


"Hommm" jawabnya sambil mengunyah.


Mereka pun berangkat ke PM Mall,,


"Kita kelantai dua dulu saja Bi" ajaknya.


Dilantai dua PM Mall full berisi produk fashion dan juga aksesoris, Ibu kemudian membeli dua buah dress merk NY,, ****** ***** dan Bra merk StYv@s, Sepatu dan sandal heels merk Y@ngki K,, dan tas tangan merk Flourette, setelah itu membayarnya dikasir,,


"Berapa Mbak"


"Totalnya Satu juta lima ratus lima puluh ribu" jawab kasir perempuan yang melayani.


"Ini Mbak,," sambil memberikan Atmnya.


Selesai membayar kami berdua turun kelantai 1.


"Belanjaannya titipin di tempat penitipan dulu Bi,, kasihan anak Ibu pasti capek Nich!" ucapnya sambil membelai kepalaku.


" Halah.., Cuma 3 kantong ringan begini aja kok Bu,, ini mah ringan!" jawabku


"Kita kemana lagi Bu" setelah menitipkan ditempat penitipan didepan swalayan PM.


"Kita kesitu Bii!" sambil menunjuk toko emas yang ada disisi kanan depan swalayan lantai 1.


Ibu kemudian melihat-lihat perhiasan,,


"Kalau 1 set yang ini kena berapa Mbak?" tanyanya sambil menunjuk set perhiasan emas dengan hiasan batu warna ungu yang cantik.


"Yang ini 15 juta Bu,," jawabyua


"Satu set yang terendah harga berapa ya!?"


"Yang ini Bu 7 harganya juta"


"Ya sudah saya ambil yang itu saja" jawabnya.

__ADS_1


Selesai masukkan perhiasan yang dibeli kedalam tasnya,, Kami berlanjut masuk ke swalayan,, membeli banyak bahan kue, buah-buahan,, satu set skincare merk Ven@s,, dan juga beberapa keranjang rotan untuk menaruh barang seserahan yang akan dibawa untuk melamar kerumah kekasih Seno.


"Ya Ampunn Bu,, mau melamar anak orang aja sampai habis 10 juta lebih ya Bu!" celetukku.


"Ya,, Kann Abi lihat sendiri,,!! semuanya gak ada yang murah"


"Pantas aja Ibu marah,, mau lamar anak orang,, anak kandung sendiri cuma ngasih 2 juta,, sementara di sana yang mau dilamar ga modal apa-apa" pikir Abi.


Sampai dirumah aku menaruh semua barang belanjaan di atas meja ruang tamu..


"Capeekk Buu!" rengek Abbi.


"Halah baru juga segitu!" ucap Ibu sambil membawakan Abbi segelas es lemon dari dalam kulkas.


"Ayo minum dulu terus mandi,, bau mu asem banget tuh!" ucap Ibu.


"Ya gimana gak asem,, lhaa ini Abbi di kasih lemon,, ya pasti asem lah" jawabku bercanda.


"ketek mu yang asem,, kalau lemon mah segar!" balasnya.


"kkkk.., " Abi tertawa kecil.


"Ibu mandi dulu,, gerah" ucapnya.


Abbi duduk diruang tamu sendirian,, Dia menatap semua belanjaan didepannya sambil menghela napas panjang.


"Habis belanja Bii?" tanya Seno yang baru pulang dari kerja.


"Hmm"


"Hmm"


" Deekk!" tegurnya.


"Kakak tahu hari ini belanja untuk seserahan saja habisnya lebih dari 10juta,, dan Kakak ga perduli sama perasaan Ayah dan Ibu,, Kakak hanya mementingkan mereka,, Pasti aku kecewa sama Kakak,, kalau pilihan Kakak itu direstui Ibu gak mungkin ibu Sampai bertanya tentang uang kakak,, ibu akan dengan sukacita dan ikhlas belanja semuanya,, tapi ini??"


