I Never Say Goodbye

I Never Say Goodbye
Main Hati


__ADS_3

"Mau menemui calon mantu Ibu yang tajir mlintir" jawab Shinta


"Jangan bohong!" balas Ibunya.


"Shinta kirim foto ya" balas balik Shinta dan mengirimkan foto dirinya sedang ada didalam mobil yang interiornya terlihat mewah.


"Bagus,,. pintar,, Masalah Seno biar ibu yang urus"


"Ibu memang terbaik"


Shinta menghapus semua jejak pesan dihapenya. Tak berapa lama dia melambaikan tangan pada taksi kosong yang sedang melaju kearahnya.


"Ke hotel Allstars Pak"


"Siap Bu" jawab sopir dan melajukan mobilnya.


20 menit taksi meluncur membelah jalanan ramai kota J hingga akhirnya sampai didepan hotel cukup mewah.


Tanpa merasa terbeban Shinta turun dengan anggun langsung menuju lift dan naik kelantai 3.


"Kamar 306" baca Shinta saat membuka pesan dihapenya.


*Ting,,tong* Shinta menekan bel pintu kamar.


"Akhirnya kamu sampai juga, ayo masuk! " ucap seorang pria muda yang cukup tampan sambil membuka pintu kamarnya untuk Shinta.


"Maaf membuat Mas menunggu lama" ucap Shinta dengan wajah gak enak.


"Gak apa-apa,, aku maklum kok,, lagi pula menunggu lama untuk wanita secantik dan sesempurna dirimu itu sepadan" ucapnya sambil mengerling nakal kearah Shinta.


"Ihh,, Mas bisa saja gombalnya" jawab Shinta sambil menunduk malu-malu.


"Siapa yang gombal?? asal kamu tahu jantungku sekarang berdegup kencang melihatmu yang secantik bidadari,,. aku.. aku benar-benar tergila-gila sama kamu,, bahkan sejak pertama bertemu" ucapnya sambil tersenyum.


Meraih pinggang ramping Shinta dan mengajaknya duduk berdampingan ditepi tempat tidur berukuran king size.


Perlahan tangannya memegang dagu Shinta,, sambil menatap gadis itu dengan lembut.


Jantung Shinta berdebar dengan kencang, merasakan benda kenyal nan hangat menempel dibibirnya.


Shinta menerima ci*man hangat dari pemuda didepannya.


Tanpa sadar Shinta mendorong tubuh pria itu,,


"Ma.. maaaf mas kita baru beberapa kali bertemu,, aku..


"Maafkan Mas Shinta,, Mas terbawa suasana,, kamu,, kamu terlalu cantik" ucapnya dengan wajah tidak enak.


"Iya Mas,, " jawab Shinta lirih.


Sejenak suasana kamar menjadi hening,, Pria itu kemudian berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya.

__ADS_1


"Hadiah yang aku janjikan buat kamu" ucapnya sambil memberikan kotak bluduru warna biru pada Shinta.


"Ini serius buat aku Mas?" tanya Shinta dengan wajah berbinar.


"Hmm,, kamu suka?" tanyanya.


"Suka Mas,, ini gelangnya bagus sekali" jawab Shinta sambil mencoba memakai gelang model rantai pemberian pria didepannya.


"Sini aku bantu pakai kan!" ucapnya meraih pergelangan tangan Shinta dan memasangkan gelang emas ditangan gadis itu.


"Terima Kasih ya Mas" ucap Shinta manja.


"Sama-sama sayang" sambil mengelus tangan Shinta.


"Aku tergila-gila sama kamu,, aku mau kau jadi milikku sayang!" bisik pria itu ditelinga Shinta.


Terlarut dalam suasana, Shinta yang berharap mendapatkan hati pria kaya didepannya pun mulai lupa diri.


Dua sosok manusia merengkuh nikmatnya dunia dengan dalih cinta,, padahal sedang tenggelam dilumpur penuh dosa.


Suasana menjadi panas membara,, bahkan dinginnya AC dalam kamar tak mampu mencegah banjirnya keringat keluar dari keduanya.


******* kenikmatan,, suara lenguhan dan deru napas menggema dalam ruangan.


"Terimakasih sayang,, kamu luar biasa" ucap pria itu sambil membelai kepala Shinta yang kepalanya bersandar dilengannya yang kekar.


"Sama-sama Mas,,


Emm,,. Mass, kalau aku sampai hamil bagaimana Mas? Aku,, aku lupa gak pakai pengaman Mas? Mas kan tahu Aku,, aku tidak mungkin hamil dengan suamiku karena aku sudah pisah dari suamiku sejak 4 bulan yang lalu,, apalagi aku juga mau cerai mas,,,hiks.. hiks.. semalam dia menamparku" ucap Shinta dengan menangis dan wajah memelas terlihat begitu menderita.


