I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Sempat Kalah.


__ADS_3

"Bii..!” panggil seseorang dari arah belakangku.


Akupun menengok ke arah belakang, seketika aku sedikit terkejut melihat orang yang memanggilku.


“Kak Yogi?!” gumamku lirih sedikit terkejut.


“Kamu belum di jemput?” tanya Kak Yogi.


“Iya nih Kak,, belum dijemput” jawabku datar.


“Kakak juga belum di jemput?” tanyaku.


“Nggak aku bawa motor,, Cuma hujan deras begini,, males,, biar nunggu hujan reda sekalian” jawabnya sambil berdiri di sampingku.


“Owhhh,, kirain sengaja mau menemani eike” ucapku sambil bercanda dengan percaya diri.


“Ha,, ha,, kamu ini lucu ya” ucapnya sambil menatapku.


“Nunung kali lucu!!” jawabku sambil memonyongkan bibirku.


“Iya,, kamu lucu,, imut,, mungil,,” ucapnya dengan wajah memerah.


“Ehh kakak demam,? muka kakak merah,, masuk saja yuk kak,, nanti kakak pingsan siapa yang mau angkat kak, secara tinggi badan kakak aja 170 cm” cerocosku.


“Ha.. ha.. ga ,, ga,, aku ga papa” jawabnya sedikit kikuk.


“Isshh Kak Seno mana sih,, sudah jam 8 lewat ga jemput juga,, ni hape juag ngapain pake mati segala” omelku sambil menjitak hapeku seperti menjitak kepala orang.


“Kenapa kamu gak telpon kakak, atau saudaramu saja?”


“Maunya juga begitu Kak, tapi hapeku lowbat,, mana lupa ga bawa power bank juga”


“Kamu pake aja hapeku, nich!” ucapnya sambil menyorongkan hapenya.


“Tapi aku ga hapal no Kakakku"


“Kalau no ibu mu?"


Aku menggelengkan kepalaku,,


“Ayahmu?” tanyanya lagi.


“Gak hapal juga Kak,, maklum otakku hanya aku pake pajangan saja,, jadi nggaka ada isinya” ucapku sambil bercanda.


“Bisa-bisanya kamu bercanda” ucapnya sambil menggelengkan kepala.


“Memangnya kamu tinggal dimana?” tanya kak Yogi sambil melirik ke arahku.


“Aku tinggal di hatimu kak,, ha,, ha” ucapku bercanda lagi.


Sementara Kak Yogi menatapku sambil menggelengkan kepalnya.


“Peace,, serius,, serius,,. Aku tinggal di dijalan diponegoro Kak” ucapku sambil tersenyum ke arahnya.


“Nahh searah dong,,!"


“Memang Kakak tinggal di jalan apa?”


“Di jalan basuki rachmat”


“Owwh iya kita searah Kak!”


“Kalau begitu setelah hujan reda kalau keluargamu belum jemput , kamu pulang bareng Kakak saja gimana? Tawarnya.


“Emmm,,,??”


“ gak ah Kak,, aku takut pulang sama kakak”


“Ehh kok takut, emang aku nggigit atau wajahku ini seram kayak monster ya??”

__ADS_1


“Bukan Kak,, aku takut kalau aku pulang sama kakak nanti pacar kakak cemburu, kan aku juga yang susah nantinya” jawabku sambil memancingnya.


“Tenang aja,, kakak ini jomblo sejati kok, gak punya pikiran buat pacaran dulu” jawabnya dengan santai.


“Yaahh aku kalah taruhan sama Hany dong” batinku memelas.


“Owww,, oke deh,, tapi gratis yaa,,” ucapku mengajaknya bercanda.


“Yeeii, memang Kakak ini tukang ojek sampai minta bayaran?" Ucapnya sambil mengusap-usap kepalaku sampai membuat tatanan rambutku berantakan.


“Kakak,, tega amat, ngacak-ngacak rambutku,, lihat nih jadi berantakan” ucapku merengut.


“Maaf-maaf,, kak ga sengaja,habisnya kamu.. kamu nggemesin” ucapnya.


Sambil meraih rambutku..


“Ehh kak mau ngapain?’ tanyaku tergagap.


“Mau bantuin kamu merapikan rambutmu” polosnya.


“Owwh,, ga usah kak biar Abbi rapikan sendiri saja” jawabku lembut.


Akupun menyisir rambutku dengan jariku dan mengikatnya menjadi kunciran ekor kuda.


“Nah sudah rapi kan Kak? Tanyaku sambil tersenyum manis ke arahnya.


“Hmm iya sudah rapi."


Sesaat kami terdiam, aku kembali melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan jam 21.00.


Tapi untungnya hujan sudah mulai reda, dan akupun memutuskan untuk pulang bersama Kak Yogi menggunakan motor miliknya.


