I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Kecewa


__ADS_3

Keesokan paginya setelah perdebatan diruang tamu karena permintaan Kak Seno untuk melamar Shinta ditolak oleh ibu, suasana rumah pun menjadi dingin.


Ibu memilih untuk mendiamkan Seno.


Tidak memanggilnya, atau pun menjawab sapaan dari anak kesayangannya itu.


Hampir sepuluh hari Ibu mendiamkannya.


Seno terlihat frustasi dan dilema.


Tapi sore ini tiba-tiba,,. Ayah pulang dengan wajah memerah dan tangan yang mengepal menahan semua kemarahannya.


"Ada apa Yahh?" tanya Ibu melihat wajah Ayah yang selama ini datar tapi hangat tiba-tiba dingin menyeramkan.


"Ayah minum dulu" ucap Ibu sambil memberikan segelas air pada Ayah.


Dia segera mengambil air itu dan meminumnya hingga habis.


"Ada apa?" tanya Ibu dengan lembut.


"Kamu tunggu saja sebentar lagi.. " ucap Ayah sambil menarik nafas panjang untuk menekan amarahnya.


Tak menunggu lama kira-kira setengah jam kemudian,, Kak Seno masuk kedalam rumah dengan wajah terlihat sedikit sumringah.


Ayah kemudian berdiri dan..,


"Plaakkkk!!!"


"Ayaaahh!!" pekik ibu terkejut melihat tindakan suaminya.


"A.. Ayahh" cicit Seno sambil mengusap pipinya yang panas karena tamparan keras ayahnya.


*Plaakkkk* sekali lagi ayah menampar Kak Seno dengan kuat.


"Ayah.., cukup Ayah!" ucap Ibu dengan suara keras sambil memegangi lengan suaminya.


"Salah Seno apa Ayah?? kenapa Ayah memukulku?" Tanyanya tanpa merasa bersalah.


"Kamuu!! beraninya kamu meminta tolong saudara sepupu Ayah untuk mewakili kami untuk melamar perempuan itu tanpa seijin, dan sepengetahuan kami!! Kamu anggap apa kami ini!!" murka Ayah.


"Tapi ayah dan ibu tidak merestui kami,, Seno juga terpaksa melakukan ini semua!" bantahnya.


*Brukk*

__ADS_1


"Buuu!!" teriak Abbi sambil menahan tubuh ibunya yang terkulai pingsan mendengar ucapan suami dan anaknya.


Dengan cepat ayah mengangkat dan membaringkan tubuh ibu diatas sofa,,


"Ambil minyak Bii!"


Sambil berlari Abi masuk kekamar ibunya dan mengambil minyak kayu putih ditangannya.


"Ini Yahh"


Ayah segera membuka botol minyak itu dan mendekatkannya dihidung Ibu.


Sesaat kemudian Ibu pun siuman.


"Minum dulu" ucap Ayah sambil membantu ibu.


Ibu meminum air yang diberikan suaminya sambil meneteskan air matanya.


Kecewa, dan sakit hati pada tindakan Seno membuatnya merasakan sesak di dadanya.


"Kamuuu!!" ucap Ibu dengan airmata keluar dengan derasnya.


"Ibuu,,, maaf" ucap Seno sambil berlutut didekat kaki ibunya.


"Bu maafkan Seno Bu!" ucapnya sambil meraih tangan ibunya.


Tapi Ibu yang sudah terlanjur sakit hati menepis dengan kasar tangan putranya.


"Hubungan silaturahmi ibu dan anak tidak akan ibu putuskan,, Tapi ingat setiap kesulitan apapun yang berhubungan dengan perempuan itu dan keluarganya jangan harap ibu mau membantu,, Ibuu tidak ikhlas mereka memakai barang hasil keringat Ayah dan Ibu.. " sambil menatap tajam wajah Seno.


