Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Dan Akhirnyaaaaa....


__ADS_3

Hendri membuka matanya dan menatap ke langit-langit ruang icu dalam diam


"Linda...." lirihnya tak lama kemudian


Lalu dia memejamkan matanya, semua perlakuan Agung dan Nia pada Linda berkelebat jelas di matanya


"Lindaaaaa.….!!!!" Hendri berteriak histeris


Grace yang berada di luar ruang icu segera masuk dengan tergopoh. Dilihatnya Hendri telah terduduk dengan wajah tegang dan keringat di keningnya


Di belakang menyusul papanya masuk diikuti Marko dan juga seorang dokter


Dokter segera memeriksa kondisi Hendri dan Grace menggenggam erat tangannya


Hendri kembali dibaringkan dengan pelan oleh Grace, sekarang sang papa tampak juga duduk di sebelah Hendri


"Linda mana?" tanya Hendri cepat


Semuanya diam dan saling toleh


"Linda mana Grace?, kamu ada di lokasi saat Nia dan Agung menembak ku"


Grace menggeleng dan dia memeluk erat Hendri. Hendri segera mendorong tubuh Grace agar menjauh dari dadanya


"Jawab aku Grace, Linda mana??!!" teriak Hendri


Semuanya masih diam bahkan papanya Hendri dan Marko menundukkan kepala mereka


"Aku yakin Linda baik-baik saja, kalian minggir!!!" ucap Hendri cepat dengan menarik seluruh selang yang ada di atas tubuhnya


Grace berusaha menghentikan aksi tangan Hendri yang melepas seluruh selang yang menjalar di tubuhnya lalu Hendri turun dari atas ranjang rumah sakit berjalan dengan berkali-kali jatuh di lantai


"Linda sudah pergi Hen, kamu harus ikhlas!!" teriak Grace masih berusaha menghentikan niat Hendri untuk pergi dari dalam ruang icu


Hendri menepis kasar tangan Grace dan dia kembali bangkit tapi kembali dia terjatuh


Dengan menangis Hendri berusaha merangkak


"Linda tidak boleh pergi, Linda tidak boleh mati, Lindaaaaaa.....!!!!" teriak Hendri kencang


Grace kembali berjongkok dan memeluk tubuh Hendri. Hendri yang lemah tergeletak di pangkuan Linda dengan menangis histeris


"Lindaaaa.... aku mencintaimu Lindaaa, kamu tidak boleh mati, kamu harus tetap hidup Lindaaa....."


Grace yang memeluk erat bahu Hendri tampak ikut menangis, dan Hendri yang masih terus menangis histeris mengepalkan tangannya dan berkali-kali memukul kuat lantai


"Kalian bohong, Linda tidak mungkin meninggalkan aku, kami berdua saling mencintai, dan aku telah berjanji bahwa aku akan terus menjaga Linda sampai akhir hidupku" ucap Hendri pilu


"Lindaaaa, kamu jangan pergi Linz jangan tinggal akuuuu.....!!!!!" kembali Hendri berteriak kencang


"Aku disini mas, aku tidak akan pernah meninggalkanmu...." ucapku sambil mendorong pintu ruang icu


Hendri yang terduduk lemas di lantai membalikkan badannya lalu kembali berusaha berdiri tapi terjatuh kembali


Aku yang duduk di kursi roda dengan menggendong anak kami menangis haru melihatnya


Suster yang mendorong kursi rodaku mendekatkan ku kearah Hendri yang saat ini berusaha mendekati kami


Dengan cepat Hendri memelukku erat dan menciumi kening dan wajahku tanpa henti, lalu kembali dia memelukku erat dengan berurai air mata


Oeeeekkkkk....


Hendri tersadar dan segera melepaskan dekapannya padaku begitu bayi yang ada dalam dekapanku menangis


Hendri yang wajahnya basah menatap tak percaya padaku, dan aku yang juga berlinang air mata bahagia hanya bisa menganggukkan kepalaku kearahnya


"Anak kita?, ini anak kita sayang?"

