I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Kejutan Kedua


__ADS_3

Abii menatap Alex dengan tingkat penasaran setinggi tower seluler.


"Kejutannya apaan Kak?"


"Lihat saja nanti..!" jawabnya dengan senyum yang mencurigakan.


"Kakk,, awas ya jangan macam-macam,,!" ucapku dengan jantung berdebar.


"Siapa yang macam-macam,, hanya satu macam aja Kok!" sambil tersenyum jahil.


Kak Alex kemudian mengambil es jeruk dari meja dan meminumnya.


"Isshh,, kok asem yaa?!" sambil wajahnya mengrenyit keasaman.


"Eh,, iya kah?? bukannya kak bilang tadi seger?" tanyaku.


"iya tadi seger,, tapi sekarang ke aseman,, coba aja kalau gak percaya!" sambil menyodorkan es jeruknya padaku.


Dengan ragu Abbi pun menerima es jeruk dari tangan Alex, lalu mencicipinya.


"Pas kok Kak,, gak ke-aseman!" ucapku setelah mencicipi es jeruk miliknya.


"Masa sih?" tanyanya sambil menatap tak percaya.


"Coba sini.." mengambil gelas es dari tanganku.


"Iya lhoo kok segerr yaa? padahal tadi asem banget lho?? kok sekarang manis sekali ya,, malah terlalu manis?" sambil tersenyum kearahku.


"Hahh.. kok bisa?" Abbi menatap heran Alex gak mengerti.


*cupp* Alex mencium sekilas bibir Abbi.


"Es jeruk jadi terlalu manis karena ini!" ucap Alex sambil mengerlingkan matanya.


"Kak Aleexx!" tegur Abbi sambil melotot.


"Ampunn... ampunnn,, gosong nich Bii, ampun" Alex setengah berteriak kesakitan karena dicubit Abigail.


"Biarin aja gosong,, siapa suruh Kak Alex jahil!" Omelku sambil memanyunkan bibirku.


Melihatku manyun Kak Alex memegang tanganku,, dan menarik ku masuk kedalam pelukannya,,


Tanpa Ba-bi-bu dia mencium bibirku,, melum@tnya sampai Abbi hampir kehabisan nafas.


*bugh,, bugh* Aku memukul dadanya pelan.


*hosh.. hosh..* Abbi terengah-engah dan mengambil nafas dengan cepat.


"huffff" hembusnya.


"Kakak mau membunuhku!" tegurku sambil menatap wajahnya yang tersenyum tipis menatapku.


"Siapa suruh kamu menggemaskan,, lain kali jangan manyun begitu,, itu mengundangku" jawabnya masih tersenyum.


"Yeee.. apaan juga!" cebikku.


"Awas jangan manyun!" godanya sambil tersenyum.


Segera ku tutup bibirku dengan tanganku.


"Ha.. ha..,, gak usah se-panik itu juga kali Bii!" tawa Kak Alex.


"Biii..!" panggil Ibu dari dalam kamar.

__ADS_1


"Bentar Kak,, Ibuku bangun,, Kak tunggu sebentar ya!" ucapku dan berjalan ke arah kamar.


"Iya Bu,,!" jawab Abi terus melangkah.


"Ibu sudah bangun? Pas lho waktunya Ibu makan siang sama minum obat!" cerocosnya.


"Memang sekarang jam berapa?" sambil turun dari tempat tidur.


"hampir jam 1 Bu!'


"Oww,,"


"Owh iya Bii, tadi ibu dengar suara laki-laki,, siapa yang datang? kakakmu?" tanya Ibu sambil merapikan rambutnya.


"Bukan Bu,, itu teman Abbi"


"Owhh ya sudah ayo kita keluar,, kasihan temanmu lalu terlalu lama ditinggal!" ucap Ibu.


Abbi pun segera menyiapkan obat dari meja nakas dan membawanya ke meja makan bersama Ibunya.


Sampai di depan ruang tamu,, Ibu dan Abi berhenti untuk mengajak Alex makan siang,


"Kak Alex, ini Ibuku,, Ibu ini kak Alex dari kota S" ucap Abi mengenalkan Alex dengan Ibunya.


"Selamat siang Tante,, saya Alex" ucapnya sambil menyalami Ibu.


"Dari kota S,, kamu naik apa kesini nak,, itukan jauh?" tanya Ibu.


"Saya nyetir sendiri Bu!" jawabnya jujur.


"Ya ampun,, kamu pasti capek nyetir sejauh itu,," ucap Ibu kagum.


"Nggak juga Tan, lagipula Alex juga sudah beberapa kali ke kota ini,, jadi ya lumayan terbiasa!" jawabnya.