"Kalau perempuan itu bisa membuat mu menjadi pribadi yang lebih baik Ibu pasti bisa menerimanya, tapi yang ibu lihat semenjak kamu berhubungan dengan perempuan itu kamu semakin tidak benar,, kamu membohongi kami semua,, memakai hasil keringat kami untuk berfoya-foya, dan memanjakan mereka layaknya sosialita kaya,, jangan kamu pikir ibu dan ayah diam selama ini karena kami bodoh. Kami berharap matamu terbuka dan memutuskan perempuan itu,, Ibu dan ayah menolak karena mereka tidak baik untukmu,, perempuan itu dan keluarganya hanya akan menjadikanmu sapi perah mereka!" ucap Ibu masih terus meneteskan airmatanya.


Tubuhnya gemetar merasakan kekecewaan yang luar biasa.


Dia tidak menyangka putra polosnya lebih memilih gadis yang ditolaknya bahkan dengan mengabaikan keluarga kandungnya yang masih hidup.


"Minggu depan kita lamar gadis itu,, ini tugas terakhir kami sebagai orang tua,, selesai ini jangan berharap apapun lagi dari kami,,," putusnya.


Ibu dengan lemas sambil dipapah oleh suaminya masuk ke kamar mereka.


Seno yang masih duduk bersimpuh dilantai, hanya bisa diam sambil memandang dengan rasa bersalah kearah kedua orang tuanya. Dia berdiri dengan lemas,, dan melangkah menuju kekamarnya,,,


Keesokan paginya dengan canggung semuanya berkumpul diruang makan.

__ADS_1


"Kamu tulis disini semuanya ukuran baju gadis itu, merk skincare, dan ukuran sepatunya!"


Seno dengan cepat menuliskan dikertas yang disodorkan ibunya.


"Ini Bu,, sudah aku tulis. terimakasih Bu!" ucap Seno.


Ibu hanya mengambil kertas itu tanpa memandang dan menjawab perkataan putra kesayangannya.


"Bu ini uang untuk membeli keperluan lamaran Seno" ucapnya memberanikan diri menyerahkan amplop berisi uang.


"Gak perlu" tolaknya dengan wajah dingin.


"Tapi Bu..


"Kalau hanya dua juta lebih baik kamu berikan saja pada keluarga gadis itu,, mereka terlalu miskin,,. mereka lebih butuh uang itu, kasihan saja sama mereka,, jangan kasihan sama ayah dan Ibu,, kami masih kuat kalau hanya membeli perlengkapan lamaran mu tanpa mengemis belas kasihan siapapun?" sinis Ibu.


"Maaf Bu"


"Bu.., Ayah berangkat ya" ucapnya sambil berdiri kearah istrinya dan mengusap lembut punggungnya.


"Sudah,, bersabarlah,, ingat kesehatanmu" bisiknya.


Setelah itu Ayahnya membelai rambut Abi,, dan berangkat kerja dengan mengabaikan putranya.


Rasa kecewa dihatinya juga sama besar dengan istrinya. Tapi Dia memilih untuk diam.


"Ternyata cinta bisa membuat Kakak menjadi Bodoh dan mengabaikan keluarga,, Keluarga kita sudah menjaga dan berkorban dengan taruhan nyawa,, tapi kakak buang begitu saja demi seonggok kerikil yang tak berharga.! Semoga Kakak tidak menyesal dengan pilihan Kakak" bisik Abi,


Kemudian segera berpamitan pada Ibunya untuk berangkat ke sekolah.


Sementara Seno hanya bisa diam mengepalkan tangannya,, bukan karena tersentuh atau merasa bersalah tapi dia tersinggung pada Abi yang mengatakan calon istri beserta keluarganya adalah seperti seonggok kerikil yang tidak berharga.


(Hahh Cinta,, benar-benar Buta ya..!?


Author benar-benar pengen nampol si Seno biar sadar... ,, wkwkwk)


Gimana menurut Kakak" semua,?


Please komentarnya dongk..


jangan lupa likenya juga ya❤️ 🙏🏻 Terimakasih


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2