__ADS_1


Aku mengangguk dengan memberikan anak yang ku dekap pada Hendri


Hendri menerima anaknya lalu mendekapnya dengan erat dan kembali dia menangis tertahan. Aku hanya bisa mengelus rambutnya ketika Hendri tak hentinya menangis sambil terus menciumi dan mendekap anak kami


"Makanya dengerin dulu omongan orang" protes Grace yang memeluk Hendri dari samping


Hendri menoleh kearah Grace lalu Grace kembali mendekapnya


"Ayo naik lagi keranjang, kamu belum sembuh, baru sadar setelah satu minggu koma" ucap Grace sambil mengambil anak kami dari gendongan Hendri


"Aku sudah sembuh Grace, kamu lihat sendiri kan?" jawab Hendri dengan suara bersemangat


Grace menggeleng kuat


"Marko cepat kamu bantu aku, sandiwara kita sudah tamat" ucap Grace yang kesulitan mengangkat tubuh besar Hendri


Aku tersenyum melihat Grace bersungut-sungut. Sementara Marko dengan cepat ikut membantu Hendri berdiri


Dan papanya Hendri yang sekarang menjadi papa mertuaku langsung mengambil anak kami yang ada di dekapanku


"Sini sama opa saja, biar mama dan papi mu melepas kangen"


Aku tersenyum mendengar gurauan papa mertuaku


Lalu suster mendorong kursi rodaku mendekat kearah Hendri yang sedang dipasang infus lagi oleh dokter


"Saya sudah sembuh dokter, sumpah" ucap Hendri menghindari tangan dokter yang siap menusukkan jarum infus ke uratnya


Aku terkekeh melihat pria garang yang suka marah dan dingin itu ternyata takut dengan jarum suntik


"Kamu mau sembuh tidak Hendri?, apa kalian tidak mau resepsi?"


Aku langsung menoleh kearah papa mertuaku yang mengangguk pasti kearah kami


"Papa serius?" tanya Grace


"Dokter, kalau begitu cepat pasang infusnya" ucap Hendri cepat yang membuat Grace kembali memeluknya dan terbahak di dalam dekapan Hendri


Aku hanya tersenyum melihat bagaimana manjanya Grace sama Hendri


Grace seperti tersadar lalu melepas dekapannya pada Hendri lalu menoleh tak enak hati padaku


"Maaf Lin...." ucapnya dengan wajah tak enak


Hendri langsung menoleh cepat ke arahku dan bergantian menoleh kearah Grace yang langsung berdiri menjauh dari tempat tidurnya


"Ada apa ini?, kenapa kamu menjauh Grace?"


Aku melirik takut-takut kearah Grace


"Sehabis melahirkan kemarin, Linda bilang sama aku mau menitipkan anak kalian sama aku, meminta aku buat merawatnya"


Hendri langsung menoleh ke arahku


"Apa ini maksudnya sayang?"


Aku menunduk takut


"Ini semua salah kamu Hendri, kenapa kamu tidak bilang sama istri kamu kalau Grace itu kembaran kamu, Linda salah sangka, dipikirnya kalian berdua saling mencintai, terlebih kalian memang sangat mesra melebihi orang pacaran" sungut papa Hendri


"Benar begitu sayang?"


Aku mengangguk pelan


"Ya Tuhan sayang, Grace itu....."


