I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Keributan Kecil


__ADS_3

Hayy..Hay.. up lagi nihh...


please kasih Like n komennya ya..


kalau mau kasih gift author juga gak nolak kok..😂😘 biar tambah semangat nulisnya❤️


Terimakasih


Selamat Membaca


*"""""******"""”*******


Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat,,


Yogi yang sibuk mondar-mandir mengurus kuliahnya di kota S membuatnya jarang kerumah Abi dan hanya menghubungi Abbi lewat telpon.


Hari ini adalah hari pertama liburan kenaikan kelas,, setelah selesai ujian kenaikan kelas dua Minggu yang lalu.


Dengan bosan Abbi membolak-balik kan badannya diatas sofa sambil mengganti-ganti Chanel TV,,


"Huffff,, bosennn!" gerutuku.


"Kenapa Bii?" tanya Ayah sambil membetulkan kancing di lengannya.


"Biasa Yah,, adek sedang kena penyakit virus KYB " ledek Seno yang berdiri dibelakang Ayah.


"Virus KYB?? Virus apaan itu Kak?" tanya Ayah yang belum ngeh.


"Virus Kangen Yogi Bimantara,, kkkk!" jawab Seno menertawakan adiknya.


"Eyalahhh,, kirain betulan ternyata..!!" ucap Ayah sambil menggelengkan kepalanya.


"Terus.. terusss!! ledek terus sampe puasss!!" omel Abi.


"Ciye.. ciyee,, lagi sensi nichh,, jangan ngambek ya cayankku.. utu.. tu..tu!" ucap Seno sambil memanyunkan bibirnya.


"pukk" Abi mengambil piring plastik kecil dan menepukannya dengan sedikit keras ke bibir kakaknya yang masih monyong didepannya.


"aduuuhh!!"


"Syukurinn,, cowok kok bawel!!" semprot Abi sambil ngeloyor pergi ke dapur membantu Ibunya menyiapkan sarapan.


"Ha.. ha.." Seno tertawa melihat Abi ngambek karena kejahilannya.


"Pagi ini tumben kamu sudah rapi Kak!" ucap Ayah sambil melirik kearahnya.


"Iya Yah,, hari ini kan Seno sudah mulai masuk kerja" jawabnya sambil tersenyum senang.

__ADS_1


"Oww,, Baguss!! Kerja yang bener,, disiplin dan juga jujur,,!" ucapnya menasehati.


"Siap Tuan Besar" jawab Seno.


Seno dan Ayahnya berjalan kearah ruang makan yang bersebelahan dengan dapur.


"Kamu masih berhubungan dengan gadis itu?? siapa lagi namanya,, emm Shinta. iya masih jalan sama Shinta?" tanya Ibu sambil menyiapkan makanan untuk sarapan.


"Masih Bu! Kenapa Bu?"


"Maaf ya Nak,, tapi jujur Ibu dan Ayah gak suka sama pilihanmu" ucap Ibu terang-terangan.


"Tapi kenapa Bu? Shinta gadis yang baik kok Bu" belanya.


"Baik kalau ada maunya,, Ngancam kalau gak dituruti masa iya itu yang namanya baik?" sahut Abi.


"Kamu anak kecil tau apa!" ketus Seno tidak suka dengan ucapan adiknya.


"Tapi memang itu kenyataannya kaan?? jadi orang gak usah lah bucin-bucin amat,, kayak gak ada stock cewek lain aja!" balasku.


"Kamu belum kenal sama Shinta makanya bisa ngomong kayak begitu!" sanggah Seno.


"Isshh kalau aku sih ogah kenalan sama cewekmu,, bikin kosong kantong aja,, Kak..,!! Kakak ini pintar tapi kok ya gak sadar kalau cuma di porotin sama Si Shinta itu! Mana yang diporotin uangnya dapat dari Ayah sama Ibu pula!!" ledekku.


"Kayak kamu ga pernah morotin Yogi aja!!" balas Seno.


"Kamuu...


