I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Hari yang Mendebarkan


__ADS_3

Malam telah larut ketika Ayah pulang dengan mobil Panther kesayangannya.


Abigail yang pura-pura tidur disamping Ibunya yang terlelap, perlahan-lahan beranjak turun dari tempat tidur.


Dengan hati-hati dia membuka pintu, agar tak membangunkan Ibunya.


"Ayah! " panggilnya sambil menutup pintu kamar ibunya perlahan.


"Kamu belum tidur?"


Bukannya menjawab pertanyaan Ayahnya, Abigail malah berlari dan menghambur kedalam pelukan sang Ayah.


"Hikss,, hikss, Ayahhh Abbi takut!" tangisnya yang sedari tadi dia tahan kembali pecah dalam pelukan Ayahnya.


Terdengar Ayahnya menarik nafas panjang.


"Ayah mengerti ketakutan, dan kegelisahan mu, Ayah juga merasakan hal yang sama seperti mu Nak, tapi kita harus tegar juga kuat untuk memberikan semangat pada Ibumu,, Kamu bisa kan melakukannya,,?? Tak apa kalau kamu mau menangis didepan Ayah,, tapi berusahalah untuk tetap tersenyum didepan Ibu!" ujarnya sambil membelai sayang putri kesayangannya.


"Iya Ayah,, Abbi janji akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga juga mendukung Ibu" mulai menyeka air matanya.


"Ayah percaya padamu,, Berdoalah untuk Ibu juga kita semua,, Ayah percaya besok semua akan baik-baik saja"


Abbi menganggukkan kepalanya.


"Ayah,, ayah sudah makan malam?" tanyanya.


"Hmm, sudah. Sekarang istirahatlah,, sudah malam.., besok kita antar Ibu kerumah sakit, jangan sampai kamu juga jatuh sakit!" Ayahnya mengingatkan.


"Baik Ayah,, Ayah juga istirahat ya!" sambil melepas pelukannya dan berjalan menuju ke kamarnya.


Gadis bertubuh mungil itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan menyempatkan diri membuka ponsel yang sedari sore dia charge di meja belajarnya.


"Astagaa!" serunya tanpa sadar.


Tertera di layar ponselnya, 10 pesan dan 20 kali missed call.


Abbi mulai membaca pesan masuk dihapenya.


"Bi, sudah tidur? sibuk?"


"Kabarmu bagaimana?"


"Kenapa tidak menghubungiku?"


"Kamu tidak kuliah?"


"Halloo..? kok gak dijawab?"


"Bi tolong balas pesanku,, aku mencemaskan mu!"


"Kamu kenapa Bi,, Kok menghilang tanpa kabar begini!?"


"Sejak pulang kampung kamu jarang mengabariku"


"Kamu marah sama Aku?"


"Apa aku ada salah denganmu?"


Abbi menghembuskan nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


Jari-jari mungilnya mulai mengetik diatas keyboard mungil di hape hitam miliknya.


"Kak,, maaf mengganggu, sudah tidur?"


"Maaf Kak,, beberapa hari ini Aku sibuk,, Ibu aku sakit Kak"


Tak berapa lama setelah pesan kedua terkirim, hapenya mulai bergetar menampilkan panggilan telpon masuk dari Alex.


"Hallo Kak,, maaf Aku jarang mengabarimu, Kak gak salah aku yang salah,, maaf ya Kak!" cerocos Abi.


"Sstt,, iya,, iya,, tapi pelan-pelan ngomongnya,, jangan kencang-kencang kayak kereta api!"


"He,, heh,, maaf!" Abbi terkekeh sekaligus merasa lega.


"Kamu gak balik ?"


"Balik Kak, tapi gak sekarang, aku mengajukan cuti kuliah"


"Memangnya Ibumu sakit apa Bii?"


"Kanker Cerviks stadium 2B kak"


"Owhh" terdengar nada prihatin disana.


"Besok pagi aku pergi kerumah sakit, lusa Ibu mau dioperasi,, Aku harap Kak memaklumi ya kalau aku jarang menghubungi Kak Alex" meminta pengertian kekasihnya.


"Iya,, gak apa-apa,, yang penting kamu Jang lupa makan juga istirahat, kalau ada apa-apa atau butuh bantuanku segera kabari aku ya"


"Iya Kak pasti.! Terima kasih ya Kak"


"Tidak masalah Sayang,,. Ya sudah ini sudah larut malam,, kamu istirahatlah,, I love you Honey!"


"A.. Ai,, I.. love you too Kak!" gugup Abbi yang tidak terbiasa menyatakan cinta.


Sambil tersenyum tipis dia mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.