"Aku sudah tahu semua Mas, dan aku sangat malu..." ucapku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku

__ADS_1


Grace tersenyum lalu mendekat ke arahku


"Aku dan Hendri itu satu nyawa tentulah kami saling menyayangi dan mencintai, tapi di hati Hendri tentu hanya ada kamu Lin, dan maaf memang harus kamu akui jika aku tidak bisa tergantikan di hati Hendri, karena aku adalah jiwanya Hendri" ucap Grace manja dengan kembali mendekap hangat Hendri


Kulihat Hendri memang sangat menyayangi Grace, dan itu harus aku akui karena Papa mertuaku sendiri yang bilang bagaimana ketika Hendri kemarin hampir meninggal, Grace juga sekarat


"Oh iya Hen, besok aku akan mengoperasi Linda" ucap Grace sambil melepas dekapannya pada Hendri


"Operasi?, memangnya istriku sakit apa?"


"Apa mata kamu buta, tuh dia di kursi roda nyaris setahun ini jika bukan sakit karena kamu, lantas sakit apa?" Grace langsung mengomeli Hendri


"Jangan kamu pikir aku di Jerman tidak berusaha membuat alat yang bisa membuat istri saudara ku bisa berjalan lagi ya?" kembali Grace bersungut-sungut


"Maksudnya Grace?" mata Hendri berbinar


"Alat yang aku dan teman-teman dokter spesialis orthopedi ciptakan sejak beberapa tahun yang lalu kemarin sampai di sini, dan rencananya besok Linda akan aku operasi, jadi sebelum kalian resepsi kakak iparku harus sudah bisa sembuh seperti sedia kala"


"Grace......" Hendri menarik cepat tangan Grace lalu memeluknya dengan erat


Aku yang tersenyum melihatnya menangis terharu ikut meneteskan air mata juga


...----------------...


_Tiga bulan kemudian_


Khayla beserta dua adiknya dan Rihanna tampak cantik dengan memakai gaun cantik sebagai brides maid


Di depan mereka ada aku yang berjalan dengan memakai gaun pengantin berwarna putih dengan ekor gaun yang menjuntai cukup panjang


Sementara di depan sana, ada Hendri yang diiringi dua anak lelakiku, Roshan dan Rayhan dan juga papa mertuaku yang menggendong Harley Malengka, putra kami


Mereka juga memakai jas berwarna putih dan mereka kelihatan sangat tampan


Aku selalu menebar senyum pada semua tamu undangan yang saat ini memenuhi gedung tempat kami resepsi


Dan ketika tiba di tengah-tengah, dimana aku dan Hendri bertemu, secara cepat Hendri menarik keningku dan langsung mengecup keningku dengan dalam


Tepuk tangan langsung menggema seisi ruangan besar ini ketika Hendri mengecup dalam keningku


Kemudian Hendri berlutut dengan memberikan buket bunga padaku yang disambut dengan tepuk tangan meriah dan suitan di segala penjuru ruangan


Aku dengan tertawa malu menerima buket bunga dari suamiku lalu aku berteriak kecil ketika Hendri mengangkat tubuhku ke pelukannya


Anak-anak kami tertawa melihat bagaimana keromantisan kami, bahkan Khayla dan tiga adik perempuannya melempari kami dengan kelopak bunga mawar merah


Seluruh keluarga besar kami juga tertawa dan bertepuk tangan. Bahkan kakek ikut tertawa dan bertepuk tangan melihat kebahagiaan kami, dan Grace yang menempel manja di pundak suami bulenya juga bertepuk tangan, tak ketinggalan Mike yang juga datang bersama pasangannya ikut tersenyum bahagia


Aku yang menempelkan keningku di kening suamiku tersenyum bahagia dan Hendri, suamiku juga tersenyum manis ke arahku


Akhirnya, aku mendapatkan semua kebahagiaanku, setelah hampir nyaris dua tahun aku harus berjuang mendapatkan kebahagiaan ini


Semoga kebahagiaan ini akan selamanya bersamaku dan keluarga kecilku


...THE END...


Dear all readers


Terima kasih untuk semua dukungannya, tanpa kalian apalah saya


Saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga pada kalian semua, semoga Alloh yang bisa membalas kebaikan kalian semua


Terus dukung saya dengan vote, komen dan support lainnya di setiap karya saya, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan


Love you all


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2