
Mendengar pertanyaanku, Kak Alex memandangku dengan tajam.
"Kak,, apa aku buat salah?" tanyaku.
"Sejak kapan Kak Farel disini,,??" tanyanya.
"Sekitar 10 atau 15 menitan Kak,, dia cari kamu kataya ada sesuatu yang penting." jawabku jujur.
Alex mendengus kesal mendengar jawabanku.
"Kak ada apa?? kalau aku salah aku minta maaf,, tapi tolong jelaskan dimana kesalahanku??"
"Kamu sendirian dirumah,, tapi mengijinkan Kaka Farel masuk kedalam!" ucapnya dengan suara keras.
"Kak,, aku juga serba salah, diteras depan ga ada kursi,, kalau aku minta dia menunggu didepan dan berdiri diluar aku juga gak enak kan Kak?"
Kak Alex melirik tajam kearahku,, lalu mendengus kesal dan meninggalkanku begitu saja menuju kemobilnya.
"Kak,, mau kemana??" tanyaku dengan suara sedikit keras.
Tapi dia tidak menjawab dan berlalu pergi dengan mobilnya begitu saja.
4 bulan pernikahan ini pertengkaran pertama kami.
Hingga jam 9 malam, malam kak Alek tidak kunjung pulang.
Ku putuskan untuk mengunci semua pintu, dan menunggunya didalam.
Sesaat aku mendengar suara mobil berhenti didepan rumah,,
"Tapi bukan seperti suara mobil Kak Alex" pikirku.
Kuputuskan untuk mengintip dari kaca jendela ruang tamu.
Aku tersentak kaget dibuatnya., Melihat Kak Farel turun dari mobil dan menuju ke rumah.
"Mau apa lagi sih ini orang" gusarku dalam hati.
Aku memilih melangkah perlahan kedalam kamar dan tidak keluar untuk membukakan pintu untuk Kakak ipar suamiku.
*tok.. tok..*
"Alexx,, Abbi" terdengar suara Kak Farel menyebut nama kami.
"Orang ini bego,, apa pura-pura bodoh sich,, sudah tahu mobil Kak Alex gak ada masih juga panggil-panggil." Omelku dalam hati.
*Tok.. tokk* lagi-lagi Kaka Farel mengetuk pintu tak menyerah.
Tak berapa lama suara mobil Kak Alex terdengar masuk kedalam carport mobil yang ada disamping dapur.
Akupun keluar dari kamar,, tapi tetap tak aku bukakan pintu meski Kak Alex datang,, aku tidak mau ada kesalah pahaman lagi.
Aku berdiri dibelakang pintu depan dekat ruang tamu, dan menguping pembicaraan mereka,
"Rajin banget Kak Farel kesini,, sehari sudah 2 kali,, kayak minum obat aja" terdengar sindiran Kak Alex untuk Kakak iparnya.
"Kakakmu sore tadi bikin kue,, dia minta Kak Farel untuk anter kesini!" jawabnya tidak terpengaruh sindiran suamiku.
"Kenapa gak suruh Roni saja yang antar?" tanya Alex.
"Ban motornya Roni bocor,, jadi ya sudah Kak Farel yang anter sendiri,, kamu kan juga tahu sifat Kakakmu seperti apa,, kalau sudah minta atau nyuruh sesuatu mana bisa dibantah" ucap Kak Farel.
"Sudah ketemu Abbi?" tanya Kak Alex dengan suara datar.
__ADS_1
"Belum,, aku sudah ketuk beberapa kali tapi gak dibukain" jawabnya.
"Bii,, Abiii..!!" terdengar kak Alex memanggilku.
Dengan mengendap-endap aku berjalan mundur kembali kearah ruang makan.
"Biii!!" panggil kak Alex lagi sambil mengetuk pintu.
"Iya Kak,, tungguu!" jawabku dari ruang makan.
"Sudah pulang Kak?" tanya ku sambil membukakan pintu untuknya.
"Eh, Kak Farel,, selamat malam Kak" sapaku.
"Kamu baru bangun?" tanya Alex.
"Iya aku ketiduran dikamar" bohongku.
"Aku lanjut tidur ya,, " pamitku pada Alex.
"Kak Farel maaf ya,, aku tinggal kedalam" ucapku, dan langsung masuk kedalam kamar tanpa memperdulikan mereka berdua.
Keesokan paginya aku lihat suamiku masih tertidur pulas,,
Cepat-cepat aku memasak sarapan pagi seperti biasanya, lalu membangunkan Kak Alex.
"Kak,, bangun.. sudah siang.. nanti terlambat ke kantor!" sambil menepuk bahunya dengan pelan.
Kak Alex, menggeliat sebentar lalu mulai terbangun.
Tidak seperti biasanya,, saat bangun selalu memeluk atau mencium keningku,, kali ini tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya dia bangun dan langsung ke kamar mandi.
Aku hanya bisa menarik napas dalam-dalam,,
"Kak aku ga ada apa-apa sama Kakak iparmu,, apa kamu pikir aku gila menggoda Kak Farel?" ucapku saat dimeja makan.