"Jangan takut,, kalau kamu hamil aku pasti bertanggung jawab,, aku gak mungkin lari,,, aku juga pengin punya anak apalagi usiaku sudah hampir kepala 3" ucapnya lagi sambil memeluk Shinta yang masih polos tanpa busana.


"Bener kan Mas?? Kamu serius?? Kamu gak bohong??" tanya Shinta sambil menatap wajah pria itu penuh harap.


"Hmm, aku serius. tadi kamu bilang mau bercerai kan,,?"


"Iya Mas,, aku mau cerai dari dia Mas,, aku sudah gak tahan hidup sama pria kasar seperti suamiku,, dia gak pernah cinta sama aku Mas,, dia kasar" ucap Shinta membohongi pria didepannya.


"Kamu sudah minta cerai dari suamimu?"


"Sudah Mas,, aku sudah minta cerai dai dia,, tapi dia gak mau ceraikan aku Mas,, kalau aku yang menggugat cerai duluan,, aku dapat uang dari mana Mas,, aku hanya orang miskin,, hiks.. hikss. tapi aku sungguh sudah tidak kuat dengan perlakuannya Mas!" adu Shinta kembali menangis sesenggukan didada pria itu.


"Sudah,, kamu akan cerai saja sama suamimu,, aku yang akan menanggung semua biayanya!" ucap pria itu sedikit angkuh


"Serius Mass?" tanya Shinta sambil menatap pria selingkuhannya dengan penuh harap.


"Hmm,, Mas serius sayang,, kan aku sudah bilang aku menginginkanmu,, Demi kamu uang berapapun ga masalah buat aku!'


Mendengar ucapan pria didepannya hati Shinta begitu berbunga-bunga,, Pria kaya idamannya sudah ada digenggamnya.


"Terima kasih Mas,, terima kasih" ucapnya sambil mencium pipi pria itu dengan malu-malu.

__ADS_1


"Jadi jangan sedih lagi ya,, kamu harus tersenyum,, kamu cantik saat tersenyum" puji pria itu sambil menci*m Sinta dengan panas.


Bergulat untuk kesekian kali dibawah hangatnya selimut putih, dan kembali merengkuh nikmatnya surga dunia.


Siang menjelang,, akhirnya pergulatan panjang itu pun selesai.


"Mass aku lapar!" rengek manja Shinta.


"Kamu mau makan dimana, mau makan apa sayang?"


"Makan dihotel aja ya Mas,, aku capek!" ucap Shinta malu-malu.


"Oke,, siap untuk ratuku tercinta,,aku pesankan buat kamu ya"


"Terima kasih Mas"


Selesai memesan melalui room service,, keduanya bersiap membersihkan diri sambil menunggu makanan mereka.


2jam berlalu,


makan siang mewah dengan menu western di kamar pun sudah selesai,,


"Mas sudah siang,, aku pulang ya" pamit Shinta.


"Baru jam 2 siang sayang,, tunggulah sebentar lagi!" pinta Pria itu.


"Tapi Mas,,,


"Please..


"Iya Mas, 1jam lagi aku pulang ya,, aku takut dihajar suamiku kalau dia lihat aku pulang terlambat Mas" ucap Shinta dengan menunduk.


"Hhh, kasihan kekasihku,, gadis secantik ini harus hidup menderita" ucap Pria itu sambil memeluk Shinta dengan erat.


"Iya Mas,, aku lelah Mas hidup menderita sama dia,, hiks.. hikss.. tolong aku ya Mas,, tolong bantu aku melepaskan diri dari dia" pinta Shinta sambil menangis meraih simpati kekasih barunya.


"Jangan kuatir, asal kamu menurut padaku,, aku pastikan membuatmu senang dan bahagia" ucapnya Lalau menci*m bibir Shinta. Melum*tnya dengan panas seakan tidak pernah puas.


"Mass" tegur Shinta yang merasakan tangan liar mulai bergerak.


"Satu kali lagi sayang,, please,, besok aku harus kembali,, mungkin 2 Minggu atau bahkan bulan depan aku baru bisa kesini lagi,, gak bisa terbayangkan betapa rindu ini bisa membuatku gila,,. Boleh kan kita bermain 1 kali lagi??" ucapnya sambil menatap Shinta penuh harap.


Dengan terpaksa Shinta menuruti keinginan pria didepannya.


Bermandi peluh diatas ranjang mewah saksi bisu pengkhianatan mereka pada pasangannya masing-masing.


Tepat jam 4 Shinta akhirnya sudah bersih kembali,, dan bersiap untuk pulang, sebelum suaminya sampai rumah lebih dulu.


"Sayang!" panggil pria itu.


"Iya Mas" jawabnya sambil berjalan mendekati kekasihnya yang duduk diatas sofa .

__ADS_1


"Ini buat kamu!" ucapnya


Ini,, ini buat aku Mas??" tanyanya tak percaya.


__ADS_2