
"Pi tunggu!" Nia mengejar langkah panjang Hendri ketika menuruni tangga
"Pi, tolong dengerin penjelasan aku"
Hendri menarik sikunya yang ditarik Nia, masih dengan wajah dingin dia terus mempercepat langkahnya
"Pagi bos"
Nia terkesiap ketika melihat tiga orang berbadan besar telah berada di ruang tengah
Sontak dia menghentikan . pada mereka"
"Siap bos"
Nia menelan ludahnya dengan wajah tegang
"Sekarang kalian pergi ke sekolah mereka, saya telah memberitahu mereka jika akan ada bodyguard yang datang menemui mereka di sekolah"
"Siap laksanakan bos"
Hendri mengangguk sekilas, dengan wajah dinginnya dia berjalan keluar rumah dan segera masuk kedalam mobil pribadinya
Hendri menurunkan kaca ketika melihat pak Paino
"Kita belum bicara empat mata pak, tapi saya janji suatu hari nanti saya akan bicara langsung mengenai kejadian yang menimpa Khe, tapi sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas pertolongan bapak"
Pak Paino mengangguk hormat dengan sedikit membungkukkan badannya
"Tolong jaga rumah pak"
Kembali pak Paino mengangguk hormat.
Lalu Hendri memundurkan mobilnya yang ternyata pagar telah dibuka oleh pak Puji
"Terima kasih pak Puji"
Pak Puji bengong sesaat lalu beliau menganggukkan kepalanya kearah bos besarnya yang terbiasa bersikap dingin itu
"Mimpi apa saya semalam ditegur bos besar" gumamnya sambil membalikkan badan bertepatan dengan berjalannya tiga bodyguard kearahnya
"Ya tuan?"
"Kenalkan kami bodyguard ketiga anaknya bos Hendri, mulai sekarang kita partner kerja"
Pak Puji mengangguk dan tersenyum kaku kearah tiga pria besar yang sekarang berdiri di depannya
"Kami mau pergi ke sekolahnya anak bos, selama kami di luar, mas jaga sendiri dulu" ucap salah satu diantara mereka
Kembali pak Puji mengangguk dan memberi jalan ketika motor besar tiga bodyguard tersebut keluar pagar
Sementara Hendri yang telah pergi lebih dulu dari rumahnya, sekarang sedang dalam perjalanan menuju kantornya
Setengah jam berikutnya, mobilnya telah memasuki area kantornya dan dia segera memarkirkan mobil mewahnya di tempat parkir khusus pimpinan
Seluruh karyawan yang melihat Hendri masuk kedalam segera membungkukkan sedikit badan mereka, yang dibalas Hendri dengan mengangguk sekilas
Hendri langsung masuk kedalam lift lalu menekan angka lantai tempat ruangannya berada
Tak butuh waktu lama, akhirnya lift berhenti dan terbuka, segera Hendri berjalan menuju ruangannya
__ADS_1
Ketika melewati ruangan Marko, Hendri berhenti sebentar dan mendorong pintunya
Marko yang tengah mempersiapkan pekerjaannya segera mengangkat kepala begitu melihat pintu didorong
"Pak..." Marko segera berdiri dari kursinya ketika melihat Hendri masuk
Hendri memberi kode untuk Marko tetap ditempatnya
Marko yang telah berdiri, mematung di tempatnya dan ikut duduk ketika Hendri duduk terlebih dahulu di kursi yang ada di depannya
"Bagaimana pekerjaannya?"
"Sedang saya kerjakan pak, nanti ketika telah siap semuanya akan saya laporkan"
Hendri tersenyum
"Terima kasih Mark, kamu memang bisa diandalkan"
Marko tersenyum tetapi matanya fokus melihat kearah tangan Hendri yang makin parah lukanya
"Tangan bapak kenapa?"