"Iya" jawabku singkat.
"Mulai hari ini sampai 3 hari kedepan aku sibuk di cabang ke 4 jadi pulangnya malam terus" ucapnya.
"Kak,, boleh aku ikut?? aku bosan dirumah sendiri juga gak nyaman!" pintaku.
"Hmm,, terserah" jawabnya masih dengan datar.
"Terima kasih Kak"
Aku segera bersiap untuk ikut suami ku menuju kekantor cabang 4 di pinggir kota S. jarak juang harus ditempuh sekitar 3 jam perjalanan.
Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan sekaligus melelahkan,, Yapp dan itu betul.. Baru hari pertama aku sudah merasakannya.
Tapi aku tidak memberi tahu Kak Alex. Dari pada di rumah timbul kesalah pahaman biarlah aku mengalah, mengikuti suamiku kemanapun. Toh nanti kalau aku mulai kuliah aku sudah aman untuk menghindar, pikirku.
Sampai dirumah jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,, aku segera mandi dan bersiap untuk tidur.
Tapi tanpa aku duga Kak Alex yang juga sudah selesai mandi memelukku dari belakang.
Menciumiku dengan penuh gairah.
Akupun tahu keinginannya.. meski badanku capek aku tetap berusaha melayaninya dengan baik.
Tapi seperti tidak pernah puas,, selama 3 hari berturut-turut Kaka Alex terus menyerang ku.
Terutama malam ke empat,, seperti minum obat kuat atau apalah,, dia terus mengajakku bermain hingga hampir pagi menjelang.
__ADS_1
BadanAbbi terasa remuk,4 hari berturut-turut ikut bepergian dari pagi sampai malam,, dan dari malam sampai pagi masih dihajar permainan panas oleh suaminya.
Meski badannya terasa ngilu semua,, Abbi tetap bangun untuk membuat sarapan pagi.
Hari ini hari terakhir Kak Alex pergi ke kantor cabang 4,, Abbi berniat tinggal dirumah untuk tidur.
Tapi mengingat Kakak ipar suaminya, Abbi memaksakan diri untuk tetap ikut.
"Toh aku bisa tidur didalam mobil" pikir Abbi.
Seperti biasa aku pun sudah siap,, dan berangkat kekantor cabang.
Ternyata pekerjaan Kak Alex lebih cepat dari biasanya.
Tepat jam 12 siang kami sudah kembali ke kota S.
Ditengah perjalanan kami berdua sempat makan siang disebuah rumah makan.
Lalu melanjutkan perjalanan pulang.
"Bi,, aku kekantor Kak Valen dulu ya, kamu mau ikut turun?" tanyanya sambil melirikku yang sudah mulai memejamkan mata karena mengantuk.
"Nggak Kak,, aku tunggu di mobil saja ya.. aku ngantuk bangettt" jawabku masih memejamkan mata.
"Hmm.."
Sementara Abbi tertidur dengan pulas didalam mobil,, Alex terus melajukan mobilnya ke kantor Kak Valencia.
Beberapa saat kemudian Abbi merasakan pelukan hangat, dan ******* panas dibibirnya.
Abbi yang masih tertidur tidak membalasnya.
"Kak aku ngantuk.. tolong jangan ganggu" ucapku sambil mendorong tubuhnya dengan mata masih terpejam.
Abbi pun memiringkan tubuhnya menghadap pintu mobil, meringkuk dan tertidur.
Tapi dengan hangat badan Abbi ditarik lagi menghadap kearah kursi sopir dan lagi- lagi ******* bibirnya.
Mata Abbi benar-benar berat dan tak bisa dibuka, hampir 4 hari dia kelelahan dan kurang tidur..
"Kak please jangan ganggu!!" rengekku dengan mata tetap terpejam sambil meringkuk di jok mobil dan melanjutkan tidurku.
Tidak ada pergerakan. Abbi hanya mendengar suara pintu mobil kembali ditutup.
Abbi pun bernapas lega..,,
"tidur lagi" pikirnya.
Merasakan udara panas dan keringat yang terus keluar dari tubuhnya.. membuat Abbi akhirnya terbangun.
Abbi begitu terkejut, menemui dirinya masih didalam mobil Alex dan sudah terparkir didalam garasi, dengan keadaan mesin yang sudah mati.
Abbi segera turun dari mobil,
"Kak,, kok aku gak dibangunin??" tanyaku.
"Plaakkkk..."
bukan jawaban yang aku dapatkan tapi malah sebuah tamparan keras yang melayang dipipiku.
"Kakkk,, !!" seruku tak percaya.
"Plaakkkk" sekali lagi dia menamparku dengan keras.. lalu pergi dengan wajah memerah ke arah garasi mobil dan pergi begitu saja menggunakan mobilnya.
__ADS_1
Abbi terduduk dilantai dengan lemas.
"Apa salahku? apa salahku?!!!" teriakku dan segera menangis merasakan sakit dihati.