“Pakai jaketku!” ucapnya datar sambil memberikan jaket kain tebal miliknya.


“Makasih kak” akupun segera menerima dan memakainya.


“Kak terima kasih ya sudah kasih aku tumpangan”


“Sama-sama, ya sudah aku langsung pulang ya?!” pamitnya.


"Oke kak,, hati-hati dijalan ya.., daaa,, Kak”


“Daaagh,,” sambil melajukan motornya.


“Eiihh jaketnya,, yaaah beg*nya aku,, sampai lupa jaketnya masih menempel di badanku..ya sudah lah biar besok kalau ketemu aku kembaliin.” Batinku.


Akupun masuk kedalam rumah,


“Buu,, Kakak…!" Panggilku dengan suara keras.


“Kamu sudah pulang Bi,, Kakakmu mana?" tanya Ibu yang melihatku masuk sendirian.


“Lho memangnya Kak seno belum pulang Bu?” tanyaku terkejut.


“Belum, dari kakakmu antar kamu sampai sekarang belum pulang juga” jelasnya.


“Terus kamu pulang sama siapa?” tanya Ibu.


“Sama teman bu, soalnya Kak Seno di tunggu-tunggu nggak datang juga!!” omelku sedikit kesal.


“Kemana juga Kakakmu itu?!!” ucap Ibu mencemaskan Kak Seno.


"Bi,, coba kamu telpon Kakakmu,, tanyakan dia ada dimana sekarang!"


"Iya Bu sebentar,, Abi charge hape dulu"


Dengan kabel data yang tersambung, aku segera menyalakan hapeku dan mulai menghubungi Kak Seno.


"Hallo Kak,, Kakak dimana?"

__ADS_1


"Kakak di rumah sakit Dek,, acaramu sudah selesai?"


"Hmm sudah dari 1jam yang Lalu Kak!" jawabku dengan nada sedikit kesal.


"kenapa gak telpon Kakak kalau sudah selesai?" balasnya.


"Hapeku lowbat!"


"Ya sudah kamu tunggu sepuluh menit,,, Kakak jemput kamu"


"Nggak usah,, aku sudah pulang!!"


"Pulang sama siapa"


" Ya sama teman Kak,, emang mau sama siapa lagi??" jutekku.


"Sudah buruan pulang,, Ibu kuatir sama Kakak tuuu!!"


Tanpa menunggu jawaban dari Kak Seno Abbi memilih mematikan ponselnya.


"Bu,, Kak Seno lagi apel dirumah sakit" jawabku ngasal.


"Apel kok dirumah sakit ?" komentarnya.


"Iya Bu,, jadi adiknya Kak Shinta itu sakit demam berdarah,, jadi Kak Seno menemani pacarnya itu Bu,, nah itu kan namanya sekalian apel" cerocos ku.


"hhh,, Kamu ituu..!" sambil melirik kearahku.


Hari pun berlalu dengan cepat , semenjak acara natal itu, Kak Yogi satu kali main kerumah,, untuk mengambil jaket yang lupa aku kembalikan padanya malam itu.


Suatu hari,, diawal tahun,,


Saat aku diatas motorku di depan gerbang sekolah,


“Abbi!!” panggil seorang pemuda yang aku kenali.


“Kak Yogi..!?” gumamku sedikit terkejut.


“Ada apa Kak Yogi memanggilku?” batinku bertanya-tanya.


Akupun mengarahkan motorku ke arahnya.


“Tumben Kakak ke sekolahku, ada acara?“


“Gakk,, kakak memang sengaja pengen kesini,, pengen ngeliat sekolahmu” jawabnya dengan santai.


Untuk sesaat aku terbengong dan memperhatikan sosok tampan yang duduk bertengger diatas motor Kaw@saki Ninja warna biru miliknya.


Yogi Bimantara,, itu nama lengkap cowok yang berdiri didepanku.


Perawakannya yang dingin juga kalem, sekaligus cerdas dan selalu berprestasi membuatnya banyak di incar oleh para cewek baik di sekolahnya ataupun di sekolah lain yang melihatnya.


“Nanti sore ada waktu ga??” tanyanya dengan suara lembutnya.


“Ada apa ya Kak?” tanyaku sambil sedikit mendongakkan kepalaku menatap wajah Yogi yang tinggi badannya terpaut cukup jauh denganku.


Tinggi badanku hanya 153cm,


sementara orang yang ada didepanku ini memiliki tinggi 170cm.


Membuatku harus sedikit mendongakkan kepalaku kalau aku berbicara dekat dengan Yogi.


“Ga ada apa-apa, hanya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu” ucapnya sambil menatapku.


“Gimana boleh ga?” tanyanya sambil melihat ke arahku.


“Emmm,,,??


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2