"Sudah,, sudah,, kalian ini kok malah debat diruang makan,, berhenti debatnya,,!" ucap Ayah dengan nada tegas.


Seketika kami pun terdiam, dan mulai bersiap makan.


Ayah dan Kak Seno berangkat kerja masing-masing dengan motornya.


Ayah seorang supervisor di perusahaan furniture Red Design,, sementara Kak Seno menjadi staf keuangan di kantor Xie Holding and Company, perusahaan importir barang dari China.


Rumah semakin sepi,, hanya tersisa Abbi dan Ibunya.


Abi kembali duduk bersandar di sofa depan TV.. dengan muka ditekuk karena bosan..


"Huffff" Abi menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Kamuu ini Bi,, libur baru satu hari kok kayak orang kehilangan uang sekoper!! Sudah jangan manyun aja,, mending bantuin Ibu, bikin kue pesanan teman kantor Ayah!' ucapnya .


"Kuee??" tanya Abbi dengan mata berbinar.


"Mau bikin kue apa Bu? banyak ya pesanannya?"

__ADS_1


"Ya lumayan,, Brownies kukus 10 pan, sama Bolu pandan juga 10 pan" jawabnya.


" Wahh banyak juga ya Bu,, tapi nanti bikinnya dilebihin kan Bu?" tanyanya dengan wajah penuh harap.


"Ya pasti lahh!"


"Ya sudah Bu ayoo kita langsung bikin sekarang!" Abi menjadi semangat dan antusias.


Hampir 5 jam berkutat, dan berjuang dengan mixer, kukusan, dan oven bersama Ibu,, akhirnya 12 pan brownies dan 12 pan Bolu pandan akhirnya terselesaikan semua.


"Nyamm.. nyamm,, enakk" ucapku dengan mulut penuh mengunyah brownis yang aku potong-potong.


"Lhaa ini anak,, disuruh motong kok malah dicomot duluan,,!" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Habisnya Uenakk Bu..!" jawabku masih dengan mulut penuh brownis.


"Bu besok bikin kue lagi nggak?, masih ada pesanan lagi kan?" tanyaku semangat.


"Hmm,, besok bikin 200 biji pie susu mini sama 200 wingko mini" jawab Ibu.


"Oke Bu,, besok Abi pasti bantuin" ucapnya dengan semangat.


Ibu Abigail memang pandai membuat kue dan masakannya juga enak,, hingga setahun terakhir ini Ibunya memilih untuk bekerja dirumah dengan menerima pesanan kue-kue dan juga nasi kotak.


Dan kebanyakan pelanggan Ibu orang dari kantor Ayah, dan juga teman-teman gereja Ibu.


Terkadang Abi begitu kasihan melihat Ayah dan Ibunya yang bekerja cukup keras untuk bisa menyekolahkan Seno dan dirinya.


Dulu saat di kampung,, sebelum tinggal di kota J, Ibunya berjualan gorengan didepan rumah untuk membantu keuangan keluarga,, karena waktu itu Ayah hanya bekerja sebagai seorang marketing di kantor cabang dengan gaji yang tidak terlalu besar.


Karena kecakapan, dan kejujurannya selama 10 tahun bekerja,, Ayah kemudian diangkat menjadi supervisor di kantor pusat,, jadilah hampir 3 tahun ini Abi dan keluarganya tinggal dan menetap di kota J.


Libur beberapa Minggu tidak terasa hampir habis,, dan Senin lusa dia sudah harus kembali masuk ke sekolah,,


Dengan semangat Abbi menyiapkan semua perlengkapan sekolahnya.


"Wahh sering bantuin Ibu bikin kue bukan cuma badanku tambah endut,, tapi celenganku juga ikut endut" sambil tersenyum lebar Abi mengangkat celengan ayam dari atas mejanya.


"Sudah hampir penuh,, Enaknya tak beliin apa ya!??" mulai menghayal.


Keasyikan menghayal si mungil pun ketiduran.


Bersambung.


Visual Shinta


__ADS_1


__ADS_2