"Kakak baru mengenalkan gadis itu satu kali ke Ibu,, tapi apa?? gadis itu tidak bisa ramah pada Ibu,, mulutnya terkunci seperti sedang mengulum berlian di mulutnya, jangankan ngobrol ramah,, bahkan senyum pun berat" cibir Abbi.


"Dia pemalu Bii" bela Seno.


"Kak,, Kakk..,, Pemalu kalau untuk urusan menyapa ramah orang tua,, tapi gak malu untuk meminta-minta dan memakai uang orang tua kita ya" ledek Abi.


"Sudah ahh Kak,, percuma juga Abi ngomong sama Kakak,, Buta Cinta benar-benar membuat Kakak..." Abi berlalu tanpa menyelesaikan kalimatnya.


Keesokan paginya kesibukan dimulai,, berhubung dua cowok kerja dirumah tersisa aku dan ibu,, Besok adalah hari lamaran Kak Seno.


Ibu membuat 3 pan Brownies Kukus, toping keju, dan coklat. 3 pan Siffon cake,, dan 3 pan lapis Surabaya.


semuanya dimasukan masing-masing kedalam bok putih dan disikat dengan pita warna merah.


Selesai dengan urusan kue,, Aku dan Ibu beralih menghias keranjang anyaman,,,menaruh barang-barang kedalamnya, dan membungkusnya.


"Besok yang ikut siapa aja Bu?" tanyanya.

__ADS_1


"Itu Bu lek Lina,, Bu Ida, sama Bu Arum"


Bu Lek Lina adalah adek sepupu Ayah, sedangan Bu Ida dan Bu Arum tetangga sekitar rumah.


Akhirnya pekerjaan kami selesai saat matahari sudah mulai terbenam,,


"Ibu istirahat aja,, biar Abbi yang membereskan sisanya" ucapnya.


"Makasih ya Nak,, ibu istirahat sebentar,, kayaknya Ibu masuk angin,, kecapekan" ucapnya.


"Iya Bu,, aman.. Ibu gak usah masak biar Abbi bikin telor dadar,, tahu goreng sama ngaduk sambal pecel yang di kulkas aja buat makan malam ya Bu??"


"Hmmm" jawabnya sambil berdiri dan melangkah masuk ke kamarnya.


Segera Abbi membersihkan rumah, dan menyiapkan makanan untuk makan malam. Tidak lupa dia membuat satu gelas jahe hangat untuk Ibunya.


*tok..tokk..*


"Buu,, Abbi masuk ya!" ucapku meminta ijin.


"Masuk aja Bii,,"


Abbi segera masuk dan menaruh wedang jahe diatas meja disamping tempat tidur.


"Sini Abbi kerokin Bu"


"Hmm, makasih ya Bii!" ucapnya.


"Iya Bu,,..habis ini ibu tidur aja,, semuanya sudah aman terkendali,, rumah sudah bersih,, terus makanan untuk tuan besar dan tuan muda juga sudah tersedia" sambil bercanda.


"Nah sekarang Ibu Ratu yang cantik minum dulu wedang jahenya,, biar nggak jatuh sakit" ucapku sambil memberikan wedang jahe yang aku buat.


"Seger kan Bu?" tanyaku sambil menatap wajah Ibu.


" Pedess?!" jawabnya setelah menyeruput sedikit wedang jahenya.


"Hahh,, Kok pedes?! Ehh kan jahe kan memang pedes ya?" cicitku lugu.


"Ya iya to Bii,, kalau es baru seger."


"Kok gak dihabiskan Bu?" protesku.


"Biar ayahmu saja yang minum,, tolong buatin ibu es jeruk nipis aja" ucapnya.


"Yaahhhh,, Ibu kan masuk angin masak minum es?? Abbi buatin jeruk hangat saja ya?!" tawarku.


"Biii.." tegur Ibu.


"Iya.. iya.. siaapp.. Abbi buatin ibu es jeruk nipis" jawabku kalah.


"Ibuku memang antik,, sakit apa saja tetep minum es,, minum obat kalau gak pakai es juga gak mau meminum obatnya.. Eyalah Buu..Buu!" pikir Abi sambil tersenyum lucu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2