Pagi-pagi sekali alarm di hapenya berbunyi cukup keras, dan berhasil membangunkannya.


Dia lihat jam menunjukkan pukul 5 pagi.


"Hhhh" Abbi menghela napasnya.


Abbi si gadis yang lincah ini punya kelemahan paling susah bangun pagi, kecuali kalau mau berlibur,,. dijamin tanpa alarm pasti terbangun dengan sendirinya,,


Kkkk.. mirip Author baru bisa bangun pagi kalau ada maunya ya..😛


Meski malas Abbi memaksa dirinya untuk bangun. Dia segera keluar menuju ke kamar mandi dan mencuci mukanya.


Dengan langkah malas dia menuju ke dapur, mulai mencuci beras dan memasaknya didalam magic com.


Setelah itu mulai mengambil sayuran dari dalam kulkas dan beberapa jenis lauk yang akan dimasaknya untuk sarapan mereka sebelum berangkat ke rumah sakit.


Tumis kangkung, ikan kembung, tahu dan tempe goreng selesai dibuatnya dalam 1jam.


Selesai memasak Abbi segera mandi dan bersiap.


Hanya Abbi dan Ayah yang sarapan pagi ini, karena Ibu harus puasa untuk menjalani beberapa pemeriksaan laboratorium sebelum lusa menjalani operasi.


Selesai masukkan bekal makanan untuk makan siang, Abi dengan cepat mencuci semua piring kotor.

__ADS_1


Tepat jam 8 pagi mereka bertiga berangkat ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit setelah proses administrasi diselesaikan oleh Ayah, seorang perawat kemudian mengantarkan kami kekamar rawat yang nantinya ditempati Ibu selama kurang-lebih 10 hari kedepan.


"Bu, Ayah kekantor dulu ya,, akunsudah terlambat ini,, kamu gak masalah kan kalau hanya ditemani anakmu dulu?"


"Gak apa Yah,, kamu kerja saja yang tenang"


"Hmm"


"Bii, kamu tunggu dan temani Ibu,, Ayah ke kantor dulu,, kemarin Ayah belum sempat mengajukan cuti dikantor"


"Baik Ayah,, hati-hati dijalan!"


"Hmm, segera telpon Ayah kalau ada apa-apa!"


"Iya Ayah,, Ayah tenang saja,, serahkan pada ahlinya!" jawabnya dengan bercanda.


"Iyaa Ayah percaya,,!" sambil mengacak-acak rambut Abigail.


Ayah segera berangkat kekantornya,, Dan tidak lama berselang Ibu dijemput seorang suster untuk menjalani pemeriksaan.


Abi berjalan mengikuti Ibu dan perawat itu dari belakang.


2 jam berlalu akhirnya Ibu selesai menjalani pemeriksaan dan kembali kekamar bersamaku.


"Ibu,, ibu sudah boleh maka kan?"


"Hmm, Ibu sudah bisa makan,, bawa sini bekalnya Bi, ibu sudah kelaparan ni!"


"Iya Bu,, " Abi dengan


cekatan menyiapkan makanan yang dia bawa dari rumah,,


Dua hari berlalu, Hari yang mencengangkan dan mendebarkan lun tiba juga,


Tepat jam 8 pagi Ibu dibawa kerumah operasi.


Raut wajah tegang penuh kecemasan menghiasi wajah Abi dan Ayahnya.


Beberapa kali melihat jam di hapenya tapi operasi Ibunya tidak selesai-selesai juga.


"Ayah" Abi duduk disebelah Ayahnya.


Dewa yang mengerti kecemasan putrinya segera memeluknya dengan hangat.


"Percayalah semuanya pasti baik-baik saja"


"Ayah,, Kakak kenapa tidak datang? apakah Kakak memang sesibuk itu sampai tidak bisa meluangkan waktu untuk Ibu" tanyanya dengan heran.


Dewa hanya bisa menarik nafas dengan berat.


"Biarlah,, jangan pikirkan Kakakmu" jawabnya dengan wajah terlihat kecewa pada Seno putranya.


Abi segera terdiam,, Abbi pun merasakan kekecewaan yang besar pada Kakaknya.


"Ayah, kenapa operasi ibu lama sekali?? ini sudah hampir 2 jam tapi kenapa belum keluar juga" resa Abigail.


"Bersabarlah Nak,,!"

__ADS_1


Baru saja Dewa selesai berucap pintu ruang operasi terbuka,, tampak Ibu terbaring belum sadarkan diri dengan wajah pucat dengan infus dan juga kantong darah tergantung disisi tempat tidur ibunya.


Ibu kemudian dipindahkan ke kamar rawat inap.


__ADS_2