"Iya Tante terima kasih" sungkannya.


"Sudah gak usah sungkan begitu, anggap rumah sendiri,, Ayo!" ajak Ibu lagi.


Bertiga kemudian melangkah kearah meja makan,,


Sayur asam buah kelor, kangkung dan juga terong, lauk tahu, tempe sama ikan kembung goreng juga tidak ketinggalan sambal tomat jadi pelengkap.


Abbi segera mengambilkan nasi untuk Ibunya dan juga Alex.


Sekilas Ibu melirik kearah Alex dan berganti melirik putrinya, lalu tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya.


"Maaf ya Lex,, makan apa adanya,, maklum ya?" ucap Ibu.


"Gak apa-apa Tan,, ini enak kok,, sayurnya seger!" puji Alex pada masakan yang dia makan.


"Oh ya..? syukurlah kalau nak Alex suka masakan Abbi" ucap Ibu.


"Ini masakan Abbi Tan?" tanya Alex tidak percaya.


"Iya,, Ibu semenjak sakit gak pernah masak, setiap hari Abbi yang masak" jawab ibu.


"Enak Bu,, enak banget!" sambil melirik kearah Abbi.


Membuat muka Abbi memerah dan jantungnya langsung dag,, dig.. dug.. duerr mendapat pujian dari kekasihnya.


Abbi dengan menahan malu segera berdiri dari kursinya,, menutupi rasa malunya dia berjalan menuju ke kulkas dan menyiapkan air kacang hijau dingin, juga air putih untuk Ibu dan Alex.


Ibu hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah putrinya yang malu-malu.

__ADS_1


Sementara Alex sesekali mencuri pandang ke arah Abbi, sambil menahan gemas dihatinya melihat keimutan Abigail yang mukanya merah merona.


Selesai makan siang, Ibunya ke kamar mandi,, sedangkan Abbi segera membereskan piring kotor untuk dicucinya,,


"Eh Kak ngapain?" tanya Abbi yang melihat Alex menggulung lengan panjang kemejanya.


"Mbantuin kamu!"


"Gak usah Kak, nanti bajumu basah,, lagian Kak pasti masih capek habis nyetir segitu jauh!" tolaknya dengan halus.


"Nggak,, aku nggak capek,, sudah kamu yang sabunin piringnya,, aku yang bilas ya!" ucapnya tidak menerima penolakan.


"Iya.. iya.. makasih ya Kak!" ucap Abbi tulus dengan hati menghangat mendapat perlakuan sederhana namun terasa istimewa untuknya.


Sementara ibu yang keluar dari kamar mandi,, melihat keakraban dan keromantisan keduanya pun tersenyum.


Lalu masuk kembali kekamarnya memberikan waktu bagi yang muda yang bercinta..


Menghabiskan waktu dengan membaca kitab, dan beberapa buku motivasi dan pengobatan herbal untuk kanker yang diidapnya.


Sore harinya Ayah pulang kantor dengan memakai motor inventaris dari kantornya,


"Ayah!" sambut Abbi didepan pintu.


"Ada tamu Bii? siapa?" tanya Ayah saat melihat mobil sedan hitam terparkir di depan rumah.


"Teman Abbi Yah,, dari kota S"


"Oww,, dimana temanmu sekarang?" sambil melepaskan sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu samping pintu.


"Dia ke kamar mandi Yah"


"Oww.."


Ayah pun masuk bertepatan Alex baru kembali dari kamar mandi.


"Ayah ini Kak Alex,, Kak ini Ayahku"


"Sore Om,," sambil menyalami Ayah.


"Sore juga Nak!, Kalian lanjutin aja ngobrolnya ya, Ayah tinggal dulu mau lihat Ibu sekalian mandi,, maklum sudah gerah!" ucapnya pada kami berdua.


"Iya Om,," jawab Alex.


"Kak Alex nanti langsung pulang?"


"Nggak,,!" jawabnya singkat.


"Oww,, terus??"


"Aku mau nginap!"


"Nginap dimana? dihotel?"


"Nginap disini" jawabnya dengan santai.


"Hahh? serius Kak!?" seru Abbi terkejut.


"Serius lah,, memang kenapa gak boleh?,, jangan kuatir aku sudah ijin sama Papaku mau nginap di rumah calon mertua,, tinggal nanti aku ijin sama ayah juga ibumu untuk nginap disini, beres kan?" jelas Alex.


Abbi pun melongo mendengar penjelasan Alex.


"Suka gak kejutan keduaku?" sambil tersenyum jahil kearahku..

__ADS_1


Sementara Abbi hanya mengedipkan matanya sambil menatap Alex tak percaya..


__ADS_2