Hendri tersenyum kecut melihat kearah lukanya yang bukannya mengering malah makin menganga
"Tak sengaja meninju tembok semalam" jawab Hendri santai
Marko terkesiap dan tak berani bertanya lebih banyak
"Oke, kamu lanjutkan pekerjaannya, saya keruangan saya dulu"
Marko mengangguk sambil ikut berdiri dan hanya memandang kearah Hendri yang berjalan keluar dari ruangannya
Hp Hendri berdenting tanda notifikasi pesan masuk
Kami sudah ada di bawah bos
Hendri lalu menempelkan hp ke telinganya
"Langsung naik keruangan saya"
"Siap bos"
Lalu Hendri memutus panggilan dan segera masuk kedalam ruangannya. Begitu sampai di dalam, Hendri tak langsung bekerja melainkan duduk di kursinya dengan tatapan mata yang sangat dingin
Tak lama pintu ruangannya diketuk dan muncullah dua orang pria
"Silahkan duduk" ucap Hendri dingin
Dua anak buahnya yang baru datang segera duduk di depan Hendri dan menatap serius ke wajah Hendri
Hendri lalu mengeluarkan hpnya, lalu memberikan pada salah satu anak buahnya
"Kalian cari pria yang ada di video ini, bawa dia kehadapan saya"
Kedua anak buah Hendri belum menjawab mereka masih terus menyaksikan rekaman cctv yang diperlihatkan Hendri
"Kurang ajar" geram keduanya dengan refleks
Hendri memperhatikan dengan serius kedua mata anak buahnya yang berkilat marah
__ADS_1
"Tenang saja bos, secepatnya kami akan membawa pria ini kehadapan bos"
Sambil berkata begitu pria yang tadi memegang hp segera mempause video lalu me screen shoot, kemudian mengirimnya ke hp miliknya
"Sudah bos, wajahnya sudah saya screen shoot, akan saya cari di seluruh dunia ini, bos tenang saja, kami berjanji tidak akan lama pria ini akan menerima hasil perbuatannya"
Hendri tersenyum segaris sambil menganggukkan kepalanya
"Apa ada lagi bos yang harus kami kerjakan?"
"Untuk sementara itu dulu, nanti bila ada perkembangannya baru saya beritahu apa yang harus kalian lakukan selanjutnya"
Kedua anak buah Hendri mengangguk lalu mereka berdiri menganggukkan kepala mereka memberi hormat lalu segera keluar dari dalam ruangan Hendri
Saat mereka keluar dan berjalan menuju lift, secara tak sengaja mereka berpapasan dengan Marko
Marko dan kedua anak buah Hendri sama-sama berhenti dan saling berjabat tangan
"Kenapa kalian disini?"
"Bos yang meminta"
"Ada tugas penting?"
Keduanya mengangguk dan makin membuat Marko penasaran dengan apa yang terjadi saat ini bos besarnya
"Oke baiklah, selamat bertugas, semoga sukses. Ingat, bos tidak suka kecewa, jadi jangan kecewakan beliau"
Kembali kedua anak buah Hendri tersebut mengangguk dan melanjutkan langkah mereka yang terhenti
Sedangkan Marko segera mengetuk pintu ruangan Hendri lalu masuk sambil membawa beberapa berkas di tangannya
"Bagaimana?"
Marko segera duduk di depan Hendri lalu membuka berkas yang sejak kemarin dikerjakannya
Menjelaskan pada Hendri secara terperinci dan Hendri akan memberi masukan jika dirasa olehnya jika yang dibuat oleh Marko itu kurang sempurna bahkan kurang cocok dengan pendapatnya
Keduanya terlibat pendapat mereka masing-masing tentang mega proyek ini, Marko menjelaskan melalui persepsinya begitu juga Hendri menjelaskan apa yang di maunya
Dan Marko sebagai orang kepercayaan Hendri yang telah memahami bagaimana sifat bos besarnya itu berfikir ulang tentang yang terbaik untuk mega proyek ini
Lalu keduanya langsung sibuk mengubah laporan dan konsep mega proyek yang akan mereka kerjakan
Berjam-jam keduanya berkutat menatap laptop, saling melihat laptop masing-masing jika dirasa salah satu dari mereka membutuhkan ide
Bahkan deringan hp tak Hendri hiraukan karena seriusnya dia mengerjakan pekerjaannya
Dan Marko yang melirik layar hp yang menyala makin curiga ketika Hendri tak mengangkat panggilan dari Nia
Sementara di masing-masing sekolah ketiga anak Hendri, bodyguard yang telah memberitahu pihak sekolah jika mereka adalah bodyguard Khayla, Mutiara dan Alika segera memahami dan mengerti
"Bos kami hanya ingin menikmati keselamatan anaknya" begitu yang mereka katakan ketika pihak sekolah bertanya
Sedangkan ketiga anak Hendri yang untuk pertama kalinya mendapatkan pengawalan merasa canggung dan aneh
"Semua demi kebaikan kalian" itu yang Hendri ucapkan ketika ketiga anaknya protes melalui pesan singkat karena mereka merasa malu dengan teman mereka
Sedangkan Nia yang berada di rumah segera menghubungi kekasih gelapnya untuk berhati-hati karena hubungan mereka telah diketahui oleh Hendri
__ADS_1
"Pokoknya mulai sekarang jangan hubungi aku dulu, nanti jika semuanya sudah aman aku yang menghubungi kamu"
Setelah itu, Nia menarik nafas dalam dan memikirkan strategi kedepannya yang bakal membuat Hendri kembali mempercayainya